Cokelat London

Bella keluar dari pintu kedatangan dengan begitu tergesa-gesa, sesekali memeriksa sekeliling untuk memastikan tidak ada yang mengenalinya.

"Ini sudah pukul sembilan malam, pasti aman, tidak akan ada orang yang melihatku pulang. Sebaiknya beberapa hari ini aku menginap di hotel saja, aku yakin jika aku terus menerus membujuk Milan dia pasti bisa luluh lagi padaku." kata Bella sambil terus berjalan keluar dari bandara.

Namun ketika dia akan menaiki sebuah taksi tiba-tiba seseorang mencekal tangannya. Bella pun kemudian membalikkan tubuhnya dan melihat beberapa orang yang kini tampak berdiri di belakangnya.

"Ma.. Ma, Gi..bran, Vania." kata Bella dengan terbata-bata.

"Kenapa kau tidak bilang ke mama kalau kau pulang hari ini, Bella?" tanya Hana dengan tatapan mata tajam.

"Emh.. E.. Itu ma."

"Sekarang cepat ikut mama pulang ke rumah." kata Hana sambil menyeret Bella berjalan menuju ke mobilnya.

Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, semua yang ada di mobil Hana terdiam, perasaan Bella pun semakin takut, apalagi saat ini mereka menatap Bella dengan tatapan sinis.

'Apa mereka sudah tahu semua yang telah terjadi antara aku dengan Milan?' kata Bella dalam hati.

Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di rumah. Bella yang baru saja turun dari mobil langsung saja ditarik oleh Hana masuk ke dalam rumah kemudian menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.

"Mama, kenapa mama berbuat seperti ini pada Bella?"

"Seharusnya mama yang bertanya padamu, apa yang sebenarnya telah kau perbuat sampai rencana kita hancur berantakan?" tanya Hana pada Bella.

'Jadi mama sudah tahu yang terjadi antara aku dengan Milan? Siapa yang sudah memberitahu mereka? Bukankah saat itu hanya ada aku, Milan dan Arvin? Apakah Milan yang sudah memberitahu mereka?' kata Bella dalam hati.

"Jangan diam saja Bella, cepat katakan bagaimana bisa Milan tahu hubunganmu dengan Arvin?"

"Maaf ma, Bella juga tidak tahu karena saat itu Milan datang ke apartemen Bella tanpa memberitahukan kedatangannya ke London."

"Tidak memberitahu kedatangannya? Lalu bagaimana sebenarnya hubunganmu dengan Milan selama ini?" tanya Hana.

"Ba... Baik, hubungan Milan dengan Bella sebenarnya baik-baik saja." kata Bella dengan sedikit gugup.

"Jika hubunganmu dengan Milan baik-baik saja, bagaimana bisa kau tidak tahu saat Milan datang ke London?" tiba-tiba Gibran pun ikut menimpali.

"Mungkin Milan mau memberiku kejutan." jawab Bella.

"Bulls*it, aku yakin selama ini pasti komunikasimu dengan Milan sangatlah buruk, kau bahkan tidak curiga ponsel Milan tidak aktif selama enam belas jam penerbangan saat dia ke London kan? Jika kau masih berkomunikasi dengan baik dengan Milan tentu kau sudah curiga akan hal itu! Atau jangan-jangan kau jarang berkomunikasi dengan Milan?" bentak Gibran yang membuat Bella terdiam.

"Lihat Tante Hana, dia diam saja? Pasti selama ini Bella sudah mengabaikan nasehatku agar jangan terlena saat menjalin hubungan dengan Arvin, pasti dia selama ini sudah mengabaikan Milan. Kau pasti jarang berkomunikasi dan menjaga hubungan kalian berdua!" kata Gibran sambil menatap Bella dengan tatapan sengit. Hana pun ikut menatap Bella dengan tatapan tajam, dia lalu mendekat ke arah Bella.

PLAK PLAK PLAK

"Rasakan ini dasar anak bodoh!" bentak Hana sambil menampar Bella.

