Flashback End

"Aku tidak boleh menyerah, aku pasti bisa membuat Milan kembali padaku, aku yakin saat ini Milan masih emosi padaku, tapi suatu saat nanti jika emosinya sudah reda dia pasti mau kembali lagi padaku, aku tahu Milan sangat mencintaiku dan begitu tergila-gila padaku." kata Bella sambil berjalan keluar dari apartemen Milan.

"Akhirnya kau pergi juga." kata Milan sambil mengusap kasar wajahnya di balik persembunyiannya. Dia pun kemudian berjalan masuk kembali ke apartemennya.

'Sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali padamu Bella, sudah cukup kau membodohiku!' kata Milan dalam hati sambil menutup pintu apartemennya dan menguncinya rapat-rapat.

***

"Kamu udah selesai Ra?" tanya Nadia saat melihat Rachel yang mulai berkemas.

"Udah, aku pulang dulu ya."

"Iya aku juga mau pulang, aku dah ga sabar menanti hari esok Ra." kata Nadia sambil terkekeh.

"Memangnya ada apa Nad?"

"Ih kamu kudet banget sih, bukankah mulai besok Pak Milan udah mulai bekerja disini, lalu besok pagi divisi kita yang akan mulai meeting perdana dengan Pak Milan." jawab Nadia sambil tersenyum.

"Dasar kamu ada-ada aja Nad."

Saat akan melangkah dari kubikelnya tiba-tiba ponsel Rachel pun berbunyi.

[Halo Milan, ada apa?] bisik Rachel agar Nadia tidak mendengar percakapannya.

[Aku sudah menjemputmu di bawah.]

[Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Ini terlalu berbahaya Milan.]

[Sudahlah Rachel, cepat atau lambat mereka semua juga pasti akan tahu hubungan kita.]

Rachel pun kemudian turun ke bawah sambil mendengus kesal. "Dasar Milan ada-ada saja." kata Rachel sambil mempercepat langkahnya.

Sesampainya di bawah, netranya langsung tertuju pada sebuah mobil sedan berwarna hitam yang kini sedang menunggunya. Dia kemudian sedikit berlari ke arah mobil tersebut.

"Ayo cepat Milan, sebelum ada yang melihat kita." kata Rachel.

"Santai saja sayang." jawab Milan sambil terkekeh.

Namun tanpa mereka sadari sepasang mata tampak sedang mengamati mereka berdua.

'Apakah itu Pak Milan? Kenapa Rachel masuk ke mobil Pak Milan? Apakah sebenarnya kekasih Rachel adalah Pak Milan?' kata Dinda dalam hati sambil mengigit bibirnya.

"Tunggu, tunggu aku ingat sesuatu, jadi itu alasan Pak Milan memindahkan Adit secara tiba-tiba karena Pak Milan tahu Adit sedang mendekati Rachel? Lalu bukankah Pak Milan sudah memiliki seorang kekasih? Atau benar dugaanku jika Rachel hanyalah seorang sugar baby atau mungkin hanya partner ranjang saja untuk Pak Milan?"

"Aku harus menyelidiki semua ini, sejak kedatangan Rachel di perusahaan ini hidupku menjadi sedikit berantakan. Dulu seluruh orang di kantor ini begitu tertarik pada kecantikanku tapi sejak kedatangan Rachel sialan itu semua orang mengabaikanku, termasuk Adit." kata Dinda sambil menatap tajam Rachel di dalam mobil Milan yang sedang tertawa.

***

Rachel perlahan membuka matanya, dia lalu kian kencang memeluk tubuh atletis seorang pria yang kini tertidur di sampingnya sambil sesekali mencium dada bidangnya.

"Selamat pagi Milan." bisik Rachel sambil mencium telinga Milan.

"Ayo bangun, bukankah pagi ini kau ada meeting penting."

"Hmmm, jam berapa ini Ra?"

"Sudah pukul enam pagi." jawab Rachel.

