Lomba Makan

“Kenapa kau tersenyum-senyum sendiri? Jangan bilang, kau mabuk makanan?!” Lil O bertanya penuh selidik.

“Ahahaha! Ada, memangnya orang mabuk makanan, yang ada sih, mabuk minuman beralkohol!” Qiram menepuk bahu Lil O sambil terbahak-bahak.

“Aku ada rencana besok! Pagi besok, aku akan mengantar Nona Hafisa ke klinik Dokter Aini Farha, kemudian aku mau daftar lomba makan di Extreme Food Centre.” tutur Qiram.

“Kamu tugas bagian belanja peralatan rumah, ya!” pinta Qiram.

“Biar aku pergi juga, ya, sama Lil O setelah periksa.” sambung Hafisa.

“Jangan, kamu hamil muda, Nona! Aku tidak mau terjadi apa-apa sama bayiku.” ucap Qiram.

‘Bayiku?! Dia bilang bayinya? Jika seandainya iya, bayi ini beneran bayinya, pasti aku akan bahagia sekali.’ gumam Hafisa dalam hatinya. Ia sungguh tersentuh akan sikap Qiram.

“Iya, Nona Hafisa. Aku bisa pergi sendiri.” balas Lil O juga.

“Baiklah, kalau begitu, apa yang bisa aku lakukan membantu kalian?” tanya Hafisa.

“Lahirkan bayiku dengan selamat.” balas Qiram.

“Jaga dirimu dengan baik!” jawab Lil O dan Qiram serempak.

Hafisa tersenyum, “Baiklah, jangan khawatir, aku akan menjaganya.” Hafisa mengelus perutnya. ‘Nak, kamu beruntung bertemu dengan orang baik.’

“Hoaam! Aku ngantuk, yuk, tidur!” ajak Qiram.

“Baiklah!”

Mereka bertiga pun akhirnya memilih pergi ke kamar mereka masing-masing.

~~

Pagi harinya.

Lil O dan Qiram sedang berdebat, Qiram mentransfer uang sebanyak 10 juta ke rekening Lil O, sedangkan pria itu tak terima karena uang mereka menjadi badut masih ada 15 juta.

“Lil O, dengarkan aku! Aku meminta kamu beli spring bed kangaroo, setidaknya harganya 5 juta satu. Beli dua sudah 10 juta. Ditambah dengan kulkas dua pintu 4 juta 500 ribu. Belum lagi sofa di ruang tamu dan lainnya. Itu sudah menghabiskan 15 juta.” jelas Qiram.

“Jadi, wajar aku menambah 10 juta lagi, kamu beli perlengkapan yang kita perlukan, mungkin saja kau butuh cangkul atau parang, bukankah ada tanah yang berlebih di samping? Kau dulu pernah bercerita padaku, akan berkebun di samping rumah?!” lanjut Qiram.

Lil O terdiam lama, kemudian berkata, “Baiklah, jika begitu, aku akan menghitung uang 10 juta ini dengan uang pinjaman dulu, nanti kita bagi rata lagi saat menjadi badut.” ucap Lil O.

“Iya. Setuju!” jawab Qiram.

Akhirnya, Lil O pun pergi dengan ojek ke toko perabot. Sedangkan Hafisa dan Qiram pergi ke klinik Dokter Aini Farha setelahnya.

Tak lama, mereka sampai di klinik itu.

“Pagi, Dokter.” sapa Qiram.

“Pagi, Tuan.” balas Dokter Aini ramah.

“Dia adikku, aku ingin memeriksa kehamilannya. Suaminya sudah meninggal dunia. Jadi, dia tinggal bersamaku. Tolong, periksa adikku, Dokter. Aku tidak tahu tentang kehamilan. Bagaimana keadaan bayinya, apa yang harus aku lakukan dan belikan untuk kesehatan bayinya.”

‘Adik?’ Rasanya ada sesuatu yang mencubit hati Hafisa saat mendengar itu.

“Baiklah, ayo, kita periksa, Nona. Mari, berbaring dulu di ranjang.” pinta Dokter Aini.

Hafisa berbaring di ranjang, ia meletakkan alat USG di atas perut Hafisa, lalu menggesernya beberapa kali. Tampaklah benda kecil ada di dalam rahim, suara yang keluar dari mesin itu terdengar seperti seekor kuda yang sedang berlari.

“Alhamdulillah, bayi Nona sehat. Tubuhnya berkembang dengan baik.” ucap Dokter Aini tersenyum, ia mulai meletakkan alatnya kembali dan mengambil hasil scan USG, sedangkan Hafisa juga ingin duduk kembali perlahan.

“Miringkan dulu badannya sebelum duduk, ya, Nona. Jangan langsung duduk seperti itu. Itu bisa berbahaya pada bayi Anda nanti. Kalau mau bangun dari tidur, harus miringkan atau menyampingkan tubuhnya dulu.” jelas Dokter Hafisa.

