Bab 5. Permainan dari surga.

Athena berjalan cepat memasuki restoran mewah itu. Tanpa memperdulikan situasi dari restoran itu Athena terus saja menuju ke arah piano. Semua mata para pengunjung menatapnya, tentu karena penampilannya sangat berbeda. Restoran ini adalah restoran fine dining dimana para tamunya saja diminta untuk berpakaian formal. Melihat wanita yang hanya menggunakan baju biasa dan juga celana jeans tentu saja menjadi pemandangan yang aneh di  dalam restoran itu.

Melihat tingkah Athena, Manager yang tadi berbicara dengan Athena langsung gelagapan.

“Hei! Kau mau ke mana?” awalnya berteriak untuk memanggil Athena. Tapi karena teriakannya itu para tamu restoran itu menjadi terusik. Manajer itu hanya tersenyum sungkan karenanya.

Dia lalu melihat para pelayan yang tak jauh dari tempat dia berdiri. “Hentikan dia!” perintah manajer itu pada pelayannya.

“Siap Tuan!” ujar pelayan itu mengangguk dan langsung mengejar Athena.

Athena yang sadar dia akan di cegat, berjalan lebih cepat menuju ke arah grand piano klasik itu. Saat para pelayan sudah hampir mendekati Athena. Athena dengan cepat duduk di kursi kecil di depan grand piano itu dan segera meletakkan tangannya di tuts pianonya.

Melihat hal itu tentu para pelayan yang tadinya mengejar Athena langsung berhenti dan terdiam. Mereka tak mungkin menyeret Athena keluar sekarang. Mereka segera melihat ke arah Manager yang tampak tidak percaya dan juga marah. Mau apa wanita ini!

******

“Kenapa pianis itu datang terlambat?” keluh Chris yang mondar mandir di ruangan VIP restoran itu. Melihat ke arah grand piano yang masih saja kosong tapi dia langsung terdiam ketika tiba-tiba seorang wanita duduk di depan piano itu. Melihat penampilannya Chris tampak sedikit mengerutkan dahinya. Apakah dia adalah pianisnya? Mengapa penampilannya seperti itu? “siapa wanita itu?”

Seorang pelayan yang tadinya melayani tamu VIP tiba-tiba turun dan segera mendekati manager yang masih berwajah masam melihat kelakukan dari Athena. Jika begini dia bisa dipecat.

Mata manager itu membesar ketika pelayan itu membisikkan sesuatu padanya. Dia mengangguk-angguk dan dengan cepat segera berjalan naik menuju ke ruangan VIP. Manager itu juga sesekali masih melihat ke arah Athena. Rasa kesalnya bertambah, wanita itu sudah begitu menyusahkan dirinya.

Manager itu mengetuk pintu ruangan privat khusus tamu VIP. Ketika mendengar suara yang mengizinkan dia masuk ke dalam, manager itu perlahan membuka pintunya dan dengan berwajah sungkan masuk ke dalamnya.

“Siapa wanita itu?” tanya Chris lagi. Dia diberi tahu bahwa pianis yang ingin mereka dengarkan adalah seorang pria dan penampilan wanita itu sangat tidak pantas.

“Maafkan Tuan, tapi ada sedikit kesalahan. Kami akan segera memperbaikinya,” ujar manager itu sangat sungkan kepada Tuan muda dari salah satu keluarga paling kaya dan berpengaruh di kota ini.

Chris hanya menyipitkan matanya ke arah Manager itu, wajahnya sudah tidak enak. Tentu dia tidak suka dengan hal seperti ini. Tapi dia tidak berkomentar apa pun. Tapi hal ini malah membuat Manager itu makin gugup.

“Tuan, saya izin dulu,” ujar Manager itu lagi agar dia bisa segera mengurus semua hal yang sudah dihancurkan oleh wanita pengemis itu.

Manager itu segera keluar dan turun ke lantai dasar restoran itu. Dia memasang wajahnya yang memelas kesal, bagaimana wanita itu bisa memainkan piano itu? Bukan hanya manajer itu saja yang berpikiran seperti itu. Bahkan para pelanggan di restoran itu juga berpikir yang sama seperti apa yang dipikirkan manajer itu.

