Cinta

Satu jam lamanya Milan mengikuti rapat pergantian kepemimpinan perusahaan dengan perasaan begitu cemas. Setelah acara selesai, Milan pun langsung pamit pada papanya.

"Papa, Milan pamit sebentar."

"Tapi Milan masih ada pesta nanti malam, kau datang kan?"

"Iya pa, nanti malam aku pasti datang. Ada urusan pekerjaan yang harus kuselesaikan. Bukankah besok aku sudah harus memegang perusahaan ini, aku harus menyelesaikan urusan pekerjaanku hari ini juga."

"Iya Milan, jika ini berhubungan dengan pekerjaanmu cepat selesaikan, besok sepenuhnya kau harus memegang kendali perusahaan ini."

"Terimakasih, Pa," jawab Milan. Dia kemudian langsung berlari keluar dari ruang meeting menuju ke basemen untuk mengambil mobilnya.

'Ada apa Pak Milan keluar dari ruang rapat dengan begitu terburu-buru,' batin Nadia. Sesampainya di basemen dia lalu mengurungkan niatnya untuk mengendarai mobil. "Ah tidak, ini ide buruk. Aku harus mengendarai sepeda motor ke apartemen karena ini adalah jam sibuk dan aku bisa terkena macet," gumam Milan. Dia kemudian berlari ke halaman kantor dan melihat salah seorang karyawan yang sedang memarkirkan sepeda motor besarnya. Milan pun tersenyum melihatnya. Dia lalu menghampiri karyawan itu.

"Hei kau tahu siapa aku kan?" tanya Milan pada karyawan itu.

"Ya, anda Pak Milan."

"Bagus, jadi kau percaya padaku kan?"

"Tentu saja Pak Milan."

"Kalau begitu tolong pinjami aku sepeda motormu, lalu saat jam pulang kerja kau bisa mengambilnya ke apartemenku."

"Tentu saja Pak Milan, silahkan pakai saja sepeda motor saya."

"Terima kasih," jawab Milan. Dia lalu mengendarai sepeda motor tersebut dengan kecepatan tinggi. Beberapa saat kemudian, Milan pun sampai. Dia langsung berlari menuju apartemen miliknya. Dan di saat dia membuka pintu apartemen itu dia begitu terkejut karena di saat itu juga, Rachel telah berdiri sambil membawa semua barang-barang miliknya.

"Hampir saja aku terlambat," ujar Milan sambil memeluk Rachel.

"Lepaskan aku, Milan. Biarkan aku pergi."

"Rachel, tolong dengarkan aku. Tolong jangan pernah pergi dari hidupku," sahut Milan dengan nafas yang tersengal-sengal. Namun Rachel hanya terdiam sambil menangis. Milan kemudian menarik tangan Rachel masuk dalam apartemen.

"Biarkan aku pergi Milan, aku bisa hidup sendiri tanpamu, aku juga tidak perlu hidup dari belas kasihan darimu. Aku pasti bisa menemukan pekerjaan tanpa bantuanmu," bentak Rachel sambil menghapus air matanya.

"Rachel dengarkan aku, sungguh aku tidak melakukan apapun. Kau sendiri yang mendaftar ke perusahaanku tanpa sepengetahuanku."

"Tapi kau menghubungi pihak HRD untuk mau menerima lamaranku kan? Heh pantas saja semua terasa begitu aneh."

"Rachel, sungguh aku tak melakukan apapun agar kau bisa bekerja di perusahaanku. Bukankah kau tahu jika saat kau melakukan wawancara kerja aku menunggumu di cafe? Aku bahkan tidak tahu siapa yang sudah mewawancaraimu."

"Jangan bohong, kau bisa saja menghubungi mereka kan Milan."

"Baik jika kau tidak percaya padaku, silahkan kau tanyakan sendiri pada pihak HRD bagaimana hasil wawancara kerjamu dibandingkan dengan sainganmu saat itu."

'Memang saat itu aku menghubungi pihak HRD tapi tanpa aku meminta pada mereka untuk menerima dirimu, kau memang sudah diterima di perusahaanku Rachel, karena kriteria yang mereka inginkan ada pada dirimu,' batin Milan.

