Axcel tidak ingin menjelaskan kenapa dia ingin ikut dengan Athena. Tapi saat itu dia baru sadar bahwa ada yang berbeda dengan penampilan Athena. Tanpa sengaja dan langsung kaget melihat rambut Athena yang sudah berwarna kuning menyala. Belum lagi riasan dari Athena yang menurutnya sangat berlebihan. Kulitnya yang biasanya putih terbalut dengan bedak yang warnanya lebih gelap dari warna kulit aslinya. Pipinya diberikan pemerah pipi hingga merona, tapi mungkin karena terlalu banyak jadinya seperti wajahnya setelah habis dipukuli oleh para preman kemarin. Belum lagi, bibirnya yang dia poles dengan warna merah darah. Benar-benar membuat mata sakit. Ada apa dengan wanita ini?
“Kenapa kau berdandan seperti itu? Itu sangat jelek!” ujar Axcel yang tidak bisa menahan dirinya untuk mengomentari bagaimana dandanan dari Athena sekarang. Benar-benar norak. Jika dia berjalan pasti akan menjadi pusat perhatian, bukan untuk dipuji tapi untuk bahan olokan.
Athena menyentuh rambut dan juga wajahnya yang memang terasa seperti tertutupi oleh topeng. Melihat rambutnya yang sudah menguning bagaikan rambut jagung.
“Aku memang sengaja melakukannya,” ujar Athena lagi membela dirinya.
“Sengaja? Kau ingin menjadi pemain sirkus?” tanya Axcel lagi, kali ini dia ingin membalas dendamnya untuk mengomentari dandanan Athena. Wanita ini benar-benar tidak bisa berdandan.
Ya, Athena memang sengaja membuat dirinya seperti ini. Dia berpikir lebih baik menjadi jelek dari pada dia diganggu dan dilecehkan oleh para pria-pria hidung belang seperti pria yang kemarin memukuli bocah ini. Dengan dandanan seperti ini Athena bisa bebas ke mana saja tanpa takut ada pria yang menggodanya. Mereka akan kabur duluan melihat wajahnya yang bagaikan badut.
“Ya, ini adalah gayaku. Kau hanya tidak tahu fashion yang sedang hits!” ujar Athena santai yang seketika membuat Axcel terdiam. Dia tidak tahu lagi apa yang harus dia katakana pada Athena yang tampak begitu percaya dirinya berjalan menuju ke arah pintu utama rumah ini. Athena itu? Wanita macam apa?
“Hei! Katanya kau ingin ikut! Kenapa diam saja! Jika kau tidak ada saat aku sudah masuk ke dalam mobil, aku akan meninggalkanmu di rumah!” seru Athena yang melihat Axcel masih terdiam melihatnya pergi dari sana.
“Ya, iya! baiklah,” ujar Axcel yang tidak menyangka ternyata Athena mengizinkannya untuk ikut dengannya. Dengan langkah kecilnya dia mengejar Athena yang sudah masuk ke dalam mobil.
Ternyata Athena mengajak Axcel ke sebuah arena balap mobil. Axcel tidak mengerti kenapa dia dibawa oleh Athena ke tempat itu. Tapi dia tidak ingin banyak berkomentar atau bertanya pada Athena.
“Kau ingin berkeliling beberapa putaran denganku?” tawar Athena pada Axcel.
“Kenapa tiba-tiba menawarkan ku begitu?” tanya Axcel
“Kau mau tidak? Aku akan menyetir untukmu karena kau masih bocah, kau tidak akan diperbolehkan menyetir dengan kakimu yang pendek itu,” ejek Athena. Axcel menyipitkan matanya sedikit. Terlalu naif memikirkan bahwa Athena bertanya seperti itu karena dia peduli. Dia hanya ingin mengejek Axcel.
Axcel hanya diam tapi dia akhirnya masuk juga ke dalam mobil sport milik Athena yang baru dia beli. Athena membawa Axcel berkeliling beberapa putaran di lintasan balap.
Athena menepikan mobil ke salah satu sisi lintasan balap. Di tempat tak jauh dari mereka, Athena bisa melihat sekumpulan orang yang tampaknya sedang bersiap untuk melakukan balapan.
Athena melihat empat orang remaja yang bergaya seperti preman berambut warna-warni yang tampak sedang mengerumuni seorang pria. Sepertinya mereka sedang terlibat pembicaraan serius. Athena hanya menyipitkan matanya melihat hal itu. Tentu dia berpikir bahwa itu bukanlah urusannya.
“Hei! Kau ini bagaimana? Bukannya perlombaan ini dibuka untuk umum? Aku ingin ikut dalam lomba ini,” ujar Chris kesal karena dia tidak diizinkan untuk mengikuti kompetisi di area balapan yang memang dikuasai oleh preman-preman ini.
