Kritis

"Bagaimana keadaannya Bella?" tanya Gibran saat melihat Bella yang baru saja selesai menelpon Milan.

"Dia baru saja bangun Gibran."

"Bagus berarti tadi malam dia telah meminum obat perangsang yang kuberikan dan menghabiskan malam dengan menikmati tubuh Rachel. Hahahaha."

"Kau bekerja dengan baik Gibran, kau memang saudara sepupuku yang pintar," sahut Bella sambil tersenyum kecut.

"Tentu saja, bukankah sudah kukatakan padamu jika itu adalah keahlianku. Hahahaha."

"Dimana kau menemukan gadis sepolos itu?"

"Dia teman masa kecilku, namanya Rachel. Dia sedang memerlukan uang karena ibunya sedang sakit."

"Bagus sekali, kau memang pintar mencari peluang. Apa dia tidak berbahaya bagi kita suatu saat nanti?"

"Tidak Bella, dia adalah seorang gadis lemah yang terkadang menyerah pada keadaan. Dia tidak mungkin berani berbuat macam-macam, apalagi tadi aku sudah memberikan uang yang cukup besar untuknya. Dia tidak mungkin berani macam-macam padaku."

"Baik, tapi kau tetap harus memperhitungkan setiap kemungkinan yang bisa saja terjadi. Jangan sampai Milan bertemu dengan gadis itu lagi."

"Ya, itu sudah kuperhitungkan, setelah ini akan kubuat agar Rachel pergi meninggalkan kota ini. Dia tidak akan bertemu Milan kembali."

"Bagus. Lalu bagaimana dengan kamera yang ada di kamar itu? Apa kau sudah memasangnya di tempat yang strategis?"

"Kau tenang saja, semua sudah beres. Semua aktifitas Milan dan Rachel di kamar itu sudah terekam. Saat kita membutuhkan video itu untuk menghancurkan bisnis keluarga Milan, kita akan mengeluarkan video skandalnya dengan Rachel. Hahahaha."

"Hahahaha, dan setelah itu tidak ada lagi yang bisa menyaingi perusahaan keluarga kita."

"Hahahaha." Gibran dan Bella pun tertawa bersama-sama.

***

Milan masuk ke dalam kamar mandi dengan begitu tergesa-gesa. "Oh ****!" teriak Milan saat melihat beberapa bekas tanda merah di bagian tubuhnya.

"Aku harus menyembunyikan semua ini dari Bella." kata Milan sambil menggosok beberapa bagian tubuhnya.

Beberapa saat kemudian dia keluar dari apartemen milik Gibran dengan mengenakan pakaian seragam groomsmen yang telah dipersiapkan Gibran untuknya.

Dia lalu keluar dari apartemen itu sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan begitu tinggi.

"Sial! Kenapa tiba-tiba hal seperti ini terjadi padaku? Kenapa aku harus melakukan semua itu tadi malam dengan wanita taruhan itu!" umpat Milan sambil memukul setir mobilnya saat berhenti di sebuah lampu merah.

Di saat itu juga, tiba-tiba netranya tertuju pada gadis yang sedang berlari di depan mobilnya. Dia terlihat menyebrang zebra cross di depannya sambil menangis.

'Gadis itu? Bukankah dia gadis yang tadi malam bersamaku?'

"Kenapa dia menangis? Apa dia menangis akibat ulahku?" kata Milan sambil menatap gadis itu yang kini berlari menuju sebuah rumah sakit.

"Apakah sebaiknya aku menemui gadis itu?"

"Ya mungkin lebih baik aku menemuinya," sahut Milan, namun saat dia akan memarkirkan mobilnya tiba-tiba ponselnya berbunyi.

'Bella,' gumam Milan, dia lalu mengangkat telepon dari Bella.

[Milan cepat! Dua puluh menit lagi acaranya akan dimulai! Kau mau acara pernikahan Gibran menjadi sedikit berantakan karena kau terlambat?] teriak Bella di ujung telepon.