"Tapi kenapa kau juga tidak pernah mengatakan jika aku bekerja di perusahaan milikmu?" teriak Rachel sambil terisak.

"Kau ingin tahu kenapa aku tidak memberitahumu?"

"Ya." jawab Rachel dengan ketus.

"Itu karena aku tidak mau merusak hubungan kita, aku takut jika kau marah padaku. Aku takut jika kau meninggalkan aku seperti saat ini!" kata Milan sambil menatap Rachel dengan tatapan tajam.

Rachel pun terdiam, dia lalu menghapus air matanya. Milan pun kemudian mendekat pada Rachel lalu memeluknya.

"Tolong jangan tinggalkan aku, Rachel. Jangan pernah tinggalkan aku," pinta Milan sambil kian erat memeluk Rachel. Namun Rachel melepaskan pelukan itu.

"Memangnya siapa aku sampai kau harus takut jika aku meninggalkan dirimu? Aku tidak pantas untuk mengharapkan apapun darimu karena aku bukanlah siapa-siapa untukmu, aku bukanlah kekasihmu, ataupun istrimu. Bukankah aku hanya partner ranjang saja bagimu?" tanya Rachel disertai tatapan mata yang kosong.

"Kenapa kau berbicara seperti itu Rachel? Bukankah sudah berulangkali kukatakan jika kau adalah milikku?"

"Hanya milikmu? Memangnya aku barang bagimu? Memangnya aku tidak punya perasaan? Aku bukanlah boneka yang bisa kau miliki sesuka hati. Kau sudah punya kekasih, kembalilah pada kekasihmu, dan lupakan aku," protes Rachel. Dia kemudian bangkit dari sofa tempat dia duduk. Namun saat Rachel akan melangkahkan kakinya, Milan mencekal tangannya.

"Jadi kau pikir kau hanya seorang partner ranjang bagiku? Rendah sekali pemikiranmu padaku! Memangnya selama ini aku tidak pernah memiliki perasaan apapun padamu?"

"Bukankah memang seperti itu? Aku hanya pelampiasan bagimu karena kekasihmu sedang berada di luar negeri. Jika dia sudah pulang, kau bisa saja membuangku kapanpun kau mau!" bentak Rachel sambil menatap sinis pada Milan.

"CUKUP RACHEL!!! SEKARANG DENGARKAN AKU! AKU MENCINTAIMU! SEJAK PERTAMA KITA BERTEMU, AKU SELALU MEMIKIRKANMU! ITULAH SEBABNYA AKU MENCARI TAHU TENTANG DIRIMU, ALAMATMU SAMPAI AKU MENEMUKANMU SAAT PINGSAN DI DEKAT PEMAKAMAN ITU KARENA AKU MENCARIMU! PERLU KAU TAHU, SEJAK PERTAMA KALI BERTEMU AKU TIDAK INGIN KEHILANGAN DIRIMU!!!" teriak Milan tepat di hadapan Rachel.

"Jangan bohong Milan, kau sudah memiliki kekasih saat itu."

"Ya aku memang sudah berpacaran dengan Bella, tapi entah kenapa saat bersamanya aku selalu memikirkanmu. Bella sangat dingin padaku, dan aku merasa dia sebenarnya tidak mencintaiku dengan tulus. Sangat berbeda denganmu yang selalu memberikan perhatian padaku. Bahkan sebelum kau tahu siapa diriku sebenarnya sikapmu sudah begitu tulus padaku,"

Perlahan Milan mendekatkan tubuhnya kembali pada Rachel, dan Rachel pun kemudian memeluknya. "Kau sudah memaafkan aku, Rachel?" tanya Milan sambil memeluk Rachel kian erat. Rachel pun kemudian mengangguk. Milan lalu melepaskan pelukan Rachel dan menghapus air mata di wajah Rachel.

"Aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu. Kau percaya padaku kan?"

"Ya, aku juga sangat mencintaimu, Milan." jawab Rachel sambil tersipu malu.

Milan pun kemudian tertawa.

"Kenapa kau tiba-tiba tertawa, Milan? Memangnya aku lucu?"

"Tidak."

"Lalu?"

"Tahukah apa yang membuatku semakin mencintaimu?" Rachel pun menggelengkan kepalanya.

