Hadiah Guru

“Selamat Anda telah menyelesaikan mencicipi 100 makanan berbeda, Anda mendapatkan 10 juta rupiah, selamat menikmatinya! Anda telah menyelesaikan tugas!” Terdengar suara notifikasi memberitahukan Qiram.

‘Saldo Anda Rp. 125.026.000,00.’

“Selamat Anda akan mendapatkan hadiah kejutan, Tuan. Seorang guru hebat yang memiliki ilmu bela diri, segera tolong dia di jalan rambutan nomor 4.”

“Loh? Katanya hadiah? Kok nolongin orang? Itu berarti tugas! Bukan hadiah!” jawab Qiram protes, namun notifikasi itu tidak menjawab apapun keluhan Qiram.

“Hah! Benar-benar tidak bisa diajak komunikasi dan kompromi! Menyebalkan!”

Beberapa hari ini, Qiram melanjutkan tugasnya dan mencicipi 600 macam makanan berbeda. Qiram mendesah, mau tak mau ia tetap penasaran dengan hadiah yang menantinya, akhirnya ia memilih melajukan mobil ke jalan rambutan itu.

Sesampainya di sana, tak ada siapapun yang ia temui, hanya jalanan kosong tak berpenghuni.

“Apa-apaan ini? Katanya ada hadiah guru? Yang ada cuma jalan aspal hitam!” sungutnya.

Drap! Drap! Brak! Terdengar suara langkah kaki berlari, sangat ramai.

Qiram melihat satu orang pria menendang apapun yang bisa ia tendang untuk menghalangi orang-orang yang mengejarnya, kurang lebih 25 orang.

“Guru Anda sudah mendekat, Tuan! Tolong dia!” Suara notifikasi tiba-tiba mengejutkan Qiram.

“Hah? Jangan bilang pria yang dikejar itu hadiahku?” Qiram langsung membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya.

“Hei!” sorak Qiram dengan melambaikan tangan pada pria yang berlari itu.

Dengan cekatan ia langsung berlari ke arah mobil Qiram, masuk dan langsung menutup pintu mobil rapat.

Brum! Brum! Qiram pun melajukan mobilnya dengan sangat laju.

“Sialaaan! Tandai plat mobil itu!” teriak ketua pimpinan kelompok itu.

Mereka tidak bisa melihat plat mobil Qiram, karena di sana sudah ada tikungan tajam, sehingga mobil Qiram cepat menghilang, sedangkan mereka masih berlari untuk melihatnya.

Setelah cukup jauh dan merasa aman, barulah Qiram memelankan laju mobilnya. “Saya Qiram, Tuan siapa?” tanya Qiram berbasa-basi.

“Saya, Jecky Azmi. Terimakasih Tuan, telah membantu saya.” sahutnya.

“Kalau boleh tau, hendak kemanakah Tuan Jecky? Biar saya antar.”

Pria itu tampak terdiam lama, kemudian membuka bungkusan yang ia peluk hati-hti sejak tadi.

“Bayi?” Sontak Qiram terkejut, ia pikir tadinya pakaian.

Pria itu mengelus pipi bayi berbadan mungil itu.

“Dia adalah putra dari atasan saya, dia baru berumur 5 bulan. Orangtuanya meninggal dunia karena dibunuh. Saya melarikan diri selama 5 bulan ini, berharap agar bertemu dengan kucing milik Tuan kami.”

“Kucing? Apa hubungannya dengan kucing?” tanya Qiram bingung.

“Dia akan sadar, saat dijilat oleh kucing milik Tuan kami.” jelasnya.

“Maksudnya bayi ini masih hidup?!” mata Qiram terbelalak.

“Iya...” lirihnya.

Qiram menatap pria itu lama, “Kalau begitu, mari ke rumah saya saja, Tuan Jecky.”

Qiram membawa pria itu kerumahnya, bukankah kata notifikasi pria ini hadiah untuknya?

“Meong! Meong!” Gippong langsung berlari menyambut, kemudian menjilati pipi bayi itu.

