“Pasti kau datang ke sini hanya ingin melakukan sesuatu yang memalukan, benar bukan? Wanita manja sepertimu tak akan bisa menjadi apa-apa di kota seperti ini,” culas Renata memandang Athena dengan sudut matanya. Arabella yang ada di sampingnya hanya diam menatap Athena tapi di dalam hatinya sebenarnya dia tertawa dengan hinaan yang dilontarkan oleh ibunya. Athena hanya menggenggam tangannya mencoba menenangkan dirinya.
“Maaf, tapi aku ke sini untuk membeli sebuah rumah,” ujar Athena dengan sedikit angkuh.
“Benarkah? Apa kau tidak salah bicara? Wanita dengan penampilan gembel sepertimu ingin bermimpi membeli rumah di sini? ayolah Athena, kau ini bukan nona muda keluarga Delaveto lagi!” ujar Arabella dengan gayanya yang menjijikkan.
“Hei! Kau ke mari! Wanita ini, jika dia mengaku adalah nona muda dari keluarga Delaveto, itu semua bohong! Usir saja dia, tempat ini bagaimana bisa saja menerima orang seperti dia untuk masuk ke dalam sini! lain kali kalian harus berhati-hati memilih pelanggan, pembohong seperti dia harus kalian tolak sebelum masuk ke dalam,” ujar Nyonya Renata memanggil dan memarahi salah satu dari agen perumahan itu.
“Apa kau tidak salah ucap? aku? mengaku sebagai nona muda Delaveto? maaf tapi bagiku itu adalah sebuah penghinaan besar. Untuk apa aku mengakui diriku sebagai salah satu dari keluarga yang tidak punya hati dan sombong seperti keluarga kalian?” ujar Athena tenang dan juga teratur agar terlihat tidak terpancing oleh kata-kata pedas Renata.
“Athena, apa yang kau katakan? Bagaimana bisa kau menghina keluarga yang sudah membesarkanmu? Apa kau tidak punya rasa terima kasih? Kau memang tak pantas menjadi seorang nona muda!” kata Arabella sedikit kesal dengan kata-kata Athena yang menurutnya tidak tahu berterima kasih. Kalau bukan karena mereka tertukar sejak kecil, mana mungkin Athena bisa seperti ini.
Athena mendengus kasar saat dia memindahkan pandangannya ke arah Arabella. “Aku tidak tahu terima kasih? Bagaimana kelakuan kalian padaku?” berang Athena.
“Arabella, kita tidak perlu berdebat dengan wanita ini. Hei! Kalian sekali lagi harus menaikkan standar kalian dalam menerima tamu! perumahan elit seperti ini sayang sekali menerima orang menjijikan seperti nona palsu seperti ini. Dia hanya penipu!” ujar Nyonya Renata kembali mengomeli agen perumahan yang ada di sana. Mereka hanya mengangguk-angguk mengerti. Tentu hal itu membuat Athena semakin berang.
“Benar, tempat sebagus ini tidak sepatutnya menerima orang seperti dia!” tunjuk Arabella yang mulai memunculkan belangnya.
“Aku sudah membeli sebuah rumah di sini! bagaimana dengan kalian? Aku jadi curiga, apa kalian hanya datang ke sini hanya untuk mencari keributan dan menghina tempat ini karena ada diriku? Jangan terlalu banyak bicara, jika mampu, belilah satu rumah di sini, baru kalian bisa menunjukkan wajah sombong kalian itu di depanku!” ujar Athena lagi menantang Nyonya Renata yang terus memandangnya rendah.
“Hahaha!” gelegar tawa dari nyonya Renata membahana, nadanya begitu terdengar mengejek sanggup membuat kesal siapa saja yang mendengarnya. “Kau ini sangat lucu. Bermimpi saat kau sedang terjaga. Jadi kau kira aku akan percaya bahwa kau memiliki uang yang cukup untuk membeli rumah di sini? teruslah bermimpi. Rumah di tempat ini paling murah adalah satu miliar, dari mana kau mendapatkan uang sebanyak itu? teruslah bermimpi, Athena!” ejek Nyonya Renata lagi pada Athena yang sudah mencoba menahan dirinya dengan mengepalkan kedua tangannya erat hingga kuku-kukunya menekan daging tangannya.
