Pindah

Pagi harinya Raila terbangun dan melihat ke sekelilingnya ternyata ia masih berada di kamarnya, Raila melihat kesamping dimana terdapat suaminya yang tengah tertidur lelap tiba-tiba raila teringat bagaimana sikap lembut Farel saat malam pertama mereka, saat ini Raila sudah sepenuhnya milik Farel, kehormatan yang dia jaga selama ini pun ia berikan kepada Farel yang saat ini menjadi suaminya, Raila terus menatap wajah tampan Farel.

"Apa belum puas menatap wajah tampanku sayang?" tanya Farel lalu membuka matanya dan melihat Raila.

Raila yang ketahuan pun malu dan langsung memeluk tubuh kekar Farel yang tidak terhalang apapun begitupun sebaliknya karena mereka kemarin malam melakukan malam pertama sehingga mereka pun terbangun dalam keadaan naked.

"Kenapa Hem, malu ya?" tanya Farel yang tepat sasaran.

"Udah jangan godain terus, aku malu tahu gak sih," ucap Raila yang semakin memeluk Farel.

"Sayang kalau kamu peluk kenceng kayak gini gak bisa napas aku," ucap Farel.

Raila pun mendongak menatap Farel dan tersenyum sambil menunjukkan giginya, "Hehehe, kamu sih buat aku malu," ucap Raila.

Saat Raila akan berbicara kembali tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang mengeras dibawah sana, "Rel, kamu...," ucapan Raila menggantung dan bertanya pada Farel.

Untungnya Farel mengerti maksud dari Raila, "Iya, makanya kamu jangan gerak dulu ya," ucap Farel.

"Kenapa kamu gak minta ke aku aja?" tanya Raila.

"Gak, aku gak mau kamu sakit, kan kemarin malam kita mainnya lama banget dari sore loh, makanya hari ini aku nahan dulu ya, aku gak mau nanti kamu gak bisa jalan dan sakit lagi," ucap Farel yang membuat Raila tersenyum.

"Aku gapapa kok kalau kamu minta lagi daripada yang dibawah tegang kan kamu yang sakit nantinya," ucap Raila.

"Gak usah, aku bener-bener gak mau kamu kenapa-napa karena cuma ngelayanin aku," ucap Farel.

Tanpa aba-aba Raila pun menaiki tubuh Farel, kalau kamu gak mau biar aku yang ngelakuin," ucap Raila.

Pagi itu pun mereka kembali melakukan aktifitas seperti malam pertama mereka bahkan pagi ini rumah Raila terkesan agresif daripada kemarin, mereka melakukannya bukan hanya di ranjang, tapi juga di kamar mandi lalu mereka pun mandi bersama.

.

Setelah kegiatan tadi saat ini Raila dan Farel berada d ruang tamu, "Ngapain kalian disini?" tanya Mama Sena.

"Mama kemana aja dari kemarin kok gak kelihatan?" tanya Raila.

"Bukan urusan kamu, oh iya kalian mau tinggal dimana?" tanya Mama Sena.

"Rencananya nanti Farel sama Raila akan tinggal di kosnya Farel, Ma," ucap Farel.

"Jangan panggil Mama ya, ingat panggil Tante, gak sudi saya punya menantu kayak kamu," ucap Mama Sena.

"Kenapa mau protes?" tanya Mama Sena.

"Uda sayang gapapa," ucap Farel.

"Kapan pindahnya?" tanya Mama Sena.

"Kayaknya dua hari lagi, Ma," ucap Farel.

"Ck, jangan panggil Mama,!" teriak Mama Sena.

"Maaf Tante," ucap Farel.

"Dasar menantu ga berguna masa tinggal di kos yang sempit dan gak berkelas," gumam Mama Sena dengan suara yang cukup keras sehingga dapat didengar Raila dan Farel.

"Ma," panggil Raila yang memperingatkan Mama Sena.

"Mama kan bicara sesuai fakta yang ada," ucap Mama Sena. Raila tidak merespon lagi perkataan Mama Sena karena bagi Raila Farel akan tetap buruk Dimata Mama Sena bahkan di seluruh keluarganya.

"Rai, kamu masih gadis belum?" tanya Mama Sena.

"Maksud Mama apa? kenapa tanya itu?" tanya Raila.

"Ya, siapa tahu kalau kamu nyesel udah nikah sama si miskin ini kan kamu bisa dapet yang lebih kayak dari dia," ucap Mama Sena.

