Hewan Peliharaan

Qiram berniat merebahkan tubuhnya, namun tiba-tiba notifikasi berbunyi.

“Selamat hewan peliharaan Anda datang, silahkan menjemput dan merawatnya.”

“Meong! Meong!” Terdengar suara kucing mengeong di luar.

Qiram membuka pintu kontraknya, terlihat anak kucing kecil malang nan kasihan, ia memiliki kurap dikulitnya, matanya memiliki kotoran dan berair.

“Kucing buruk begini, jadi hewan peliharaanku?” Qiram bergumam.

“Baiklah, anggap saja kau adalah diriku, buruk, malang dan tak terurus, sungguh kasihan, maka aku akan mengurusmu, supaya suatu saat ada orang baik hati yang akan mengurusku!” oceh Qiram sambil menggendong anak kucing malang itu ke dalam rumah.

Ia membersihkan wajah kucing itu, mengambil satu kain sebagai alas tidurnya.

“Sabar ya, besok aku akan membelikan tempat tidur dan makananmu.” Qiram mengelus kepala kucing itu.

“Selamat Anda menyelesaikan 1000 senyuman berbalas, Anda akan mendapatkan 500.000 rupiah, selamat menikmatinya. Anda harus menyelesaikan 89.000 senyuman berbalas lagi!” Terdengar suara notifikasi membuat Qiram bingung dan bertanya-tanya. Kapan dia menebarkan senyum?

‘Saldo Anda Rp. 37.776.000,00.’

“Loh, kok bisa nambah sendiri? Apa eror?” gumam Qiram.

~~

Hafisa Inaya tersenyum-senyum sendiri di kamar motel, Qiram lucu, baik hati baginya. Dia sangat senang. Apalagi setelah mendengar kalau Qiram akan merawat anaknya, dia bisa kembali ke sekolah model, ia ingin menjadi artis terkenal.

“Semoga saja, dia tidak berbohong, apalagi hanya memanfaatkanku! Tak mungkin dia berbohong 'kan? Dia terlihat sangat baik dan polos.” Ia bermonolog sendiri.

“Anakku, maaf.” Ia elus perutnya, kemudian memilih tidur dan berusaha memejamkan matanya.

~~

Pagi-pagi sekali, Lil O memasak nasi goreng dan berangkat bekerja. Begitu pula dengan Qiram ia menggendong kucing kecil yang semalam ia dapatkan, ia hendak ke tempat dokter hewan.

Di sepanjang jalan, ia menyempatkan mencari uang dengan menebar senyum. Seperti biasa, ada beberapa orang yang membalas, tercengang dan berpikir dia gila.

Walaupun begitu, ia masih bisa mendengar notifikasi di hpnya berbunyi, kalau ia telah menyelesaikan 1000 senyuman berbalas.

Ia sampai di klinik dokter hewan, ia menyerahkan kucing itu pada dokter.

“Kasihan sekali ya, kucingnya. Kamu baik sekali, apa kamu menemukan kucing itu di jalan?” tanya seorang gadis, ia memakai kacamata, rambutnya ia ikat tinggi.

Qiram menoleh dan lama menatap gadis itu. “Hei, kenapa kau menatapku seperti itu?” tegur gadis itu.

“Maaf tindakan tidak sopan saya. Iya, saya menemukannya dan saya berniat merawatnya.”

“Nama saya Qiram Chandra, bisakah kita berkenalan?” Qiram mengulurkan tangannya.

“Tentu, nama saya Raina Ozra.” Raina menjabat tangan itu.

“Kamu pemilik usaha ini?” tanya Qiram membuat Raina membulatkan matanya.

“Kamu tau darimana?” tanyanya.

“Karena kamu masuk dari tempat berbeda, satpam bahkan tidak bertanya, hanya menerima salam penghormatan. Sedangkan aku tadi, di sapa dan mengobrol ini dan itu dulu dengan satpam untuk menjelaskan tentang klinik hewan ini.” jelas Qiram.