[Iya Bella, sebentar lagi aku sampai. Tunggu aku Bella.] jawab Milan kemudian melajukan mobilnya kembali sambil sesekali mencari keberadaan Rachel yang kini sudah tidak lagi terlihat.

"Aku akan mencarinya di lain kesempatan. Aku akan mencoba menanyakan alamat gadis itu pada Gibran. Aku harus menemuinya dan meminta maaf, karena aku sudah berjanji untuk tidak menyentuhnya." kata Milan sambil mengendarai mobilnya.

"**** bahkan dia masih perawan. Sesuatu yang tidak kudapatkan dari Bella," ucap Milan lagi.

"Kenapa tiba-tiba aku jadi seperti orang gila gara-gara memikirkan gadis itu? Oh tidak Milan kendalikan dirimu," sambung Milan sambil mengusap kasar wajahnya.

***

"Kenapa aku begitu bodoh sampai menyerahkan tubuhku pada laki-laki itu?" sesal Rachel sambil menangis saat berjalan menuju ke rumah sakit.

"Bukankah dia mengatakan jika dia tidak ingin menyentuhku, tapi kenapa dia tiba-tiba memelukku dan aku pun terbuai dengan sentuhannya hingga kemudian aku begitu menginginkan tubuhnya?" gerutu Rachel sambil menghapus air matanya.

'Sudahlah, aku tidak boleh memikirkan hal ini lagi karena yang terpenting saat ini adalah aku bisa mendapatkan uang untuk membiayai pengobatan mama. Meskipun ini sedikit terlambat karena kondisi mama sudah begitu parah, setidaknya aku sudah berusaha menyembuhkan mama,' gumam Rachel dalam hati.

Beberapa saat kemudian dia pun sampai di rumah sakit dan langsung menuju bagian administrasi untuk melakukan deposit untuk operasi Ibunya.

Baru saja Rachel membalikkan tubuhnya, tiba-tiba dia melihat dokter dan beberapa orang perawat berlari ke arah ruangan tempat Ibunya dirawat. Rachel pun kemudian mengikuti dokter tersebut.

"Dokter apa yang terjadi?" tanya Rachel saat dokter itu memeriksa keadaan ibunya.

"Nona Rachel keadaan ibu anda semakin buruk. Kita harus melakukan operasi sekarang juga."

"Iya dok, operasi ibu saya sekarang juga. Saya juga sudah melakukan pembayaran di bagian administrasi."

"Baik Nona Rachel, tapi kemungkinan sembuhnya pun hanya empat puluh persen karena kondisinya sudah sangat kritis."

"Tidak apa dok, yang penting masih ada kemungkinan untuk sembuh."

Dokter tersebut lalu mengangguk, kemudian tampak sibuk memerintahkan pada beberapa perawat untuk segera melakukan operasi.

Beberapa saat kemudian, Rachel melihat tubuh lemah ibunya di atas brankar didorong masuk ke ruang operasi. Rachel menatap sendu detik demi detik saat mereka membawa masuk Ibunya sampai pintu ruang operasi tertutup.

Rachel lalu menatap pintu itu. "Mama, semoga saat pintu itu terbuka, aku bisa mendengar kabar baik yang dibawa oleh dokter, namun jika dokter tidak bisa menyelamatkanmu setidaknya aku pernah berusaha untuk membuatmu bertahan hidup meskipun itu gagal. Hanya itu bakti terakhir dariku sebagai putrimu. Mama, maafkan aku karena belum bisa membuatmu bahagia," ucap Rachel sambil berurai air mata.

Hingga satu jam lamanya, Rachel menunggu di depan ruang operasi. Akhirnya pintu ruangan itu pun terbuka. Rachel pun kemudian mendekat pada dokter yang keluar dari ruang operasi itu lalu menanyakan keadaan ibunya.

"Dokter, bagaimana keadaan ibu saya dokter?"

Dokter itu awalnya terdiam, lalu mengambil nafas panjang sambil memejamkan matanya.

"Nona Rachel, maafkan saya. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin tapi nyawa ibu anda tidak bisa diselamatkan. Dia sudah tidak sanggup lagi bertahan dan menghembuskan nafas terakhirnya saat kami belum selesai melakukan operasi."

