Partner Ranjang

"Kenapa kau terlihat sedikit kaget Milan?"

"Tidak apa-apa, letaknya tidak terlalu jauh dari sini. Kau tidak akan terlambat," balas Milan kemudian memacu motornya.

Milan kemudian mulai mengendarai motornya dengan lincah menyusuri jalanan ibukota yang sudah sangat padat.

"Pegangan Rachel, jika tidak kau bisa jatuh," ucap Milan karena saat ini memacu motornya dengan kecepatan yang begitu tinggi.

Rachel pun kemudian memeluk tubuh Milan. Perasaannya pun kian tak menentu. Perlahan dia mulai sedikit mencium bahu Milan yang ada di depannya sambil memeluk erat tubuh Milan.

"Sudah sampai," ujar Milan.

"Terima kasih Milan, aku masuk dulu," balas Rachel saat turun dari motor.

"Kabari aku jika kau sudah selesai wawancara, aku menunggumu di salah satu cafe di dekat sini!" sambung Milan lalu dijawab anggukan oleh Rachel sambil terus berlari ke dalam gedung.

Milan kemudian mengendarai motornya ke salah satu cafe di dekat gedung kantor miliknya. Dia lalu duduk di cafe tersebut kemudian mengambil ponselnya dan tampak sibuk menelepon seseorang.

"Sudah beres, jika kau bekerja di perusahaanku maka aku akan semakin mudah menjagamu, Rachel. Aku tidak mau ada yang menyakiti gadis lemah sepertimu," ujar Milan sambil meminum kopi pesanannya.

Milan kemudian tampak asyik memainkan ponselnya hingga akhirnya dia terlihat sedikit bosan.

"Lebih baik aku menelepon Bella."

Namun beberapa kali dia menghubungi Bella, tidak pernah ada jawaban darinya. Hingga lima belas menit lamanya Bella baru menjawab telepon itu. Tampak Bella yang kini masih tidur di ranjang dengan menggunakan pakaian tidurnya.

"Milan, kenapa kau mengganggu tidurku? Disini masih malam, aku masih ngantuk Milan!" protes Bella sambil mengucek matanya kemudian duduk di atas ranjang.

"Maaf, maafkan aku Bella, lebih baik kau tidur saja sekarang," sesal Milan kemudian menutup teleponnya.

"Mengganggu saja," sahut Bella kemudian menutup telepon dari Milan dan mulai merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

"Siapa sayang?"

"Salah sambung," jawab Bella.

Arvin kemudian mendekat pada Bella dan mulai mencu*bu bibirnya.

"Aku rindu kamu Bella," de*ah Arvin di telinga Bella sambil terus meringsak masuk ke dalam pakaian Bella dan mulai melucuti pakaiannya satu persatu.

***

"Lama sekali, bukankah tadi sudah kubilang pada HRD agar tidak terlalu lama melakukan wawancara, hari sudah sangat mendung, bisa-bisa aku kehujanan," gerutu Milan sambil melihat jamnya.

Tiba-tiba ponsel Milan pun berbunyi.

"Akhirnya selesai juga," ucap Milan saat melihat pesan dari Rachel yang memberitahukan jika dia sudah selesai melakukan wawancara kerja. Dia lalu bergegas menjemput Rachel yang kini sudah menunggunya di lobi gedung.

"Ayo cepat naik Rachel, ini sudah gerimis sebentar lagi hujan!" teriak Milan.

Rachel pun bergegas naik ke atas motor. Di saat Milan masih mengendarai motornya tiba-tiba hujan pun turun dengan derasnya.

"Milan, apa tidak sebaiknya kita berteduh?"

"Sudah terlanjur Rachel, percuma jika berteduh, bajuku sudah basah semua," jawab Milan yang memacu motornya semakin kencang.

Mereka berdua lalu sampai di apartemen dengan tubuh basah kuyup dan tubuh yang mengigil kedinginan. Keduanya lalu bergegas mengganti baju mereka.

