“Katakan padaku, kau memang ingin menciumku kan?” goda Athena lagi pada Axcel yang terus saja menunduk menutupi wajahnya yang panas. Athena hanya tersenyum senang. Tentu baginya dia tidak merasa canggung bercanda begitu karena yang dia lihat sekarang hanyalah seorang anak kecil.
“Hentikanlah,” ujar Axcel yang kembali kesal melihatnya.
Tentu Athena tidak ingin menghentikan apa yang dia lakukan, dia masih ingin menggoda Axcel tapi matanya melihat kunci mobil yang ternyata ada di meja di dekat pintu masuk rumah ini. Athena segera berjalan ke arah tempat kunci itu dan mengambilnya.
“Jaga rumah dengan baik dan jangan lupa untuk makan siangku nanti. Aku ingn pergi dulu,” ujar Athena sebelum dia keluar dari rumah itu.
“Hei, ehm, apakah kau bisa membantuku memulihkan ingatanku?” tanya Axcel segera sebelum Athena melangkah lebih jauh.
Athena yang baru saja ingin mendorong pintu rumahnya langsung kaget dan terkejut sejenak mendengar permintaan dari Axcel. Dia lalu melihat Axcel sambil tersenyum.
“Aku kira kau tidak akan pernah datang dan meminta tolong padaku?” kata Athena.
“Jadi kau mau atau tidak membantuku?” ujar Axcel yang tidak ingin menanggapi perkataan Athena. Dia tahu pasti nantinya akan panjang ceritanya jika Axcel menjawab pertanyaan Athena.
Athena melihat ke arah Axcel dengan kedua tangan terlipat di bagian dadanya. Dia tampak pura-pura seolah dia sedang mengamati Axcel yang hanya menatapnya. “Apakah ini sikap memohon?”
“Memangnya jika aku memohon padamu, kau pasti akan membantuku?” tanya Axcel lagi.
“Tentu saja tidak!” ujar Athena dengan sangat pasti.
Axcel memutar kedua matanya. Sebenarnya kenapa dia tidak dari awal meminta tolong pada Athena dan lebih memilih bertanya pada orang asing di dunia maya hanya karena dia sudah tahu jawaban yang akan diberikan oleh Athena. Tapi karena dia sudah mencari dan juga bertanya tapi belum juga mendapatkan jawaban yang pasti, jadi saat ini dia hanya bisa mengandalkan dan bergantung pada Athena.
“Kalau begitu, apa yang kau inginkan agar kau bisa membantuku untuk memulihkan ingatanku?” tanya Axcel lagi menatap Athena.
“Ehm, memangnya apa yang kau punya?” tanya Athena lagi.
“Aku punya uang. Bukannya selama ini kau selalu tertarik dengan uang, bukan?” tawar Axcel.
Athena mengerutkan dahinya dan merasa sedikit tidak percaya. “Kalau kau punya uang kenapa malah tinggal bersamaku? Kau bisa beli rumah sendiri dan juga membeli ponselmu sendiri. Ah! Menghabiskan uangku saja.”
“Aku meminta untuk mengikutimu dan kau izinkan aku untuk tinggal di sini. Soal ponsel ini, kau sendiri yang tiba-tiba memberikannya padaku. Jadi apa salahnya aku?”
Athena terdiam sejenak. Apa yang dikatakan oleh Axcel benar juga. Dia tidak pernah meminta untuk dibelikan sebuah ponsel. Athena hanya berinisiatif agar jika nantinya dia butuh bocah ini, dia dengan gampang menghubunginya.
“Lalu, berapa uang yang kau punya?” tanya Athena lagi. Tak mau berdebat tentang kesalahannya itu.
“Kau ingin berapa?” tanya Athena.
“Ehm? Lima puluh juta bagaimana?” tanya Athena asal menyebutkan nominal. Bilangan lima memang lebih gampang diingat.
Axcel mengerutkan dahinya. Wanita ini benar-benar mata duitan pikirnya, “Kalau aku bisa memberimu lima puluh juta, kau harus mengobatiku hingga kau benar-benar bisa mengingat semua masa laluku,” ujar Excel lagi sambil menyipitkan matanya ke arah Athena.
Athena sedikit mengerutkan dahinya. Sepertinya dia salah mengucapkan nominalnya. Dia juga sedikit terkejut karena jika begitu, Axcel berarti punya uang sebanyak lima puluh juta.