“Apa kau tidak mengerti yang aku ucapkan! Bos kami tidak ingin kau ikut dalam perlombaan ini! Sekarang apa kau sudah mengerti!” ujar yang lain dengan gaya khas premannya.
“Tapi apa alasannya?” ujar Chris yang memang sangat ingin mengikuti perlombaan itu. Bukan masalah hadiah yang ditawarkan. Tapi dia memang sudah lama ingin melakukan perlombaan dengan bos preman yang sangat terkenal sering mencari masalah di kota ini. Selalu mengaku menjadi orang yang paling jago dalam dunia balap liar. Jadi dia tertantang untuk melihat seberapa 'jago'-nya pria ini.
“Kami tidak perlu alasan untuk menolak orang sepertimu! Sudah mengerti tidak!” Salah satu preman dengan rambut orange mendorong tubuh Chris yang membuat pria itu mundur beberapa langkah.
“Hei! Jangan coba-coba untuk menyentuhku!” ujar Chris langsung menunjuk batang hidung preman yang mendorongnya. Menatapnya dengan penuh amarah. Chris mengepalkan tangannya begitu erat dan berencana menghadiahkan kepalan tangannya itu pada remaja yang sudah mendorongnya.
Namun, baru saja Chris ingin melayangkan tangannya. Dia tiba-tiba teringat apa yang dikatakan oleh kakaknya, Edward. Kakaknya itu memperingatkannya untuk tidak lagi terlibat dalam sebuah perkelahian. Chris segera mencoba untuk menekan amarah dalam hatinya. Dia melirik ke arah pria yang berdiri paling belakang dari kerumunan anak-anak baru besar ini. Tentu bisa dilihat jelas bahwa dia adalah bos dari mereka.
“Cih, Bos kalian itu pengecut! Katakan saja bahwa sebenarnya dia tidak ingin bertanding denganku karena dia takut aku kalahkan,” ujar Chris yang mulai mengejek bos dari para preman kecil ini.
“Apa maksudmu? kau kira kau siapa mengatakan hal itu pada bos kami. Bos kami bisa membuatmu habis dengan mudah!” bela salah satu anak buah preman itu.
“Setidaknya aku tidak bersembunyi di balik orang-orang ini. Jika memang bos mu adalah orang yang pemberani, dia harus langsung bertemu denganku dan berlomba denganku! Jika dia tetap tidak mengizinkan aku untuk berlomba dengannya. Hah! Dia hanya pengecut” ujar Chris lagi tanpa takut. Mencoba melirik ke arah bos yang tampak ditutupi oleh para pengikutnya ini.
“Tarik semua kata-katamu tentang bos kami atau kau akan kami beri pelajaran yang tak akan pernah kau bisa lupakan!” ujar preman berambut merah menyala. Chris sendiri tak tahu apa maksud dan tujuan mereka mewarnai rambut dengan warna-warna yang sangat mencolok seperti ini. Tapi sepertinya memang adalah ciri khas mereka.
“Oh! Kau ingin memberikan aku pelajaran! Coba saja kalau kau bisa!” ujar Chris. Jika mereka menyerang lebih dahulu, dia bisa mengatakan pada kakaknya jika dia hanya membela dirinya. Tapi ditunggu-tunggu, preman-preman ini hanya besar bicaranya.
Athena melihat tanda di sebuah tembok di samping arena balapan itu. Itu adalah poster yang memberitahukan tentang kompetisi balap yang akan dilakukan hari ini. Athena membaca bahwa juara pertama dari lomba itu bisa mendapatkan uang 150 juta.
“Axcel, tunggu dulu di ruang tunggu itu,” ujar Athena yang matanya tak bisa lepas melihat poster dan tentu hadiahnya yang cukup menggiurkan. Memang dibandingkan dengan uang yang dia dapat saat menjalankan tugas di internet itu. Ini sama sekali tidak ada apa-apanya, tapi siapa yang akan melewatkan uang dengan jumlah segitu hanya dengan melakukan balapan.
Athena segera berjalan meninggalkan Axcel yang hanya bisa patuh mengikuti perintah Athena. Athena berjalan santai melewati Chris dan juga preman-preman itu dan segera menuju ke arah kantor pendaftaran.
“Aku ingin mendaftar dalam perlombaan ini!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Comel
teryata mek up tebal itu untuk menutupi identitas karena mau balapan
2022-06-09
0
Klara Rosita
Memang cewek hebat nih Athena..
2022-05-29
0
Perisai Aegis
up up up
2022-01-13
0