“Owa! Owa!” Seketika terdengar suara bayi menangis.

“Ku-kucing ini...” Ia menoleh pada Qiram.

“Aku menemukannya, dia kuberi nama Gippong.” jawab Qiram.

Pria itu langsung duduk sembah ala prajurit. Satu kaki ditekuk lutut, satu dilantai. “Salam hamba, Tuan Muda. Terimalah sujud hamba.” ucapnya.

“Eh?! Maksudnya gimana, Tuan. Bangunlah!”

“Tidak, Tuan. Kucing ini bisa membangunkan putra dari keluarga Klan Damzi. Tuan saya sebelumnya mengatakan, kucing yang bisa membangunkan putra dari klan kami, dimana kucing itu tinggal, kepada Tuan itulah kami mengabdi.” jelasnya.

‘Ajukan hadiah menjadi guru!’ Terdengar suara notifikasi kembali.

“Baiklah, bangunlah! Aku tidak mengerti tentang klan dan semacamnya. Akan tetapi, aku butuh seorang guru yang bisa mendidikku seni bela diri, badanku gemuk, aku sering dibully, bahkan selama ini, aku selalu melarikan diri karena takut. Apa kau bisa seni bela diri?”

“Izin menjawab, Tuan Muda. Saya bisa taekwondo dan telah memiliki sabuk hitam untuk itu.” balas Jecky.

“Baiklah, kalau begitu, silahkan Tuan tinggal di lantai bawah, di sini ada kamar. Soalnya dilantai atas cuma ada dua kamar. Sudah di huni oleh dua teman saya. Satu wanita hamil, satu teman laki-laki sebaya saya.” jelas Qiram.

“Siap laksanakan, terimakasih banyak, Tuan.”

Malam pun datang, Lil O baru pulang menjadi badut, ia langsung mandi dan duduk di meja makan. Di sana sudah ada Qiram, Hafisa dan Jecky yang sedang menggendong bayi.

“Lil, kenalin, ini Tuan Jecky, mulai hari ini saya membawanya tinggal bersama kita untuk melatih kita taekwondo.” terang Qiram.

Lil O tampak tak suka, pandangan matanya penuh selidik. Ia khawatir jika pria di depannya bukan pria baik.

“Ya, terserah saja.” jawabnya, tapi ia masih waspada.

Setelah makan malam, mereka pergi ke kamar masing-masing.

“Qiram, kenapa kamu asal memungut orang? Takutnya orang jahat? Kita belum kenal!” protes Lil O di dalam kamar.

“Dia baik, dia bisa menjadi guru kita ,Lil. Percaya deh!” bujuk Qiram.

Lil O mendesah. “Ah, baiklah. Aku akan mencoba percaya, tapi tak sepenuhnya.” jawab Lil O.

Tengah malam.

Qiram turun ke bawah, ia sangat haus, mengambil air minum. Setelah minum, tiba-tiba ada yang bermanja-manja di lengannya. Perlahan ia menoleh, rambut hitam panjang menutupi wajah.

“Se-se-setaaaan!!!” teriaknya menggelegar, membuat semua orang terbangun.

Jecky yang paling dekat dari lokasi itu bergegas duduk dan menghampiri Qiram yang sudah terhenyak di lantai.

Jecky menghidupkan lampu segera, Lil O dan Hafisa juga terbangun, bergegas mereka turun.

“Tuan, kenapa kamu berteriak?” tanya wanita itu mendekat.

“Pergi! Pergi, Setan!” seru Qiram.

“Aku Gippong, Tuan.” Wanita itu merangkak masih dengan rambut panjang menjuntai di depan. Seperti suster ngesot.

“Tuan Muda, tenanglah. Dia memang kucing peliharaanmu. Perintahkan dia untuk menunjukkan wajahnya.” pinta Jecky menepuk pundak Qiram.

“Ka-kalau kau Gippong, tu-tunjukkan wajahmu.” Tangan dan Kaki Qiram gemetar karena takut.