“Iya, Bu Dokter.”

Hafisa duduk di samping Qiram kembali, di depannya ada Dokter Aini Farha yang sedang melanjutkan perbincangannya dengan Qiram.

“Iya, Tuan. Nona tidak boleh banyak bergerak, tidak boleh setres, banyak-banyak mengkonsumsi air putih, buah, sayuran dan makanan bergizi.”

“Lalu, ini resepnya. Tuan bisa memberikan resep ini pada petugas di depan. Jika ada apa-apa, Tuan bisa menghubungi saya ke nomor saya.” jelas Dokter Aini.

“Terimakasih banyak, Dok!” Qiram menyalami Dokter Aini Farha.

“Sama-sama.” Dokter Aini Farha menyambut uluran tangan Qiram, kemudian juga bersalaman dengan Hafisa.

Setelah menebus obat, mereka berdua masuk ke dalam mobil keren milik Qiram.

“Qiram,” panggil Hafisa, Qiram menoleh, menatap dirinya. “Aku ikut kamu, ya, aku tidak mau diantar pulang sendirian. Jika kamu malu membawaku, aku akan menunggu di dalam mobil ini nanti.”

Qiram menatap Hafisa lama, wanita cantik seperti Hafisa berjalan dengan dirinya ke pusat keramaian, ia khawatir akan mendapatkan cibiran. Apalagi di sana ia akan ikut lomba makan.

“Aku mohon, aku tidak akan mengganggu.”

Melihat tampang Hafisa yang memohon, akhirnya Qiram setuju. “Baiklah, kau boleh ikut denganku, tetapi duduk di satu tempat saja, ya. Gak boleh capek! Ingat pesan dokter!” Qiram mengelus kepala Hafisa, membuat pipi gadis cantik itu bersemu merah.

~~

Qiram sampai di Extreme Food Centre.

Ia mendaftar ikut lomba, niatnya bukan untuk menang, tetapi mencicipi makanan tanpa bayar, alias gratis.

“Kamu duduk di sini, ya.” Qiram membuka jaketnya, ukuran jaket itu 3 kali lipat dari tubuh Hafisa. Qiram menutupi bagian paha mulus Gadis itu dengan jacketnya.

“Aku mau ikut lomba itu.”

“Semoga menang, Qiram.” seru Hafisa. Qiram mengangguk.

Setelah kepergian Qiram, Hafisa memegang jacket itu, menciumnya dan tersenyum.

Setelah mendaftar, juri telah duduk di depan melihat, beberapa saksi juga berdiri di sekitar mereka yang telah duduk bersiap untuk makan. Qiram tersenyum, tahap pertama ada 30 piring mie berukuran kecil, dengan mie berbeda warna, dari warna original, sedikit cabe, banyak cabe, merah pekat, rasa kari, ayam bawang, goreng original, soto, hingga pedas gila dan lainnya. Lalu, di sampingnya di sediakan 1 botol susu putih, susu coklat, susu strawberry, sebotol air putih.

“1, 2, 3, Go!” teriak seseorang.

Qiram dan lainnya berlomba memakan mie itu. Dia menjadi salah satu dari 20 orang tercepat memakan mi dengan level berbeda itu.

Ya, Qiram dan Lil O pecinta mie, jadi makan mie mulai dari rasa tawar dan pedas ia cukup ahli.

Tahap kedua mereka harus menghabiskan 20 buah burger. Qiram juga menjadi salah satu diantara 10 orang tercepat, hingga tahap tiga ia pun berdiri dan menyerah, kemudian berlari ketoilet, muntah-muntah.

Ditahap terakhir, ia harus menghabiskan 10 kue dengan selai yang sangat tebal dan manis. Qiram hanya mampu menghabiskan 3 bulat kue itu saja.

Hafisa mengejar Qiram dan menunggunya di luar toilet.

“Kamu tidak apa-apa, Qiram?” tanya Hafisa khawatir.

“Tidak apa-apa, aku kurang suka makanan terlalu manis, apalagi banyak. Maaf, ya, aku kalah.” sahut Qiram.

“Kamu sudah melakukan yang terbaik, Qiram.”

“Benarkah? Kalau begitu, ayo, temani aku berbelanja, aku akan latihan memakan makanan manis.” ajak Qiram, ia menggenggam tangan Hafisa erat.

“Iya.” Hafisa tersenyum.

Qiram membeli banyak makanan, beberapa jenis coklat, kue mini dan lainnya.

“Selamat Anda telah menyelesaikan mencicipi 100 makanan berbeda, Anda mendapatkan 10 juta rupiah, selamat menikmatinya! Anda harus menyelesaikan mencicipi 800 macam makanan berbeda lagi!” Terdengar suara notifikasi memberitahukan Qiram

‘Saldo Anda Rp. 53.026.000,00.’