"Masih ada waktu." kata Milan kemudian bangkit dari tidurnya lalu membuka baju tidur Rachel dan menyisakan sebuah pakaian dalam berenda warna merah kemudian menciumi setiap lekuk tubuh indah Rachel.

Beberapa jam kemudian keduanya tampak sedikit tergesa-gesa saat masuk ke dalam lift. "Kau sudah membuatku terlambat Milan." gerutu Rachel.

"Memangnya kenapa? Bukankah permainan pagi ini begitu menyenangkan?" ledek Milan yang membuat Rachel tersenyum.

"Bagaimana jika aku dipecat?" jawab Rachel.

"Tidak ada yang bisa memecatmu di kantor karena ada aku, mereka tidak akan berani padaku."

"Memangnya di kantor ada yang tahu hubungan kita sampai kau berbicara seperti itu?" kata Rachel sambil bersungut-sungut yang membuat Milan terdiam.

"Aku berangkat dulu." kata Rachel saat mereka berdua keluar dari lift. Dia lalu berjalan keluar dari apartemen kemudian masuk ke sebuah taksi online yang dipesannya, sedangkan Milan pergi menuju basemen tempat dia memarkirkan mobilnya.

***

*Flashback end*

Rachel masih menatap Milan yang saat ini masih tampak sibuk memperhatikan prestasi dari manager marketing tersebut. Tiba-tiba lamunannya dikejutkan oleh Nadia.

"Ra, kamu kenapa kok tiba-tiba liatin Pak Milan terus, jangan-jangan kamu mulai terpesona sama Pak Milan ya? Hahahaha " kata Nadia sambil terkekeh.

"Stttt brisik kamu Nad, tuh liat orang-orang pada liatin kamu."

Nadia pun kemudian menutup mulutnya.

Setelah satu setengah jam lamanya, akhirnya meeting pun selesai. Milan kini menatap Rachel yang keluar dari ruang meeting sambil tersenyum. Dinda tampak mengamati Milan yang kini tersenyum sambil melihat Rachel yang keluar dari ruangan itu.

'Jadi benar Pak Milan memiliki hubungan khusus dengan Rachel?' kata Dinda dalam hati.

Menjelang jam makan siang, tiba-tiba Rachel dikejutkan oleh kedatangan Bella menuju ruangan Milan.

"Hei apakah itu Bella kekasih Pak Milan?" tanya Nadia yang membuat Rachel tampak begitu gugup.

"Mungkin." jawab Rachel sambil menahan perasaannya yang begitu berkecamuk.

Beberapa saat kemudian, Bella pun keluar dari ruangan Milan dengan pakaian sedikit berantakan. Bahkan kancing paling atas kemejanya pun terbuka.

"Hei lihat apa yang sudah mereka lakukan ya Ra sampai baju Bella berantakan seperti itu? Kancing bajunya pun lupa belum dia tutup." kata Nadia pada Rachel yang membuat dada Rachel terasa begitu sesak. Air matanya pun hampir saja menetes tapi buru-buru Rachel menghapusnya sebelum Nadia melihatnya.

"Aku ke toilet sebentar ya Nad." kata Rachel sambil berdiri dari kubikelnya.

Sedangkan Dinda yang sedari tadi mengamati Rachel pun tersenyum melihat Rachel yang kini terlihat begitu panik dan salah tingkah sejak kedatangan Bella. Dia pun kemudian mengikuti Rachel ke toilet.

Rachel beberapa kali tampak mencuci wajahnya namun air mata yang terus mengalir membuat wajahnya kian terasa begitu sendu.

"Rachel kau tidak boleh seperti ini. Kau harus kuat Rachel." kata Rachel sambil membasuh wajahnya kembali.

"Aku baik-baik saja, aku baik-baik saja." kata Rachel sambil menatap dirinya di cermin.