"Aku sangat senang melihat wajahmu yang tersipu malu, lihatlah rona merah di wajahmu saat kau malu, itu sangat menggemaskan bagiku." kata Milan sambil tersenyum.

"Lalu bagaimana hubunganmu dengan Bella? Sungguh sebenarnya aku sama sekali tidak ingin menyakiti hati Bella."

"Besok lusa aku akan menemuinya, aku harus memilih salah satu diantara kalian berdua, dan aku tidak bisa melanjutkan hubunganku dengan Bella, meskipun dulu aku sangat mencintainya namun sikapnya padaku yang sedikit dingin membuat hatiku ragu padanya."

"Benarkah kau ingin memutuskan hubungan dengannya bukan karena aku?"

"Bukan Rachel, kau tenang saja. Hei, apakah kau mau tahu salah satu alasanku untuk memintamu menjadi milikku selamanya?"

"Apa?" tanya Rachel sambil bergelayut manja di tubuh Milan.

"Itu karena saat kau pertama kali kusentuh ternyata kau masih perawan, dan takkan kubiarkan orang lain menyentuhmu kecuali diriku." kata Milan sambil terkekeh, namun emosi Rachel pun tersulut kembali mendengar perkataan Milan.

"MILAAAANNNNNNNNN!!!!" teriak Rachel.

Terpopuler

Comments

Ayraputri

Ayraputri

whhwhwhwh

2022-08-13

0

mamika

mamika

apesnya Rachel dpt Milan yg ud celap celup sm Bella😅

2022-02-18

2

Miss_Queen

Miss_Queen

upppp

2022-02-11

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Masih Perawan
3 Kritis
4 Pembalasan
5 Gagal
6 Apartemen
7 Mencari Pekerjaan
8 Kecewa
9 Wawancara Kerja
10 Partner Ranjang
11 Malam Yang Panjang
12 Hanya Milikku
13 Kenyataan Sebenarnya
14 Cinta
15 Pesta
16 Hancur
17 Salah Langkah
18 Cokelat London
19 Memilihmu
20 Flashback End
21 Pelakor
22 Bumerang
23 Perhitungan
24 Pesan Berantai
25 Kamar Hotel
26 Nafas Terakhir
27 Office Girl
28 Merebut Kembali
29 Sakit
30 Dendam
31 Rencana Pernikahan
32 Tertipu
33 Hangus
34 Pemilik Butik
35 Almira
36 Luka Jahitan
37 Panti Asuhan
38 Permainan
39 Pemakaman
40 Tablet Obat
41 Jati Diri
42 Hilang Tanpa Kabar
43 Secangkir Cappucino
44 KTP Palsu
45 Jangan Pergi
46 Menikmati Malam
47 Kembali Padaku
48 Rumah Sakit
49 Anak Kita
50 Penculik
51 Alamat Palsu
52 Tersesat
53 Bisikan
54 Sopir Taksi Online
55 Permainan Terakhir
56 Gara-gara Bella
57 Konspirasi
58 Bukti
59 Pengumuman
60 Perkenalan
61 Menghapus Dendam
62 Empat Tahun Kemudian
63 Masa Lalu
64 Asisten Pribadi
65 Evan
66 Kabur
67 Penolong
68 Tempat Persembunyian
69 Aku Mencintaimu
70 Rapuh
71 Terpedaya
72 Nama Yang Kau Sebut
73 Jatuh Cinta?
74 Kencan
75 Bimbang
76 Selamat Tinggal
77 Kardus Bekas
78 Menata Hati
79 Buronan
80 Tes Kehamilan
81 Maaf
82 Sepanjang Hidup
83 Sebuah Kertas
84 Benar-benar Mencintaimu
85 Takdir
86 Memperbaiki Diri
87 Kesempatan
88 Menikah Denganku
89 Waspada
90 Wanita Spesial
91 Kembali Secepatnya
92 CEO Baru
93 Mata-mata
94 Ruang Rapat
95 Manipulatif
96 Battle
97 Menyita Aset
98 Letusan Pistol
99 Tunggu Aku
100 Dosa Masa Lalu
101 Konspirasi 2
102 Teka Teki Evan
103 Blacklist
104 Dua Kemungkinan
105 Bermain Cantik
106 Modus
107 Musuh Bebuyutan
108 Rumit
109 Posisi Sulit
110 Dibodohi
111 Dibuang
112 Kejutan
113 Siapa Pelakunya
114 Waktunya Sudah Tiba
115 Terkecoh
116 Terkepung
117 Masa Lalu
118 Tekanan Mental
119 Pilih Siapa
120 Ruang Tahanan
121 Pengumuman
122 Hidup Baru
123 Sekedar Pelampiasan
124 Terjerat Pesona Suami Tanteku
125 PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
126 PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
127 PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
128 PROMO NOVEL TERBARU
129 PROMO
130 Wanita Malam Pak Polisi
Episodes