"Kau tahu Bella, Milan dari dulu sudah sangat tergila-gila padamu, sangat mudah bagimu untuk menguasai Milan, tapi dengan bodohnya kau melakukan kecerobohan hingga menghancurkan rencana kita semua!" bentak Gibran lagi.

"Hei anak bodoh, sekarang kuberi kau kesempatan untuk memperbaiki hubunganmu dengan, Milan! Dan ingat jangan sampai gagal jika tidak maka seluruh aset milkku akan kuberikan pada Gibran!" bentak Hana kemudian meninggalkan Bella yang masih menangis.

Gibran dan Vania yang terkejut dengan perkataan Hana pun kini sibuk dengan pikiran masing-masing.

'Apa? Tante Hana mau memberikan semua hartanya untukku? Ini benar-benar kesempatan bagus untuk bisa menguasai seluruh aset milik kakek.' kata Gibran dalam hati.

'Ini bagus sekali, akan kubuat Gibran menguasai seluruh harta milik keluarganya. Maaf Bella, sepertinya aku harus membuat dirimu gagal mendapatkan hati Milan kembali, mulai sekarang akan kulakukan berbagai cara agar rencanamu untuk mendapatkan hati Milan, GAGAL.' gumam Vania dalam hati sambil tersenyum kecut.

***

Sementara itu, Milan yang kini juga sudah sampai di apartemen langsung mendekat pada Rachel yang tampak sedang menonton televisi. Milan pun berjalan perlahan agar Rachel tidak mengetahui kedatangannya.

CUP

Bibir Milan yang mendarat di pipi Rachel pun membuat dirinya terkejut.

"Kau sudah pulang Milan? Cepat sekali." kata Rachel sambil tersenyum.

"Bukankah sudah kukatakan jika aku takkan pernah sanggup berlama-lama jauh darimu." kata Milan sambil memeluk Rachel.

"Hahahaha kita hanya berpisah tiga hari dua malam, Milan."

"Tapi rasanya seperti setahun." jawab Milan sambil terkekeh.

"Ini untukmu." kata Milan sambil memberikan beberapa buah paper bag berukuran besar.

Rachel pun kemudian membuka isi bungkusan itu.

"Teh, cokelat." kata Rachel sambil mengeluarkan teh dan cokelat yang begitu banyak.

Milan pun kemudian mengangguk. "Ini banyak sekali Milan, bisa-bisa aku jadi gemuk kalau makan cokelat sebanyak ini?" gerutu Rachel sambil memegang cokelat-cokelat itu.

"Bukankah itu bagus jika kau gemuk? Tidak ada lagi yang akan tertarik padamu kecuali aku." jawab Milan sambil terkekeh.

"MILAAAANNNNNNNNN."

"Ampun Rachel." jawab Milan sambil menutup telinganya.

Milan pun kemudian memeluk Rachel yang masih tampak memonyongkan bibirnya.

"Sayang, kamu cantik kalau marah." rayu Milan pada Rachel.

"Memang aku cantik." jawab Rachel dengan ketus.

"Ya, karena itulah berulang kali aku mengatakan padamu jika kau adalah milikku, tidak ada yang boleh dekat denganmu kecuali aku."

"Termasuk Adit? Kau bahkan sampai memindahkan dia ke Surabaya agar tidak mendekatiku?" kata Rachel kemudian tertawa.

Milan pun ikut tertawa melihat Rachel yang kini sudah tidak lagi marah padanya.

"Kau sudah tidak marah kan Rachel? Kau sangat cantik saat tertawa." kata Milan sambil membelai rambut Rachel.

"Asal kau tidak menyuruhku memakan cokelat sebanyak itu agar aku gendut." gerutu Rachel.

"Tentu tidak sayang, jika kau tidak bisa menghabiskan cokelat sebanyak itu kau bisa memberikan beberapa cokelat itu untuk teman-temanmu di kantor."

