“Di dalamnya terdapat informasi lengkap tentang dirinya. Aku rasa kakak akan terkejut membaca dokumen itu,” ujar Chris yang berwajah serius di bawah sorot lampu kristal kuning.
“Baiklah,” ujar Edward yang baru saja ingin mengambil dokumen dari tangan adiknya. Tapi Chris cepat-cepat menariknya sebelum Edward menggapai dokumen itu.
“Kak, lebih baik kakak tidak mengharapkan wanita seperti dia. Dia itu, benar-benar diluar pikiran kakak,” ujar Chris yang membujuk kakaknya.
Mendengar pernyataan adiknya, Edward hanya melirik adiknya. Walaupun Edward sedikit bingung dengan apa yang diucapkan oleh Chris, dia memilih diam dan tidak ingin berkomentar sebelum melihat isi dokumen itu.
Dia lalu mengambil dokumen yang ada di tangan adiknya dan segera membaca dokumen itu. Alis Edward yang awalnya meregang mulai mengernyit membaca semua yang tertulis di sana.
Isi dokumen itu tentang masa lalu Athena yang ada di dalam novel ini. Di sana juga tertulis bahwa saat perjamuan makanan sebelumnya, Arabella memainkan piano untuk para tamu tapi Athena yang ada di dalam novel memarahi dan menghina Arabella dengan kata-kata kasar yang membuat semua orang tercengang dan Arabella juga menjadi sangat malu.
Edward langsung menutup dokumen itu dan memutuskan untuk tidak melanjutkan membaca dokumen tentang Athena. Edward meletakkan dokumen itu di atas meja.
Chris yang melihat hal itu tahu isi pikiran kakaknya. “Informasi itu tidak mungkin salah kak,” ujar Chris lagi yang melihat wajah Edward yang tampak ragu memikirkan apakah informasi itu salah atau tidak.
“Lagi pula! Aku juga baru bertemu dengan wanita itu. Dan dia memang sesuai dengan apa yang tertulis di informasi itu. Dia sangat arogan, sombong, dan sangat licik! Jika kakak melihat bagaimana dia berdandan hari ini, kakak juga akan langsung membuang pandangan kakak darinya,” ujar Chris dengan nada sedikit tinggi. Dia memang masih tidak terima dikalahkan oleh wanita yang seperti itu.
Edward hanya diam mendengarkan semua yang dikatakan oleh adiknya. Dia lalu mengangguk dan berkata, “Baiklah, aku mengerti.”
Edward adalah seorang pianis yang sangat terkenal di dunia ini. Dia menantang permainan duo yang sangat sulit untuk pertama kalinya. Dia datang ke kota ini untuk menemukan seseorang yangn tepat untuk bekerja sama dengannya dalam tantangan itu. Itulah kenapa dia ingin mengetahui semua informasi tentang Athena. Permainannya malam itu, cukup memukau dirinya dan merasa Athena cocok menjadi teman duonya.
...****************...
Athena menghabiskan waktu hanya bermain-main di rumahnya selama beberapa hari. Dia membeli seperangkat komputer yang khusus di rakit untuk bermain permainan online. Sebenarnya dia mulai terbiasa tinggal di dunia novel ini. Tidak ada peraturan dan hanya dia yang mengatur dirinya sendiri. Lagipula sekian hari mencari cara untuk keluar dari sini. Dia tidak menemukannya. Jadi dari pada pusing memikirkan cara keluar, lebih baik dia menikmati apa yang sudah dia punya di sini.
Athena lalu teringat sesuatu. Bukannya dia juga harus pergi untuk mencari ilmu. Walaupun dia hidup di dalam novel seperti ini, tapi lagi-lagi siapa yang tahu seberapa lama dia akan ada di sini. Mungkin juga dia tidak akan bisa kembali ke tempat asalnya. Selain mencari uang dan bertahan hidup di sini. Dia juga harus mengejar pendidikannya. Apalagi dia tahu bahwa Athena di dalam novel ini juga masih berkuliah di salah satu universitas. Jadi hari ini dia putuskan untuk masuk kuliah.
Setelah bersiap, dia segera turun dan menemukan bocah laki-laki itu sedang duduk bermain dengan ponselnya.
