Jadi Badut

Lil O menemui pemilik kontrakan mereka, kalau mereka akan segera pindah, sedangkan Qiram telah membungkus semua barang bawaannya. Kemudian mereka menyewa dua becak, menuju ke motel tempat Hafisa Inaya menginap.

Ya, satu-satunya yang bisa ia ingat sekarang adalah Hafisa. Ia telah melupakan janjinya untuk menemuinya kembali esoknya karena sibuk mencari uang dengan tersenyum. Sepanjang perjalanan, Qiram terus berpikir, ia tak punya banyak uang lagi. Ia hanya berharap, ia bisa menyelesaikan senyuman berbalas segera.

“Sampai di depan ini saja, Pak. Terimakasih.” Qiram membayar sewa dua becak itu.

“Qiram, kau yakin? Kita akan menyewa tempat ini?” Lil O menatap bangunan itu dengan khawatir.

“Iya, di sini lebih aman. Sebelum kita menemukan tempat yang layak dan aman dari Soleman the gank.” jawab Qiram.

Mereka berdua pun akhirnya menyewa kamar, satpam dan resepsionis sampe mengernyit melihat mereka membawa banyak barang, bahkan Satpam memeriksa. Kompor mereka tidak boleh di bawa ke dalam kamar, sehingga ditinggalkan di samping meja resepsionis.

Setelah mendapatkan kunci kamar, mereka membersihkan diri dan menyusun barang bawaan ketepi. “Lil O, tolong belilah makanan dan cemilan untuk kita, ya!” Qiram memberikan uangnya.

“Jangan, aku punya gaji yang kemarin kok, gajiku dibayar perhari. Simpan saja dulu uangmu. Kau sudah lama tidak bekerja, jangan hamburkan lagi simpananmu. Ini kamu juga sudah bayar biaya motel.” ucap Lil O, ia meletakkan kembali uang pemberian Qiram ke telapak tangannya. Kemudian langsung keluar mencari makanan.

Setelah Lil O pergi, Qiram juga beranjak pergi, menutup pintu kamarnya dan mengetuk kamar Hafisa yang berada 4 kamar dari kamarnya.

“Nona Hafisa, ini saya Qiram. Apa Anda masih di dalam?” ucap Qiram sembari mengetuk pintu.

Ceklek! Tak lama, pintu kamar itu pun terbuka.

“Silahkan masuk!” Hafisa mempersilahkan.

Qiram masuk, duduk di ujung ranjang, sedangkan Hafisa di pangkal ranjang. “Kenapa baru datang sekarang? Aku pikir kau hanya seorang pembohong yang membohongiku dan memberikan harapan palsu.” ucap Hafisa menyedekapkan tangannya.

“Maaf, bukan niatku mengingkari janji yang tak segera datang untuk menemuimu. Aku ada pekerjaan beberapa hari lalu. Bagaimana keadaanmu dan bayimu?”

“Ya, seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja.”

“Syukurlah, aku hanya bisa memberimu segini, aku juga menginap dikamar sebelah, 4 kamar dari sini, bersama temanku, jika kau butuh apa-apa bisa mencariku di sana. Masalah tempat tinggal yang aku katakan padamu waktu itu, minggu depan aku temani ya, minggu ini aku masih sibuk bekerja. Aku harap kamu mengerti.” Qiram meletakkan uang 500.000 di ranjang untuk Hafisa sebagaimana ia berjanji akan membiayai bayi yang ada di dalam perutnya.

Hafisa lama menatap uang itu. Dulu, tepatnya sebelum ia diusir oleh orangtuanya, uang 500.000 ini hanya uang jajannya untuk satu hari. Namun, kini orang tuanya begitu murka. Ia diusir.

Saat diusir, ia berharap kekasihnya akan menampung dan menyelamatkannya. Tetapi, pria itu tak layak disebut sebagai pria sejati, dia malah menyuruh Hafisa menggugurkan anaknya dan menyalahkan Hafisa.