"ADUH!" teriak Rachel dan Milan saat mereka secara tidak sengaja tidur di atas ranjang kemudian masuk ke dalam selimut secara bersama-sama.

Mereka pun terlihat salah tingkah. "Maaf, aku menghangatkan tubuhku di luar saja," ucap Rachel sambil beranjak dari tempat tidur itu. Namun kemudian Milan menarik tangannya.

"Disini saja, temani aku," sambung Milan sambil menarik tubuh Rachel kembali ke dalam selimut kemudian memeluknya dari belakang.

"Tidak apa-apa kan jika kita seperti ini?" tanya Milan pada Rachel yang hanya dibalas oleh gelengan kepala. Rachel pun semakin tak dapat menahan perasaannya yang kian berkecamuk. Dia semakin erat menggenggam tangan Milan yang memeluknya.

Hujan yang semakin deras membuat keduanya mulai hanyut dengan suasana. Rachel kemudian membalikkan tubuhnya dan memeluk Milan kian kencang.

Naluri kelaki-lakian Milan pun tidak dapat lagi dibendung melihat Rachel yang kini ada di hadapannya, apalagi pakaian yang dikenakan Rachel hanyalah sebuah kaos putih tipis dengan belahan dada sedikit turun yang membuat bu*h da*anya terlihat sesekali menyembul dan lekukan tubuhnya pun dapat terlihat dengan jelas.

Milan lalu menaikkan dagu Rachel dan melihat wajahnya yang cantik kemudian membelainya. Rachel yang kian hanyut dengan perasaan cintanya lalu mendekatkan wajahnya pada Milan yang kemudian me*umat bibirnya dengan begitu rakus.

Rachel pun menganggukkan kepalanya saat Milan perlahan mulai membuka pakaian milik Rachel.

'Maafkan aku telah menggodamu dan membuatmu menghianati kekasihmu. Tapi aku tak bisa menyangkal perasaanku jika aku mencintaimu dan aku menginginkanmu,' batin Rachel sambil menikmati setiap sentuhan dari Milan di tubuhnya.

***

Arvin melihat Bella yang kini tertidur di sampingnya, dia kemudian tersenyum dan bangun dari tempat tidur.

Dia lalu mengambil ponselnya kemudian menghubungi seseorang.

[Halo Vania.]

[Halo Arvin, kenapa tiba-tiba menelponku? Bukankah sudah berulangkali kukatakan jika kau jangan pernah meneleponku sore-sore seperti ini, ada Gibran di sampingku.]

[Maaf sayang, aku hanya merindukanmu.]

[Arvin bersabarlah hanya beberapa bulan saja sampai aku bisa menguasai seluruh harta milik Gibran. Kau disana harus mengalihkan perhatian Bella agar tidak memikirkan perusahaan miliknya disini sehingga aku bisa bebas bertindak menguasai harta milik mereka.]

[Iya aku mengerti sayang.]

[Aku akan menutup teleponnya karena Gibran sekarang sedang mendekat padaku.] kata Vania kemudian menutup teleponnya.

"Siapa yang menelepon sayang?" tanya Gibran saat berada di samping Vania.

"Mama, mama menelpon menanyakan kabar."

"Katakan pada mamamu jika kau selalu bahagia hidup bersamaku," ujar Gibran sambil memeluk pinggang Vania.

"Biar kusiapkan makan malam untukmu," sambung Vania sambil melepaskan pelukan Gibran.

"Tidak usah, aku sedang ada urusan di luar. Aku pergi dulu ya," ujar Gibran sambil mengecup kening Vania.

Gibran lalu meninggalkan Vania dan mengambil ponsel di sakunya.

"Ayo kita ke rumah Rachel sekarang dan mulai menyelidiki dimana Rachel saat ini berada!" perintah Gibran pada seseorang yang dia telepon.

***

Rachel membuka matanya dan melihat Milan yang kini masih tertidur disampingnya. Dia lalu melihat ke arah jendela yang sudah terlihat gelap.

