Qiram mencicipi semua makanan, termasuk sate yang di beli oleh Lil O.
Ia tak memakan makanan itu banyak, hanya mencicipinya satu sendok persendok saja setiap makanan itu. ‘Kuharap, mencicipinya satu sendok seperti ini, bisa terhitung sebagai tugas, jika makan satu piring, perutku bisa meledak, walaupun aku biasanya suka makan, tapi tak sebanyak ini juga.’ gumam Qiram.
Hafisa dan Lil O melirik Qiram, merasa aneh.
“Apa kau sedang patah hati?” tanya Hafisa pelan menatap Qiram.
“Hah? Aku? Patah hati?” Qiram malah bertanya balik.
“Iya, kau terlihat seperti orang yang tengah patah hati karena diputuskan, atau pacarmu ketahuan selingkuh. Kau makan banyak seperti itu.” jelas Hafisa menunjuk makanan.
“Ahahaha!” Qiram tertawa terbahak-bahak.
Ya, dikehidupannya yang lalu, ia memang pernah seperti itu. Akan tetapi, jika sekarang dia tidak seperti itu lagi!
Qiram yang sekarang adalah pria yang berpikir maju untuk masa depan menjadi kaya raya dan tidak ingin dipijak lagi harga dirinya karena miskin.
“Aku tidak sebodoh itu, Nona. Jika putus, ya putus saja. Jika selingkuh, berarti dia manusia buruk, masih banyak manusia lainnya. Dia tidak pantas menjadi orang yang mengisi hatiku.” balas Qiram serius, ia menghentikan tawanya, tatapannya lurus ke depan, tengah hanyut pada kenyataan pahit dikehidupan masa lalunya.
“Oh, begitu ya, baguslah kalau begitu. Tadinya aku khawatir. Aku pikir, kau bertengkar dengan kekasihmu karena aku...” lirih Hafisa.
Qiram dan Lil O sama-sama menoleh pada Hafisa yang berwajah sendu.
“Nona, aku single, sebelum dan setelah bertemu dirimu, aku juga masih single. Aku membawamu kemari juga atas keinginanku sendiri, jadi jangan merasa sungkan, Nona. Jangan sampai kau terlalu banyak pikiran, sehingga membebani bayi yang ada di dalam perutmu itu nanti.” terang Qiram.
“Oh, ya. Besok kita ke klinik, ya! Periksa bayinya, melihat perkembangan dan pertumbuhannya.”
“Iya.” Hafisa mengangguk, dadanya tiba-tiba saja berdebar mendengar ajakan Qiram.
Setelah mencicipi beberapa makanan, Qiram bermain hp, duduk di lantai keramik berwarna putih. Rumah mereka masih kosong melompong, hanya beberapa alat pindahan yang waktu itu dibeli oleh mereka. Bahkan kasur saja mereka berikan pada Hafisa, sedangkan Lil O dan Qiram hanya tidur beralaskan tikar.
Lil O juga duduk di samping Qiram bersandar pada dinding.
“Qiram, kita jadi badut dimana lagi? Lapangan tempat kemarin, jauh dari sini. Jika pakai mobil itu, terlalu mencolok. Masa, badut ngamen pakai mobil keren, 'kan gak lucu!” tutur Lil O.
“Nanti kita pikirkan lagi Lil, sekarang mending kita pikirkan dan bahas alat-alat rumah yang mau dibeli. Rumah segini besar, tapi kosong melompong.” sahut Qiram. “Oh, ya, uang kita menjadi badut jumlahnya berapa?” tanya Qiram.
“15 juta.” jawab Lil O.
“Loh, kok banyak?!”
“Iya, aku tak ingin membaginya, uang sewa motel dan makan selalu saja kau yang bayar, tentu saja aku tak mau ngambil bagianku. Ak-”
“Tap-” Qiram ingin memotong ucapan Lil O, tetapi Lil O memotong balik.
“Tidak, Qiram! Aku tidak mu dengar alasan apapun. Uang 15 juta itu, kita belikan untuk alat-alat rumah ini dan aku juga akan membantumu membayar hutang uang beli rumah ini juga.” Lil O menepuk pundak Qiram.
“Haaaah!” Qiram menghela nafasnya. “Baiklah, kalau kau sudah berkata begitu, aku tak bisa berkata-kata lagi.” ujar Qiram. Ya, beginilah sahabatnya, Lil O memang pria baik, dikehidupan sebelumnya dia juga yang paling terbaik.
“Aku lapar lagi, aku pesan makanan lagi, ah!” seru Qiram.
“Kau lapar lagi? Makanan yang tadi saja belum habis.”
“Tapi, aku mau yang ini, aku penasaran bagaimana rasanya.” jawab Qiram.
