Athena pun mengerutkan dahinya kenapa tiba-tiba saja Axcel berhenti. Athena melihat ke sekitar di mana Axcel sekarang berdiri. Tempat itu adalah tempat penjualan celana dan pakaian dalam wanita. Athena langsung tergelitik perutnya dan langsung saja tertawa terbahak-bahak karena akhirnya dia tahu kenapa bocah kecil itu berhenti secara mendadak sekarang.
Axcel tentu merasa malu untuk datang ke area itu. Dia segera memutar tubuhnya dan melihat Athena yang tampak begitu puas menertawai dirinya. Wanita ini, benar-benar sangat membuatnya kesal. Tapi mau tidak mau dia harus terus mengikutinya hingga ingatannya kembali.
“Adik kecil, kenapa malu? Kau bahkan tak perlu malu masuk ke dalam sana, ayo, kakak temani, kau kan hanya anak kecil,” goda Athena pada Axcel yang sudah berjalan ke arahnya dengan wajah yang sedikit bersemu merah. Axcel memandang Athena dengan ujung matanya. Tapi sesangar apa pun wajah yang dibuat oleh Axcel, jatuhnya bagi Athena adalah terlihat begitu imut.
Axcel yang melihat beberapa baju kaos dan celana yang menurutnya muat untuknya segera mengambil pakaian itu dan hendak segera membayar. Jika terlalu lama di sana, bisa-bisa Athena akan terus menggodanya.
“Ini saja,” ujar Axcel menyodorkan beberapa potong baju berwarna putih dan juga celana berwarna hitam dan juga biru dongker. Potongan dan bentuknya pun sama. Beberapa hanya berbeda warna saja.
“Ini saja? Kau tidak mencobanya?” tanya Athena yang bingung. Bagaimana bisa dia mengambil baju dengan sembarangan tanpa mencobanya dulu.
“Tidak perlu, pria tidak serumit wanita dalam memilih baju,” ujar Axcel dengan suara dan wajahnya yang serius. Seserius apapun, Athena tetap menganggapnya bocah laki-laki.
“Kenapa warnanya sama semua? Bentuknya juga. Pilih lah yang lain, nanti orang mengira aku begitu kejam hingga tidak memberikanmu baju yang layak.”
“Tidak, itu saja sudah cukup. Sejak kapan kau memikirkan apa yang dikatakan orang tentangku?” ujar Axcel lagi.
“Aku tidak peduli tentangmu, tapi ini tentangku! Tapi ya sudahlah jika kau memang hanya ingin pakaian yang seperti ini yang ini.” Athena segera berjalan menuju ke arah kasir. Setelah membayar dia membawa Axcel masuk ke area penjualan baju wanita dan juga perlengkapannya. Dia juga harus membeli beberapa baju dan alat-alat pribadi miliknya sendiri.
Athena membeli beberapa baju untuknya dan juga beberapa riasan. Athena juga membeli lipstick dengan warna merah menyala, juga sebuah pewarna rambut dengan warna yang paling terang. Entah apa yang dipikirkan oleh Athena sehingga dia memilih warna-warna menyilaukan mata seperti itu.
Axcel hanya duduk melihat Athena yang sibuk mencoba beberapa baju, merasa tidak cocok dia akan mengembalikannya dan kembali mencari lagi. Begitu saja hingga berulang-ulang membuat Axcel mengantuk melihatnya. Kenapa wanita paling susah hanya untuk mencari baju. Kenapa tidak mencari yang nyaman dan sudah, piker Axcel. Baik di tubuhnya yang asli atau saat dia seperti bocah sekarang ini. Dia tetap tidak mengerti jalan pikiran wanita jika sudah berbelanja.
“Ayo! Aku sudah selesai!” ujar Athena melihat ke arah Axcel yang sudah hamper tertidur. Axcel melihat Athena dengan beberapa tas kertas di tangannya. Wanita ini tampaknya banyak membeli barang.
Athena dan Axcel segera pergi ke rumah baru mereka. Athena tampak tersenyum puas melihat rumah mereka yang sudah siap dibersihkan. Dia memang membeli rumah dengan segala perabotannya. Juga dia meminta sebelum dia masuk, rumah itu sudah dibersihkan dengan sempurna.