“Kalau kau ingin ingatanmu sampai pulih, itu tidak cukup.”
“Lalu berapa lagi yang ingin aku minta?”
“Ehm, bagaimana jika seratus juta?” kata Athena yang membuat Axcel memainkan bibirnya. “Jangan berpikir aku mata duitan, itu adalah sebuah keahlian. Jika kau mencari orang lain dan orang itu hanya asal mengobatimu, bisa saja kau malah jadi kehilangan ingatanmu selamanya dan paling parahnya, kau bisa mati!” ujar Athena lagi dengan nada seperti seorang ibu menakuti anak-anaknya.
Axcel hanya mengerutkan dahi melihat tingkah dari Athena. Terkadang terlalu menakutkan, terkadang aneh, terlalu sulit ditebak. Yang pasti dia cukup menyebalkan bagi Axcel karena terus menerus menganggapnya bocah dan juga mengganggunya.
“Baiklah, kalau begitu. Aku setuju memberikanmu seratus juta. Tapi uang itu akan aku berikan ketika aku mengingat sesuatu dari ingatan lamaku,” ujar Axcel lagi.
“Tidak! Berikan dulu tiga puluh juta sebagai tanda kau benar-benar punya uang. Nanti setelah kau ingat, ternyata kau hanya menipuku.”
Axcel mendengus. Tidak ingin dikatakan mata duitan tapi tingkahnya menunjukkan hal itu, pikir Axcel. “Baiklah, nanti aku akan mengirimkannya padamu.”
“Baiklah, kalau begitu kita sepakat. Ah! Aku sudah terlambat untuk pergi ke kuliah!” ujar Athena melihat jam yang ada di tangannya.
“Heh? Kuliah? Aku kira kau hanya tahu bagaimana caranya tidur di tempat tidur,” ujar Axcle pelan mengejek Athena yang langsung saja pergi meninggalkan rumahnya.
Athena masuk ke dalam sebuah universitas yang sepertinya adalah universitas paling terkenal di kota itu. Terlihat diri gedungnya yang megah dan juga para mahasiswanya yang terlihat modis. Mobil-mobil mewah pun berjejer di sana. Tentu saja, Athena di dalam novel ini bukannya dulu berasal dari keluarga yang kaya raya. Jadi pasti dia berkuliah di universitas yang terbaik pula. Awalnya Athena tidak tahu bahwa Athena yang ada di dalam novel ini berkuliah di kampus Rizo System University, tapi beberapa hari yang lalu dia mendapatkan pemberitahuan dari universitas ini bahwa dia sudah lama tidak masuk kuliah.
Athena memasuki gedung universitas itu. Walaupun dia tidak tahu dia harus kemana. Tapi seolah tubuhnya terbiasa dengan tempat ini dan segera membawanya ke sebuah kelas. Saat dia masuk, semua orang dia sana langsung diam dan keget melihat dirinya. Athena semakin yakin dia masuk ke dalam kelas yang benar. Saat dia melangkah lebih dalam ke tempat itu. Suasana perlahan semakin riuh. Mata-mata yang tampak menghakimi melihat ke arahnya dengan suara-suara bisikan sumbang yang menceritakan dirinya. Semua orang di kelas itu mulai membicarakan Athena yang cuek saja. Dia tidak peduli mereka membicarakan apa tentang dirinya.
“Hei! Bagaimana bisa kau kembali lagi ke sini? Hah! Aku tak suka melihat wajahmu itu ada di kelas ini!” terdengar suara menggelegar marah yang langsung mengisi seluruh kelas itu tapi nadanya sedikit dibuat seperti wanita.
Suara itu berasal dari seorang pria yang baru saja memasuki kelas itu. Athena tentu tidak bisa menolak dirinya untuk tidak melihat sumber asal suara itu. Athena langsung mengerutkan dahinya. Itu adalah pria gemulai yang bertaruh dengannya kemarin. Seorang pria yang mengaku bernama Beverly, entah itu nama asli atau pun hanya sebutannya saja. Athena memandangi Beverly yang segera berjalan ke arahnya dengan wajah yang sangat kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Neneng Aaa
yygyrffftt
2022-05-13
0
senja
wah jangan2 duitnya Axcel dr nggame
2022-01-20
0
kapan ni di lanjutin,gasabarr
2022-01-13
0