Antara benci, marah, sakit hati dan kecewa, karena itulah dia memukul anak yang ia kandung, jika tidak hamil, orangtuanya tidak akan mengusirnya, ia akan hidup enak. Jika dia tidak kenal dengan kekasihnya, dia pasti tidak akan menderita seperti ini.

Kini, ada orang lain yang bukan ayah dari anak yang dikandungnya memberikan nafkah untuk bayi yang bukan miliknya. Hafisa terenyuh.

“Kalau begitu, aku keluar dulu, Nona Hafisa. Tolong jaga anakmu ya.” pesan Qiram, kemudian keluar dari kamar Hafisa.

Hafisa berdiri di depan pintu, melihat Qiram masuk ke dalam kamar yang beberapa pintu berjarak dengan kamarnya.

Setelah itu, Hafisa mengambil uang itu. Tersenyum tetapi menangis. Sikap Qiram benar-benar menyentuh hatinya, ia mengelus perutnya yang masih datar.

‘Aku akan belajar hemat, semoga rezkinya dimudahkan.’ gumam Hafisa.

Baru juga Qiram masuk, Lil O sudah datang membawa makanan. Mereka berdua pun makan dengan lahap.

“Besok aku akan mencari kerja kembali, karena aku khawatir ditempat aku kerja kemarin, gang Soleman sudah menyelidikinya.” tutur Lil O.

“Baiklah, aku juga akan mencari pekerjaan besok.” jawab Qiram. “Oh, ya, tempat yang bisa membuat kita selalu tersenyum dan mendapatkan senyuman balasan dari orang dimana ya, Lil?” lanjut Qiram bertanya.

“Maksudnya kamu ingin memberikan senyuman pada orang-orang, untuk menghibur orang? Kamu ingin bekerja jadi badut?” tanya Lil O.

Sesaat Qiram terdiam, kemudian mengangguk.

“Kalau begitu, mari kita berdua menjadi badut!” ucap Lil O penuh semangat.

~~

Keesokan harinya.

Qiram dan Lil O pergi ke tempat pusat keramaian dengan kostum aneh nan lucu, wajahnya juga dipoles dengan bedak tebal dan lipstik.

“Pekerjaan begini, setidaknya Soleman dan gangnya tidak akan mengetahui wajah kita.” bisik Lil O.

Mereka berdua mulai melawak dengan memukul gendang dan menari-nari lucu.

“Selamat Anda menyelesaikan 1000 senyuman berbalas, Anda akan mendapatkan 500.000 rupiah, selamat menikmatinya. Anda harus menyelesaikan 64.000 senyuman berbalas lagi!” Terdengar suara notifikasi kembali memberitahu.

‘Saldo Anda Rp. 9.026.000,00.’

Qiram tersenyum, tadi ia sudah mengurangi jumlah uangnya untuk membayar biaya motel selama seminggu dan memberikan uang pada Hafisa sebanyak 500.000.

Banyak anak-anak yang tersenyum riang melihat mereka, berfoto dan tersenyum.

“Selamat Anda menyelesaikan 1000 senyuman berbalas, Anda akan mendapatkan 500.000 rupiah, selamat menikmatinya. Anda harus menyelesaikan 63.000 senyuman berbalas lagi!” Terdengar suara notifikasi kembali memberitahu.

‘Saldo Anda Rp. 9.526.000,00.’

Mereka dari pagi hingga sore melawak, menari-nari agar terlihat lucu. Berhenti hanya sebentar saat makan siang dan minum. Beberapa kali notifikasi berbunyi.

“Selamat Anda menyelesaikan 1000 senyuman berbalas, Anda akan mendapatkan 500.000 rupiah, selamat menikmatinya. Anda harus menyelesaikan 50.000 senyuman berbalas lagi!” Terdengar suara notifikasi kembali memberitahu.

‘Saldo Anda Rp. 16.526.000,00.’

“Hei, kalian berdua! Bayar sewa!” Tiba-tiba, salah satu kelompok preman datang menghadang mereka. Ia memiliki tatto ular cobra dilengannya.