"Sudah malam?" gumam Rachel kemudian melihat ke arah jarum jam yang menunjukkannya pukul delapan malam. Dia lalu membangunkan Milan yang masih terlelap.

"Milan, bangun, kau mau makan malam atau tidak? Kalau kau mau makan akan kumasakkan makanan untukmu."

Milan pun perlahan membuka matanya.

"Jam berapa ini Rachel?"

"Pukul delapan malam, biar kusiapkan makan malam untukmu," jawab Rachel kemudian beranjak bangun dari tempat tidur. Namun tiba-tiba Milan kembali menarik tubuhnya.

"Kau tidak usah masak, lebih baik kau pesan makanan saja. Aku masih ingin memelukmu," perintah ?Milan sambil semakin erat memeluk tubuh te*anjang Rachel.

'Oh tidak, hubungan apa ini?' gumam Rachel dalam hati sambil mengigit bibirnya.

Terpopuler

Comments

Puji Ningsih

Puji Ningsih

karma itu pasti ada, 🤭

2022-06-04

0

Bryan Azhary

Bryan Azhary

😂😂😂😂

2022-02-08

1

Diah Ayu Lukitowati

Diah Ayu Lukitowati

prik semua😭😭😭😭😭😭

2022-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Masih Perawan
3 Kritis
4 Pembalasan
5 Gagal
6 Apartemen
7 Mencari Pekerjaan
8 Kecewa
9 Wawancara Kerja
10 Partner Ranjang
11 Malam Yang Panjang
12 Hanya Milikku
13 Kenyataan Sebenarnya
14 Cinta
15 Pesta
16 Hancur
17 Salah Langkah
18 Cokelat London
19 Memilihmu
20 Flashback End
21 Pelakor
22 Bumerang
23 Perhitungan
24 Pesan Berantai
25 Kamar Hotel
26 Nafas Terakhir
27 Office Girl
28 Merebut Kembali
29 Sakit
30 Dendam
31 Rencana Pernikahan
32 Tertipu
33 Hangus
34 Pemilik Butik
35 Almira
36 Luka Jahitan
37 Panti Asuhan
38 Permainan
39 Pemakaman
40 Tablet Obat
41 Jati Diri
42 Hilang Tanpa Kabar
43 Secangkir Cappucino
44 KTP Palsu
45 Jangan Pergi
46 Menikmati Malam
47 Kembali Padaku
48 Rumah Sakit
49 Anak Kita
50 Penculik
51 Alamat Palsu
52 Tersesat
53 Bisikan
54 Sopir Taksi Online
55 Permainan Terakhir
56 Gara-gara Bella
57 Konspirasi
58 Bukti
59 Pengumuman
60 Perkenalan
61 Menghapus Dendam
62 Empat Tahun Kemudian
63 Masa Lalu
64 Asisten Pribadi
65 Evan
66 Kabur
67 Penolong
68 Tempat Persembunyian
69 Aku Mencintaimu
70 Rapuh
71 Terpedaya
72 Nama Yang Kau Sebut
73 Jatuh Cinta?
74 Kencan
75 Bimbang
76 Selamat Tinggal
77 Kardus Bekas
78 Menata Hati
79 Buronan
80 Tes Kehamilan
81 Maaf
82 Sepanjang Hidup
83 Sebuah Kertas
84 Benar-benar Mencintaimu
85 Takdir
86 Memperbaiki Diri
87 Kesempatan
88 Menikah Denganku
89 Waspada
90 Wanita Spesial
91 Kembali Secepatnya
92 CEO Baru
93 Mata-mata
94 Ruang Rapat
95 Manipulatif
96 Battle
97 Menyita Aset
98 Letusan Pistol
99 Tunggu Aku
100 Dosa Masa Lalu
101 Konspirasi 2
102 Teka Teki Evan
103 Blacklist
104 Dua Kemungkinan
105 Bermain Cantik
106 Modus
107 Musuh Bebuyutan
108 Rumit
109 Posisi Sulit
110 Dibodohi
111 Dibuang
112 Kejutan
113 Siapa Pelakunya
114 Waktunya Sudah Tiba
115 Terkecoh
116 Terkepung
117 Masa Lalu
118 Tekanan Mental
119 Pilih Siapa
120 Ruang Tahanan
121 Pengumuman
122 Hidup Baru
123 Sekedar Pelampiasan
124 Terjerat Pesona Suami Tanteku
125 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
126 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
127 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
128 PROMO NOVEL TERBARU
129 PROMO
130 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 130 Episodes