"Ide yang bagus Milan." jawab Rachel sambil tersenyum.

Di saat itulah tiba-tiba ponsel Milan berbunyi. Milan pun mengambil ponselnya kemudian melihat siapa yang sudah menghubunginya.

Melihat nama yang tertera di layar ponsel, Milan pun kemudian sibuk mengotak-atik layar di ponselnya.

"Siapa Milan?"

"Bella, tapi nomernya sudah kublokir, mengganggu saja." jawab Milan dengan begitu malas, Rachel pun hanya tersenyum melihat Milan yang masih menggerutu.

Sementara Bella di ujung sambungan telepon tampak begitu frustasi karena nomornya kini sudah diblokir oleh Milan.

"DASAR B*ENGSEK!!!!" umpat Bella sambil melemparkan ponselnya.

Terpopuler

Comments

🙃 ketik nama 💝🎀🌈🌴

🙃 ketik nama 💝🎀🌈🌴

semua terjadi juga karena rencna kau n gibran kan bella,, namnya c cantik bella, tapi kelakuannya tak se cantik namanya,, n gibran pun sama, tak seganteng namanya,, haduchh,, 😤

2022-08-25

0

Diana Rose

Diana Rose

p

2022-03-16

2

Lelya Sumirah

Lelya Sumirah

suka bgt..

2022-02-18

2

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Masih Perawan
3 Kritis
4 Pembalasan
5 Gagal
6 Apartemen
7 Mencari Pekerjaan
8 Kecewa
9 Wawancara Kerja
10 Partner Ranjang
11 Malam Yang Panjang
12 Hanya Milikku
13 Kenyataan Sebenarnya
14 Cinta
15 Pesta
16 Hancur
17 Salah Langkah
18 Cokelat London
19 Memilihmu
20 Flashback End
21 Pelakor
22 Bumerang
23 Perhitungan
24 Pesan Berantai
25 Kamar Hotel
26 Nafas Terakhir
27 Office Girl
28 Merebut Kembali
29 Sakit
30 Dendam
31 Rencana Pernikahan
32 Tertipu
33 Hangus
34 Pemilik Butik
35 Almira
36 Luka Jahitan
37 Panti Asuhan
38 Permainan
39 Pemakaman
40 Tablet Obat
41 Jati Diri
42 Hilang Tanpa Kabar
43 Secangkir Cappucino
44 KTP Palsu
45 Jangan Pergi
46 Menikmati Malam
47 Kembali Padaku
48 Rumah Sakit
49 Anak Kita
50 Penculik
51 Alamat Palsu
52 Tersesat
53 Bisikan
54 Sopir Taksi Online
55 Permainan Terakhir
56 Gara-gara Bella
57 Konspirasi
58 Bukti
59 Pengumuman
60 Perkenalan
61 Menghapus Dendam
62 Empat Tahun Kemudian
63 Masa Lalu
64 Asisten Pribadi
65 Evan
66 Kabur
67 Penolong
68 Tempat Persembunyian
69 Aku Mencintaimu
70 Rapuh
71 Terpedaya
72 Nama Yang Kau Sebut
73 Jatuh Cinta?
74 Kencan
75 Bimbang
76 Selamat Tinggal
77 Kardus Bekas
78 Menata Hati
79 Buronan
80 Tes Kehamilan
81 Maaf
82 Sepanjang Hidup
83 Sebuah Kertas
84 Benar-benar Mencintaimu
85 Takdir
86 Memperbaiki Diri
87 Kesempatan
88 Menikah Denganku
89 Waspada
90 Wanita Spesial
91 Kembali Secepatnya
92 CEO Baru
93 Mata-mata
94 Ruang Rapat
95 Manipulatif
96 Battle
97 Menyita Aset
98 Letusan Pistol
99 Tunggu Aku
100 Dosa Masa Lalu
101 Konspirasi 2
102 Teka Teki Evan
103 Blacklist
104 Dua Kemungkinan
105 Bermain Cantik
106 Modus
107 Musuh Bebuyutan
108 Rumit
109 Posisi Sulit
110 Dibodohi
111 Dibuang
112 Kejutan
113 Siapa Pelakunya
114 Waktunya Sudah Tiba
115 Terkecoh
116 Terkepung
117 Masa Lalu
118 Tekanan Mental
119 Pilih Siapa
120 Ruang Tahanan
121 Pengumuman
122 Hidup Baru
123 Sekedar Pelampiasan
124 Terjerat Pesona Suami Tanteku
125 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
126 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
127 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
128 PROMO NOVEL TERBARU
129 PROMO
130 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 130 Episodes