“Qiram, kau tidak boleh royal seperti ini, kita harus bayar hutang beli rumah ini.” tegas Lil O.
“Iya, aku tahu, aku cuma akan royal beli makanan beberapa hari ini saja kok. Kapan lagi kita bersenang-senang dan mencicipi makanan enak!”
“Ta-” Lil O hendak bicara, tapi terhenti karena Qiram bersorak pada Hafisa.
“Nona Hafisa, apa kau ingin memakan sesuatu? Seperti salad buah?”
Hafisa yang duduk tak jauh dari mereka mengangguk. “Baiklah, aku akan memesankan salad buah untukmu.” jawab Qiram. “Lalu, kau mau apa, Lil?” tanya Qiram menatap Lil O.
“Aku sudah kenyang. Aku tak mau apa-apa.” sahut Lil O.
“Kau ini! Aku pesankan saja kau mie tarempa, ya!” ucap Lil O.
Tak lama, makanan pun sampai, Lil O memesan lebih dari 25 kotak makanan untuk dirinya sendiri, lalu mi tarempa, bakso bakar untuk Lil O. Sedangkan untuk Hafisa hanya salad buah.
“Apa kau bisa menghabiskan makanan sebanyak ini? Ini akan mubazir!” sungut Lil O.
“Habis, 'kan kotaknya kecil, 8 kotak ini hanya puding, sekali hisap habis. Yang ini cuma sayap ayam dan ceker.” tunjuk Qiram pada makanannya.
“Yang ini, ayam dengan porsi kecil!” Qiram menunjukkan berbagai macam makanan itu pada Qiram dan Hafisa, ada ayam mentega, ayam kecap, ayam asam manis, ayam tepung dan lainnya.
“Kalian boleh mencicipinya juga. Tapi, kamu tidak boleh makan banyak ya, gak baik sama kesehatan bayimu.” ucap Qiram, ia mengelus perut Hafisa.
Deg! Jantung Hafisa berdetak kuat. Qiram biasa saja saat menyentuh perut Hafisa, ia hanya mengkhawatirkan sang bayi yang ada di dalam perut Hafisa. Akan tetapi, Hafisa tidak baik-baik saja, dadanya berdebar, pipi dan telinganya memerah.
Lil O menghela nafas, kemudian memaklumi sikap Qiram, selama ini mereka memang jarang makan enak. Jadi, wajar, jika sahabatnya ingin merasakan berbagai macam makanan enak.
Mereka bertiga mencicipi makanan itu, tersenyum bersama.
Tingtong! Bel pun berbunyi sekali lagi.
Lil O dan Hafisa menatap Qiram yang berdiri.
“Jangan bilang, kau menambah memesan makanan, Qiram?” Bukannya menjawab, Qiram malah tersenyum, lalu bergegas membuka pintu. Dan benar saja, beberapa bungkusan lainnya datang.
“Tenang, ini makanan yang tidak akan basi cepat! Ini beberapa cemilan, kue dan coklat serta buah. Aku membelinya di satu toko.” jelas Qiram.
“Lain kali, biar aku saja yang membeli cemilan ini, pasti harganya lebih mahal dari pada di warung biasa.” ucap Lil O. Qiram hanya tersenyum kecil mendengar protesan Lil O.
Hafisa juga tersenyum melihat sikap Qiram dan Lil O. Ia terharu karena persahabatan mereka berdua.
“Selamat Anda telah menyelesaikan mencicipi 100 makanan berbeda, Anda mendapatkan 10 juta rupiah, selamat menikmatinya! Anda harus menyelesaikan mencicipi 900 macam makanan berbeda lagi!” Terdengar suara notifikasi memberitahukan Qiram
‘Saldo Anda Rp. 54.526.000,00.’
‘Waw, berarti mencicipi sedikit saja sudah bisa terhitung! Ah, sangat menyenangkan! Kemarin masih 41 juta ditambah dengan uang diskonan beli rumah 5 juta, lalu barusan aku membeli makanan 2 juta, jadi sisa uangku 54 juta. Ah, jika aku menyelesaikan tugas, aku akan jadi kaya.’ Senyuman kecil terlukis di wajah Qiram.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Leader
lucu malah🤣
2022-10-05
0
Leader
tanda cinta telah muncul🤣
2022-10-05
0
ZasNov
Kalau makanannya tidak habis, bagiin ke anak2 jalanan atau siapapun yang membutuhkan saja Qiram.. 😄
Lil O mikirnya bayar utang terus, padahal Qiram sudah kaya sekarang 😄
Hafisa sepertinya ada perasaan berbeda terhadap Qiram nih..🤭
2022-04-27
3