“Sewa apa?”

“Jangan berlagak bodoh! Tentu saja sewa tempat! Kalian mencari uang di wilayah kekuasaan kami!" Pria itu mencengkram leher Lil O.

“Memangnya berapa uang sewanya?”

“Separoh uang yang kalian dapatkan!” jawabnya.

“Itu keterlaluan!” seru Lil O. “Kami susah payah bekerja dari pagi hingga sore ini.”

“Oh, jadi kalian tidak mau?”

“Iya, kami tidak mau!”

Bruk! Preman itu langsung meninju perut Lil O.

Melihat sahabatnya terhenyak, membuat darah Qiram mendidih, ia teringat pahitnya kehidupan masa lalu.

“Pergi kalian dari sini!” Qiram memukul preman itu, kemudian menendangnya dengan keras. Memukul apapun yang bisa ia dapatkan kepada gerombolan preman itu.

“Sialan! Beraninya kau!” Mereka menghajar Qiram secara bersama.

Lil O berteriak meminta tolong, sambil memukul mereka yang mengeroyok Qiram.

Masyarakat pun mulai berbondong dan meneriaki kelompok preman yang membuat ulah itu. Diantara mereka salah satunya pria remaja yang ditolong Qiram saat itu.

“Kakak?!”

Terpopuler

Comments

Leader

Leader

nahloh, manjur bat jadi badutnya langsung berkurang 20% dong

2022-10-05

0

Leader

Leader

misinya berat banget dahh masih 60rb🤣

2022-10-05

0

ZasNov

ZasNov

Hafisa pasti terharu dengan sikap Qiram yang begitu baik terhadapnya..
Disaat pria yang menghamilinya malah mencampakannya dan orangtuanya mengusirnya, Qiram malah berbaik hati padanya.. 🤗
Pekerjaan yang tepat, jadi badut bisa membuat banyak orang tersenyum ☺️