Sorot cahaya lampu membuatnya menjadi pusat perhatian semua orang, terutama dengan penampilannya. Athena menarik napasnya. Dia segera meletakkan jari-jemari lentiknya ke atas tuts pianonya. Tetapi kala jarinya menekan tuts dingin itu, sekelebat ingatan mengalir begitu saja ke dalam pikirannya. Gambaran tentang cemoohan  dan ejekan dari orang-orang pada perjamuan sebelumnya yang begitu mengganggu dalam pikiran Athena. Ingatan itu adalah milik dari Athena yang ada dalam novel ini. Saat itu, di dalam pesta yang didatangi oleh Athena yang ada di dalam novel, dia dihina sedemikian rupa dengan latar belakang suara dentingan piano.

Tanpa sadarnya, tubuh Athena bergetar. Sepertinya pemilik tubuh asli ini sangat takut dengan piano ini. Traumanya bisa dirasakan oleh Athena. Athena bahkan tidak bisa mengontrol tubuhnya sekarang. Tentu hal ini membuat nada-nada yang dihasilkan oleh jari-jemari Athena yang gemetar itu menjadi sangat buruk.

“Apa-apaan ini?” suara salah satu dari pelanggan itu terdengar. Sebagian pelanggan juga terdengar mengeluh sambil menutupi telinga mereka. Suara alunan nada yang diciptakan oleh Athena seperti nada dari neraka yang begitu menyakitkan telinga.

“Hei! kau ingin membunuh kami dengan mendengarkan permainan piano ini!” suara marah mulai terdengar dari pelanggan.

“Berhenti! Hei! Kau menyakiti telingaku!” saut yang lain karena permainan Athena.

Restoran yang seharusnya begitu senyap itu tiba-tiba menjadi begitu riuh dengan amarah para pelanggan yang begitu kesakitan mendengar nada piano dari Athena. Keadaan menjadi begitu mencemaskan sehingga membuat Manager itu mencoba untuk menenangkan para pelanggan dengan wajah yang memucat takut. Sudah pasti! Sudah pasti kali ini tamat sudah riwayatnya, pikir Manajer itu yang segera memerintahkan salah satu pelayan untuk menghentikan permainan dari Athena.

Athena mencoba untuk mengontrol dirinya dan juga tubuhnya. Dia menggigit bibirnya dengan begitu kuatnya hingga rasa anyir darah menyeruak dalam rongga mulutnya. Dia melakukan hal itu agar dia segera sadar dan tidak terlarut dalam ingatan tubuh Athena yang ada di dalam novel ini. Untung saja, usahanya untuk tetap sadar itu perlahan akhirnya membuahkan hasil. Gambaran-gambaran tentang cemoohan dan juga hinaan itu perlahan memudar dari ingatannya dan menghilang dari otaknya.

“Hei! rupanyanya itu si nona palsu, memangnya dia mengira dirinya adalah Arabella? Bisa-bisanya dia diundang untuk bermain piano! Benar-benar mem ….” provokasi Demian pada para pengunjung. Dia memang sengaja ingin membuat Athena malu sehingga menghinanya seperti itu.

Dong!!!

Athena sekali lagi menekan tuts piano itu dengan keras sebelum pelanggan yang hingga berdiri untuk menyampaikan sumpah serapahnya itu selesai. Seketika keadaan yang tadinya riuh langsung menghening seketika karena aksi dari Athena. Damian pun diam terbungkam.

Damian terbungkam  dan tampak menjadi malu karena tiba-tiba saja terdengar nada yang begitu indah dan merdu yang keluar dari grand piano itu. Begitu indah dan merdunya hingga sekarang semua orang terpaku  mendengarnya. Athena memainkan nada dari lagu yang palin sulit untuk dimainkan dengan penuh penghayatan. Indahnya suara yang dimainkan oleh Athena membuat mereka bagaikan membuat mereka masuk ke dalam dunia khayalan. Banyak diantara tamu-tamu yang berpakaian rapi dan mewah itu sampai ternganga mulutnya, tak sadar terbuai oleh alunan indahnya.

