Dokter Aini Farha

Qiram membuka matanya perlahan, ia mengerjap-ngerjapkannya beberapa kali saat melihat gadis cantik dengan bola mata bulat besar bersinar, mata yang paling cantik dan jernih yang pernah ia lihat selama hidupnya.

“Dokter Aini Farha?” ucap Qiram, membuat Dokter muda nan cantik itu menoleh, kemudian menatapnya juga.

“Anda sudah sadar, Tuan.” jawabnya tersenyum, ia tadi sedang memeriksa selang infus yang terpasang ditangan Qiram tanpa menatapnya.

“Qiram! Kau kenapa bisa terluka parah begini?!” Lil O langsung menyerobot, memisahkan tatapan Qiram pada Aini. Pria itu sangat khawatir pada sahabatnya yang lemah dan gendut ini.

“Kau tahu, aku mencarimu sampai kemana-mana, malam sudah larut, kau belum juga pulang, untung saja ada orang yang lewat melihatmu terbaring dengan kaki terluka.”

“Aku langsung membawamu ke klinik ini bersama warga. Kalau mau kemana-mana, tolong jangan sendirian, kita bisa pergi berdua, Qiram.”

“Iya, iya!” Qiram tersenyum dan menepuk pundak Lil O.

Dikehidupan yang lalu, ia tidak suka dengan sikap dan perhatian Lil O yang terlihat lebay padanya, membuat ia berpikir keras kalau Lil O seorang pecinta pria, tetapi setelah hasutan Lenggo, pikirannya berubah, ia mengira Lil O pria munafik, yang berpura-pura baik, ingin merebut semua miliknya.

Jika dia pikirkan lagi dengan jernih, apa yang membuat Lil O harus berpura-pura untuk merebut sesuatu darinya. Dia hanya pria miskin, gemuk, bahkan lebih sering menyusahkan Lil O.

Sungguh, ia menyesali kebodohannya di kehidupan masa lalu.

Dokter Aini memeriksa kondisi tubuh Qiram. “Keadaannya sudah baik, tunggulah sampai sore, jika tak merasa sakit lagi, Anda bisa keluar dari klinik hari ini.” jelas Dokter itu.

“Terimakasih, Dok.” jawab Qiram dan Lil O.

“Qiram, kau kenapa bisa seperti ini?” Lil O bertanya, ia menggeser kursinya, agar posisi duduknya semakin dekat dengan Qiram, setelah dokter Aini keluar dari ruangan.

“A-aku berniat mencari kerja, saat berjalan, aku bertemu dengan bawahan Soleman, aku berlari sekencang-kencangnya, aku takut, aku tak tau kemana arahku berlari, hingga aku sudah pergi jauh.” jelas Qiram.

“Setelahnya, aku baru tersadar jika dibelakangku tidak ada bawahan Soleman mengejar. Saat aku melihat ke sekitar, ingin mencaritahu dimana aku berada karena sudah sangat larut malam, aku tersandung. Jadi, ya... kakiku seperti ini, deh!”

Lil O tampak sedih dan prihatin.

“Hei, jangan bertampang seperti itu, Sob! Aku baik-baik saja!”

“Baiklah kalau begitu, apa kamu lapar? Kurasa makanan di klinik ini tak sesuai seleramu, aku akan mencari makanan keluar, kau kembalilah berbaring.” ucap Lil O, ia membantu Qiram berbaring kembali diranjangnya.

Saat Lil O keluar, Qiram termenung, pikirannya menerawang mengingat kehidupan masa lalu.

~~

Tangan Qiram baru saja dipatahkan oleh Soleman, tubuhnya babak belur dikeroyok oleh gangs Soleman. Kemudian ia menendang burung elang milik Lil O sampai ia mengerang kuat dan tak sadarkan diri.

Semua barang miliknya diambil oleh Soleman dan gangnya, kemudian tubuh mereka dilemparkan keluar dari kontrakan.

“Mpok Linda minta kami ngusir kalian sekalian, kalian gak bayar kontrakan dua bulan! Hahahaha!”

Tak ada seorang pun yang menolong mereka berdua, ada pun orang berjalan disekitar, mereka hanya lewat saja, seolah tak menganggap mereka ada, nyawa orang miskin sungguh tak berharga sama sekali.

Tak lama, Lil O tersadar, ia berdiri dengan sangat pelan, kemudian membantu Qiram, mereka berjalan terpapah-papah, orang-orang hanya melihat saja, tak ada yang berani menolongnya.

Hingga mereka tiba disebuah klinik, semua perawat merasa enggan dan jijik merawat mereka, apalagi saat mengetahui mereka sama sekali tak memiliki uang.

Mereka sangat kecewa, hingga seorang Dokter muda yang cantik dengan bola mata cantik nan jernih membantu.

“Apa yang kalian lakukan? Mereka tetaplah pasien, ada atau tidak ada uang, tugas kita membantu orang yang sakit. Untuk apa kalian menjadi perawat, jika tak punya hati nurani, jerih kalian pasti dibalas suatu saat nanti. Jika mereka tak ada uang, mereka bisa memberikan doa yang tulus.”