“Axcel, apa kau melihat di mana kunci mobilku?” tanya Athena melirik Axcel yang begitu fokus dengan layar ponselnya. Athena berhenti di belakang Axcel.
Axcel yang memang sedang melakukan sesuatu yang menurutnya sangat penting di ponselnya hingga tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Athena. Athena menyipitkan matanya mencoba untuk melihat apa yang terpampang di layar ponsel Axcel. Ketika dia membaca sedikit isi dari layar ponsel itu, Athena langsung tersenyum jahil. Tentu saja dia ingin mempermainkan Excel kembali.
Axcel manarik napas panjang setelah dia membaca apa yang ada di layar ponselnya. Dia tidak yakin dia bisa mengikuti instruksi yang dia cari dan di sarankan oleh salah satu teman obrolan di dunia maya itu. Dia segera mematikan layar ponselnya dan seketika saat layar itu menggelap, Axcel langsung kaget melihat pantulan Athena yang ternyata berdiri di belakangnya. Dia begitu serius dan fokus dengan semuanya hingga tak sadar Athena ada di belakangnya.
“Hei! Apa yang kau lakukan di sana? Apa kau mengintip yang sedang aku lakukan?” tanya Axcel yang tanpa sadarnya juga langsung menutupi ponselnya, membawanya menjauhi Athena.
Athena langsung tersenyum kecil dan jahil melihat kepanikan yang ada di wajah Axcel. “Tidak, aku tidak mengintip. Aku tadi memanggilmu tapi kau tidak menjawab, jadi aku ke sini,” kilah Athena yang melihat ke arah ponsel Axcel yang sebenarnya sudah dia jauhkan dari Athena. Tapi Athena dengan gerakannya yang cepat langsung mengambil ponsel itu.
Axcel mendapatkan serangan seperti itu tentu langsung gelagapan. Apalagi Athena berhasil merebut ponselnya.
“Hei! Kembalikan! Itu melanggar privasi!” ujar Axcel yang mencoba untuk menggapai ponselnya. Tapi ternyata dia tidak bisa. Tubuh Athena nyatanya lebih tinggi darinya.
“Sebentar saja, aku ingin tahu apa yang kau lakukan!” ujar Athena yang segera membuka ponsel yang ternyata tidak diberikan kunci.
“Hei! Mengintip obrolan orang itu tidak baik!” ujar Axcel yang terus saja berusaha untuk mengambil ponselnya. Tentu dia tidak ingin Athena membaca apa yang sudah dia lakukan di ponselnya.
“Aku hanya melihatnya sekilas dan sekarang aku sangat penasaran! Aku akan membacanya sebentar saja!” pinta Athena lagi.
Axcel yang sedari tadi melompat untuk mengambil ponselnya yang dijauhkan oleh Athena akhirnya menyerah setelah rasa lelah dan napasnya yang tersengal menguasai tubuhnya yang kecil. Sejak dia berubah menjadi anak laki-laki. Kekuatannya memang berkurang begitu banyak.
Melihat Axcel sudah menyerah dan kelelahan. Dengan senyuman menang Athena lalu membaca riwayat obrolan antara Axcel dan juga seorang netizen yang ada di dunia maya.
Isi obrolan itu adalah Axcel bertanya kepada netizen bagaimana cara menyembuhkan hilang ingatan yang dia derita saat ini. Seorang netizen bertanya pada Axcel apakah saat ini dia dipungut oleh seorang wanita sekarang? Dan Axcel bertanya kembali padanya, bagaimana dia bisa tahu? Lalu netizen itu mengucapkan selamat bahwa Axcel sudah menemukan jodohnya dan Excel hanya perlu untuk mencium wanita yang memungutnya untuk mengembalikan ingatannya.
Melihat Athena yang membaca pesan yang dia buat. Membuat wajah Axcel langsung merah padam. Tentu hal itu membuat Athena merasa senang.
“Ternyata selama ini kau punya pemikiran seperti itu ya? Ckckck, aku tidak menyangkanya,” goda Athena yang tetap saja ingin menjahili Axcel walaupun bocah itu sudah tertunduk malu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Murniyati
Di dunia maya apapun bisa terjadi
2022-06-08
0
Neneng Aaa
jugbjjjh
2022-05-13
0
Rx one 01
semoga berjodoh inisial A🤣
2022-02-08
0