Chris menyipit matanya menatap layar yang menyala di depannya. Wajahnya berubah sinis ketika sebuah pesan muncul di layar komputernya. Dia memainkan rahangnya ketika selesai membaca pesan itu.
“Arogan sekali,” decihnya sebelum dia membalas pesan dari seseorang yang bernama panggilan Goddess Of War.
Tentu pemikiran dari Chris bahwa siapa pun yang ada di balik akun Goddess of war adalah seorang yang sombong tidaklah berlebihan. Seorang peretas terkenal saja beberapa waktu yang lalu mencoba untuk rekayasa ulang data yang dia berikan dan langsung menyerah, karena itu dia berani untuk memasang imbalan begitu tinggi karena dia yakin tak akan ada yang bisa memecahkan dan mereka ulang data itu. Dan tiba-tiba, orang ini mengatakan dia hanya butuh beberapa menit untuk bisa memecahkannya? benar-benar sangat arogan, pikir Chris sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mengetikkan sesuatu.
CLegend : “Jangan banyak bicara! Jika bisa memecahkannya, pecahkan sekarang! Aku akan menunggumu!”
Chris menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi kerjanya. Wajahnya tampak menanti balasan dari orang baru yang sudah membuatnya kesal. Dia kira tugas ini hanya main-main? Dia akan memberikan pelajaran padanya agar tak asal bicara.
Goddess Of War : “Baiklah!”
Athena melemaskan jari-jarinya sebelum dia memulai untuk memecahkan data yang diberikan oleh si pengunggah. Tentu hal ini bukan apa-apa baginya. Athena langsung tampak begitu fokus di depan layarnya.
Namun, tiba-tiba saja jari-jemarinya yang lentik itu seketika berhenti. Athena mengerutkan dahinya semakin lama semakin dalam. Jarinya yang tadinya berada di atas papan keyboard berpindah ke arah perutnya. Ah! Ini pasti karena dia makan sesuatu yang sangat pedas tadi dan sekarang perutnya bergejolak.
“Sial! Kenapa harus sekarang sakit perutnya!” umpat Athena pada dirinya sendiri.
Athena tak suka mengerjakan sesuatu yang sudah dia mulai setengah-setengah tapi ternyata perutnya tidak bisa dia ajak kompromi sama sekali. Athena segera berdiri dan melihat ke segala arah. Rasanya tadi dia melihat tulisan ‘Toilet’ di salah satu dindingnya.
“Hei! Operator! Di mana toilet-nya?” teriak Athena pada operator yang langsung menunjuk sebuah arah. Begitu mata Athena melihat tulisan itu dia bergegas ke arah kamar kecil itu. Athena segera menuntaskan semua hajat yang dia rasakan. Lain kali dia tidak akan memesan makanan itu lagi, mengganggu orang bekerja saja, katanya pada dirinya sendiri.
Setelah setengah jam setengah jam meninggalkan komputernya. Akhirnya Athena kembali dan segera duduk di depan layar komputernya. Matanya segera menangkap pesan-pesan yang dikirimkan oleh pengunggah yang mengejeknya.
CLegend : “Mana? Bukannya kau baru saja mengatakan bahwa kau hanya bisa memecahkan dan merekayasa ulang datang itu dalam waktu beberapa menit saja?”
CLegend : “Hei! Apa kau sudah pingsan? Mana kata-katamu yang sombong itu!”
Athena melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan wajah malasnya. Tentu dia tidak ingin memperdulikan cemoohan dari pengunggah yang menurutnya ingin menurunkan konsentrasinya.
Athena segera membuat jari-jemarinya menari di atas keyboard itu seperti dia memainkan lincah tangannya di atas tuts piano semalam. Matanya bahkan begitu fokus hingga jarang berkedip menatap ke arah layar yang cahayanya menimpa wajahnya. Athena menarik senyumnya. Tak lama dia menekan satu tombol dari keyboard itu dengan cukup keras dan data itu sudah berhasil dipecahkan dan dia rekayasa ulang.
CLegend : “Ah! Sudahlah! Orang baru sepertimu hanya terlalu banyak omong tanpa ada kemampuan! Kau hanya membuang-buang waktuku!”
Athena memajukan bibirnya ketika dia melihat pesan terakhir dari pengunggah yang masih mengejeknya. Dia tetap mengabaikannya dan segera mengirimkan data itu kembali pada pengunggah.
Goddess Of War : “Aku sudah selesai! Kau bisa memeriksanya.”
Chris melihat sebuah data baru saja masuk ke dalam komputernya. Dia menaikkan satu sudut bibirnya. Merasa hal ini tak mungkin. Seorang peretas kelas atas saja hingga seminggu ini belum bisa memecahkan dan merekayasa data yang dia berikan. Apalagi orang yang baru saja bergabung seperti dirinya ini. Chris merasa hal itu hanya membuang-buang waktunya saja dan pastilah hasilnya tidak sesuai dengan keinginannya.
CLegend : “Waktuku terlalu berharga untuk memeriksa hasil kerja dari seorang amatiran sepertimu.”