“Cepat angkat mereka!” perintahnya.

Aini Farha, sebuah nama yang diingat oleh Qiram, nama yang terlukis di dalam memori hingga lubuk hatinya.

Tangan Qiram tak lagi berfungsi, sehingga harus diamputasi, setelah melakukan operasi, Dokter Aini Farha juga memeriksa Lil O, mereka berdua diberikan obat.

Biaya pengobatan mereka gratis, Dokter Aini Farha berucap pada mereka, “Tak apa, jika suatu saat kalian memiliki uang, bantulah yang membutuhkan. Sedangkan untukku, kalian cukup menyelipkan do'a untukku saat kalian berdoa.” tutur Dokter cantik itu dengan senyuman yang sangat manis.

Qiram terharu, hingga suatu hari saat ia memiliki uang, ia kembali ke klinik mencari Dokter Aini Farha.

“Dokter Aini Farha sudah tidak bertugas lagi, ia sudah didiskualifikasi karena menyinggung seorang pengusaha besar di kota ini!” jelas salah satu perawat di klinik itu.

Qiram sungguh kecewa dan benci pada orang kaya yang berkuasa menjahati gadis cantik nan baik hati itu.

~~

Qiram mengusap wajahnya dengan tangan, masa lalu yang kelam, jangankan menolong dan mencari Dokter Aini Farha, untuk menyalamatkan dirinya saja, ia tak bisa waktu itu.

“Dokter, dikehidupan ini, aku pasti akan membantumu, membalas kebaikan dan ketulusan hatimu dikehidupanku yang lalu.”

Qiram meletakkan tangannya di dagu, “Biarku ingat, kapan aku menemui Dokter Aini?” Qiram berpikir.

“Aku mendatanginya setahun lagi. Berarti sebelum setahun lagi, dia akan mendapatkan masalah dengan pengusaha besar itu. Aku harus menghentikan dan menolongnya!” gumam Qiram.

Tak lama, Lil O membawa makanan, dua bungkus nasi Padang double dengan lauk rendang ditambah paragede.

Lil O membantu Qiram duduk dan menyiapkan makanan untuknya. Mereka berdua makan dengan lahap.

‘Untunglah kehidupan ini aku datang tidak dalam keadaan buruk lagi, aku memiliki uang, tubuhku tak dekil dan bau seperti saat itu. Keadaan Lil O juga sangat bugar.’

~~

Sore hari.

Qiram sudah bisa pulang, Lil O membantunya dengan memapah tubuh sahabat gemuknya itu turun dari ranjang.

“Dokter, terimakasih banyak atas bantuannya. Bisakah saya meminta kontak Anda? Jika seandainya kakiku tiba-tiba kembali sakit.”

Dokter Aini Farha terdiam, Qiram segera berkata kembali, “Dokter, jangan khawatir, aku tidak punya maksud lain, apalagi modus, aku hanya ingin menghubungi kembali jika kakiku sakit. Jika kakiku tidak sakit, sungguh aku tidak akan mengganggu Dokter.”

Mendengar penjelasan Qiram, Dokter Aini Farha tergelak. “Iya, aku juga tidak khawatir.”

Dokter itu menulis nomornya di secarik kertas dan memberikannya kepada Qiram.

“Terimakasih Dokter.”

“Iya, sama-sama.”

Qiram dan Lil O pun berlalu pergi dari klinik. Sebelum benar-benar pergi, ia menatap klinik itu dan berkata dalam hati.

‘Dokter Aini Farha, aku berjanji akan membantumu, membalas kebaikanmu, percayalah, aku akan membeli klinik ini dengan uangku, walaupun rasanya bermimpi, tetapi dengan berjalan aku memiliki banyak uang.’

Kemudian ia benar-benar pergi bersama Lil O ke kosannya.

Terpopuler

Comments

Leader

Leader

huwogh, wanita cantik emg lebih mudah di ingat😂

2022-10-03

0

Leader

Leader

bukannya burung perkutut yah😂

2022-10-03

0

ZasNov

ZasNov

Dokter Aini Farha baik sekali ya 🥰
Semoga Qiram bisa mewujudkan harapannya untuk membantu Dokter Aini..
Lebih bagus sih kalau mereka berjodoh di kehidupan kali ini..🤭

