Athena segera turun dari mobil saat mereka sudah sampai di restoran yang mewah dan terkenal di kota itu. Athena juga langsung melihat ke arah Axcel yang mencoba turun dari mobil mereka.
“Kau ingin aku bantu?” tanya Athena melihat Axcel yang sedikit kesulitan keluar dari mobil itu. Tentu saja dia tidak benar-benar ingin membantu Axcel, dia hanya ingin menggoda bocah laki-laki yang terus saja berusaha menunjukkan bahwa dia adalah orang dewasa.
“Tidak perlu, aku bukan anak kecil,” kata Axcel lagi yang mulai kesal dengan tingkah Athena. Sedari tadi dia terus menggoda Axcel dan memperlakukannya seperti anak kecil.
“Hahaha, lihat langkah kecilmu itu. Kau bahkan kesulitan mengejar langkahku. Baiklah aku akan berjalan lebih pelan agar adik kecil bisa berjalan di sampingku,” goda Athena lagi. Terlalu suka dengan wajah kesal nan imut yang ditunjukkan oleh Axcel.
“Itu karena sekarang kakiku pendek, jika aku dalam tubuh asliku, langkahmu juga akan kalah.”
“Uluh-uluh, jangan kesal begitu adik kecil. Jika kau kesal, aku jadi tidak bisa berhenti untuk menggodamu karena wajahnya itu benar-benar lucu,” ujar Athena seraya mengacak-acak rambut Axcel. Tentu Axcel semakin kesal dengan tindakan Athena yang benar-benar memperlakukannya sebagai bocah.
“Silakan Nona, berapa orang?” tanya pelayan yang menyambut mereka di pintu masuk.
“Hanya dua, aku dan anak laki-laki imut ini,” ujar Athena kembali menggoda. Dia tahu betapa kesalnya Axcel dikatakan imut. Axcel hanya meliriknya dengan tajam, tapi sekali lagi, setajam apa pun Axcel berusaha untuk melihat ke arah Athena, kenyataannya wajahnya memang terlihat imut khas anak-anak marah. Hal itu membuat Athena tertawa kecil melihatnya.
“Baiklah, silakan masuk Nona dan Tuan muda, saya akan mengantarkan Anda menuju ke meja Anda,” ujar pelayan itu dengan begitu profesional dan sopan.
Pelayan itu segera membawa Athena dan Axcel ke sebuah meja di bagian pojok di dekat jendela. Athena dan juga Axcel segera memesan makanan yang mereka inginkan. Athena mengerutkan dahi mendengar Axcel memesan steak dengan porsi besar.
“Apa kau bisa menghabiskan apa yang kau pesan? Kenapa tidak memesan menu khusus anak-anak?” ujar Athena lagi. Selalu punya cara untuk menggoda adik kecilnya.
Axcel berwajah malas sambil memutar bola matanya. Semakin dilawan, Athena semakin jadi saja mengejek dirinya. Jadi Axcel berusaha untuk diam saja dan tidak melawani Atehan.
“Wah! Wah! Wah!” suara pria yang terdengar gemulai dengan cara jalan dan juga dandanan yang juga gemulai datang ke arah mereka. Athena hanya mengerutkan dahinya melihat siapa pria dengan sikap yang lebih lentur dari pada seorang wanita tulen. Dia berjalan bak di atas catwalk. Tentu pemandangan yang unik buat Athena dan yang pasti dia tak mengenal pria berkedok wanita ini. “Wah! Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu di sini. Lihatlah, tenyata seorang Nona Muda dari keluarga Delavato ada di sini. Ups! Aku lupa! Kau kan bukan lagi Nona Muda keluarga Delavato, kau hanya seorang nona palsu!” di akhir kata-katanya dia terkekeh sendiri membuat Athena dan Axcel saling lempar pandang kebingungan dengan apa yang dikatakan dan dilakukan pria jadi-jadian ini.
“Sudah, biarkan saja. Kau seharusnya lebih banyak makan atau minum minuman berkalsium agar kau bisa lebih tinggi,” ujar Athena pada Axcel. Berusaha menanggap pria bermulut bebek itu tidak ada di sekitar mereka.