“Hei! kalian ini lihat apa? kenapa masih berdiri di sana dan diam saja! Cepat usir wanita menjijikkan ini dari tempat kalian ini, aku jadi tidak berselera untuk masuk ke dalam sana, hah!” perintah Nyonya Renata yang tak ingin lagi melihat kelakukan dari Athena. Sudah tak punya apa-apa masih berlagak seperti seorang nona muda.
“Baik Nyonya,” ujar mereka seraya mengangguk dan segera mendekati Athena. Athena melihat hal itu segera mengerutkan dahinya.
“Nona, Maaf, tapi Anda harus pergi dari sini,” ujar salah satu agen perumahan itu. Melihat itu Nyonya Renata menaikan satu sudut bibirnya sambil melipat tangannya di depan dada bersikap dengan angkuhnya. Athena hanya menyipitkan matanya melihat kelakuan dua iblis wanita di dekatnya itu.
“Kenapa kalian mengusirku, aku adalah pelanggan dari tempat ini!” kesal Athena pada agen yang mulai ingin menarik lengannya agar membawa Athena menjauh dari sana.
“Athena berhentilah berimajinasi! cepat usir dia sebelum ibuku semakin kesal,” ujar Arabella yang merasa sikap Athena sangat miris karena tidak bisa menerima keadaannya hingga menjadi seperti ini, kasihan sekali. Tapi dia ingin melihat para agen menyeret Athena dari sana. Pastinya akan sangat memalukan bagi Athena. Athena tentu melawan dan bertahan agar tidak diseret pergi dari saja.
“Hei! Apa yang kalian lakukan!” suara seorang pria yang merupakan manager dari tempat itu terdengar cukup menggema membuat kaget para agen, juga Nyonya Renata dan Arabella. Para agen yang melihat manager mereka tampak marah langsung melepaskan Athena.
“Kalian harus meminta maaf pada Nona Athena karena Nona ini adalah seorang pelanggan besar dari kita dan sudah memberi rumah tipe Orchid yang berharga lebih dari enam miliar.”
“Ha? enam miliar?” ujar Arabella yang langsung terkejut mendengar harga yang dikatakan oleh manager.
Nyonya Renata dan Arabella saling melemparkan tatapan dengan wajah terkejut yang membuat mata mereka membesar sehingga tampak seolah ingin keluar dari rongga mata mereka. Mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh manajer perumahan itu. Athena? Membeli rumah dengan harga lebih dari enam miliar.
Para agen yang mendengar itu langsung kaget dan mereka serempak membungkukkan tubuh mereka di depan Athena dan langsung meminta maaf, “Nona, maafkan kami!” ujar mereka hampir serempak. Athena hanya menyipitkan matanya sambil memandang kesal pada para agen perumahan itu.
“Tidak mungkin! Mana mungkin wanita seperti dia bisa membeli rumah dengan harga setinggi itu!” ujar Nyonya Renata yang merasa hal ini tidak mungkin. Dia tidak ingin mempercayainya.
“Tapi Nona Athena memang sudah membeli rumah dengan harga tinggi. Maafkan saya Nona, saya kembali ke sini karena ingin memberikan kontrak yang lupa Anda ambil tadi,” ujar Manager itu begitu ramah.
“Baiklah, terima kasih,” ujar Athena mengambil surat kontrak itu dari tangan Manager itu.
Setelah mengambil surat kontrak itu.Athena melirik ke arah Renata dan Arabella. “Bukannya sudah aku katakan? Aku tidak perlu menggunakan nama keluarga kalian untuk bisa hidup di sini! sekarang, lihatlah rumah yang bisa kalian beli, mungkin saja nanti kita bisa menjadi tetangga,” sarkas Athena sambil menaikkan satu sudut bibirnya menunjukkan senyuman remehnya pada Renata dan Arabella yang langsung berwajah kecut karena merasa sudah gagal mempermalukan Athena. Kenyataannya malah mereka yang dipermalukan sekarang.
Athena segera berjalan karena sudah muak melihat wajah Nyonya Renata dan Arabella. Tapi ketika dia melangkah, Arabella tiba-tiba saja langsung menghadang jalannya. Tentu hal itu membuat Athena kaget dan melihat Arabella dengan kesal.
“Kau ingin apa lagi?” tanya Athena.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Klara Rosita
Saatnya pembalasan
2022-05-29
0
Neneng Aaa
yes
2022-05-12
0
Andras 28
hahaha awas matanya beneran jatoh tar kaga bisa liat deh😂😂
2022-01-21
0