DEG

Jantung Rachel seakan berhenti berdetak. Tubuhnya terasa lemah dan bergetar, kepalanya pun terasa begitu berkunang-kunang.

"Ja.. Jadi?"

"Iya Nona Rachel, ibu anda sudah meninggal."

Tubuh Rachel pun seketika ambruk.

"TIDAKKKKK MAMAAAAAAAA!" jerit Rachel dengan begitu histeris sambil menangis sejadi-jadinya.

"Nona Rachel tenangkan diri anda." kata dokter itu sambil memegang bahu Rachel yang kini bersimpuh di hadapannya sambil terus menangis dan berteriak.

"MAMAAAAA KENAPA MAMA TEGA MENINGGALKAN RACHEL MA! MAMAAAA."

"MAMAAAAAA!" jerit lagi Rachel dengan suara yang kian parau dan tubuh yang terasa begitu lemas.

Terpopuler

Comments

Vita Zhao

Vita Zhao

hilang semua harapanmu Rachel, pengorbananmu sia2, keparwananmu hilang dan ibunya juga meninggal🥺.

milan kau sudah dibodohi sama bella, tentu saja bella tidak perawan karna dia bukan wanita baik2, beda dengan Rachel, kau beruntung menjadi yang pertama bagi Rachel.

2022-08-20

0

Arsel Alie Arsel Alie

Arsel Alie Arsel Alie

kasian sekali

2022-08-16

0

Siti Komariah

Siti Komariah

dosa jual diri di tebus dengan katian sang ibu🥺🥺🥺

2022-02-18

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Masih Perawan
3 Kritis
4 Pembalasan
5 Gagal
6 Apartemen
7 Mencari Pekerjaan
8 Kecewa
9 Wawancara Kerja
10 Partner Ranjang
11 Malam Yang Panjang
12 Hanya Milikku
13 Kenyataan Sebenarnya
14 Cinta
15 Pesta
16 Hancur
17 Salah Langkah
18 Cokelat London
19 Memilihmu
20 Flashback End
21 Pelakor
22 Bumerang
23 Perhitungan
24 Pesan Berantai
25 Kamar Hotel
26 Nafas Terakhir
27 Office Girl
28 Merebut Kembali
29 Sakit
30 Dendam
31 Rencana Pernikahan
32 Tertipu
33 Hangus
34 Pemilik Butik
35 Almira
36 Luka Jahitan
37 Panti Asuhan
38 Permainan
39 Pemakaman
40 Tablet Obat
41 Jati Diri
42 Hilang Tanpa Kabar
43 Secangkir Cappucino
44 KTP Palsu
45 Jangan Pergi
46 Menikmati Malam
47 Kembali Padaku
48 Rumah Sakit
49 Anak Kita
50 Penculik
51 Alamat Palsu
52 Tersesat
53 Bisikan
54 Sopir Taksi Online
55 Permainan Terakhir
56 Gara-gara Bella
57 Konspirasi
58 Bukti
59 Pengumuman
60 Perkenalan
61 Menghapus Dendam
62 Empat Tahun Kemudian
63 Masa Lalu
64 Asisten Pribadi
65 Evan
66 Kabur
67 Penolong
68 Tempat Persembunyian
69 Aku Mencintaimu
70 Rapuh
71 Terpedaya
72 Nama Yang Kau Sebut
73 Jatuh Cinta?
74 Kencan
75 Bimbang
76 Selamat Tinggal
77 Kardus Bekas
78 Menata Hati
79 Buronan
80 Tes Kehamilan
81 Maaf
82 Sepanjang Hidup
83 Sebuah Kertas
84 Benar-benar Mencintaimu
85 Takdir
86 Memperbaiki Diri
87 Kesempatan
88 Menikah Denganku
89 Waspada
90 Wanita Spesial
91 Kembali Secepatnya
92 CEO Baru
93 Mata-mata
94 Ruang Rapat
95 Manipulatif
96 Battle
97 Menyita Aset
98 Letusan Pistol
99 Tunggu Aku
100 Dosa Masa Lalu
101 Konspirasi 2
102 Teka Teki Evan
103 Blacklist
104 Dua Kemungkinan
105 Bermain Cantik
106 Modus
107 Musuh Bebuyutan
108 Rumit
109 Posisi Sulit
110 Dibodohi
111 Dibuang
112 Kejutan
113 Siapa Pelakunya
114 Waktunya Sudah Tiba
115 Terkecoh
116 Terkepung
117 Masa Lalu
118 Tekanan Mental
119 Pilih Siapa
120 Ruang Tahanan
121 Pengumuman
122 Hidup Baru
123 Sekedar Pelampiasan
124 Terjerat Pesona Suami Tanteku
125 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
126 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
127 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
128 PROMO NOVEL TERBARU
129 PROMO
130 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 130 Episodes