"Raila udah sepenuhnya milik Farel dan Raila gak nyesel sedikitpun menikah dengan Farel, udah sayang kita pindah hari ini, males banget kalau disini denger suara-suara setan yang terkutuk," ucap Raila lalu menarik tangan Farel menuju kamarnya.

"Kamu nyindir Mama?" tanya Mama Sena.

"Raila gak nyindir Mama kok, kalau memang Mama kesindir ya Raila gak tahu," ucap Raila lalu menuju kamarnya.

"Rai, kayaknya tadi kamu terlalu kasar deh sama Mama," ucap Farel.

"Gak, Rel, emang Mama harus dikasih pelajaran selama ini kau udah sabar, tapi sekarang kesabaranku udah habis apalagi Mama ngehina kamu yang statusnya suamiku sekarang," ucap Raila.

"Raila, dengerin aku, aku tahu resiko yang akan aku dapatkan saat aku melamar kamu, ini resiko yang akan aku dapatkan, bahkan nanti jika aku bertemu dengan keluarga besar Laksani," ucap Farel, Raila pun memeluk suaminya itu, ia selalu merasa bersalah terhadap Farel.

"Kamu sering bilang ke aku supaya aku gak minta maaf lagi atas perlakuan keluargaku, tapi aku selalu ngerasa sikap keluargaku udah keterlaluan ke kamu, Rel, aku gak bisa kalau aku gak minta maaf ke kamu hiks hiks hiks," ucap Raila yang mulai menangis dipelukan Farel.

"Hei, kok malah nangis sih, udah ya sayang jangan nangis, aku rela kok diperlukan apapun karena aku menghargai keluarga kamu, nanti kalau aku sudah merasa tindakan mereka keterlaluan aku pasti bakal bertindak lebih ke mereka," ucap Farel dan Raila pun menatap Farel.

"Bener ya, jangan lagi bersikap lembut ke mereka," ucap Raila dan diangguki Farel.

"Udah ya jangan nangis lagi," ucap Farel lalu menghapus air mata Raila.

"Ini jadi pindah hari ini atau dua hari lagi?" tanya Farel.

"Hari ini aja, aku gak kuat kalau disini terus-terusan," ucap Raila.

"Yaudah, kita rapihin barang-barang dulu ya," ucap Farel.

*

Setelah barang-barang yang akan dibawa selesai dikemas, Raila dan Farel pun turun untuk pindah ke kos sederhana yang biasa Farel tempati, namun langkah mereka terhenti lantaran Mama Sena yang berada di ruang tamu melihat kearah Farel dan Raila.

"Kalian mau pindah hari ini?" tanya Mama Sena.

"Iya," jawab Raila dengan singkat padat dan jelas.

"Baguslah kalau begitu jadi mata Mama gak akan sakit ngelihat si miskin itu," ucap Mama Sena dan kembali menonton televisi.

Farel yang melihat Raila bersiap untuk berbicara pun mengusap lembut tangan istrinya itu, "Jangan diladeni, kita pergi sekarang ya, biar cepet istirahatnya," ucap Farel dan diangguki oleh Raila.

Farel dan Raila saya ini berada di halaman rumah Raila, mereka menggunakan sepeda motor yang farel gunakan karena barang-barang yang dibawa sedikit jadi dapat di bawa dengan sepeda motor.

Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di kos sederhana yang Farel tempati, "Ayo masuk," ajak Farel.

Selama menjalin hubungan dengan Farel, inilah pertama kalinya Raila masuk dan melihat secara langsung tempat tinggal Farel. Meskipun kos tersebut bebas pengunjung, tapi Raila tidak pernah ada niatan untuk masuk sebelum ia dan Farel resmi menjadi suami istri. Saat masuk kedalam kos tersebut beberapa penghuni kos menyapanya dan Raila pun membalas sapaan mereka, Raila sadar jika nanti ia akan sering berinteraksi dengan penghuni lainnya.

Kos tempat tinggal Farel cukup terbuka, jadi terdapat dua lantai dan kamar Farel berada di lantai satu, bangunan kos tersebut melingkar dan bagian tengahnya terbuka bahkan di tengah-tengah kos tersebut terdapat taman sederhana yang terlihat sangat asri, kamar para penghuni pun saling berhadapan.

"Kamu kalau mau istirahat, istirahat aja aku mau beli makanan dulu didepan," ucap Farel lalu keluar dari kamarnya.

.

.

.

Tbc.