1
PROLOG
2
Masih Perawan
3
Kritis
4
Pembalasan
5
Gagal
6
Apartemen
7
Mencari Pekerjaan
8
Kecewa
9
Wawancara Kerja
10
Partner Ranjang
11
Malam Yang Panjang
12
Hanya Milikku
13
Kenyataan Sebenarnya
14
Cinta
15
Pesta
16
Hancur
17
Salah Langkah
18
Cokelat London
19
Memilihmu
20
Flashback End
21
Pelakor
22
Bumerang
23
Perhitungan
24
Pesan Berantai
25
Kamar Hotel
26
Nafas Terakhir
27
Office Girl
28
Merebut Kembali
29
Sakit
30
Dendam
31
Rencana Pernikahan
32
Tertipu
33
Hangus
34
Pemilik Butik
35
Almira
36
Luka Jahitan
37
Panti Asuhan
38
Permainan
39
Pemakaman
40
Tablet Obat
41
Jati Diri
42
Hilang Tanpa Kabar
43
Secangkir Cappucino
44
KTP Palsu
45
Jangan Pergi
46
Menikmati Malam
47
Kembali Padaku
48
Rumah Sakit
49
Anak Kita
50
Penculik
51
Alamat Palsu
52
Tersesat
53
Bisikan
54
Sopir Taksi Online
55
Permainan Terakhir
56
Gara-gara Bella
57
Konspirasi
58
Bukti
59
Pengumuman
60
Perkenalan
61
Menghapus Dendam
62
Empat Tahun Kemudian
63
Masa Lalu
64
Asisten Pribadi
65
Evan
66
Kabur
67
Penolong
68
Tempat Persembunyian
69
Aku Mencintaimu
70
Rapuh
71
Terpedaya
72
Nama Yang Kau Sebut
73
Jatuh Cinta?
74
Kencan
75
Bimbang
76
Selamat Tinggal
77
Kardus Bekas
78
Menata Hati
79
Buronan
80
Tes Kehamilan
81
Maaf
82
Sepanjang Hidup
83
Sebuah Kertas
84
Benar-benar Mencintaimu
85
Takdir
86
Memperbaiki Diri
87
Kesempatan
88
Menikah Denganku
89
Waspada
90
Wanita Spesial
91
Kembali Secepatnya
92
CEO Baru
93
Mata-mata
94
Ruang Rapat
95
Manipulatif
96
Battle
97
Menyita Aset
98
Letusan Pistol
99
Tunggu Aku
100
Dosa Masa Lalu
101
Konspirasi 2
102
Teka Teki Evan
103
Blacklist
104
Dua Kemungkinan
105
Bermain Cantik
106
Modus
107
Musuh Bebuyutan
108
Rumit
109
Posisi Sulit
110
Dibodohi
111
Dibuang
112
Kejutan
113
Siapa Pelakunya
114
Waktunya Sudah Tiba
115
Terkecoh
116
Terkepung
117
Masa Lalu
118
Tekanan Mental
119
Pilih Siapa
120
Ruang Tahanan
121
Pengumuman
122
Hidup Baru
123
Sekedar Pelampiasan
124
Terjerat Pesona Suami Tanteku
125
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
126
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
127
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
128
PROMO NOVEL TERBARU
129
PROMO
130
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!