Di saat itu pula tiba-tiba Dinda sudah berdiri di sampingnya. "Kau kenapa Rachel? Kenapa kau sangat panik sejak kedatangan Bella ke kantor ini?" tanya Dinda sambil tersenyum kecut.

"Aku tidak apa-apa Dinda, hanya sedikit pusing."

"Kau tidak usah berpura-pura Rachel, aku tahu semua tentangmu, selama ini kau hanyalah seorang wanita simpanan kan? Sadarlah Rachel siapa dirimu sebenarnya, tidak usah berharap terlalu tinggi karena aku yakin Pak Milan hanya menjadikanmu sebagai partner ranjangnya saja tidak lebih! Dia pasti juga akan lebih memilih Bella karena mereka dari kalangan yang sepadan." kata Dinda dengan begitu sinis.

"Maaf Dinda, aku permisi dulu."

"Hei Rachel, aku belum selesai bicara!" teriak Dinda, namun Rachel hanya mengabaikannya.

Terpopuler

Comments

Miss_Queen

Miss_Queen

uppp

2022-02-11

2

Sri Wahyuni

Sri Wahyuni

wah Dinda hati-hati jaga omongan mu 😡😡

2022-02-06

2

Mbak Rin

Mbak Rin

jngan cari masalah dinda Lau ndak ingin dipecat

2022-01-29

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Masih Perawan
3 Kritis
4 Pembalasan
5 Gagal
6 Apartemen
7 Mencari Pekerjaan
8 Kecewa
9 Wawancara Kerja
10 Partner Ranjang
11 Malam Yang Panjang
12 Hanya Milikku
13 Kenyataan Sebenarnya
14 Cinta
15 Pesta
16 Hancur
17 Salah Langkah
18 Cokelat London
19 Memilihmu
20 Flashback End
21 Pelakor
22 Bumerang
23 Perhitungan
24 Pesan Berantai
25 Kamar Hotel
26 Nafas Terakhir
27 Office Girl
28 Merebut Kembali
29 Sakit
30 Dendam
31 Rencana Pernikahan
32 Tertipu
33 Hangus
34 Pemilik Butik
35 Almira
36 Luka Jahitan
37 Panti Asuhan
38 Permainan
39 Pemakaman
40 Tablet Obat
41 Jati Diri
42 Hilang Tanpa Kabar
43 Secangkir Cappucino
44 KTP Palsu
45 Jangan Pergi
46 Menikmati Malam
47 Kembali Padaku
48 Rumah Sakit
49 Anak Kita
50 Penculik
51 Alamat Palsu
52 Tersesat
53 Bisikan
54 Sopir Taksi Online
55 Permainan Terakhir
56 Gara-gara Bella
57 Konspirasi
58 Bukti
59 Pengumuman
60 Perkenalan
61 Menghapus Dendam
62 Empat Tahun Kemudian
63 Masa Lalu
64 Asisten Pribadi
65 Evan
66 Kabur
67 Penolong
68 Tempat Persembunyian
69 Aku Mencintaimu
70 Rapuh
71 Terpedaya
72 Nama Yang Kau Sebut
73 Jatuh Cinta?
74 Kencan
75 Bimbang
76 Selamat Tinggal
77 Kardus Bekas
78 Menata Hati
79 Buronan
80 Tes Kehamilan
81 Maaf
82 Sepanjang Hidup
83 Sebuah Kertas
84 Benar-benar Mencintaimu
85 Takdir
86 Memperbaiki Diri
87 Kesempatan
88 Menikah Denganku
89 Waspada
90 Wanita Spesial
91 Kembali Secepatnya
92 CEO Baru
93 Mata-mata
94 Ruang Rapat
95 Manipulatif
96 Battle
97 Menyita Aset
98 Letusan Pistol
99 Tunggu Aku
100 Dosa Masa Lalu
101 Konspirasi 2
102 Teka Teki Evan
103 Blacklist
104 Dua Kemungkinan
105 Bermain Cantik
106 Modus
107 Musuh Bebuyutan
108 Rumit
109 Posisi Sulit
110 Dibodohi
111 Dibuang
112 Kejutan
113 Siapa Pelakunya
114 Waktunya Sudah Tiba
115 Terkecoh
116 Terkepung
117 Masa Lalu
118 Tekanan Mental
119 Pilih Siapa
120 Ruang Tahanan
121 Pengumuman
122 Hidup Baru
123 Sekedar Pelampiasan
124 Terjerat Pesona Suami Tanteku
125 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
126 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
127 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
128 PROMO NOVEL TERBARU
129 PROMO
130 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 130 Episodes

