Pembalasan

Dengan tubuh yang terasa begitu lemah Rachel berjalan masuk ke dalam ruang operasi. Dia lalu mendekat ke jenazah ibunya yang kini tampak terbujur kaku dengan mata yang tertutup dan wajah yang terlihat begitu damai, bibirnya pun seolah tersenyum.

"Ma.. Sekarang mama sudah tidak merasakan sakit lagi. Semoga mama bisa beristirahat dengan tenang dan bisa bertemu dengan papa di sana. Rachel janji akan selalu mendoakan kalian berdua," isak Rachel dengan lirih sambil mencium dan memeluk jenazah ibunya.

"Permisi Nona Rachel, ibu anda akan kami bawa ke ruang jenazah. Setelah itu baru anda bisa membawanya pulang."

Rachel kemudian mengangguk, sebelum dia melepaskan pelukannya dia berbisik di telinga ibunya.

"Rachel sayang mama, selamat tinggal, selamat jalan ma. Terimakasih telah menjadi bagian terindah dalam hidup Rachel," bisik Rachel sambil terisak.

***

Milan memarkirkan mobilnya di basemen sebuah hotel mewah lalu keluar dari dalam mobil dengan begitu tergesa-gesa.

Dia lalu berlari ke sebuah convention hall yang telah berhiaskan dekorasi yang begitu indah dan mewah yang melekat di setiap sudut ruangan. Netranya lalu melihat seisi ruangan itu hingga tertuju pada sosok cantik yang kini menggunakan gaun berwarna pastel tengah berdiri dengan begitu anggun diantara para tamu undangan.

"Halo sayang," sapa Milan sambil berbisik di telinga Bella.

"Milan, kau hampir saja terlambat," gerutu Bella dengan wajah yang terlihat sedikit kesal.

"Maafkan aku Bella, tadi malam aku tidur sedikit larut di pesta lajang kakak sepupumu itu," jawab Milan sambil meringis.

'Maafkan aku sudah berbohong padamu Bella, maafkan aku telah mengkhianati janjiku padamu.' kata Milan dalam hati sambil menatap wajah cantik Bella yang selalu membuat hatinya terasa bergetar.

"Kalian selalu saja seperti itu, lupa waktu jika sudah berkumpul," sahut Bella sambil mendengus kesal.

'Memangnya aku tidak tahu jika tadi malam kau sudah menghabiskan waktumu dengan menikmati tubuh seorang wanita?' gumam Bella sambil tersenyum kecut.

"Hai kenapa kalian masih disini? Bukankah kalian harus menjadi pendamping pengantin pria dan wanita," tegur seorang wanita paruh baya yang kini mendekat ke arah Bella dan Milan.

"Mama, iya sebentar, Ma," jawab Bella.

"Milan sebaiknya kau berkumpul dengan pendamping pengantin laki-laki lainnya."

"Iya tante, Milan ke sana sekarang," jawab Milan kemudian pergi meninggalkan Bella dan orang tuanya.

"Bagaimana Bella? Apa kau dan Gibran sudah melakukan tugasmu dengan baik?" tanya wanita paruh baya itu.

"Beres ma, kita sekarang sudah memiliki video skandal Milan dengan seorang wanita. Kita tinggal mengeluarkan video itu di saat yang tepat. Hahahaha."

"Bagus sekali, kau dan Gibran memang dapat diandalkan. Sebentar lagi kita bisa menyingkirkan kerajaan bisnis milik keluarga Milan, dan perusahaan keluarga kita akan menguasai seluruh bisnis perdagangan di negeri ini. Kau harus ingat Bella, dulu bisnis keluarga kita di ambang kebangkrutan itu karena ulah keluarga Milan, sekarang mereka harus merasakan pembalasan dari kita," sahut wanita paruh baya itu sambil tersenyum kecut.

"Iya Ma, mama tenang saja. Yang terpenting ingat janji mama untuk merestui hubunganku dan Arvin setelah semua ini selesai."