1
PROLOG
2
Masih Perawan
3
Kritis
4
Pembalasan
5
Gagal
6
Apartemen
7
Mencari Pekerjaan
8
Kecewa
9
Wawancara Kerja
10
Partner Ranjang
11
Malam Yang Panjang
12
Hanya Milikku
13
Kenyataan Sebenarnya
14
Cinta
15
Pesta
16
Hancur
17
Salah Langkah
18
Cokelat London
19
Memilihmu
20
Flashback End
21
Pelakor
22
Bumerang
23
Perhitungan
24
Pesan Berantai
25
Kamar Hotel
26
Nafas Terakhir
27
Office Girl
28
Merebut Kembali
29
Sakit
30
Dendam
31
Rencana Pernikahan
32
Tertipu
33
Hangus
34
Pemilik Butik
35
Almira
36
Luka Jahitan
37
Panti Asuhan
38
Permainan
39
Pemakaman
40
Tablet Obat
41
Jati Diri
42
Hilang Tanpa Kabar
43
Secangkir Cappucino
44
KTP Palsu
45
Jangan Pergi
46
Menikmati Malam
47
Kembali Padaku
48
Rumah Sakit
49
Anak Kita
50
Penculik
51
Alamat Palsu
52
Tersesat
53
Bisikan
54
Sopir Taksi Online
55
Permainan Terakhir
56
Gara-gara Bella
57
Konspirasi
58
Bukti
59
Pengumuman
60
Perkenalan
61
Menghapus Dendam
62
Empat Tahun Kemudian
63
Masa Lalu
64
Asisten Pribadi
65
Evan
66
Kabur
67
Penolong
68
Tempat Persembunyian
69
Aku Mencintaimu
70
Rapuh
71
Terpedaya
72
Nama Yang Kau Sebut
73
Jatuh Cinta?
74
Kencan
75
Bimbang
76
Selamat Tinggal
77
Kardus Bekas
78
Menata Hati
79
Buronan
80
Tes Kehamilan
81
Maaf
82
Sepanjang Hidup
83
Sebuah Kertas
84
Benar-benar Mencintaimu
85
Takdir
86
Memperbaiki Diri
87
Kesempatan
88
Menikah Denganku
89
Waspada
90
Wanita Spesial
91
Kembali Secepatnya
92
CEO Baru
93
Mata-mata
94
Ruang Rapat
95
Manipulatif
96
Battle
97
Menyita Aset
98
Letusan Pistol
99
Tunggu Aku
100
Dosa Masa Lalu
101
Konspirasi 2
102
Teka Teki Evan
103
Blacklist
104
Dua Kemungkinan
105
Bermain Cantik
106
Modus
107
Musuh Bebuyutan
108
Rumit
109
Posisi Sulit
110
Dibodohi
111
Dibuang
112
Kejutan
113
Siapa Pelakunya
114
Waktunya Sudah Tiba
115
Terkecoh
116
Terkepung
117
Masa Lalu
118
Tekanan Mental
119
Pilih Siapa
120
Ruang Tahanan
121
Pengumuman
122
Hidup Baru
123
Sekedar Pelampiasan
124
Terjerat Pesona Suami Tanteku
125
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
126
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
127
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
128
PROMO NOVEL TERBARU
129
PROMO
130
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!