1
PROLOG
2
Masih Perawan
3
Kritis
4
Pembalasan
5
Gagal
6
Apartemen
7
Mencari Pekerjaan
8
Kecewa
9
Wawancara Kerja
10
Partner Ranjang
11
Malam Yang Panjang
12
Hanya Milikku
13
Kenyataan Sebenarnya
14
Cinta
15
Pesta
16
Hancur
17
Salah Langkah
18
Cokelat London
19
Memilihmu
20
Flashback End
21
Pelakor
22
Bumerang
23
Perhitungan
24
Pesan Berantai
25
Kamar Hotel
26
Nafas Terakhir
27
Office Girl
28
Merebut Kembali
29
Sakit
30
Dendam
31
Rencana Pernikahan
32
Tertipu
33
Hangus
34
Pemilik Butik
35
Almira
36
Luka Jahitan
37
Panti Asuhan
38
Permainan
39
Pemakaman
40
Tablet Obat
41
Jati Diri
42
Hilang Tanpa Kabar
43
Secangkir Cappucino
44
KTP Palsu
45
Jangan Pergi
46
Menikmati Malam
47
Kembali Padaku
48
Rumah Sakit
49
Anak Kita
50
Penculik
51
Alamat Palsu
52
Tersesat
53
Bisikan
54
Sopir Taksi Online
55
Permainan Terakhir
56
Gara-gara Bella
57
Konspirasi
58
Bukti
59
Pengumuman
60
Perkenalan
61
Menghapus Dendam
62
Empat Tahun Kemudian
63
Masa Lalu
64
Asisten Pribadi
65
Evan
66
Kabur
67
Penolong
68
Tempat Persembunyian
69
Aku Mencintaimu
70
Rapuh
71
Terpedaya
72
Nama Yang Kau Sebut
73
Jatuh Cinta?
74
Kencan
75
Bimbang
76
Selamat Tinggal
77
Kardus Bekas
78
Menata Hati
79
Buronan
80
Tes Kehamilan
81
Maaf
82
Sepanjang Hidup
83
Sebuah Kertas
84
Benar-benar Mencintaimu
85
Takdir
86
Memperbaiki Diri
87
Kesempatan
88
Menikah Denganku
89
Waspada
90
Wanita Spesial
91
Kembali Secepatnya
92
CEO Baru
93
Mata-mata
94
Ruang Rapat
95
Manipulatif
96
Battle
97
Menyita Aset
98
Letusan Pistol
99
Tunggu Aku
100
Dosa Masa Lalu
101
Konspirasi 2
102
Teka Teki Evan
103
Blacklist
104
Dua Kemungkinan
105
Bermain Cantik
106
Modus
107
Musuh Bebuyutan
108
Rumit
109
Posisi Sulit
110
Dibodohi
111
Dibuang
112
Kejutan
113
Siapa Pelakunya
114
Waktunya Sudah Tiba
115
Terkecoh
116
Terkepung
117
Masa Lalu
118
Tekanan Mental
119
Pilih Siapa
120
Ruang Tahanan
121
Pengumuman
122
Hidup Baru
123
Sekedar Pelampiasan
124
Terjerat Pesona Suami Tanteku
125
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
126
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
127
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
128
PROMO NOVEL TERBARU
129
PROMO
130
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!