Suasana masih begitu hening bahkan setelah Athena selesai memainkan lagunya. Semua masih tidak bisa keluar dari kekaguman dan keterbuaian mereka akibat permainan Athena. Hampir satu menit setelahnya baru orang tersadar bahwa Athena sudah selesai memainkan pianonya dan saat mereka tersadar semuanya bertepuk tangan begitu meriah hingga mereka semua bersorak dan memuji permainan dari Athena.

“Benar-benar bagaikan permainan dari surga!” pujian itu menggaung riuh untuk Athena.

Terpopuler

Comments

Klara Rosita

Klara Rosita

Woooww...

2022-05-29

0

Neneng Aaa

Neneng Aaa

manusiawi

2022-05-12

0

bunda fz

bunda fz

tadi aja menghina...itulah manusia

2022-02-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Perpindahan yang membingungkan.
2 Bab 2.
3 Bab 3. Kau kira kau ini siapa?
4 Bab 4. Puas! baiklah, ayo kita mulai!
5 Bab 5. Permainan dari surga.
6 Bab 6
7 BAB 7. Seorang bos besar.
8 Bab 8. Goddess of war
9 Bab 9. Wanita yang Arogan sekali.
10 Bab 10. Dipermalukan atau mempermalukan?
11 Bab 11.
12 Bab 12. si nona palsu!
13 Bab 13. Umpan yang dimakan.
14 Bab 14.
15 Bab 15. Aku ingin ikut dengnamu
16 Bab 16. Ini adalah gayaku!
17 Bab 17. Ayo kita berlomba.
18 Bab 18. Kau memang wanita yang arogan!
19 Bab 19. Dia bukan wanita yang seperti kakak pikirkan
20 Bab 20. Wanita yang mata duitan.
21 Bab 21. Jelaskan bagaimana caranya aku bisa melakukan hal seperti itu?
22 Bab 22. Dia hanya pura-pura pingsan.
23 Bab 23. Seorang dokter yang muda dan tampan
24 Bab 24. Orang yang bisa melakukan hal itu pastilah orang yang hebat sekali.
25 Bab 25. Dia harus membuat rencana.
26 Bab 26. Kalau tidak suka, tidak perlu memainkannya!
27 Bab 27. Premenstuasi sindrome
28 Bab 28. Luka di sekujur wajah.
29 Bab 29. Sesuatu yang menyusahkan.
30 Bab 30. Bayaranku sekarang sudah naik.
31 Bab 31. Wanita yang sedang mensturasi memang sedikit menyeramkan.
32 Bab 32. Adik kecil
33 Bab 33. Kecewa
34 Bab 34. Arabella! seumur hidupmu, kau tidak akan pernah menang dariku.
35 Bab 35. Aku memohon dengan sangat padamu.
36 Bab 35. Berikan aku sepuluh juta!
37 Bab 37. Tak akan rela memberikan sepeser uang pun untuknya.
38 Bab 38. Athena melakukan hal itu?
39 Bab 39. Jangan pernah menyentuhku!
40 Bab 40. Kalau kau mau kau boleh memilikinya.
41 Bab 41. Kedepannya aku akan mengikutimu!
42 Bab 42. Kau bilang tak akan pergi dariku.
43 Bab 43. Hanya memberikan sedikit pelajaran.
44 Bab 44. Aura dingin yang mencekam.
45 Bab 45. Aku punya cara mengetahui semuanya.
46 Bab 46. Apakah jika orangnya menjijikan, uangnya tidak?
47 Bab 47. Lalu menurutmu bagaimana hubungan kita selama ini?
48 Bab 48. Aku tak akan kalah darinya.
49 Bab 49. Kau mau ke mana?
50 Bab 50.
51 Bab 51. Permainan curang.
52 Bab 52. Dia curang!
53 Bab 53. Kau harus kembali memeriksanya
54 Bab 54. patahkan jarinya sekarang!
55 Bab 55. Memotong Lidahnya.
56 Bab 56. Apa kau yang melakukannya?
57 Bab 57. Maukah kau jadi pasanganku?
58 Bab 58.
59 Bab 59. seorang wanita.
60 Bab 60. kisah cinta yang lalu.