Ia menyibakkan rambut panjangnya, duduk jongkok, tersenyum menunjukkan gigi, langsung mengeluskan kepalanya ke lengan Qiram.

“Tuan, dia adalah prajurit wanita Klan Damzi, sama seperti saya. Tetapi keluarganya melakukan satu kesalahan dengan membunuh siluman kucing, sehingga mereka berubah menjadi kucing. Jika mereka berdekatan dengan keturunan murni klan Damzi, malam hari akan berubah jadi manusia, siang kembali menjadi kucing.” jelas Jecky.

Qiram terperangah. ‘Hadiah apa yang diberikan padaku? Kucing manusia? Lalu, guru? Kenapa tidak memberikanku hadiah uang yang banyak? Seperti mobil dan uang 500 juta kemarin?’ gumam Qiram menyalahkan notifikasi yang selalu masuk dalam pikirannya, hanya ia yang bisa mendengarnya.

“Jadi, kucing ini manusia?” tanya Lil O.

Lil O dan Hafisa menatap Qiram. “Aku sungguh tidak tahu apa-apa, yang aku tahu dia kucing yang malang dan aku merawatnya!” jawab Qiram saat mendapati tatap aneh dua orang itu.

“Tuan, kami telah ditakdirkan menjadi pelayanmu.” Gippong dan Jecky sama-sama bersujud.

Qiram melirik Gippong, wanita seksi yang sangat bahenol, ia meneguk salivanya sendiri, beberapakali ia menepuk ekor kucing itu, mencium dan memanjakannya.

Terpopuler

Comments

ZasNov

ZasNov

Wah alurnya benar2 tidak disangka..
Ternyata Gippong ada hubungannya sama Jecky dan bayi yang dibawanya..
Bahkan Gippong bisa berubah jadi manusia.. 🤩
Semoga mereka semua bisa hidup damai dirumah itu..