2022-04-25

4

lihat semua
Episodes
1 Hidup Kembali
2 Kabur untuk Menghindari
3 Tugas
4 Dokter Aini Farha
5 Bertemu Perempuan Cantik Menarik Koper
6 Hafisa Inaya
7 Hewan Peliharaan
8 Gippong
9 Bertemu Soleman
10 Hutang Tak Jelas
11 Jadi Badut
12 Rangga Albusro
13 Menelfon Bu Dokter
14 Rencana Raina Ozra
15 Keahlianku?
16 Memesan Makanan
17 Lomba Makan
18 Menjemput Gippong
19 Daerah Kumuh
20 Hadiah Guru
21 Menyewa Kios
22 Memar
23 Pria tua
24 Professor
25 Putus
26 Makan Bersama Dokter Aini
27 Dipukul
28 Diet
29 Berenang
30 Mematahkan Tangan Soleman
31 100 Milyar
32 Marissa
33 Investasi
34 Bertemu Kembali
35 Di Hotel
36 Malam Panjang
37 7 Bulan
38 Gippong Berdarah
39 Tabung Darah
40 Makan Besar di Pagi Hari
41 Mengambil Hadiah
42 Mansion Tuan Beneno
43 Bertemu Bobi
44 Mengganti Ban
45 Ke Selatan
46 Ke Rumah Sakit
47 Bayi Prematur
48 Perusahaan Otomotif
49 Melahirkan Bayi Untukku
50 Bertemu Helmi
51 Keadaan Gippong
52 Mengubur
53 Pohon Rimbun
54 Mencari Guci Emas
55 Kekuatan Asli
56 Ruang Rahasia
57 Tes Darah
58 Pergi ke Desa Petarung
59 Bertemu Jingga Mutiara
60 Buangtai!
61 Adik laki-lakiku
62 Mengantarkan Lenggo
63 Ulat Bulan
64 Marissa Hamil
65 Disiksa
66 Bisnis Roki Albusro
67 Aini Hamil
68 Musnah
69 Agresif
70 Mari Menikah.
71 Ingatan
72 Marissa menghilang
73 Tidak Terpilih
74 Mantan Kekasih Aini
75 Fashion
76 Permohonan Bertemu Marissa
77 Cerita Tuan Beneno
78 Pangeran Dardail
79 Pilihan yang Tepat
80 ASI
81 Aini Kabur
82 Menikah dengan Hafisa
83 Tak Ada Baju
84 Makan dengan Cucu
85 Asyifa Melati
86 Ke Penjara
87 Naik Pesawat
88 Berkunjung Ke Penjara
89 Kepergian Marissa Untuk Selamanya
90 Perubahan Bayi Pangeran
91 Memutar Waktu?
92 Masa Depan Kita
93 Grindelwald
94 Melati dan Rangga
95 Guci Emas Berubah Warna
96 Menjaga Guci
97 Professor Azrul Meninggal
98 Membawa Melati
99 membawa melati
100 Aini Kesakitan
101 Orion dan Vega
102 7 Tahun kemudian
103 TAMAT
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Hidup Kembali
2
Kabur untuk Menghindari
3
Tugas
4
Dokter Aini Farha
5
Bertemu Perempuan Cantik Menarik Koper
6
Hafisa Inaya
7
Hewan Peliharaan
8
Gippong
9
Bertemu Soleman
10
Hutang Tak Jelas
11
Jadi Badut
12
Rangga Albusro
13
Menelfon Bu Dokter
14
Rencana Raina Ozra
15
Keahlianku?
16
Memesan Makanan
17
Lomba Makan
18
Menjemput Gippong
19
Daerah Kumuh
20
Hadiah Guru
21
Menyewa Kios
22
Memar
23
Pria tua
24
Professor
25
Putus
26
Makan Bersama Dokter Aini
27
Dipukul
28
Diet
29
Berenang
30
Mematahkan Tangan Soleman
31
100 Milyar
32
Marissa
33
Investasi
34
Bertemu Kembali
35
Di Hotel
36
Malam Panjang
37
7 Bulan
38
Gippong Berdarah
39
Tabung Darah
40
Makan Besar di Pagi Hari
41
Mengambil Hadiah
42
Mansion Tuan Beneno
43
Bertemu Bobi
44
Mengganti Ban
45
Ke Selatan
46
Ke Rumah Sakit
47
Bayi Prematur
48
Perusahaan Otomotif
49
Melahirkan Bayi Untukku
50
Bertemu Helmi
51
Keadaan Gippong
52
Mengubur
53
Pohon Rimbun
54
Mencari Guci Emas
55
Kekuatan Asli
56
Ruang Rahasia
57
Tes Darah
58
Pergi ke Desa Petarung
59
Bertemu Jingga Mutiara
60
Buangtai!
61
Adik laki-lakiku
62
Mengantarkan Lenggo
63
Ulat Bulan
64
Marissa Hamil
65
Disiksa
66
Bisnis Roki Albusro
67
Aini Hamil
68
Musnah
69
Agresif
70
Mari Menikah.
71
Ingatan
72
Marissa menghilang
73
Tidak Terpilih
74
Mantan Kekasih Aini
75
Fashion
76
Permohonan Bertemu Marissa
77
Cerita Tuan Beneno
78
Pangeran Dardail
79
Pilihan yang Tepat
80
ASI
81
Aini Kabur
82
Menikah dengan Hafisa
83
Tak Ada Baju
84
Makan dengan Cucu
85
Asyifa Melati
86
Ke Penjara
87
Naik Pesawat
88
Berkunjung Ke Penjara
89
Kepergian Marissa Untuk Selamanya
90
Perubahan Bayi Pangeran
91
Memutar Waktu?
92
Masa Depan Kita
93
Grindelwald
94
Melati dan Rangga
95
Guci Emas Berubah Warna
96
Menjaga Guci
97
Professor Azrul Meninggal
98
Membawa Melati
99
membawa melati
100
Aini Kesakitan
101
Orion dan Vega
102
7 Tahun kemudian
103
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!