Farel dan Raila saat ini berada di kos, "Kami kok tadi bisa gak bayar sih?" tanya Raila.
"Astaga sayang, kamu udah tanya ini lebih dari 4 kali loh," ucap Farel.
"Kan aku penasaran, masa karena kamu cuci piring, kok cepet banget kalau cuci piring dan juga harusnya kalau cuci piring itu pas restoran tutup," ucap Raila.
"Kenapa gak percaya banget sih sama suami ini," ucap Farel.
"Ya kan penasaran, Rel, tapi tadi aku lihat ekspresi Henry pengen aku penggal aja kepalanya," ucap Raila.
"Jahat banget istriku ini," ucap Farel.
"Rel," panggil Raila.
"Kenapa?" tanya Farel.
"Mandi bareng yuk," ajak Raila.
"Eh, kok tumben kamu ngajak duluan," ucap Farel.
"Aku juga gak tahu, tapi tiba-tiba aku pengen mandi bareng sama kamu," ucap Raila dan bergelayut manja pada lengan Farel.
"Rai, kamu tahukan kalau kita mandi bareng aku gak bisa jamin cuma mandi doang," ucap Farel.
"Iya, aku tahu kok," ucap Raila dengan mengangguk semangat.
"Terus kamu masih mau mandi bareng?" tanya Farel.
"Masih," ucap Raila.
"Oke, ini kamu yang minta ya," ucap Farel lalu menggendong tubuh Raila dan mereka pun mandi bersama dengan melakukan olahraga yang Farel katakan sebelumnya.
.
Setelah mandi mereka pun santai di ranjang sederhana kos tersebut, "Rai," panggil Farel.
"Kenapa?" tanya Raila.
"Aku ada urusan habis ini, gapapakan aku tinggal, mungkin nanti malam aku pulangnya," izin Farel.
"Kemana?" tanya Raila.
"Ada temenku yang minta ketemu baut bahas pekerja dia, soalnya dia masih baru di kota," ucap Farel yang tentunya berbohong, ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya jika saat ini ia akan bertemu dengan Presiden.
"Boleh kok," ucap Raila.
"Makasih ya, kalian gitu aku mau siap-siap," ucap Farel.
Setelah selesai bersiap-siap, Farel pun menghampiri Raila yang masih setia diatas ranjang, "Aku pergi dulu ya, kalau ada apa-apa jangan lupa kabarin aku," ucap Farel lalu mengecup singkat kening Raila.
"Iya, kamu juga hati-hati sama aku titip salam buat temen kamu ya," ucap Raila.
"Nanti aku sampaikan salam kamu, aku pamit dulu," ucap Farel lalu keluar dari kos.
"Padahal masih sore, hem apa aku lihat-lihat kos aja ya sekalian kenalan sama para tetangga," gumam Raila lalu keluar dari kamar dan melihat ke sekelilingnya.
"Sore, ibu-ibu," sapa Raila saat melihat beberapa ibu-ibu sedang duduk di taman kecil yang ada di tengah-tengah kos.
"Selamat sore juga neng," balas ibu-ibu tersebut.
"Boleh saya gabung?" tanya Raila.
"Ya, boleh atuh neng," ucap salah atau dari mereka.
"Nama neng teh siapa?" tanyanya.
"Raila, Bu," ucap Raila.
"Oh, kalau gitu kenalin ini namanya Bu Farah, yang ini Bu Dira terus yang ini Mbak ayu dan saya Bu Tari," ucap Bu Tari.
Raila yang awalnya takut akan canggung saat bergabung dengan para ibu-ibu, tapi ternyata dugaannya salah justru ia sangat klop dengan mereka bahkan Raila sampai terbawa suasana, "Rai, suami kamu gak pulang?" tanya Bu Farah.
"Suami saya tadi pulang, tapi dia keluar lagi soalnya ada urusan," ucap Raila.
"Dulu itu ya, banyak anak atas yang suka sama suami kamu," ucap Bu Tari.
"Maksudnya?" tanya Raila.
