“Jangan menatapku seperti itu. Aku sangat alergi melihat orang yang sudah miskin tapi tidak tahu dir ….”
“Terima kasih Nona, pembayaran Anda sudah berhasil masuk,” ujar pelayan itu menunjukkan pembayaran yang berhasil masuk dan menyerahkan kartu itu dengan senyuman terulas lebar.
Pria yang tadinya masih ingin mengejek Athena langsung terbungkam. Matanya langsung mendelik melotot melihat ke arah mesin EDC yang mengatakan bahwa transaksi itu sukses dilakukan. Wajah pria gemulai itu pun langsung merah padam dan langsung melirik kea rah Athena yang sudah tersenyum lebar, senyuman mengejek.
“Bagaimana? Ehm, siapa tadi namamu? Beverly? Seorang Beverly pasti akan menepati janjinya bukan? Terima kasih untuk traktiran dan juga, Pelayan, aku ingin anggur merah yang paling mahal dan enak di restoran ini!” ujar Athena dengan wajah manis sekali lagi mengejek pria yang sekarang bertampang masam itu.
“Baik Nona,” ujar pelayan itu dengan senyumannya. Dia segera meninggalkan Athena untuk memenuhi pesanan dari tamu yang sudah dipandang rendah ini. Hampir saja dia terpengaruh dengan kata-kata pria gemulai ini. Jika sempat dia mengusir Nona ini, maka bisa-bisa karirnya akan tamat.
“Oh! Ya, orang-orang di sini belum tahu bahwa Anda ingin mentraktir mereka bukan? Baiklah, biar aku saja yang mengumumkannya. Tak perlu malu,” ujar Athena dengan sikapnya yang benar-benar membuat Beverly sangat kesal hingga ke ubun-ubun.
“Tuan dan Nyonya, maaf jika saya menganggu makan siang Anda semua. Tapi di sini saya ingin memberitahukan bahwa Tuan Beverly ini,” ujar Athena sambil menunjuk ke arah Beverly yang bertampang masam di sampingnya. “Akan mentraktir semua pesanan Anda-Anda sekalian. Jadi Anda harus berterima kasih kepada Tuan Beverly karena sudah membayar semua makan siang kita,” ucap Athena yang cukup keras hingga menggema di ruangan itu.
Semua orang yang ada di restoran itu bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Athena. Tapi mereka sedikit kebingungan dengan maksud Athena dan juga melihat wajah Beverly yang masam, mereka memilih untuk diam atau hanya saling pandang.
“Loh, kenapa kalian semua diam? Tuan Beverly yang baik hati ini benar-benar ingin membayar semua makan siang kalian. Jadi berterima kasihlah padanya. Kalian jangan tidak tahu berterima kasih, Ayo! Ucapkan terima kasih pada Tuan Beverly yang cantik ini,” sarkas Athena lagi. Sekaligus mengejek Beverly tentunya.
“Terima kasih Tuan.”
“Terima kasih telah membayar makanan kami.”
Satu persatu seruan terima kasih itu akhirnya terdengar. Athena tersenyum puas mereka akhirnya melakukan apa yang diminta oleh Athena.
Pria gemulai itu menyipitkan matanya memandang Athena dengan tatapan yang begitu marah dan kesal. Dia lalu membuang mukanya dan berjalan menuju kea rah kasir. Athena dan Axcel yang melihat hal itu langsung mengerutkan dahi tapi langsung disambut dengan tawa membahana. Puas melihat wajah pria itu terlihat begitu masamnya. Athena memang senang melihat orang-orang sombong itu mendapatkan pelajaran.
Pria itu menyerahkan kartu kreditnya dengan wajah dan sikap yang marah. Dia menggerutu dalam hati mendapatkan perlakukan seperti itu dari Athena. Tapi dia juga sedikit bingung dari mana nona palsu itu bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Pertanyaan itu hanya bisa dia simpan, tidak mau lagi berurusan dengan wanita semengerikan Athena.
Tak jauh dari kasir, seorang pria paruh baya dengan setelan jas rapi baru saja masuk ke dalam restoran itu. Dia melihat ke arah Beverly yang tampak berwajah ketat dan segera menghampiri keponakannya.
“Ada apa denganmu? Siang begini sudah berwajah ketat seperti itu?” tanya pria paruh baya itu.
“Entahlah, hari ini aku sial sekali! Aku kalah bertaruh! Ah!! Aku sangat membenci wanita ular itu!” jawab Beverly yang tampak asal-asalan menjawab pertanyaan dari pamannya.
“Huh, jangan berwajah seperti itu, kau menakuti tamu-tamuku. Ayo, ikut aku,” ujar pria paruh baya itu seraya membuang napasnya. Tak ingin terlalu peduli dengan apa yang dikatakan oleh Beverly. Keponakannya yang satu ini memang sangat unik.