"Tentu saja, minggu depan kau bisa memulai kuliah mastermu di London bersama dengan Arvin, kau bebas berhubungan dengan Arvin selama kalian berada di London, dan saat kau kembali, kau bisa memutuskan hubunganmu dengan Milan setelah mama dan Gibran mengeluarkan video skandal Milan."

"Iya ma, terimakasih banyak."

"Iya sayang."

***

"Kau cantik sekali sayang," bisik Milan di telinga Bella saat mereka tengah duduk di pojok ruangan setelah acara resepsi pernikahan Gibran sudah selesai.

"Gombal," jawab Bella.

"Kapan aku berbohong padamu? Sejak kita pertama bertemu cuma kau yang ada di hatiku."

"Jangan bilang kau berkata seperti ini untuk merayuku agar mengurungkan niatku mengambil kuliah masterku di London," sela Bella sambil terkekeh.

"Hahahaha, kau memang pintar. Aku memang tidak rela kau meninggalkanku begitu saja sayang."

"Sabarlah, cuma dua tahun Milan."

"Dan setelah itu kita menikah," ucap Milan sambil mencolek dagu Bella.

"Em.. E.. Ya." jawab Bella dengan sedikit ragu.

"Kenapa kau terlihat ragu Bella? Apa kau meragukan cintaku?"

"Oh.. E.. Bukan seperti itu Milan, kau tahu aku adalah anak tunggal, akulah yang nantinya mengambil alih perusahaan yang dipegang mama."

"Bukannya ada Gibran?"

"Tidak Milan, itu tidak akan kubiarkan terjadi. Aku tidak akan membiarkan semua aset perusahaan milik kakek menjadi milik Gibran."

"Terserah kau sayang, kau tenang saja. Setelah kita menikah, aku akan memberikan kebebasan padamu untuk tetep bekerja mengelola perusahaanmu."

"Terimakasih Milan."

"Iya sayang," jawab Milan sambil membelai wajah Bella.

***

Rachel menatap nanar jenazah ibunya yang dimasukkan ke dalam liang lahat. Perlahan jenazah itu pun mulai tertutup oleh tanah dan akhirnya tertimbun sempurna hingga membentuk gundukkan tanah basah dengan salah satu nisan di ujungnya.

Saat para tamu yang bertaziah sudah pulang, Rachel pun menjatuhkan tubuhnya di atas makam ibunya.

"Mama, entah bagaimana aku bisa menjalani hidup ini tanpamu Ma? Aku tidak tahu apakah aku sanggup atau tidak?" kata Rachel sambil terisak.

Tiba-tiba hujan pun mulai turun dengan derasnya. Namun Rachel tak bergeming, dia tetap duduk di samping makam itu sambil terus menangis hingga tubuhnya kini menggigil karena sudah begitu lama basah oleh air hujan. Hingga tiba-tiba dia mendengar namanya dipanggil oleh seseorang. "Rachel... Rachel..."

Rachel pun mencari arah suara itu, lalu netranya melihat sosok ibunya yang kini berdiri di sampingnya.

"Mama." teriak Rachel.

"Mama masih hidup?" teriak Rachel kembali.

"Rachel, jika kau sayang pada mama tolong hapus air matamu. Kau harus bangkit dan tetap bersemangat menjalani hidup ini." kata sosok yang kini ada di hadapan Rachel.

"Mama," isak Rachel sambil mendekat, namun tiba-tiba sosok itu perlahan pun menghilang sebelum Rachel berhasil memeluknya.

"Mama," isak Rachel sambil menutup wajahnya.

"Baik ma, baik. Rachel akan tetap menjalani hidup ini." kata Rachel kemudian berjalan keluar dari area pemakaman dengan tubuh lemas dan menggigil. Perutnya pun kini terasa begitu keroncongan.

"Perutku lapar sekali, kepalaku juga sedikit pusing," kata Rachel sambil memegang kepalanya, tubuhnya pun kian menggigil.

