Mencari Pekerjaan

"Memangnya kenapa? Kenapa kau terlihat gugup Milan?"

"Tidak apa-apa, hanya saja kamar itu belum dibersihkan," jawab Milan kemudian mendekat pada Bella yang kini sudah membuka kamar itu.

'Oh tidak,' batin Milan saat melihat pintu kamar yang mulai terbuka.

Bella pun melihat kondisi kamar yang masih terlihat rapi.

"Kau aneh sekali Milan, kamar ini masih rapi," ucap Bella dengan kening yang berkerut.

"Ya, aku lupa jika ternyata aku sudah membersihkannya," jawab Milan dengan sedikit canggung.

'Dimana Rachel?' gumam Milan sambil mencari keberadaannya di sekeliling kamar. Namun saat tengah asyik melihat seluruh isi kamar, tiba-tiba Bella sudah menariknya masuk ke dalam kamar dan mulai membuka pakaian Milan.

Milan pun kian tidak bisa menahan na*su, dia kemudian mulai mencium kembali bibir Bella dengan begitu bergairah.

'Kau memang sangat menggairahkan Milan, wajahmu sangat tampan dan tubuhmu begitu atletis, tapi sayangnya aku tidak mencintaimu. Aku hanya membutuhkanmu untuk memenuhi na*suku saja.' gumam Bella sambil menikmati ciuman Milan di bibirnya dan mulai menyeruak memainkan lidahnya di leher Bella yang membuatnya mengeluarkan de*ahan yang semakin membuat Milan kian bergairah hingga membuka seluruh pakaian Bella.

Milan lalu mengangkat tubuh te*anjang Bella ke atas ranjang. Namun saat akan mengecup b*ah dada milik Bella tiba-tiba Milan teringat pada milik Rachel yang terlihat lebih besar dan menggairahkan.

'S*it kenapa di saat-saat seperti ini aku teringat Rachel,' batin Milan sambil terus menciumi setiap lekuk tubuh Bella.

Sementara itu di dalam walk in closet. Rachel beberapa kali mengusap dadanya. 'Hampir saja. Untungnya saat wanita itu membuka pintu, saat aku sedang menaruh pakaianku di dalam walk ini closet ini,' batin Rachel sambil menghembuskan nafas panjangnya.

Rachel pun sesekali mendekatkan telinganya pada pintu walk in closet dan mendengar de*ahan dan erangan mereka di dalam kamar.

"Mengapa aku harus terjebak pada situasi seperti ini?" sesal Rachel sambil mengusap kasar wajahnya.

"Lama sekali mereka," batin Rachel yang masih mendengar de*ahan dan e*angan yang belum juga berhenti.

Akhirnya setelah lelah menunggu begitu lama dan tubuhnya pun masih terasa sedikit lemas, Rachel pun tertidur. Hingga entah berapa lama dia tertidur, Rachel pun terbangun saat tiba-tiba pintu walk in closet itu terbuka dan mengenai kepalanya.

"Aduh," gerutu Rachel.

"Maafkan aku, aku tidak tahu jika kau ternyata tidur di belakang pintu."

"Apa kekasihmu sudah pulang?" tanya Rachel sambil memegang kepalanya.

"Ya, dia sudah pulang. Maafkan aku, aku tidak tahu dia akan datang ke sini."

"Apa tidak berbahaya jika aku tinggal di sini? Suatu saat bukankah kekasihmu bisa saja datang kembali ke sini?"

"Tidak, kau tenang saja. Besok dia akan pergi ke London, dia akan mengambil program master selama dua tahun. Kau aman disini."

"Oh, apa aku tidak merepotkanmu?"

"Tentu tidak, bukankah kita teman?" tanya Milan sambil tersenyum yang membuat Rachel tersipu malu.

"Terimakasih banyak Milan."

"Ini sudah hampir sore, kau bersihkan badanmu, aku ada janji dengan Bella makan malam di luar. Kau sebaiknya tidak usah menungguku pulang."