61 Bab 61. Pria ini adalah dokter nomor Satu!
62 bab 62. Mencari Adik Kecil.
63 Bab 63. Aku semakin kesal melihatmu!
64 Bab 64. kalau bukan karena dia kau tidak akan ...
65 Bab 65. Apa kau ingin langsung membunuhnya?
66 bab 66. Obat yang ampuh?
67 Bab 67. Menelan egonya sendiri
68 Bab 68
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Bab 1. Perpindahan yang membingungkan.
2
Bab 2.
3
Bab 3. Kau kira kau ini siapa?
4
Bab 4. Puas! baiklah, ayo kita mulai!
5
Bab 5. Permainan dari surga.
6
Bab 6
7
BAB 7. Seorang bos besar.
8
Bab 8. Goddess of war
9
Bab 9. Wanita yang Arogan sekali.
10
Bab 10. Dipermalukan atau mempermalukan?
11
Bab 11.
12
Bab 12. si nona palsu!
13
Bab 13. Umpan yang dimakan.
14
Bab 14.
15
Bab 15. Aku ingin ikut dengnamu
16
Bab 16. Ini adalah gayaku!
17
Bab 17. Ayo kita berlomba.
18
Bab 18. Kau memang wanita yang arogan!
19
Bab 19. Dia bukan wanita yang seperti kakak pikirkan
20
Bab 20. Wanita yang mata duitan.
21
Bab 21. Jelaskan bagaimana caranya aku bisa melakukan hal seperti itu?
22
Bab 22. Dia hanya pura-pura pingsan.
23
Bab 23. Seorang dokter yang muda dan tampan
24
Bab 24. Orang yang bisa melakukan hal itu pastilah orang yang hebat sekali.
25
Bab 25. Dia harus membuat rencana.
26
Bab 26. Kalau tidak suka, tidak perlu memainkannya!
27
Bab 27. Premenstuasi sindrome
28
Bab 28. Luka di sekujur wajah.
29
Bab 29. Sesuatu yang menyusahkan.
30
Bab 30. Bayaranku sekarang sudah naik.
31
Bab 31. Wanita yang sedang mensturasi memang sedikit menyeramkan.
32
Bab 32. Adik kecil
33
Bab 33. Kecewa
34
Bab 34. Arabella! seumur hidupmu, kau tidak akan pernah menang dariku.
35
Bab 35. Aku memohon dengan sangat padamu.
36
Bab 35. Berikan aku sepuluh juta!
37
Bab 37. Tak akan rela memberikan sepeser uang pun untuknya.
38
Bab 38. Athena melakukan hal itu?
39
Bab 39. Jangan pernah menyentuhku!
40
Bab 40. Kalau kau mau kau boleh memilikinya.
41
Bab 41. Kedepannya aku akan mengikutimu!
42
Bab 42. Kau bilang tak akan pergi dariku.
43
Bab 43. Hanya memberikan sedikit pelajaran.
44
Bab 44. Aura dingin yang mencekam.
45
Bab 45. Aku punya cara mengetahui semuanya.
46
Bab 46. Apakah jika orangnya menjijikan, uangnya tidak?
47
Bab 47. Lalu menurutmu bagaimana hubungan kita selama ini?
48
Bab 48. Aku tak akan kalah darinya.
49
Bab 49. Kau mau ke mana?
50
Bab 50.
51
Bab 51. Permainan curang.
52
Bab 52. Dia curang!
53
Bab 53. Kau harus kembali memeriksanya
54
Bab 54. patahkan jarinya sekarang!
55
Bab 55. Memotong Lidahnya.
56
Bab 56. Apa kau yang melakukannya?
57
Bab 57. Maukah kau jadi pasanganku?
58
Bab 58.
59
Bab 59. seorang wanita.
60
Bab 60. kisah cinta yang lalu.
61
Bab 61. Pria ini adalah dokter nomor Satu!
62
bab 62. Mencari Adik Kecil.
63
Bab 63. Aku semakin kesal melihatmu!
64
Bab 64. kalau bukan karena dia kau tidak akan ...
65
Bab 65. Apa kau ingin langsung membunuhnya?
66
bab 66. Obat yang ampuh?
67
Bab 67. Menelan egonya sendiri
68
Bab 68

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!