“Aku tidak mau membayar terlebih dahulu karena restoran ini tidak punya aturan seperti itu!” ujar Athena yang merasa sangat dipermalukan karena hal ini. Bagaimana bisa dia diminta untuk membayar terlebih dahulu. Bukankah itu tandanya mereka percaya pada pria bermulut bebek ini? Percaya bahwa Athena memang tidak memiliki uang. Athena geram sekali hingga mengepalkan tangannya erat.
“Dengar! Dengar! Kau bisa mendengarnya sendiri bukan? Huh! Dia tidak ingin membayar makanannya terlebih dahulu dengan alasan seperti itu, padahal yang sebenarnya adalah dia memang tidak punya uang untuk membayar apa yang dia pesan. Jadi! Sebelum pesanannya datang dan juga kalian akan rugi. Lebih baik kalian mengusirnya sekarang! usir, usir, usir !” ujar pria gemulai itu dengan gayanya yang memuakkan bagi Athena dan Axcel. Terlalu berisik dan sangat terlihat mendesak pelayan yang tak tahu apa-apa.
Pelayan itu jadi bingung harus bagaimana, dia benar-benar tidak enak untuk mengusir Athena dan juga apa yang dikatakan oleh Athena benar. Restoran ini tidak punya peraturan seperti itu. Tapi, dia juga tidak bisa membantah pria ini. Bagaimana jika dia ternyata benar?
“Kau ini bodoh ya! Sudah melihat dan mendengarnya sendiri bahwa wanita ini tidak bisa membayar. Kau masih saja hanya diam melihatnya! Kau seharunya melakukan apa yang aku minta! Dasar pelayan bodoh!” caci pria itu pada pelayan yang menurutnya tidak melakukan apa-apa. Bukannya membantu, pelayan ini semakin membuatnya emosi.
“Baiklah, aku akan setuju untuk membayar makananku terlebih dahulu,” ujar Athena yang melihat wajah pelayan itu tampak kasihan dan kesulitan menjadi tak enak. Semua gara-gara pria aneh ini.
Pria gemulai yang mendengar persetujuan dari Athena hanya memandangnya rendah. Menurutnya Athena mengatakan hal itu karena sudah kalah malu. Dan tentu dia masih percaya bahwa Athena tidak memiliki uang sama sekali.
“Tapi aku ingin mengusulkan sesuatu untukmu!” ujar Athena yang segera menunjuk batang hidung si pria gemulai itu. Melihat Athena sudah berani menunjuknya, pria itu menyipitkan matanya menatap Athena.
“Apa tantangan yang ingin kau berikan padaku?”
“Mari kita bertaruh! Jika aku bisa membayar pesananku terlebih dahulu, maka Kau mentraktir seluruh pelanggan yang ada di restoran ini termasuk kami berdua. Lalu kau juga harus memberiku sebotol anggur paling mahal yang ada di restoran ini! Bagaimana, apa kau berani?” tantang Athena dengan lantang.
Axcel yang mendengar itu hanya diam melihat tingkah Athena. Dia sudah tahu akan seperti ini jadinya. Athena memang seorang wanita yang tidak bisa diinjak-injak harga dirinya.
“Apa kau sudah gila? Untuk apa aku mentraktirmu apalagi harus memberikanmu sebotol anggur merah. Mimpi saja kau!” ujar pria itu lagi yang merasa tantangan dari Athena sangat konyol.
“Oh, baiklah, tenyata mentalmu hanya sekedar berkoar-koar saja. Menerima tantangan dari seorang nona palsu yang tidak punya uang saja kau takut. Sangat memalukan sekali,” ejek Athena. Pria itu langsung membesarkan matanya mendengar ejekan dari Athena. Hancur harga dirinya jika dia direndahkan oleh orang yang paling rendah menurutnya.
“Jangan terlalu berharap. Sekarang banyak orang yang hanya bisa mengandalkan omongan saja. Padahal dia sendiri tidak punya apa-apa. Tak perlu ditanggapi, Kak. Lelaki seperti dia tidak punya uang yang cukup untuk mentraktir semua orang di sini dan juga memberikan kita anggur. Dia tak sekaya kita, Kak!” sahut Axcel yang membuat pria itu semakin terbakar api emosi. Dihina oleh nona palsu ini sudah sangat terasa rendah. Ditambah dengan hinaan dari seorang anak kecil yang tidak tahu asal usulnya ini, tentu dia sudah tidak bisa lagi mentolerirnya.