Di kehidupannya yang lalu. Ia ingat, Raina Ozra adalah putri semata wayang dari keluarga kaya raya, memiliki klinik hewan, toko busana, toko perhiasan dan beberapa usaha kecil lainnya yang ia rintis sendiri. Tampilannya memang terlihat seperti gadis kutu buku memakai kacamata dengan rambut yang selalu diikat tinggi atau di sanggul.

Awalnya banyak orang meremehkan dirinya, mengatakan kalau ia sukses karena bantuan keluarga, namun ia membuktikannya setelah kedua orangtuanya meninggal, ia memimpin perusahaan menjadi CEO. Kepintarannya dan wawasannya yang memang rajin membaca membuat ia bertahan dan sukses di dunia bisnis. Ia salah satu wanita yang sangat berpengaruh.

Menjadi CEO kuat 10 besar di Asia.

“Oh. Hehehe. Salam kenal ya, siapa nama kucingmu?” tanya Raina.

“Gippong.” jawab Qiram.

“Hm, lucu, ya.”

“Sudah lama buka usaha klinik hewan ini?” tanya Qiram sembari mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru ruangan.

“Baru, ini masih belajar.” jawab Raina malu-malu.

“Ah, bolehkan aku ikut berinvestasi?” Qiram menatap Raina.

“Hm?” Raina menatap Qiram balik, keningnya berkerut. “Maksudmu, kau ingin berinvestasi di klinik ini?”

“Iya, aku juga ingin belajar berbisnis, jadi aku akan mengeluarkan modalnya, mungkin butuh tambahan beli obat, atau kandang” ujar Qiram tersenyum.

“Kamu percaya padaku? Kita 'kan baru kenal?” Raina menatap Qiram penuh selidik.

“Ini semua aku lakukan karena aku menyukai kucing, jadi ingin berbisnis melalui hobi.” Qiram beralasan.

Dikehidupan yang lalu, Qiram pernah mendengar acara tanya jawab Raina yang ditayangkan di televisi. Awal dia memulai karir, ia hanya ingin usaha itu dari uang jajannya saja dan laba dari hasil kerjanya, serta menerima modal dari yang berinvestasi dengannya, tanpa bantuan uang orangtuanya. Alasannya ia hanya ingin mandiri.

Jadi, Qiram yakin, kali ini Raina pasti menerimanya.

“Kalau begitu, mari kita bicara di sana!” ajak Raina.

Mereka bicara di ruangan pribadi milik Raina, wanita itu menyodorkan air mineral di dalam botol dan meletakkan beberapa cemilan juga.

“Aku senang mendengar jika Anda ingin berinvestasi di klinikku ini.” ucap Raina, kemudian menarik laci, mengeluarkan berkas dari dalam laci itu.

“Ini adalah kegiatan kami selama sebulan terakhir, pengeluaran dan pemasukan. Ini klinik kecil, apa Anda yakin?” Raina menatap manik mata Qiram.

Qiram membalas menatap manik mata Raina, menunjukkan keseriusan dari tatapan itu. “Itu tidak masalah, aku percaya padamu.” Setelah berkata seperti itu, Qiram tersenyum. Raina juga membalasnya dengan tersenyum.

Selamat Anda menyelesaikan 1000 senyuman berbalas, Anda akan mendapatkan 500.000 rupiah, selamat menikmatinya. Anda harus menyelesaikan 85.000 senyuman berbalas lagi!” Terdengar suara notifikasi membuat Qiram bingung dan bertanya-tanya. Kapan dia menebarkan senyum?

‘Saldo Anda Rp. 39.776.000,00.’

“Baiklah jika begitu, bisakah saya tahu, berapa jumlah investasi awal yang ingin Anda masukkan?” tanya Raina.

“Aku akan mentransfer Rp. 35.000.000,00 terlebih dahulu sebagai awal mula. Nanti, aku akan menambahkannya lagi. Bagaimana?” usul Qiram.

Raina tersenyum, beberapa kali ia tersenyum. “Tentu, tentu saja bisa. Kalau begitu mari kita buat surat-suratnya dulu.” ajak Raina.

