“Kau kira kau ini siapa? masih berlagak seperti Nona muda keluarga Delaveto? kau ini tidak ada apa-apanya jika bukan karena keluarga ini. Kau hanya anak dari keluarga miskin. Aku yakin kau bahkan tidak bisa bertahan semalam pun di luar sana!” ejek Bram yang tiba-tiba muncul menghalangi langkah Athena. Pria itu memandang dengan tatapan remeh pada wanita yang dulu sangat dia puja ini.
Athena sekali lagi menggenggam tangannya erat hingga kuku-kukunya yang cukup panjang menusuk daging di telapak tangannya.
Athena yang sebenarnya dan Athena yang ada di dalam novel ini memang memiliki kepribadian yang begitu bertolak belakang. Athena yang digambarkan di dalam novel ini hanyalah gadis lemah, manja dan juga tidak bisa apa-apa dikarenakan selalu hidup enak di bawah naungan nama keluarganya. Dia juga digambarkan hanya bisa mengikuti egonya dalam merebut kedudukan nona muda di keluarganya. Maka tak salah jika Bram mengatakan bahwa Athena tak akan bisa bertahan tanpa keluarga Delaveto.
Sedangkan, Athena di kehidupan nyata adalah wanita yang paling tidak bisa diusik harga dirinya. Jadi hinaan ini tentunya sangat melukai perasaannya. Tentu dia tidak bisa ambil diam ketika dirinya dihina seperti itu. Pria ini sudah membuat dirinya sangat kesal.
Athena segera menendang tulang kering kaki Bram yang seketika langsung membuat pria itu kaget dan kesakitan. Tanpa buang waktu lagi dan gerakan yang cepat, Athena segera melakukan pitingan dan kuncian pada tangan kiri Bram sehingga membuat Bram kesakitan karena Athena menekuk pergelangan tangan Bram begitu keras. Bahkan saat Athena menekuknya, terdengar suara tulang beradu. Athena juga langsung menyerang belakang lutut Bram yang tentunya membuat pria itu jatuh ke depan dengan posisi berlutut. Bram tampak begitu kesakitan dengan aksi Athena yang memang punya dasar bela diri.
Jullian, Renata dan Arabella membesarkan matanya dan ternganga melihat aksi cepat dari Athena. Tak menyangka Athena bisa merobohkan Bram dengan begitu cepat dan mudah. Mereka kaget karena selama ini yang mereka tahu adalah Athena seorang wanita yang sangat manja. Bagaimana bisa tiba-tiba saja Athena menjadi sekuat ini?
Athena yang menangkap pandangan tak percaya dari Jullian, Renata, Arabella dan juga Bram hanya menyipitkan matanya dan tersenyum sinis. “Kalian hanya tidak tahu siapa aku sebenarnya!”
Athena mendorong tubuh Bram hingga tersungkur jatuh. Bram langsung melihat Athena dengan tatapan penuh ketakutan dan tentu hal itu membuat Athena puas. Jullian dan Arabella langsung menolong Bram dan tak henti menatap kaget ke arah Athena.
Kembali dengan senyuman puas nan sinis yang mengembang di wajahnya. Athena segera pergi meninggalkan rumah megah itu. Dalam hatinya, dia bersumpah dia tidak akan lagi menginjakkan rumah itu.
****
Athena menendang batu kerikil yang ada di jalanan. Dingin angin berbalut embun malam itu menimpa kulit putihnya membuat pori-pori Athena menjadi kasar dan bulu-bulu halus tubuhnya berdiri.
Athena merogoh saku celananya. Tidak ada uang sama sekali di dalamnya. Saat dia merogoh saku bagian belakangnya matanya membesar karena merasakan menemukan selembar uang kertas. Tapi binar mata Athena langsung hilang berganti dengan wajah kecewa, itu hanya uang kecil. Bahkan tidak akan cukup untuk naik bis.
Athena menghembuskan napasnya kasar. Dia melihat sekeliling kota yang masih saja sibuk walaupun sudah hampir tengah malam. Dia asing sekali dengan kota ini. Awalnya Athena berpikir mungkin kota ini akan sama dengan kota di kehidupan nyatanya. Tapi malah berbeda sama sekali. Athena sekarang bingung harus pergi ke mana.
Athena memutar otaknya. Pertama sekali dia harus mencari tempat untuk bernaung. Esok hari dia baru menjelajahi kota ini dan mencari pekerjaan. Dia memang harus mencari cara untuk kembali ke dunia asalnya tapi siapa yang tahu seberapa cepat Athena bisa kembali. Bagaimana pun dia harus bertahan di tempat ini. Untungnya Athena yang berasal dari dunia nyata adalah wanita yang tangguh dan pemberani. Dia memang berasal dari keluarga berkecukupan tapi dia bukanlah wanita yang manja. Dia sering melakukan pekerjaan paruh waktu. Jadi, dia rasa dia pasti bisa bertahan di sini.
Athena yang berjalan tidak tentu arah, sayup-sayup mendengar suara orang sedang berkelahi di sebuah lorong yang tak jauh dari dirinya. Athena memang orang yang cukup tidak suka dengan ketidakadilan. Tapi dia juga orang yang tidak suka mengurusi permasalahan orang lain. Jadi daripada ikut campur dengan hal itu, Athena segera membalikkan tubuhnya.
