Anak laki-laki itu langsung terdiam dan pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Athena yang kembali menusukkan jarum ke arah tubuhnya. Awalnya dia takut menjadi sakit, tapi ternyata tusukan itu tidak terasa sama sekali.
“Satu lagi, bertahanlah, aku janji setelah ini keadaanmu akan membaik,” ujar Athena lagi mengambil satu dari jarum akupuntur dari tempatnya.
“Baiklah,” ujar anak laki-laki itu, walaupun takut melihat tajam dan panjangnya jarum itu, tapi dia percaya dengan apa yang dikatakan oleh Athena.
Athena segera menusukkan jarum itu pada tubuh sang anak. Perlahan dia memutarnya hingga masuk cukup dalam untuk menyentuh titik yang diinginkan oleh Athena.
Tepat setelah Athena melepaskan tangannya dari jarum ke empat itu. Tiba-tiba saja anak itu merasakan mual dan sesak yang bersamaan. Athena yang melihat itu langsung tanggap. Dia mengambil tempat sampah yang tak jauh darinya dan benar saja, begitu tempat sampah itu ada di dekatnya anak itu langsung memuntahkan begitu banyak darah yang sudah menghitam dan mengental.
Rasa sesak dan mual juga tekanan dalam tubuhnya yang tadi dia rasakan tiba-tiba langsung menghilang begitu saja setelah darah kotor itu keluar dari dirinya. Athena melihat hal itu hanya sedikit tersenyum. Pengobatannya nyatanya berhasil. Bocah itu kembali berbaring sambil menyeka sedikit bibirnya yang basah akibat muntahan tadi dengan tisu yang diberikan oleh Athena.
“Apakah kau mengalami amnesia dan tidak ingat apa-apa sekarang?” tanya Athena sambil meletakkan tempat sampah itu sedikit jauh di sudut ruangan hotel.
“Hmm,” gumam anak laki-laki itu singkat saja menjawab pertanyaan dari Athena. “Aku hanya ingat bahwa aku sebelumnya aku adalah pria dewasa dan tiba-tiba saja aku berubah menjadi anak kecil seperti ini. Lalu setelahnya aku tidak ingat apa-apa lagi,” tambah bocah itu.
“Bagaimana bisa kau mengalami hal seperti itu?” tanya Athena yang merasa aneh. Tapi seharusnya dia tidak memikirkan hal itu, dia ada di sini saja sekarang adalah hal yang aneh.
“Aku juga tidak tahu, hanya itu saja yang aku ingat dari semuanya,” jawab anak itu sambil sedikit meringis memegangi dadanya. Walaupun sudah begitu lega, tapi nyerinya masih saja terasa. Tak mungkin bekas pemukulan itu sembuh begitu saja dalam hitungan beberapa menit.
Athena memainkan bibirnya dan memandang bocah itu dengan tatapan sedikit malas. Athena merasa hal ini sangat merepotkan apalagi setelah mendengarkan pernyataan anak ini.
“Aku tidak bisa menerima dirimu. Bagiku kau sangat merepotkan sekali, lebih baik kau tidak mengikuti aku lagi mulai sekarang. Besok pergilah dariku!” ujar Athena dengan nada dan wajah yang kesal. Mana mungkin dia mengurusi bocah ini, bahkan urusannya saja belum ada titik terangnya.
“Tidak! Aku tidak akan pergi darimu. Aku akan terus mengikutimu! Aku baru saja dipukuli oleh orang-orang dan hendak membuatku mati,” ujar bocah itu tampak tidak ingin mengikuti apa yang diperintahkan oleh Athena.
“Bukankah aku sudah mengatakannya dengan jelas? Aku tidak ingin repot mengurusmu! Ah! Begini saja kau sudah merepotkanku!” ujar Athena semakin kesal. Keras kepala juga anak ini ternyata.
“Tidak! Bagaimana pun kau mengusirku, aku akan tetap mengikutimu ke mana saja! Nona, izinkan aku tetap mengikutimu, aku tidak bisa bertahan di tempat ini dengan kondisi begini jika tidak karena dirimu,” ujar anak laki-laki itu tampak memohon.
“Itu hanya kebetulan, aku juga tidak berniat menolongmu, hanya saja mereka membuatku kesal dan aku harus melampiaskannya. Jadi, kau bisa bertahan atau tidak di sini, itu bukan urusanku!”