Pria itu mengerutkan dahinya. Apakah kata-katanya tadi masih kurang menohok untuk seorang Athena. Bagaimana bisa dia seolah tidak mendengarkan apa yang dikatakan olehnya?
“Bagaimana Nona palsu yang tidak punya apa-apa ini bisa datang ke sini? Orang sepertimu tidak layak ada di tempat ini!” ujar pria gemulai itu lagi karena tidak ada respon sama sekali dari Athena. Dia malah sibuk berbicara dengan bocah yang ada di depannya. Tentu hal itu membuatnya kesal.
“Aku tidak suka brokoli,” jawab Axcel yang mulai mengikuti permainan dari Athena. Dia juga tidak ingin menanggapi pria ini.
“Bagaimana orang dewasa tidak suka brokoli! Aku jadi sedikit ragu bahwa kau sebenarnya adalah orang dewasa. Makan yang berguna untukmu bukan hanya yang enak!” ujar Athena lagi seperti seorang kakak yang sedang memarahi adik kecilnya. Tentu percakapan antara Athena dan Axcel itu di dengarkan oleh pria itu. Dan hal itu semakin membuatnya terbakar. Bagaimana dia bisa dicueki oleh wanita rendahan seperti dia.
“Hei! Apa kau tidak mendengarku! Apa kau tidak tahu tempat apa ini? Apa menurutmu tempat ini adalah tempat yang pantas kau datangi? Ini adalah rumah makan paling mewah dan terkenal di kota ini. Harga makanannya yang paling murah pun, aku yakin kau tidak bisa membayarnya! Cih! Kau ini mana punya uang! aku rasa kau datang ke sini hanya untuk makan gratis kan?” decihnya dengan sangat sinis. Memandang Athena dengan sudut matanya. Sayang sekali, Athena masih saja tidak memperdulikannya. Saat ini Athena sedang tidak ingin cari ribut dengan siapa pun.
“Lain kali biarkan aku yang memesankan makanan untukmu,” ujar Athena lagi seolah benar-benar tidak terpengaruh dan menganggap pria itu tidak ada.
Hal ini membuat pria itu sangat kesal dan berang dengan kelakukan dari Athena. Bagaimana dengan semua yang dia katakan, wanita ini bahkan tidak menanggapinya sama sekali.
“Hei! Pelayan!” panggil pria itu pada salah satu pelayan yang kebetulan lewat di sana. “Wanita ini adalah nona palsu dari keluarga Delaveto. Dia baru saja diusir oleh keluarganya dan aku pastikan dia tidak punya sepeser pun jadi dia tidak mungkin bisa makan di sini. Jadi menurutku, kau seharunya tahu apa yang harus kau lakukan pada tamu yang hanya ingin makan gratis bukan?” ujar pria itu lagi dengan isyarat agar pelayan itu mengusir Athena dan Axcel. Athena hanya meremas tangannya, berusaha untuk tetap tenang karena dia benar-benar sudah lelah meladeni orang-orang yang selalu mengatakan bahwa dia adalah seorang nona palsu.
Pelayan yang diminta untuk mengusir Athena memandang ke arah Athena dan Axcel. Sebagai seorang pelayan yang punya tata krama dia merasa tak enak untuk mengusir tamu begitu saja. Dia melihat daftar pesanan yang sudah dipesan oleh Athena dan juga Axcel. Melihat itu dia berpikir sesuatu agar membuktikan apakah benar wanita ini hanya ingin makan gratis dan tidak sanggup membayar makannya.
“Nona, maaf, tapi bolehkah Anda untuk membayar terlebih dahulu makanan yang telah Anda pesan?” ujar pelayan itu dengan sangat sopan. Tentu tak ingin membuat pelanggannya menjadi tersinggung karena ulahnya.
Pria itu menaikkan satu sudut bibirnya menjadi sebuah senyuman licik. Dia juga memandang Athena dengan tatapan yang arogan. Dia yakin dengan sangat bahwa wanita ini sama sekali tidak punya uang seperti yang dia pikirkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Klara Rosita
Orang memang lebih sering melihat penampilan
2022-05-29
0
Neneng Aaa
yesterday Oktober
2022-05-12
0
bwlnchy
nexttt
2022-04-11
0