Terpopuler

Comments

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

good job thor lanjutkan

2023-02-04

0

Ki Ramalan

Ki Ramalan

lanjutin ih.thor

2022-01-18

2

lihat semua
Episodes
1 Melamar
2 Satu Syarat
3 Calon Suamiku
4 Memberikan Restu
5 Tidak Normal
6 Hidup Melarat?
7 Pernikahan
8 Pindah
9 Ucapan Selamat
10 Belanja
11 Kekasih Lexa
12 Hadiah
13 Perintah Mama
14 Bukan Anak Papa Lagi
15 Kode
16 Bubur Ayam
17 Restoran Jepang
18 Tanpa Membayar
19 Ngerumpi
20 Bermalam
21 Tidur Di atas Karpet
22 Di kelilingi Cowok Tampan
23 JANGAN JADI PEMBINOR
24 Apa!
25 Si Idiot
26 Dasar Gombal
27 Heboh
28 Siluman Ular
29 Jangan Marah Ya
30 Adu Domba
31 Pacaran
32 Kepergian Rosalina
33 Kuasa Tuhan
34 Mengajukan Perceraian
35 Salah Paham
36 Di Pecat
37 Di Usir
38 Hamil?
39 Hadapi Bersama
40 Pertama Kalinya
41 Ujian Dari Tuhan
42 Memilih
43 Lewat Pintu Belakang
44 Kecewa
45 Makan Kepiting
46 Nyonya Kamar Ini
47 Damai
48 Semakin Ragu
49 Masa Depannya
50 Pengganggu
51 Baca Harga
52 Kenapa?
53 Salah Memilih
54 Flashback I
55 Flashback II
56 Flashback III
57 Uang Adalah Vitamin
58 Beneran Di Dubai
59 Bertanya-tanya
60 Surganya Lea
61 Gara-gara Haus
62 Sendirian Lagi
63 Senyum Kemenangan
64 Istri Farel Siapa?
65 Perubahan Raila
66 Pose Terakhir
67 Merasa Tidak Enak
68 Pulang
69 Rasanya Sakit
70 Kamunya Jangan
71 Terharu
72 Sangat Setuju
73 Kecupan Manis
74 Bentuk Balas Dendam
75 Undangan
76 Sering Melamun
77 Karena Raila
78 Pingsan
79 Tawaran Pekerjaan
80 Tawaran Yang Menarik
81 Menantu Buangan
82 Dua Keuntungan Sekaligus
83 Mengabaikannya
84 Istri Tuan Zergan
85 Membunuh?
86 Jaga Bicara Kamu
87 Gak Tahu Malu
88 Ancaman Tante Aulia
89 Pake Pelet?
90 Beneran Sakit
91 Jadi Duda?
92 Jadi Asisten Pribadi
93 Mulai Deh Sombongnya
94 Terbongkar Semuanya
95 Memanfaatkan Kesempatan
96 Titik Terang
97 Rencana Pindah Farel
98 Mode Ngambek
99 Kabur?
100 Cinlok?
101 Tepat Sekali
102 Kelemahan Farel
103 Pernah Buat Salah?
104 Sikap Dingin Farel
105 Raila Yang Marah
106 Menemani Farel
107 Calista Kembali
108 Mengenang Masa Lalu
109 Baju Renang
110 Romantis
111 Mencelakai Keluarga Revion
112 Hancurin Rumah
113 Brownies
114 Akan Melancarkan Aksinya
115 Dalang Dari Semuanya
116 Tante Calista Adalah Kesalahan
117 Mengalami Kebakaran
118 Pengen Nikah
119 Gagal Jadi Anak
120 Lexa Hamil
121 Jangan Keras-keras
122 Membanding-bandingkan
123 Mona
124 Pacar Tante Calista
125 Santai Tanpa Beban
126 Pacar Baru Rafka
127 Video
128 Senyuman Palsu
129 Pasien Rumah Sakit Jiwa
130 Akhirnya Terselesaikan
131 Udah Ketebak
132 Lupain Semuanya
133 Dia Lagi
134 Kabar Kehamilan
135 Terbawa Suasana
136 Melihat Hewan
137 Perkenalkan Keluarga
138 Barter Istri
139 Bom Bunuh Diri
140 Rencana Balas Dendam
141 Masalah Kepindahan
142 Farel Junior?
143 Orang Pertama
144 Sebagai Penyemangatku
145 INFO!!!!!
146 I Love You (END)
147 PENJELASAN!
148 Cerita Baru
149 Married With Mantan
150 Jodoh Dari Allah
151 Sequel Nial & Maudy
152 Istri Pengganti
153 Cinta Dalam Diam
154 Terjebak Cinta Mafia