2022-07-01

1

ummi a-sya

ummi a-sya

nanti lanjut lagi

2022-04-11

0

RiyanArdilla

RiyanArdilla

wkwkwk

2022-01-18

0

lihat semua
Episodes
1 Hidup Kembali
2 Kabur untuk Menghindari
3 Tugas
4 Dokter Aini Farha
5 Bertemu Perempuan Cantik Menarik Koper
6 Hafisa Inaya
7 Hewan Peliharaan
8 Gippong
9 Bertemu Soleman
10 Hutang Tak Jelas
11 Jadi Badut
12 Rangga Albusro
13 Menelfon Bu Dokter
14 Rencana Raina Ozra
15 Keahlianku?
16 Memesan Makanan
17 Lomba Makan
18 Menjemput Gippong
19 Daerah Kumuh
20 Hadiah Guru
21 Menyewa Kios
22 Memar
23 Pria tua
24 Professor
25 Putus
26 Makan Bersama Dokter Aini
27 Dipukul
28 Diet
29 Berenang
30 Mematahkan Tangan Soleman
31 100 Milyar
32 Marissa
33 Investasi
34 Bertemu Kembali
35 Di Hotel
36 Malam Panjang
37 7 Bulan
38 Gippong Berdarah
39 Tabung Darah
40 Makan Besar di Pagi Hari
41 Mengambil Hadiah
42 Mansion Tuan Beneno
43 Bertemu Bobi
44 Mengganti Ban
45 Ke Selatan
46 Ke Rumah Sakit
47 Bayi Prematur
48 Perusahaan Otomotif
49 Melahirkan Bayi Untukku
50 Bertemu Helmi
51 Keadaan Gippong
52 Mengubur
53 Pohon Rimbun
54 Mencari Guci Emas
55 Kekuatan Asli
56 Ruang Rahasia
57 Tes Darah
58 Pergi ke Desa Petarung
59 Bertemu Jingga Mutiara
60 Buangtai!
61 Adik laki-lakiku
62 Mengantarkan Lenggo
63 Ulat Bulan
64 Marissa Hamil
65 Disiksa
66 Bisnis Roki Albusro
67 Aini Hamil
68 Musnah
69 Agresif
70 Mari Menikah.
71 Ingatan
72 Marissa menghilang
73 Tidak Terpilih
74 Mantan Kekasih Aini
75 Fashion
76 Permohonan Bertemu Marissa
77 Cerita Tuan Beneno
78 Pangeran Dardail
79 Pilihan yang Tepat
80 ASI
81 Aini Kabur
82 Menikah dengan Hafisa
83 Tak Ada Baju
84 Makan dengan Cucu
85 Asyifa Melati
86 Ke Penjara
87 Naik Pesawat
88 Berkunjung Ke Penjara
89 Kepergian Marissa Untuk Selamanya
90 Perubahan Bayi Pangeran
91 Memutar Waktu?
92 Masa Depan Kita
93 Grindelwald
94 Melati dan Rangga
95 Guci Emas Berubah Warna
96 Menjaga Guci
97 Professor Azrul Meninggal
98 Membawa Melati
99 membawa melati
100 Aini Kesakitan
101 Orion dan Vega
102 7 Tahun kemudian
103 TAMAT
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Hidup Kembali
2
Kabur untuk Menghindari
3
Tugas
4
Dokter Aini Farha
5
Bertemu Perempuan Cantik Menarik Koper
6
Hafisa Inaya
7
Hewan Peliharaan
8
Gippong
9
Bertemu Soleman
10
Hutang Tak Jelas
11
Jadi Badut
12
Rangga Albusro
13
Menelfon Bu Dokter
14
Rencana Raina Ozra
15
Keahlianku?
16
Memesan Makanan
17
Lomba Makan
18
Menjemput Gippong
19
Daerah Kumuh
20
Hadiah Guru
21
Menyewa Kios
22
Memar
23
Pria tua
24
Professor
25
Putus
26
Makan Bersama Dokter Aini
27
Dipukul
28
Diet
29
Berenang
30
Mematahkan Tangan Soleman
31
100 Milyar
32
Marissa
33
Investasi
34
Bertemu Kembali
35
Di Hotel
36
Malam Panjang
37
7 Bulan
38
Gippong Berdarah
39
Tabung Darah
40
Makan Besar di Pagi Hari
41
Mengambil Hadiah
42
Mansion Tuan Beneno
43
Bertemu Bobi
44
Mengganti Ban
45
Ke Selatan
46
Ke Rumah Sakit
47
Bayi Prematur
48
Perusahaan Otomotif
49
Melahirkan Bayi Untukku
50
Bertemu Helmi
51
Keadaan Gippong
52
Mengubur
53
Pohon Rimbun
54
Mencari Guci Emas
55
Kekuatan Asli
56
Ruang Rahasia
57
Tes Darah
58
Pergi ke Desa Petarung
59
Bertemu Jingga Mutiara
60
Buangtai!
61
Adik laki-lakiku
62
Mengantarkan Lenggo
63
Ulat Bulan
64
Marissa Hamil
65
Disiksa
66
Bisnis Roki Albusro
67
Aini Hamil
68
Musnah
69
Agresif
70
Mari Menikah.
71
Ingatan
72
Marissa menghilang
73
Tidak Terpilih
74
Mantan Kekasih Aini
75
Fashion
76
Permohonan Bertemu Marissa
77
Cerita Tuan Beneno
78
Pangeran Dardail
79
Pilihan yang Tepat
80
ASI
81
Aini Kabur
82
Menikah dengan Hafisa
83
Tak Ada Baju
84
Makan dengan Cucu
85
Asyifa Melati
86
Ke Penjara
87
Naik Pesawat
88
Berkunjung Ke Penjara
89
Kepergian Marissa Untuk Selamanya
90
Perubahan Bayi Pangeran
91
Memutar Waktu?
92
Masa Depan Kita
93
Grindelwald
94
Melati dan Rangga
95
Guci Emas Berubah Warna
96
Menjaga Guci
97
Professor Azrul Meninggal
98
Membawa Melati
99
membawa melati
100
Aini Kesakitan
101
Orion dan Vega
102
7 Tahun kemudian
103
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!