Rachel pun kemudian bangun dan masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar. Setelah Rachel selesai mandi, dia keluar dari kamar untuk membereskan makanan yang ada di meja yang tadi belum sempat dia bersihkan karena ada Bella yang tiba-tiba saja datang.

Melihat Milan yang kini sudah terlihat begitu rapi, seketika jantung Rachel pun berdegup kian kencang.

'Kenapa aku baru menyadari jika Milan ternyata begitu tampan,' gumam Rachel sambil mencuci semua peralatan makan dengan sedikit gugup karena Milan kini mulai mendekat padanya.

"Rachel, kau sudah kupesankan makan malam jadi kau tidak usah memasak, simpan saja tenagamu, kau baru saja sembuh. Lebih baik kau istirahat saja."

"Iya."

"Aku pergi dulu." kata Milan kemudian berjalan meninggalkan Rachel.

***

Bella tampak begitu cemas menghubungi seseorang. Keningnya beberapa kali berkerut dan umpatan kasar pun terucap dari mulutnya.

"Kenapa kau susah sekali dihubungi Gibran!" gerutu Bella.

"Sial, panggilanku dialihkan!"

Hingga setengah jam lamanya, akhirnya panggilannya pada Gibran pun mendapat jawaban.

[Gibran, kenapa kau susah sekali dihubungi!] bentak Bella.

[Maaf Bella tadi aku sedang sibuk, Vania istriku memintaku menemaninya berbelanja.]

[Jadi sekarang istrimu lebih penting daripada urusan kita?]

[Tentu saja, dia istriku Bella!]

[Picik sekali kau Gibran, aku bahkan sampai mengorbankan hubunganku dengan Arvin agar semua rencana kita berjalan dengan lancar, tapi kau dengan mudahnya mengesampingkan urusan kita!]

[Bella bagaimanapun juga dia adalah istriku, dia tetap menjadi prioritasku saat ini!] bentak Gibran.

[Sudahlah aku sedang tidak ingin berdebat denganmu! Aku hanya ingin bertanya tentang orang-orang bayaranmu apakah mereka sudah menemukan Rachel?]

[Belum, anak buahku sedang berusaha mencarinya.]

[Jadi mereka belum menemukan Rachel? Dasar bodoh! Kau sama bodohnya dengan anak buahmu!]

[Hei jangan pernah sekali-kali kau mengumpatku Bella! Aku pasti bisa menyelesaikan urusan Rachel. Sekarang lebih baik kau urusi saja Milan karena saat kau pergi, Milan bisa saja berpindah ke lain hati!]

[Itu tidak mungkin karena Milan hanya mencintaiku.]

[Semua kemungkinan bisa saja terjadi Bella, dan aku yakin keputusanmu meninggalkan Milan hanya untuk kesenanganmu agar bisa bertemu dengan Arvin itu adalah sebuah kesalahan! Lebih baik kau mengurungkan niatmu itu jika ingin rencana kita berjalan dengan lancar.]

[Jangan pernah mengajariku karena kau mengurus Rachel saja tidak bisa!] kata Bella kemudian menutup teleponnya.

"Dasar Gibran brengsek!" umpat Bella.

Di saat itu pula terdengar suara bel yang berbunyi. 'Itu pasti Milan.' gumam Bella kemudian berjalan ke arah pintu lalu membukakan pintu tersebut.

"Selamat malam sayang, apa kau sudah siap?" kata Milan yang kini berdiri di hadapan Bella sambil tersenyum.

"Ya, memangnya kita mau kemana?"

"Jika kau kuberitahu sekarang, itu bukan kejutan namanya."

"Hahahaha yang penting kau jangan menculikku untuk membatalkan kepergianku besok."

"Jika itu bisa kulakukan, sudah kulakukan sejak kau mengatakan ingin pergi ke London."

Bella pun tersenyum mendengar perkataan Milan. 'Aku yakin ketakutan Gibran tidak akan pernah terjadi karena Milan sangatlah mencintaiku.' gumam Bella sambil melirik Milan yang kini berjalan di sampingnya sambil menggandeng tangannya.