2022-04-26

1

lihat semua
Episodes
1 Hidup Kembali
2 Kabur untuk Menghindari
3 Tugas
4 Dokter Aini Farha
5 Bertemu Perempuan Cantik Menarik Koper
6 Hafisa Inaya
7 Hewan Peliharaan
8 Gippong
9 Bertemu Soleman
10 Hutang Tak Jelas
11 Jadi Badut
12 Rangga Albusro
13 Menelfon Bu Dokter
14 Rencana Raina Ozra
15 Keahlianku?
16 Memesan Makanan
17 Lomba Makan
18 Menjemput Gippong
19 Daerah Kumuh
20 Hadiah Guru
21 Menyewa Kios
22 Memar
23 Pria tua
24 Professor
25 Putus
26 Makan Bersama Dokter Aini
27 Dipukul
28 Diet
29 Berenang
30 Mematahkan Tangan Soleman
31 100 Milyar
32 Marissa
33 Investasi
34 Bertemu Kembali
35 Di Hotel
36 Malam Panjang
37 7 Bulan
38 Gippong Berdarah
39 Tabung Darah
40 Makan Besar di Pagi Hari
41 Mengambil Hadiah
42 Mansion Tuan Beneno
43 Bertemu Bobi
44 Mengganti Ban
45 Ke Selatan
46 Ke Rumah Sakit
47 Bayi Prematur
48 Perusahaan Otomotif
49 Melahirkan Bayi Untukku
50 Bertemu Helmi
51 Keadaan Gippong
52 Mengubur
53 Pohon Rimbun
54 Mencari Guci Emas
55 Kekuatan Asli
56 Ruang Rahasia
57 Tes Darah
58 Pergi ke Desa Petarung
59 Bertemu Jingga Mutiara
60 Buangtai!
61 Adik laki-lakiku
62 Mengantarkan Lenggo
63 Ulat Bulan
64 Marissa Hamil
65 Disiksa
66 Bisnis Roki Albusro
67 Aini Hamil
68 Musnah
69 Agresif
70 Mari Menikah.
71 Ingatan
72 Marissa menghilang
73 Tidak Terpilih
74 Mantan Kekasih Aini
75 Fashion
76 Permohonan Bertemu Marissa
77 Cerita Tuan Beneno
78 Pangeran Dardail
79 Pilihan yang Tepat
80 ASI
81 Aini Kabur
82 Menikah dengan Hafisa
83 Tak Ada Baju
84 Makan dengan Cucu
85 Asyifa Melati
86 Ke Penjara
87 Naik Pesawat
88 Berkunjung Ke Penjara
89 Kepergian Marissa Untuk Selamanya
90 Perubahan Bayi Pangeran
91 Memutar Waktu?
92 Masa Depan Kita
93 Grindelwald
94 Melati dan Rangga
95 Guci Emas Berubah Warna
96 Menjaga Guci
97 Professor Azrul Meninggal
98 Membawa Melati
99 membawa melati
100 Aini Kesakitan
101 Orion dan Vega
102 7 Tahun kemudian
103 TAMAT
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Hidup Kembali
2
Kabur untuk Menghindari
3
Tugas
4
Dokter Aini Farha
5
Bertemu Perempuan Cantik Menarik Koper
6
Hafisa Inaya
7
Hewan Peliharaan
8
Gippong
9
Bertemu Soleman
10
Hutang Tak Jelas
11
Jadi Badut
12
Rangga Albusro
13
Menelfon Bu Dokter
14
Rencana Raina Ozra
15
Keahlianku?
16
Memesan Makanan
17
Lomba Makan
18
Menjemput Gippong
19
Daerah Kumuh
20
Hadiah Guru
21
Menyewa Kios
22
Memar
23
Pria tua
24
Professor
25
Putus
26
Makan Bersama Dokter Aini
27
Dipukul
28
Diet
29
Berenang
30
Mematahkan Tangan Soleman
31
100 Milyar
32
Marissa
33
Investasi
34
Bertemu Kembali
35
Di Hotel
36
Malam Panjang
37
7 Bulan
38
Gippong Berdarah
39
Tabung Darah
40
Makan Besar di Pagi Hari
41
Mengambil Hadiah
42
Mansion Tuan Beneno
43
Bertemu Bobi
44
Mengganti Ban
45
Ke Selatan
46
Ke Rumah Sakit
47
Bayi Prematur
48
Perusahaan Otomotif
49
Melahirkan Bayi Untukku
50
Bertemu Helmi
51
Keadaan Gippong
52
Mengubur
53
Pohon Rimbun
54
Mencari Guci Emas
55
Kekuatan Asli
56
Ruang Rahasia
57
Tes Darah
58
Pergi ke Desa Petarung
59
Bertemu Jingga Mutiara
60
Buangtai!
61
Adik laki-lakiku
62
Mengantarkan Lenggo
63
Ulat Bulan
64
Marissa Hamil
65
Disiksa
66
Bisnis Roki Albusro
67
Aini Hamil
68
Musnah
69
Agresif
70
Mari Menikah.
71
Ingatan
72
Marissa menghilang
73
Tidak Terpilih
74
Mantan Kekasih Aini
75
Fashion
76
Permohonan Bertemu Marissa
77
Cerita Tuan Beneno
78
Pangeran Dardail
79
Pilihan yang Tepat
80
ASI
81
Aini Kabur
82
Menikah dengan Hafisa
83
Tak Ada Baju
84
Makan dengan Cucu
85
Asyifa Melati
86
Ke Penjara
87
Naik Pesawat
88
Berkunjung Ke Penjara
89
Kepergian Marissa Untuk Selamanya
90
Perubahan Bayi Pangeran
91
Memutar Waktu?
92
Masa Depan Kita
93
Grindelwald
94
Melati dan Rangga
95
Guci Emas Berubah Warna
96
Menjaga Guci
97
Professor Azrul Meninggal
98
Membawa Melati
99
membawa melati
100
Aini Kesakitan
101
Orion dan Vega
102
7 Tahun kemudian
103
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!