Disaat itu juga sebuah mobil mercy warna hitam pun melintas di sampingnya.

"Hei bukankah itu Rachel," ujar laki-laki yang ada di dalam mobil.

"Kenapa dia terlihat pucat dan lemah sekali." kata laki-laki itu lagi. Dia lalu memarkirkan mobilnya di sisi jalan kemudian berjalan mendekat pada Rachel.

"Rachel, Rachel, ini aku Milan, kau masih ingat padaku kan?"

Namun baru saja Rachel membalikkan tubuhnya, tiba-tiba tubuh Rachel sudah ambruk di atas tanah.

"Kau kenapa Rachel?" tanya Milan yang terlihat begitu panik melihat Rachel yang kini tidak sadarkan diri.

Terpopuler

Comments

BudeAtin BundaMuzzha

BudeAtin BundaMuzzha

yg baik ketemu yg baik🥰🥰🥰🥰
itu lah jodoh......

2022-01-31

5

Sweet Girl

Sweet Girl

banyak tekanan LAN..... setelah malam kelam dan kematian mamanya

2022-01-24

0

Reza Oktavia

Reza Oktavia

kenapa kok harus d hancurkan? kenapa nggak d nikahkan saja biar semakin kaya

2022-01-17

3

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Masih Perawan
3 Kritis
4 Pembalasan
5 Gagal
6 Apartemen
7 Mencari Pekerjaan
8 Kecewa
9 Wawancara Kerja
10 Partner Ranjang
11 Malam Yang Panjang
12 Hanya Milikku
13 Kenyataan Sebenarnya
14 Cinta
15 Pesta
16 Hancur
17 Salah Langkah
18 Cokelat London
19 Memilihmu
20 Flashback End
21 Pelakor
22 Bumerang
23 Perhitungan
24 Pesan Berantai
25 Kamar Hotel
26 Nafas Terakhir
27 Office Girl
28 Merebut Kembali
29 Sakit
30 Dendam
31 Rencana Pernikahan
32 Tertipu
33 Hangus
34 Pemilik Butik
35 Almira
36 Luka Jahitan
37 Panti Asuhan
38 Permainan
39 Pemakaman
40 Tablet Obat
41 Jati Diri
42 Hilang Tanpa Kabar
43 Secangkir Cappucino
44 KTP Palsu
45 Jangan Pergi
46 Menikmati Malam
47 Kembali Padaku
48 Rumah Sakit
49 Anak Kita
50 Penculik
51 Alamat Palsu
52 Tersesat
53 Bisikan
54 Sopir Taksi Online
55 Permainan Terakhir
56 Gara-gara Bella
57 Konspirasi
58 Bukti
59 Pengumuman
60 Perkenalan
61 Menghapus Dendam
62 Empat Tahun Kemudian
63 Masa Lalu
64 Asisten Pribadi
65 Evan
66 Kabur
67 Penolong
68 Tempat Persembunyian
69 Aku Mencintaimu
70 Rapuh
71 Terpedaya
72 Nama Yang Kau Sebut
73 Jatuh Cinta?
74 Kencan
75 Bimbang
76 Selamat Tinggal
77 Kardus Bekas
78 Menata Hati
79 Buronan
80 Tes Kehamilan
81 Maaf
82 Sepanjang Hidup
83 Sebuah Kertas
84 Benar-benar Mencintaimu
85 Takdir
86 Memperbaiki Diri
87 Kesempatan
88 Menikah Denganku
89 Waspada
90 Wanita Spesial
91 Kembali Secepatnya
92 CEO Baru
93 Mata-mata
94 Ruang Rapat
95 Manipulatif
96 Battle
97 Menyita Aset
98 Letusan Pistol
99 Tunggu Aku
100 Dosa Masa Lalu
101 Konspirasi 2
102 Teka Teki Evan
103 Blacklist
104 Dua Kemungkinan
105 Bermain Cantik
106 Modus
107 Musuh Bebuyutan
108 Rumit
109 Posisi Sulit
110 Dibodohi
111 Dibuang
112 Kejutan
113 Siapa Pelakunya
114 Waktunya Sudah Tiba
115 Terkecoh
116 Terkepung
117 Masa Lalu
118 Tekanan Mental
119 Pilih Siapa
120 Ruang Tahanan
121 Pengumuman
122 Hidup Baru
123 Sekedar Pelampiasan
124 Terjerat Pesona Suami Tanteku
125 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
126 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
127 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
128 PROMO NOVEL TERBARU
129 PROMO
130 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 130 Episodes