***

Rachel menatap bintang yang bertaburan dari balkon apartemen. "Aku tidak bisa seperti ini, aku tidak mau selalu merepotkan dan bergantung pada Milan. Ya, aku harus mencari pekerjaan,"

"Sejak aku lulus kuliah, aku memang belum sempat mencari kerja karena tenagaku tercurah untuk mengurus mama. Lebih baik aku sekarang mulai mencari pekerjaan." kata Rachel kemudian masuk ke dalam kamar untuk mengambil laptop miliknya dan membuat lamaran pekerjaan.

Setelah lamaran itu selesai dibuatnya dia lalu mencari beberapa lowongan kerja hingga dia tertarik pada sebuah lowongan di sebuah perusahaan yang bernama ARKANA GROUP.

"Sebaiknya aku mendaftar pekerjaan ke perusahaan ini saja," ujar Rachel sambil mengirimkan email lamaran kerja ke perusahaan tersebut.

Terpopuler

Comments

Lilis Indrawati

Lilis Indrawati

kayaknya dapet pekerjaan di perusahaannya Milan dec

2022-02-05

0

Meylin

Meylin

ih mnjijkan c Bella Milan jngn mau Rachael ma s milan tukang clup sana sini tarcounya penyakit kelamin ganteng kaya tapi ga berahlaq 🥵🥵

2022-01-20

0

Rosmika Mintawani Sianipar

Rosmika Mintawani Sianipar

kasian Milan

2022-01-18

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Masih Perawan
3 Kritis
4 Pembalasan
5 Gagal
6 Apartemen
7 Mencari Pekerjaan
8 Kecewa
9 Wawancara Kerja
10 Partner Ranjang
11 Malam Yang Panjang
12 Hanya Milikku
13 Kenyataan Sebenarnya
14 Cinta
15 Pesta
16 Hancur
17 Salah Langkah
18 Cokelat London
19 Memilihmu
20 Flashback End
21 Pelakor
22 Bumerang
23 Perhitungan
24 Pesan Berantai
25 Kamar Hotel
26 Nafas Terakhir
27 Office Girl
28 Merebut Kembali
29 Sakit
30 Dendam
31 Rencana Pernikahan
32 Tertipu
33 Hangus
34 Pemilik Butik
35 Almira
36 Luka Jahitan
37 Panti Asuhan
38 Permainan
39 Pemakaman
40 Tablet Obat
41 Jati Diri
42 Hilang Tanpa Kabar
43 Secangkir Cappucino
44 KTP Palsu
45 Jangan Pergi
46 Menikmati Malam
47 Kembali Padaku
48 Rumah Sakit
49 Anak Kita
50 Penculik
51 Alamat Palsu
52 Tersesat
53 Bisikan
54 Sopir Taksi Online
55 Permainan Terakhir
56 Gara-gara Bella
57 Konspirasi
58 Bukti
59 Pengumuman
60 Perkenalan
61 Menghapus Dendam
62 Empat Tahun Kemudian
63 Masa Lalu
64 Asisten Pribadi
65 Evan
66 Kabur
67 Penolong
68 Tempat Persembunyian
69 Aku Mencintaimu
70 Rapuh
71 Terpedaya
72 Nama Yang Kau Sebut
73 Jatuh Cinta?
74 Kencan
75 Bimbang
76 Selamat Tinggal
77 Kardus Bekas
78 Menata Hati
79 Buronan
80 Tes Kehamilan
81 Maaf
82 Sepanjang Hidup
83 Sebuah Kertas
84 Benar-benar Mencintaimu
85 Takdir
86 Memperbaiki Diri
87 Kesempatan
88 Menikah Denganku
89 Waspada
90 Wanita Spesial
91 Kembali Secepatnya
92 CEO Baru
93 Mata-mata
94 Ruang Rapat
95 Manipulatif
96 Battle
97 Menyita Aset
98 Letusan Pistol
99 Tunggu Aku
100 Dosa Masa Lalu
101 Konspirasi 2
102 Teka Teki Evan
103 Blacklist
104 Dua Kemungkinan
105 Bermain Cantik
106 Modus
107 Musuh Bebuyutan
108 Rumit
109 Posisi Sulit
110 Dibodohi
111 Dibuang
112 Kejutan
113 Siapa Pelakunya
114 Waktunya Sudah Tiba
115 Terkecoh
116 Terkepung
117 Masa Lalu
118 Tekanan Mental
119 Pilih Siapa
120 Ruang Tahanan
121 Pengumuman
122 Hidup Baru
123 Sekedar Pelampiasan
124 Terjerat Pesona Suami Tanteku
125 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
126 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
127 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
128 PROMO NOVEL TERBARU
129 PROMO
130 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 130 Episodes