Namun, saat Athena ingin melangkah pergi. Tiba-tiba saja seorang anak laki-laki yang tadinya sedang dihajar oleh dua orang pria berlari ke arah Athena dan tersungkur jatuh tepat di depan Athena. Athena tentu kaget dan urung melangkah. Apalagi bocah itu dengan cepat memeluk kaki Athena. Athena membesarkan matanya melihat tingkah pria itu.
“Hei! lepaskan!” ujar Athena langsung. Tentu dia tidak ingin bermasalah di kota ini. Baru juga dia sampai dia harus berurusan dengan hal seperti ini.
“Tolong … tolong aku,” lirih dan lemah suara bocah itu memelas ke arah Athena. Wajah bocah itu sudah babak belur. Matanya bengkak hingga tidak bisa lagi terbuka. Hidung dan bibirnya juga sudah mengalirkan darah segar.
Athena tentu tidak ingin mencari masalah, tapi melihat wajah bocah yang sudah lemah seperti ini, dia tentu tidak tega jika meninggalkannya dan bisa-bisa bocah ini akan mati nantinya dihajar oleh kedua pria yang lebih tua darinya. Athena hanya berwajah bimbang.
“Hei! Nona, jangan ikut campur! cepat pergi dari sini atau kami akan melakukan sesuatu padamu,” ancam seorang pria yang tampak begitu marah. Wajahnya bengis.
“Iya! tapi kau cantik juga. Sedang apa nona muda sepertimu malam-malam berjalan di luar, ingin menarik perhatian kami ya?” goda salah seorang lagi sambil mencolek dagu Athena yang langsung membesarkan mataya. Pria ini! cari mati ya! kata Athena dalam hati.
“Lepaskan!” perintah Athena menendang sedikit tubuh pria yang memeluk kakinya. Tentu karena sudah lemah pelukannya itu dengan mudah terlepas.
“Wah, ternyata nona muda ini sangat galak. Aku suka wanita yang tampak garang. Ayo! temani kami malam ini. Setelah menghajarnya, kami ingin bersenang-senang,” kata pria yang pertama. Tentu makin membuat Athena naik darah.
Entahlah, malam ini malam paling aneh dalam hidupnya. Dia tiba-tiba masuk ke dalam dunia novel yang aneh, terbangun dan hampir mati tercekik, tengah malam begini diusir tanpa belas kasih. Lalu tiba-tiba dia bertemu dengan orang-orang ini! seberapa kacau lagi dunia ini! Athena benar-benar tidak habis pikir.
“Oh, kau ingin bermain-main denganku? boleh saja! kebetulan juga aku butuh sesuatu untuk melampiaskan amarahku!” ujar Athena yang disambut senyuman remeh dari dua pria di depannya.
Athena mengulas senyuman manisnya sebelum dia melayangkan sebuah tendangan yang langsung telak mengenai perut pria yang kedua hingga pria itu tersungkur, bersamaan dengan itu Athena langsung memberikan pukulan keras ke arah pipi pria itu.
Kaget melihat serangan dari wanita yang mereka kira adalah wanita yang lemah, pria penyerang pertama hanya membesarkan matanya melihat temannya tersungkur kesakitan. Melihat itu tentu Athena tidak ambil waktu lama. Dia segera menyerang pria pertama yang masih kaget dan bengong dengan hal ini. Athena kembali menendang ke arah pria pertama, sayangnya tendangannya sedikit meleset sehingga dia masih bisa berdiri. Tapi Athena tidak ingin berlama-lama, dia segera menyerang dan kali ini di area vital sang pria sehingga membuatnya bahkan tidak sanggup untuk berdiri. Walau begitu Athena sekali lagi memastikan agar pria penyerang tidak bisa lagi berkutik. Dia menghadiahkan kembali pukulan keras ke arah wajah pria itu.
“Hyaaa!!!” suara itu tiba-tiba membuat Athena kaget. Athena melihat ke arah suara. Athena melihat pria kedua itu sudah bangkit dan ingin menyerang dirinya. Tentu Athena langsung menangkis dan juga menghindarinya. Pada satu kesempatan, Athena langsung memukul sisi leher pria yang menyerangnya. Dia ingat itu adalah salah satu dari tujuh titik kelemahan tubuh manusia. Dia Saat pria itu tersungkur. Athena langsung memukul bagian belakang kepala pria itu, dan seketika saja tubuhnya roboh. Athena menyipitkan matanya. Untung saja dulu ayahnya memaksanya untuk belajar bela diri. Ternyata tidak berguna di dunia nyatanya, berguna di dunia novel ini, pikirnya sambil melihat bocah yang tadi memegang kakinya. Dia tampak kaget dengan aksi dari Athena. Tak menyangka wanita cantik bertubuh kurus itu bisa menghajar dua orang pria yang sudah membuatnya babak belur seperti ini.
“Apa yang kau lihat?” tanya Athena pada bocah itu yang tampak ketakutan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Siti Salamah
semangat, baru buka ternyata ad novel baru ka Quin, auto favorit 💪
2023-04-05
0
Klara Rosita
Menarik sekali
2022-05-29
0
Neneng Aaa
bgs
2022-05-12
0