Athena yang membaca pesan itu hanya memainkan bibirnya. Pengunggah ini juga sangat sombong. Bagaimana dia tidak percaya dengan hasil yang Athena buat.
CLegend : “Sudahlah! Hari ini aku sedang berbaik hati. Kau tidak perlu memberikanku dua kali lipat dari harga tugas ini. Anggap saja kali ini aku sedang memberikan pelajaran agar tidak terlalu congkak! Lain kali pikirkan dulu apa yang ingin kau lakukan baru berbicara besar!”
Athena menarik napasnya malas dan juga memutar bola matanya, berupaya untuk membuat dirinya sabar. Seharusnya yang dikatakan sombong dan banyak bicara adalah si pengunggah ini. Belum memeriksa data yang sudah dikirim oleh Athena, dia sudah berkoar-koar tentang berbaik hati dan tidak perlu untuk membayar denda. Athena segera mengetik sebuah pesan untuk si pengunggah tugas.
Goddess Of War : “CLegend, silakan memeriksa data yang saya kirim dahulu sebelum Anda membalas pesan ini.”
Chris yang mendapatkan pesan itu mengerutkan dahinya. Ternyata anak baru ini tetap saja ingin dia memeriksa hasil kerjanya. Chris membuang napas panjangnya dan merasa hal ini sebenarnya sia-sia. Tapi seperti yang dia katakan tadi, hari ini dia sedang berbaik hati jadi dia punya beberapa menit untuk memeriksa hasil kerja amatiran ini.
Chris meng-klik data yang dikirimkan padanya. Dia segera membuka dan matanya yang berwarna hazel itu membesar. Apa yang ada di hadapannya saat itu membuatnya langsung tercengang. Bagaimana bisa? pikirnya sambil geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa dia melakukan ini hanya dalam waktu tak lebih dari satu jam, bahkan ini belum satu jam! pekik Chris lagi yang masih dengan wajahnya yang tercengang melihat jam Rolex keluaran terbaru di pergelangan tangannya. Dia segera mengirim pesan pada Goddess of War.
CLegend : “Bagaimana kau bisa melakukannya? Siapa kau sebenarnya?”
Chris menunggu balasan dari Goddess Of War dengan sedikit tak sabaran. Di dalam otaknya dia mencari-cari kemungkinan siapa jati diri sebenarnya dari Goddess of war ini. Data yang dia kirim sekali lagi bukanlah data sembarangan. Data ini hampir mustahil untuk dipecahkan dan direkayasa ulang seperti permintaannya. Tapi … ah! Mungkin saja dia adalah salah satu peretas kelas atas yang menyamar menjadi anggota baru. Ya! Dia hanya ingin mengerjai Chris yang memang merupakan salah satu orang yang dikenal legendaris di dunia maya.
CLegend : “Ayo katakan kau siapa! Jangan-jangan kau adalah Vendetta!”
Athena mengerutkan dahinya melihat pesan yang kembali dikirimkan oleh si pengunggah.
Goddess of War : “Aku bukan siapa-siapa. Aku mau imbalanku, kirim ke rekening XX-XXXX-XXXX.”
Chris memainkan bibirnya tapi dia segera menyambar ponselnya. Perjanjian tetaplah perjanjian. Seperti yang dia tulis sebagai imbalan, Chris segera mengirim uang sebanyak sepuluh miliar ke dalam rekening yang dicantumkan oleh Goddess Of War.
Athena yang mendapatkan notifikasi bahwa di rekeningnya sudah masuk sejumlah uang yang sesuai dengan yang dijanjikan oleh pengunggah langsung keluar dari laman itu. Chris yang tadinya masih penasaran dengan pemilik akun Goddess Of War langsung diam melihat tanda luar jaringan (offline).
Athena tersenyum senang melihat begitu banyak uang yang sudah dia hasilkan. Athena sudah memiliki sebuah rencana untuk mencari sebuah rumah agar dia bisa bernaung di tempat ini dengan uang yang dia hasilkan tadi. Athena lalu membuka sebuah brosur perumahan yang tadi sempat dia lihat. Sebuah perumahan yang tidak jauh dari sekolah dan memiliki keamanan yang baik.
Setelah melihat dan membeli sebuah rumah di tempat itu. Athena merasa puas dan segera ingin pergi dari sana. Tapi saat Athena melangkah keluar dia tak sengaja melihat Arabella dan Renata yang baru saja keluar dari sebuah mobil yang terparkir di depan tempat pemasaran perumahan itu.
Tak hanya Athena yang melihat Arabella dan ibunya. Mereka juga ternyata bisa melihat jelas Athena ada di sana. Renata yang berjalan mendekat ke arah Athena tampak melemparkan tatapan dan wajah jijik ke arah Athena.
“Bagaimana seorang nona palsu yang menjijikkan sepertimu bisa datang ke tempat seperti ini?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
yuhuwww
.
2022-06-11
0
Murniyati
tunggu aja Arabela kau akan mendapat balasan dari Athena huh
2022-06-08
0
Lyla Lyla
goodjob
2022-05-31
0