1
PROLOG
2
Masih Perawan
3
Kritis
4
Pembalasan
5
Gagal
6
Apartemen
7
Mencari Pekerjaan
8
Kecewa
9
Wawancara Kerja
10
Partner Ranjang
11
Malam Yang Panjang
12
Hanya Milikku
13
Kenyataan Sebenarnya
14
Cinta
15
Pesta
16
Hancur
17
Salah Langkah
18
Cokelat London
19
Memilihmu
20
Flashback End
21
Pelakor
22
Bumerang
23
Perhitungan
24
Pesan Berantai
25
Kamar Hotel
26
Nafas Terakhir
27
Office Girl
28
Merebut Kembali
29
Sakit
30
Dendam
31
Rencana Pernikahan
32
Tertipu
33
Hangus
34
Pemilik Butik
35
Almira
36
Luka Jahitan
37
Panti Asuhan
38
Permainan
39
Pemakaman
40
Tablet Obat
41
Jati Diri
42
Hilang Tanpa Kabar
43
Secangkir Cappucino
44
KTP Palsu
45
Jangan Pergi
46
Menikmati Malam
47
Kembali Padaku
48
Rumah Sakit
49
Anak Kita
50
Penculik
51
Alamat Palsu
52
Tersesat
53
Bisikan
54
Sopir Taksi Online
55
Permainan Terakhir
56
Gara-gara Bella
57
Konspirasi
58
Bukti
59
Pengumuman
60
Perkenalan
61
Menghapus Dendam
62
Empat Tahun Kemudian
63
Masa Lalu
64
Asisten Pribadi
65
Evan
66
Kabur
67
Penolong
68
Tempat Persembunyian
69
Aku Mencintaimu
70
Rapuh
71
Terpedaya
72
Nama Yang Kau Sebut
73
Jatuh Cinta?
74
Kencan
75
Bimbang
76
Selamat Tinggal
77
Kardus Bekas
78
Menata Hati
79
Buronan
80
Tes Kehamilan
81
Maaf
82
Sepanjang Hidup
83
Sebuah Kertas
84
Benar-benar Mencintaimu
85
Takdir
86
Memperbaiki Diri
87
Kesempatan
88
Menikah Denganku
89
Waspada
90
Wanita Spesial
91
Kembali Secepatnya
92
CEO Baru
93
Mata-mata
94
Ruang Rapat
95
Manipulatif
96
Battle
97
Menyita Aset
98
Letusan Pistol
99
Tunggu Aku
100
Dosa Masa Lalu
101
Konspirasi 2
102
Teka Teki Evan
103
Blacklist
104
Dua Kemungkinan
105
Bermain Cantik
106
Modus
107
Musuh Bebuyutan
108
Rumit
109
Posisi Sulit
110
Dibodohi
111
Dibuang
112
Kejutan
113
Siapa Pelakunya
114
Waktunya Sudah Tiba
115
Terkecoh
116
Terkepung
117
Masa Lalu
118
Tekanan Mental
119
Pilih Siapa
120
Ruang Tahanan
121
Pengumuman
122
Hidup Baru
123
Sekedar Pelampiasan
124
Terjerat Pesona Suami Tanteku
125
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
126
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
127
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
128
PROMO NOVEL TERBARU
129
PROMO
130
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!