Walaupun awalnya manajer itu ragu bisa melakukannya. Tapi ternyata dia menepati janjinya dan membuat rumah itu langsung dapat dihuni oleh Athena. Athena langsung tersenyum puas.
“Bagaimana?” tanya pada Axcel yang sedang mengamati keadaan rumah itu. Sedikit terkejut ternyata rumah itu sangat besar dan mewah. Axcel jadi bertanya dalam hati dari mana Athena mendapatkan uang begitu banyak untuk membeli rumah semewah ini.
Axcel hanya mengangguk pelan. “Lumayan.”
Athena menekuk alisnya lalu sedikit tersenyum tipis, Bocah ini sudah juga dipuaskan ternyata, pikirnya dalam hati.
“Baiklah! Sekarang kau akan tinggal denganku di rumah ini. Karena rumah ini adalah rumahku, maka aku akan membuat peraturan yang harus kau patuhi,” ujar Athena dengan tegas pada Axcel.
“Peraturan apa?” tanya Axcel lagi.
“Peraturannya adalah urusan memasak, membersihkan rumah, dan urusan rumah yang lainnya kau yang akan melakukannya. Aku hanya akan menerima bersihnya saja, bagaimana? Kau bisa?” tanya Athena lagi.
Axcel hanya diam sesaat. Tentu dia tidak bisa bernegosiasi dengan Athena. Jadi jika dia memang ingin mengikutinya dan juga tinggal di rumah itu. Mau tidak mau dia harus mengiyakannya. “Baiklah, aku akan mengerjakan apa yang kau minta.”
Athena mendengar itu tersenyum puas. Baguslah, setidaknya dia tidak perlu pusing memikirkan siapa yang akan merawat rumah ini dan memasak untuknya. Ada untungnya juga dia membiarkan anak ini ikut dengannya.
******
Athena menyipitkan matanya yang baru saja terbuka karena cahaya matahari yang masuk melewati jendela kamar barunya yang bahkan masih tercium bau cat dan perabotan baru. Dia melihat cahaya matahari sudah begitu terang. Sepertinya dia bangun cukup siang.
Athena segera turun dari ranjangnya yang berukuran king size. Kakinya menapak pada lantai vinyl kamarnya. Dengan sedikit terhuyung dia berjalan menuju ke arah kamar mandi dan segera masuk hanya sekedar untuk mencuci muka dan menggosok giginya. Terlalu malas untuk mandi sekarang.
Athena segera keluar kamar dan turun menuju ke arah ruang makan. Athena sedikit puas melihat roti bakar dan susu yang sudah terhidang di sana. Axcel pun sudah duduk dengan manis menyantap sarapannya. Bocah ini benar-benar melakukan tugasnya dengan baik.
“Selamat pagi, adik kecil,” ujar Athena lagi.
“Selamat pagi,” jawab Axcel seadanya.
Athena segera menyantap makanannya dengan lahap. Setelah selasai dia segera bangkit dan pergi ke arah kamarnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi pada Axcel yang juga sepertinya tak peduli. Athena langsung menuju ke kamar mandinya. Dia mengambil pewarna rambut instan dan segera menggunakannya sebelum dia mandi.
Setelah dia selesai mandi dan mengeringkan rambutnya yang berwarna menyala sekarang. Athena segera menggunakan peralatan rias wajah yang kemarin dia beli di pusat perbelanjaan itu. Setelah merasa semuanya sudah cocok di wajahnya. Dia langsung keluar dari kamarnya dan ingin melenggang saja pergi dari rumah itu.
“Kau ingin ke mana?” suara Axcel segera menghentikan langkah dari Athena.
“Pergi.”
“Ke mana aku akan pergi? Aku juga ingin ikut denganmu,” ujar Axcel yang merasa dia juga perlu pergi keluar. Dia merasa jika dia sering pergi keluar, mungkin saja lebih mudah baginya mengingat tentang keadaan dirinya sebelumnya. Jadi dia ingin ikut ke mana Athena ingin pergi sekarang.
“Kenapa kau ingin ikut denganku?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Neneng Aaa
jygbknbh
2022-05-12
0
Si Bungsu
like + favorit
mampir kembali ke (nona buta wasiat papa)
2022-01-22
0
Perisai Aegis
up up
2022-01-13
0