Sebenarnya uang 35 juta sangatlah gampang ia dapatkan dari orangtuanya, tetapi ia tak mau, makanya saat menerima investasi dari Qiram sebanyak 35 juta, Raina begitu senang. Ia bisa membeli beberapa peralatan untuk hewan.

“Tentu, mari!”

Qiram dan Raina pun menandatangani surat, kemudian Qiram mentransfer uang pada Raina.

Setelahnya, Qiram membawa hewan peliharaannya yang bernama Gippong berjalan-jalan sambil menebar senyum, untuk kembali mengumpulkan banyak uang karena uangnya baru saja ia gunakan untuk berinvestasi.

Qiram berjalan santai sambil menebar senyum pada semua orang hingga sore hari.

“Selamat Anda menyelesaikan 1000 senyuman berbalas, Anda akan mendapatkan 500.000 rupiah, selamat menikmatinya. Anda harus menyelesaikan 75.000 senyuman berbalas lagi!” Terdengar suara notifikasi membuat Qiram bingung dan bertanya-tanya. Kapan dia menebarkan senyum?

‘Saldo Anda Rp. 7.776.000,00.’

“Ah, akhirnya uangku bertambah kembali setelah menguranginya 35 juta. Aku harus mandi dan kembali bekerja dengan menebar senyum. Semoga tugas menebar senyumku akan selesai tepat waktu. Aku penasaran dengan hadiahnya!” gumam Qiram.

Terpopuler

Comments

Leader

Leader

ah, begitu rupanya

2022-10-03

1

Leader

Leader

eh?

2022-10-03

1

ZasNov

ZasNov

Mantap Qiram, berinvestasi di bisnisnya Raina..🤩
Makin banyak aja cuan-nya Qiram..😄
Tinggal senyum lagi, dan juga membuat orang lain tersenyum.. Cuan langsung ngalir deras...
Asli pengen kayak Qiram..😆😆