“Nona, aku mohon padamu, aku tak akan merepotkanmu. Tapi izinkan aku untuk mengikutimu mulai dari sekarang,” pinta bocah laki-laki itu lagi. Dia segera turun dari ranjang tempat dia berbaring dan mendekati Athena. Di depan Athena dia langsung bersujut.
Athena tentu merasa kaget dan aneh melihat tingkah anak ini. Tapi saat dia bersujud di depan Athena. Athena tidak sengaja melihat sebuah tanda lahir yang ada di punggung anak laki-laki itu, tanda lahir yang seperti gambaran naga. Melihat hal itu seketika saja Athena ingat salah satu karakter yang sempat dia baca di dalam novel ini.
Di dalam novel itu pernah menyebutkan mengenai seorang bos yang akan membantu Arabella ketika Arabella nantinya menolong bos ini dan Athena yakin bahwa bos itu adalah bocah laki-laki ini.
Athena mengerutkan dahinya dan memasang wajah berpikirnya. Sebenarnya Athena tidak memerlukan bocah laki-laki ini. Tapi jika dia melepaskannya bukanlah hal yang bijak. Itu bisa saja menyusahkan dirinya. Bagaimana jika nantinya dia malah bertemu dengan Arabella yang akan memanfaatkan bocah ini untuk menyerang Athena. Tentu saja tidak bisa dibiarkan begitu saja. Athena tahu pasti nantinya hal itu akan membuat masalah baginya jika dia melepaskan bocah laki-laki ini.
“Baiklah, kalau begitu aku setuju. Kau boleh mengikutiku,” ujar Athena seraya melipat tangan di depan dadanya. Ingin menunjukkan dominasinya di sana.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Athena tentu membuat bocah laki-laki itu langsung kaget tapi sumringah. Dia begitu senang mendengarnya. Seketika saja tubuhnya yang tadinya lesu menjadi bersemangat.
“Terima kasih Nona, terima kasih,” ujar bocah itu berulang kali memberikan sujutnya pada Athena sebagai tanda syukur dan terima kasih kepada Athena yang membiarkan dirinya mengikuti wanita yang begitu hebat menurutnya. Athena melihat itu sedikit tersenyum, ada rasa senang juga diperlakukan seperti itu.
“Sudah, sudah, kau tidak perlu melakukan hal itu terus padaku, berdirilah! Tapi ada syarat yang harus kau penuhi jika ingin terus mengikutiku!” ujar Athena lagi dengan tegas agar bocah laki-laki ini merasa dia tidak main-main.
“Ya, Nona.” Bocah laki-laki itu segera bangkit karena menurut apa yang diminta oleh Athena. “Apa syarat yang harus saya lakukan?”
“Pertama, tentunya kau tidak boleh merepotkanku. Aku juga tidak akan memintamu melakukan hal yang aneh-aneh, hanya jangan membuat aku kesal dan repot dengan kehadiranmu,” ucap Athena.
“Baik, Nona.”
“Satu lagi, dimulai saat kau memutuskan untuk mengikutiku. Maka kau akan mengikuti dan patuh padaku selamanya. Aku tidak akan memaafkanmu jika kau mengkhianatiku. Mulai detik ini, kau akan berhutang budi padaku selamanya,” ucap Athena lagi.
Mendengar hal itu bocah laki-laki itu langsung mengangguk dengan mantap. “Aku akan mengikuti dan juga patuh padamu Nona, selamanya.” Ikrar anak laki-laki itu yang langsung membuat Athena mengulas senyumannya.
“Baiklah, kau sudah berjanji padaku.”
“Ya, Nona.”
Athena kembali menaikkan satu sudut bibirnya. Setidaknya sekarang dia tidak perlu takut bahwa bos yang seharusnya mendukung Arabella di dalam novel ini sudah ada dalam genggamannya. Walau begitu dia juga harus cukup berhati-hati, dia tidak tahu kedepannya bagaimana. Karena itu dia harus terus memastikan bahwa bocah laki-laki ini akan tetap mendukungnya dan tidak berbelot ke Arabella.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Patrish
waaaa... jadi kaya' cenayang ya... bisa tahu mada depan.. 👍🏻👍🏻👍🏻😀😀😀
2023-06-09
0
Klara Rosita
Penuh teka-teki
2022-05-29
0
Neneng Aaa
y
2022-05-12
0