“Baiklah! Aku setuju! Kau kira aku tidak punya uang untuk mentraktir semua orang di sini, Heh?! aku adalah Beverly! Aku punya uang lebih dari semua ini. Mentraktir kalian semua adalah hal kecil untukku!” ujarnya sombong sambil menaikkan dagunya.
Athena mendengar itu menaikkan satu sudut bibirnya. Akhrinya umpannya termakan juga. Walaupun punya banyak uang, tapi siapa yang tak suka makan gratis dan juga mendapatkan sebotol anggur yang paling mahal di sini. Axcel pun tersenyum sinis melihat ke arah Athena. Mereka berhasil memancingnya masuk jebakan mereka.
“Baiklah, aku akan mengikuti peraturannya. Ini, aku akan membayar semua makananku terlebih dahulu,” ujar Athena menyerahkan sebuah kartu debit kepada pelayan.
“Baik Nona,” ujar pelayan itu dengan sopan mengambil kartu debit dari tangan Athena dan dia segera berjalan menuju ke kasir. Pria itu hanya memandang Athena dengan tatapan sinis. Penuh percaya diri bahwa dirinya akan menang tantangan ini.
Tak lama pelayan itu segera berjalan kembali ke meja Athena. “Silakan masukan PIN Anda, Nona.”
Athena segera menekan enam angka dan menunggu mesin itu untuk memproses pembayarannya.
“Nona, maaf, tapi kartu debit Anda tidak bisa digunakan. Server dari debit anda menolak untuk digunakan, apa Anda punya kartu yang lain?” Pelayan itu menunjukkan mesin EDC yang memang menunjukkan bahwa transaksi itu tidak dapat diproses.
Mendengar dan melihat hal itu membuat Athena segera mengerutkan dahinya. Axcel juga tampak kaget. Mereka sudah melakukan tantangan dan sekarang kartu debit itu tidak bisa digunakan.
“Haha! Lihatlah! Sekarang kau percaya dia tidak punya uang untuk membayar makanannya bukan?” ejek pria itu dengan sangat arogan setelah melihat hal itu . “Aku sudah tahu, nona palsu sepertimu hanya besar bualannya saja. Kau masih bermimpi punya uang banyak? Seharusnya kau sadar diri! Kau sekarang hanya wanita miskin yang tak punya apa-apa. Tanpa keluarga kayamu itu, kau tidak ada apa-apanya selain gadis sombong yang tidak tahu diri!” cemohoon pria itu dengan wajahnya yang bangga. Dia sudah benar tentang wanita ini. Untuk apa dia merasa sedikit ragu tadi? “Gadis seperti ini masih berani dengan angkuh bertaruh denganku! Kau tidak tahu aku siapa?” lanjutnya dengan senyuman yang sangat sinis, dia bahkan memandang Athena dengan ujung matanya.
Athena yang hanya bisa mengerutkan dahinya melirik ke a rah kartu yang di sodorkan oleh pelayan itu. Athena baru sadar bahwa dia ternyata mengambil dan menyerahkan kartu yang salah.
“Maaf, aku salah memberikanmu kartu. Gunakan kartu ini,” ujar Athena yang segera mengambil kartu yang salah dan menyerahkan kartu yang benar.
Pelayan itu hanya tersenyum tipis menyembunyikan kecurigaannya. Apakah wanita ini benar-benar memiliki uang untuk membayar atau tidak? Tapi dia sekali lagi dia mengambil kartu itu.
“Baik Nona,” ujarnya sekali lagi mencoba menggunakan kartu debit itu pada mesin EDC yang dia bawa.
“Hahaha! Sudahlah, jika tidak punya uang, jangan terus berlagak seperti punya uang! Sudah! Tak perlu mencobanya, paling hasilnya tetap ditolak,” ujar pria itu tertawa keras, puas menertawakan Athena yang hanya diam menatap pria gemulai itu.
“Silakan Nona, masukkan PIN Anda,” ujar pelayan itu lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Klara Rosita
Awas nanti habis uangmu untuk mentraktir semua orang.. 😄😄
2022-05-29
0
Neneng Aaa
hafeg
2022-05-12
0
bwlnchy
up
2022-04-13
0