2022-04-25

1

lihat semua
Episodes
1 Hidup Kembali
2 Kabur untuk Menghindari
3 Tugas
4 Dokter Aini Farha
5 Bertemu Perempuan Cantik Menarik Koper
6 Hafisa Inaya
7 Hewan Peliharaan
8 Gippong
9 Bertemu Soleman
10 Hutang Tak Jelas
11 Jadi Badut
12 Rangga Albusro
13 Menelfon Bu Dokter
14 Rencana Raina Ozra
15 Keahlianku?
16 Memesan Makanan
17 Lomba Makan
18 Menjemput Gippong
19 Daerah Kumuh
20 Hadiah Guru
21 Menyewa Kios
22 Memar
23 Pria tua
24 Professor
25 Putus
26 Makan Bersama Dokter Aini
27 Dipukul
28 Diet
29 Berenang
30 Mematahkan Tangan Soleman
31 100 Milyar
32 Marissa
33 Investasi
34 Bertemu Kembali
35 Di Hotel
36 Malam Panjang
37 7 Bulan
38 Gippong Berdarah
39 Tabung Darah
40 Makan Besar di Pagi Hari
41 Mengambil Hadiah
42 Mansion Tuan Beneno
43 Bertemu Bobi
44 Mengganti Ban
45 Ke Selatan
46 Ke Rumah Sakit
47 Bayi Prematur
48 Perusahaan Otomotif
49 Melahirkan Bayi Untukku
50 Bertemu Helmi
51 Keadaan Gippong
52 Mengubur
53 Pohon Rimbun
54 Mencari Guci Emas
55 Kekuatan Asli
56 Ruang Rahasia
57 Tes Darah
58 Pergi ke Desa Petarung
59 Bertemu Jingga Mutiara
60 Buangtai!
61 Adik laki-lakiku
62 Mengantarkan Lenggo
63 Ulat Bulan
64 Marissa Hamil
65 Disiksa
66 Bisnis Roki Albusro
67 Aini Hamil
68 Musnah
69 Agresif
70 Mari Menikah.
71 Ingatan
72 Marissa menghilang
73 Tidak Terpilih
74 Mantan Kekasih Aini
75 Fashion
76 Permohonan Bertemu Marissa
77 Cerita Tuan Beneno
78 Pangeran Dardail
79 Pilihan yang Tepat
80 ASI
81 Aini Kabur
82 Menikah dengan Hafisa
83 Tak Ada Baju
84 Makan dengan Cucu
85 Asyifa Melati
86 Ke Penjara
87 Naik Pesawat
88 Berkunjung Ke Penjara
89 Kepergian Marissa Untuk Selamanya
90 Perubahan Bayi Pangeran
91 Memutar Waktu?
92 Masa Depan Kita
93 Grindelwald
94 Melati dan Rangga
95 Guci Emas Berubah Warna
96 Menjaga Guci
97 Professor Azrul Meninggal
98 Membawa Melati
99 membawa melati
100 Aini Kesakitan
101 Orion dan Vega
102 7 Tahun kemudian
103 TAMAT
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Hidup Kembali
2
Kabur untuk Menghindari
3
Tugas
4
Dokter Aini Farha
5
Bertemu Perempuan Cantik Menarik Koper
6
Hafisa Inaya
7
Hewan Peliharaan
8
Gippong
9
Bertemu Soleman
10
Hutang Tak Jelas
11
Jadi Badut
12
Rangga Albusro
13
Menelfon Bu Dokter
14
Rencana Raina Ozra
15
Keahlianku?
16
Memesan Makanan
17
Lomba Makan
18
Menjemput Gippong
19
Daerah Kumuh
20
Hadiah Guru
21
Menyewa Kios
22
Memar
23
Pria tua
24
Professor
25
Putus
26
Makan Bersama Dokter Aini
27
Dipukul
28
Diet
29
Berenang
30
Mematahkan Tangan Soleman
31
100 Milyar
32
Marissa
33
Investasi
34
Bertemu Kembali
35
Di Hotel
36
Malam Panjang
37
7 Bulan
38
Gippong Berdarah
39
Tabung Darah
40
Makan Besar di Pagi Hari
41
Mengambil Hadiah
42
Mansion Tuan Beneno
43
Bertemu Bobi
44
Mengganti Ban
45
Ke Selatan
46
Ke Rumah Sakit
47
Bayi Prematur
48
Perusahaan Otomotif
49
Melahirkan Bayi Untukku
50
Bertemu Helmi
51
Keadaan Gippong
52
Mengubur
53
Pohon Rimbun
54
Mencari Guci Emas
55
Kekuatan Asli
56
Ruang Rahasia
57
Tes Darah
58
Pergi ke Desa Petarung
59
Bertemu Jingga Mutiara
60
Buangtai!
61
Adik laki-lakiku
62
Mengantarkan Lenggo
63
Ulat Bulan
64
Marissa Hamil
65
Disiksa
66
Bisnis Roki Albusro
67
Aini Hamil
68
Musnah
69
Agresif
70
Mari Menikah.
71
Ingatan
72
Marissa menghilang
73
Tidak Terpilih
74
Mantan Kekasih Aini
75
Fashion
76
Permohonan Bertemu Marissa
77
Cerita Tuan Beneno
78
Pangeran Dardail
79
Pilihan yang Tepat
80
ASI
81
Aini Kabur
82
Menikah dengan Hafisa
83
Tak Ada Baju
84
Makan dengan Cucu
85
Asyifa Melati
86
Ke Penjara
87
Naik Pesawat
88
Berkunjung Ke Penjara
89
Kepergian Marissa Untuk Selamanya
90
Perubahan Bayi Pangeran
91
Memutar Waktu?
92
Masa Depan Kita
93
Grindelwald
94
Melati dan Rangga
95
Guci Emas Berubah Warna
96
Menjaga Guci
97
Professor Azrul Meninggal
98
Membawa Melati
99
membawa melati
100
Aini Kesakitan
101
Orion dan Vega
102
7 Tahun kemudian
103
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!