1
PROLOG
2
Masih Perawan
3
Kritis
4
Pembalasan
5
Gagal
6
Apartemen
7
Mencari Pekerjaan
8
Kecewa
9
Wawancara Kerja
10
Partner Ranjang
11
Malam Yang Panjang
12
Hanya Milikku
13
Kenyataan Sebenarnya
14
Cinta
15
Pesta
16
Hancur
17
Salah Langkah
18
Cokelat London
19
Memilihmu
20
Flashback End
21
Pelakor
22
Bumerang
23
Perhitungan
24
Pesan Berantai
25
Kamar Hotel
26
Nafas Terakhir
27
Office Girl
28
Merebut Kembali
29
Sakit
30
Dendam
31
Rencana Pernikahan
32
Tertipu
33
Hangus
34
Pemilik Butik
35
Almira
36
Luka Jahitan
37
Panti Asuhan
38
Permainan
39
Pemakaman
40
Tablet Obat
41
Jati Diri
42
Hilang Tanpa Kabar
43
Secangkir Cappucino
44
KTP Palsu
45
Jangan Pergi
46
Menikmati Malam
47
Kembali Padaku
48
Rumah Sakit
49
Anak Kita
50
Penculik
51
Alamat Palsu
52
Tersesat
53
Bisikan
54
Sopir Taksi Online
55
Permainan Terakhir
56
Gara-gara Bella
57
Konspirasi
58
Bukti
59
Pengumuman
60
Perkenalan
61
Menghapus Dendam
62
Empat Tahun Kemudian
63
Masa Lalu
64
Asisten Pribadi
65
Evan
66
Kabur
67
Penolong
68
Tempat Persembunyian
69
Aku Mencintaimu
70
Rapuh
71
Terpedaya
72
Nama Yang Kau Sebut
73
Jatuh Cinta?
74
Kencan
75
Bimbang
76
Selamat Tinggal
77
Kardus Bekas
78
Menata Hati
79
Buronan
80
Tes Kehamilan
81
Maaf
82
Sepanjang Hidup
83
Sebuah Kertas
84
Benar-benar Mencintaimu
85
Takdir
86
Memperbaiki Diri
87
Kesempatan
88
Menikah Denganku
89
Waspada
90
Wanita Spesial
91
Kembali Secepatnya
92
CEO Baru
93
Mata-mata
94
Ruang Rapat
95
Manipulatif
96
Battle
97
Menyita Aset
98
Letusan Pistol
99
Tunggu Aku
100
Dosa Masa Lalu
101
Konspirasi 2
102
Teka Teki Evan
103
Blacklist
104
Dua Kemungkinan
105
Bermain Cantik
106
Modus
107
Musuh Bebuyutan
108
Rumit
109
Posisi Sulit
110
Dibodohi
111
Dibuang
112
Kejutan
113
Siapa Pelakunya
114
Waktunya Sudah Tiba
115
Terkecoh
116
Terkepung
117
Masa Lalu
118
Tekanan Mental
119
Pilih Siapa
120
Ruang Tahanan
121
Pengumuman
122
Hidup Baru
123
Sekedar Pelampiasan
124
Terjerat Pesona Suami Tanteku
125
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
126
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
127
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
128
PROMO NOVEL TERBARU
129
PROMO
130
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!