1
PROLOG
2
Masih Perawan
3
Kritis
4
Pembalasan
5
Gagal
6
Apartemen
7
Mencari Pekerjaan
8
Kecewa
9
Wawancara Kerja
10
Partner Ranjang
11
Malam Yang Panjang
12
Hanya Milikku
13
Kenyataan Sebenarnya
14
Cinta
15
Pesta
16
Hancur
17
Salah Langkah
18
Cokelat London
19
Memilihmu
20
Flashback End
21
Pelakor
22
Bumerang
23
Perhitungan
24
Pesan Berantai
25
Kamar Hotel
26
Nafas Terakhir
27
Office Girl
28
Merebut Kembali
29
Sakit
30
Dendam
31
Rencana Pernikahan
32
Tertipu
33
Hangus
34
Pemilik Butik
35
Almira
36
Luka Jahitan
37
Panti Asuhan
38
Permainan
39
Pemakaman
40
Tablet Obat
41
Jati Diri
42
Hilang Tanpa Kabar
43
Secangkir Cappucino
44
KTP Palsu
45
Jangan Pergi
46
Menikmati Malam
47
Kembali Padaku
48
Rumah Sakit
49
Anak Kita
50
Penculik
51
Alamat Palsu
52
Tersesat
53
Bisikan
54
Sopir Taksi Online
55
Permainan Terakhir
56
Gara-gara Bella
57
Konspirasi
58
Bukti
59
Pengumuman
60
Perkenalan
61
Menghapus Dendam
62
Empat Tahun Kemudian
63
Masa Lalu
64
Asisten Pribadi
65
Evan
66
Kabur
67
Penolong
68
Tempat Persembunyian
69
Aku Mencintaimu
70
Rapuh
71
Terpedaya
72
Nama Yang Kau Sebut
73
Jatuh Cinta?
74
Kencan
75
Bimbang
76
Selamat Tinggal
77
Kardus Bekas
78
Menata Hati
79
Buronan
80
Tes Kehamilan
81
Maaf
82
Sepanjang Hidup
83
Sebuah Kertas
84
Benar-benar Mencintaimu
85
Takdir
86
Memperbaiki Diri
87
Kesempatan
88
Menikah Denganku
89
Waspada
90
Wanita Spesial
91
Kembali Secepatnya
92
CEO Baru
93
Mata-mata
94
Ruang Rapat
95
Manipulatif
96
Battle
97
Menyita Aset
98
Letusan Pistol
99
Tunggu Aku
100
Dosa Masa Lalu
101
Konspirasi 2
102
Teka Teki Evan
103
Blacklist
104
Dua Kemungkinan
105
Bermain Cantik
106
Modus
107
Musuh Bebuyutan
108
Rumit
109
Posisi Sulit
110
Dibodohi
111
Dibuang
112
Kejutan
113
Siapa Pelakunya
114
Waktunya Sudah Tiba
115
Terkecoh
116
Terkepung
117
Masa Lalu
118
Tekanan Mental
119
Pilih Siapa
120
Ruang Tahanan
121
Pengumuman
122
Hidup Baru
123
Sekedar Pelampiasan
124
Terjerat Pesona Suami Tanteku
125
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
126
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
127
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
128
PROMO NOVEL TERBARU
129
PROMO
130
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!