Updated 130 Episodes

1
PROLOG
2
Masih Perawan
3
Kritis
4
Pembalasan
5
Gagal
6
Apartemen
7
Mencari Pekerjaan
8
Kecewa
9
Wawancara Kerja
10
Partner Ranjang
11
Malam Yang Panjang
12
Hanya Milikku
13
Kenyataan Sebenarnya
14
Cinta
15
Pesta
16
Hancur
17
Salah Langkah
18
Cokelat London
19
Memilihmu
20
Flashback End
21
Pelakor
22
Bumerang
23
Perhitungan
24
Pesan Berantai
25
Kamar Hotel
26
Nafas Terakhir
27
Office Girl
28
Merebut Kembali
29
Sakit
30
Dendam
31
Rencana Pernikahan
32
Tertipu
33
Hangus
34
Pemilik Butik
35
Almira
36
Luka Jahitan
37
Panti Asuhan
38
Permainan
39
Pemakaman
40
Tablet Obat
41
Jati Diri
42
Hilang Tanpa Kabar
43
Secangkir Cappucino
44
KTP Palsu
45
Jangan Pergi
46
Menikmati Malam
47
Kembali Padaku
48
Rumah Sakit
49
Anak Kita
50
Penculik
51
Alamat Palsu
52
Tersesat
53
Bisikan
54
Sopir Taksi Online
55
Permainan Terakhir
56
Gara-gara Bella
57
Konspirasi
58
Bukti
59
Pengumuman
60
Perkenalan
61
Menghapus Dendam
62
Empat Tahun Kemudian
63
Masa Lalu
64
Asisten Pribadi
65
Evan
66
Kabur
67
Penolong
68
Tempat Persembunyian
69
Aku Mencintaimu
70
Rapuh
71
Terpedaya
72
Nama Yang Kau Sebut
73
Jatuh Cinta?
74
Kencan
75
Bimbang
76
Selamat Tinggal
77
Kardus Bekas
78
Menata Hati
79
Buronan
80
Tes Kehamilan
81
Maaf
82
Sepanjang Hidup
83
Sebuah Kertas
84
Benar-benar Mencintaimu
85
Takdir
86
Memperbaiki Diri
87
Kesempatan
88
Menikah Denganku
89
Waspada
90
Wanita Spesial
91
Kembali Secepatnya
92
CEO Baru
93
Mata-mata
94
Ruang Rapat
95
Manipulatif
96
Battle
97
Menyita Aset
98
Letusan Pistol
99
Tunggu Aku
100
Dosa Masa Lalu
101
Konspirasi 2
102
Teka Teki Evan
103
Blacklist
104
Dua Kemungkinan
105
Bermain Cantik
106
Modus
107
Musuh Bebuyutan
108
Rumit
109
Posisi Sulit
110
Dibodohi
111
Dibuang
112
Kejutan
113
Siapa Pelakunya
114
Waktunya Sudah Tiba
115
Terkecoh
116
Terkepung
117
Masa Lalu
118
Tekanan Mental
119
Pilih Siapa
120
Ruang Tahanan
121
Pengumuman
122
Hidup Baru
123
Sekedar Pelampiasan
124
Terjerat Pesona Suami Tanteku
125
PROMO NOVEL ADIK IPARKU KEKASIHKU
126
PROMO NOVEL MAINAN TUAN MAFIA
127
PROMO NOVEL AKU CINTA BUKAN LARA
128
PROMO NOVEL TERBARU
129
PROMO
130
Wanita Malam Pak Polisi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!