“Ya, ya, baiklah aku akan ikut dengamu, Paman. Lagipula aku juga tidak ingin berlama-lama ada di sini!” ujar Beverly mengambil kartu kreditnya dan melirik ke arah Athena yang sedang mengecap anggur merah yang dituangkan ke gelasnya. Athena melarang Axcel yang ingin mencoba anggur merah itu. Beralasan, mana ada bocah laki-laki yang meminum minuman seperti ini.
Pria paruh baya yang mengikuti langkah dari Beverly dan juga melihat ke mana mata Beverly melirik, langsung kaget dan tercengang melihat sebuah tanda lahir yang ada di punggung bocah kecil yang baru saja hendak mereka lewati. Dia bahkan sampai berhenti untuk melihat anak dengan tanda lahir seperti naga di punggungnya. Sebuah tanda lahir yang tidak mungkin sembarangan orang memilikinya.
Saat pria separuh baya itu melihat ke arah Axcel, Axcel pun menjadi menatap dirinya. Axcel mengerutkan dahinya melihat sorot mata tajam pria itu dengan kemarahan yang tersirat kental sekali. Axcel juga tidak tahu bagaimana bisa, tiba-tiba saja rasa benci yang begitu dalam langsung memenuhi perasaannya. Membuncah begitu saja tanpa bisa dijelaskan. Axcel mengerutkan dahinya lebih dalam, dalam hatinya dia berkata, apakah mereka saling mengenal?
Pria paruh baya itu terus bertukar pandang dengan Axcel tapi dia segera berpikir dengan jernih. Bagaimana mungkin dia adalah pria itu, sedangkan yang di depannya hanyalah seorang anak kecil. Tidak mungkin, dia tidak mungkin pria itu, ujar pria itu menggelengkan kepalanya dan segera berlalu pergi meninggalkan Axcel yang hanya diam.
“Siapa dia?” tanya Athena yang melihat interaksi keduanya.
“Entahlah, aku tidak ingat,” ujar Axcel mengangkat bahunya lalu segera melanjutkan memakan makanannya.
****
“Kita mau ke mana lagi?” tanya Axcel melihat mobil mereka masuk ke dalam area pusat perbelanjaan. Bukannya tadi Athena mengatakan bahwa dia akan mengajaknya ke rumah yang baru dibeli olehnya.
“Sebelum ke rumah, aku ingin mengajakmu mencari beberapa baju. Bajumu itu sudah begitu lusuh. Kita akan terus direndahkan jika kau tetap memakai pakaian seperti itu,” ujar Athena lagi segera keluar dari mobil yang sudah terparkir di lobi pusat perbelanjaan itu.
Axcel tidak menjawab dan segera mengikuti langkah Athena yang langsung menuju ke tempat pembelian baju untuk anak-anak.
“Wah, lihat ini, bukannya ini akan lucu jika digunakan oleh mu?” kata Athena yang mengambil sebuah baju tidur jumpsuit yang berbentuk beruang. Dia ingin kembali menggoda Axcel. Dia sudah merindukan wajah imut dikala Axcel kesal.
“Aku tidak mau menggunakan pakaian itu,” ujar Axcel. Pakaian apa seperti itu, pikirnya dalam hati.
“Wah, kalau ini?” tanya Athena, kembali mengambil sebuah baju anak-anak dengan model yang unik. “Kalau kau pakai ini, pasti banyak orang yang ingin mencubit pipimu yang seperti bakpao itu, pakai ini saja ya!” ujar Athena yang sengaja mencubit pipi Axcel, tentu membuat Axcel langsung kesal, cubitan dari Athena tak main-main. Terasa langsung panas di pipi Axcel.
Axcel marah dengan kelakuan dari Athena. Dia tahu Axcel adalah pria dewasa yang hanya terperangkap di tubuh anak kecil, jadi sepatutnya Athena tetap memperlakukannnya sebagai laki-laki dewasa, bukannya anak-anak seperti ini.
“Hei, adik kecil, kau mau ke mana, baju ini benar-benar lucu untukmu, kau bisa berdandan seperti katak,” ujar Athena yang memang mengambil kostum katak. Menurutnya itu akan sangat lucu dipakai oleh Axcel.
“Aku tidak mau!” ujar Axcel yang berjalan begitu saja. Karena marah Axcel segera pergi meninggalkan Athena yang hanya tertawa kecil melihat langkah marah Axcel.
Namun, tiba-tiba saja langkah Axcel terhenti seketika.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Klara Rosita
Siapa dia?
2022-05-29
0
Neneng Aaa
jhhzduf8
2022-05-12
0
Rx one 01
"tuan beverly yang cantik"😯
wowwws sangat membangongkan 🤣🤣
2022-02-07
0