"Kamu tahu kan kalau yang dilantai atas itu kebanyakan anak kuliah pokoknya remaja gitulah nah dulu itu ada perempuan yang setiap pagi selalu nunggu suami kamu pulang habis olahraga," ucap Bu Tari.
"Hah! nunggu suami saya?" tanya Raila.
"Iya, suami kamu akan dari dulu kalau pagi sering banget olahraga nah biasanya si perempuan ini itu nungguin suami kamu di tangga bawah terus nyapa suami kamu, setelah suami kamu masuk kedalam kamar dia baru naik ke kamarnya terus juga dia sering banget ngelihat kamar suami kamu lewat kaca jendela," ucap Bu Tari.
"Terus sekarang dia dimana?" tanya Raila.
"Ibu denger sih katanya dia lagi KKN," ucap Bu Dira.
"Suami saya nanggepin gak, Bu?" tanya Raila.
"Kamu mah gak usah khawatir suami kamu itu orangnya cuek bahkan waktu itu ada beberapa anak kuliahan yang lewat didepan kos dia mah biasa aja padahal ada yang cantik loh, terus dulu juga pernah ada tante girang yang kos disini bahkan dia secara terang-terangan godain suami kamu, tapi suami kamu mah gak mudah kepancing," ucap Bu Farah.
"Huh, untung saja," ucap Raila.
"Oh iya, Mbak Ayu juga baru ya disini?" tanya Raila.
"Iya, saya mah masih baru dan belum akrab bahkan sampai tahu seluk beluk kayak ibu-ibu lainnya," ucap Mbak Ayu.
"Saya harus balik nih, benar lagi bapaknya anak-anak mau pulang," ucap Bi Farah.
"Eh, iya saya juga, terlalu asik ngobrol sampai lupa, kalau gitu saya permisi ya," ucap Bu Dira.
.
Setelah mengobrol dengan ibu-ibu, Raila pun kembali ke kamarnya dan melihat jika kamarnya sedikit berantakan, "Dasar aku, kamar belum beres masih berantakan gini bilangnya bosen nganggur dan malah ngerumpi sama ibu-ibu lainnya," ucap Raila lalu membersihkan kamarnya yang terlihat seperti kapal pecah.
Saat akan menaruh beberapa kertas di laci, Raila melihat sebuah foto yang menurutnya lucu, "Ih, kok lucu sih," ucap Raila dengan gemas.
Foto tersebut adalah foto saat masa orientasi mahasiswanya dulu, didalam foto itu terlihat dengan jelas jika ia dekat dengan Farel, karena memang saat ini ia satu kelompok dengan Farel. "Jadi inget dulu pas aku gak bawa tanda pengenal terus Farel taruh tanda pengenalnya kedalam tas dan jadinya dia dihukum bareng aku," gumam Raila.
"Dulu aku gak percaya diri loh buat deketin kamu apalagi dalam hubungan kita ini aku yang nembak kamu, astaga mau ditaruh dimana mukaku, padahal dulu aku lumayan terkenal di kampus, dulu aku sempat ngerasa bersalah karena suka sama kamu, kamu jadinya diejek banyak orang," gumam Raila dan perlahan mulia meneteskan air mata.
"Seandainya dulu aku terima cintanya Kak Darren, udah aku pastikan aku gak bakal ketemu bahan sampe nikah sama kamu," gumam Raila.
"Jadi kangen masa-masa kita pacaran pas masih kuliah deh, pas foto ini kayaknya dulu aku marah deh sama kamu yang gak nutup diri dan gak mau berbaur sama orang-orang, tapi pas aku udah kenal kamu perlahan aku mulai tahu kenapa kamu selalu menutup diri kamu, mungkin karena keadaan yang buat kamu kayak gitu dulu. Rel, selama aku menjalin hubungan sama kamu, aku gak pernah ada niatan apapun kecuali emang karena emang serius, aku gak pernah peduliin orang-orang yang menentang hubungan kita karena aku bener-bener tulus sama kamu," lanjut Raila.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Wirda Lubis
lanjut
2023-06-22
0
Imam Sutoto Suro
top markotop story'lanjut seruuuu
2023-02-04
0
Astri
ceritanya menarik ni Thor😊
2022-08-23
1