155 Menikahi Kakak Sahabatku
156 Assalamualaikum Gus Faiz
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Melamar
2
Satu Syarat
3
Calon Suamiku
4
Memberikan Restu
5
Tidak Normal
6
Hidup Melarat?
7
Pernikahan
8
Pindah
9
Ucapan Selamat
10
Belanja
11
Kekasih Lexa
12
Hadiah
13
Perintah Mama
14
Bukan Anak Papa Lagi
15
Kode
16
Bubur Ayam
17
Restoran Jepang
18
Tanpa Membayar
19
Ngerumpi
20
Bermalam
21
Tidur Di atas Karpet
22
Di kelilingi Cowok Tampan
23
JANGAN JADI PEMBINOR
24
Apa!
25
Si Idiot
26
Dasar Gombal
27
Heboh
28
Siluman Ular
29
Jangan Marah Ya
30
Adu Domba
31
Pacaran
32
Kepergian Rosalina
33
Kuasa Tuhan
34
Mengajukan Perceraian
35
Salah Paham
36
Di Pecat
37
Di Usir
38
Hamil?
39
Hadapi Bersama
40
Pertama Kalinya
41
Ujian Dari Tuhan
42
Memilih
43
Lewat Pintu Belakang
44
Kecewa
45
Makan Kepiting
46
Nyonya Kamar Ini
47
Damai
48
Semakin Ragu
49
Masa Depannya
50
Pengganggu
51
Baca Harga
52
Kenapa?
53
Salah Memilih
54
Flashback I
55
Flashback II
56
Flashback III
57
Uang Adalah Vitamin
58
Beneran Di Dubai
59
Bertanya-tanya
60
Surganya Lea
61
Gara-gara Haus
62
Sendirian Lagi
63
Senyum Kemenangan
64
Istri Farel Siapa?
65
Perubahan Raila
66
Pose Terakhir
67
Merasa Tidak Enak
68
Pulang
69
Rasanya Sakit
70
Kamunya Jangan
71
Terharu
72
Sangat Setuju
73
Kecupan Manis
74
Bentuk Balas Dendam
75
Undangan
76
Sering Melamun
77
Karena Raila
78
Pingsan
79
Tawaran Pekerjaan
80
Tawaran Yang Menarik
81
Menantu Buangan
82
Dua Keuntungan Sekaligus
83
Mengabaikannya
84
Istri Tuan Zergan
85
Membunuh?
86
Jaga Bicara Kamu
87
Gak Tahu Malu
88
Ancaman Tante Aulia
89
Pake Pelet?
90
Beneran Sakit
91
Jadi Duda?
92
Jadi Asisten Pribadi
93
Mulai Deh Sombongnya
94
Terbongkar Semuanya
95
Memanfaatkan Kesempatan
96
Titik Terang
97
Rencana Pindah Farel
98
Mode Ngambek
99
Kabur?
100
Cinlok?
101
Tepat Sekali
102
Kelemahan Farel
103
Pernah Buat Salah?
104
Sikap Dingin Farel
105
Raila Yang Marah
106
Menemani Farel
107
Calista Kembali
108
Mengenang Masa Lalu
109
Baju Renang
110
Romantis
111
Mencelakai Keluarga Revion
112
Hancurin Rumah
113
Brownies
114
Akan Melancarkan Aksinya
115
Dalang Dari Semuanya
116
Tante Calista Adalah Kesalahan
117
Mengalami Kebakaran
118
Pengen Nikah
119
Gagal Jadi Anak
120
Lexa Hamil
121
Jangan Keras-keras
122
Membanding-bandingkan
123
Mona
124
Pacar Tante Calista
125
Santai Tanpa Beban
126
Pacar Baru Rafka
127
Video
128
Senyuman Palsu
129
Pasien Rumah Sakit Jiwa
130
Akhirnya Terselesaikan
131
Udah Ketebak
132
Lupain Semuanya
133
Dia Lagi
134
Kabar Kehamilan
135
Terbawa Suasana
136
Melihat Hewan
137
Perkenalkan Keluarga
138
Barter Istri
139
Bom Bunuh Diri
140
Rencana Balas Dendam
141
Masalah Kepindahan
142
Farel Junior?
143
Orang Pertama
144
Sebagai Penyemangatku
145
INFO!!!!!
146
I Love You (END)
147
PENJELASAN!
148
Cerita Baru
149
Married With Mantan
150
Jodoh Dari Allah
151
Sequel Nial & Maudy
152
Istri Pengganti
153
Cinta Dalam Diam
154
Terjebak Cinta Mafia
155
Menikahi Kakak Sahabatku
156
Assalamualaikum Gus Faiz

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!