Terpopuler

Comments

ZasNov

ZasNov

Enaknya jadi Qiram, makan banyak makanan gratis, cuan masuk terus ke rekening.. 😆
Kalaupun beli, harga makanannya tidak seberapa dibanding hadiahnya..🤩
Hafisa beneran ada sesuatu nih sama Qiram.. 🤭
Nanti Qiram bakalan dekat sama siapa ya, banyak perempuan di sekitar Qiram 😄

2022-04-27

3

Anonymous

Anonymous

nyut ya😆 dianggap adik

2022-01-16

0

mothur

mothur

semangat

2022-01-15

1

lihat semua
Episodes
1 Hidup Kembali
2 Kabur untuk Menghindari
3 Tugas
4 Dokter Aini Farha
5 Bertemu Perempuan Cantik Menarik Koper
6 Hafisa Inaya
7 Hewan Peliharaan
8 Gippong
9 Bertemu Soleman
10 Hutang Tak Jelas
11 Jadi Badut
12 Rangga Albusro
13 Menelfon Bu Dokter
14 Rencana Raina Ozra
15 Keahlianku?
16 Memesan Makanan
17 Lomba Makan
18 Menjemput Gippong
19 Daerah Kumuh
20 Hadiah Guru
21 Menyewa Kios
22 Memar
23 Pria tua
24 Professor
25 Putus
26 Makan Bersama Dokter Aini
27 Dipukul
28 Diet
29 Berenang
30 Mematahkan Tangan Soleman
31 100 Milyar
32 Marissa
33 Investasi
34 Bertemu Kembali
35 Di Hotel
36 Malam Panjang
37 7 Bulan
38 Gippong Berdarah
39 Tabung Darah
40 Makan Besar di Pagi Hari
41 Mengambil Hadiah
42 Mansion Tuan Beneno
43 Bertemu Bobi
44 Mengganti Ban
45 Ke Selatan
46 Ke Rumah Sakit
47 Bayi Prematur
48 Perusahaan Otomotif
49 Melahirkan Bayi Untukku
50 Bertemu Helmi
51 Keadaan Gippong
52 Mengubur
53 Pohon Rimbun
54 Mencari Guci Emas
55 Kekuatan Asli
56 Ruang Rahasia
57 Tes Darah
58 Pergi ke Desa Petarung
59 Bertemu Jingga Mutiara
60 Buangtai!
61 Adik laki-lakiku
62 Mengantarkan Lenggo
63 Ulat Bulan
64 Marissa Hamil
65 Disiksa
66 Bisnis Roki Albusro
67 Aini Hamil
68 Musnah
69 Agresif
70 Mari Menikah.
71 Ingatan
72 Marissa menghilang
73 Tidak Terpilih
74 Mantan Kekasih Aini
75 Fashion
76 Permohonan Bertemu Marissa
77 Cerita Tuan Beneno
78 Pangeran Dardail
79 Pilihan yang Tepat
80 ASI
81 Aini Kabur
82 Menikah dengan Hafisa
83 Tak Ada Baju
84 Makan dengan Cucu
85 Asyifa Melati
86 Ke Penjara
87 Naik Pesawat
88 Berkunjung Ke Penjara
89 Kepergian Marissa Untuk Selamanya
90 Perubahan Bayi Pangeran
91 Memutar Waktu?
92 Masa Depan Kita
93 Grindelwald
94 Melati dan Rangga
95 Guci Emas Berubah Warna
96 Menjaga Guci
97 Professor Azrul Meninggal
98 Membawa Melati
99 membawa melati
100 Aini Kesakitan
101 Orion dan Vega
102 7 Tahun kemudian
103 TAMAT
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Hidup Kembali
2
Kabur untuk Menghindari
3
Tugas
4
Dokter Aini Farha
5
Bertemu Perempuan Cantik Menarik Koper
6
Hafisa Inaya
7
Hewan Peliharaan
8
Gippong
9
Bertemu Soleman
10
Hutang Tak Jelas
11
Jadi Badut
12
Rangga Albusro
13
Menelfon Bu Dokter
14
Rencana Raina Ozra
15
Keahlianku?
16
Memesan Makanan
17
Lomba Makan
18
Menjemput Gippong
19
Daerah Kumuh
20
Hadiah Guru
21
Menyewa Kios
22
Memar
23
Pria tua
24
Professor
25
Putus
26
Makan Bersama Dokter Aini
27
Dipukul
28
Diet
29
Berenang
30
Mematahkan Tangan Soleman
31
100 Milyar
32
Marissa
33
Investasi
34
Bertemu Kembali
35
Di Hotel
36
Malam Panjang
37
7 Bulan
38
Gippong Berdarah
39
Tabung Darah
40
Makan Besar di Pagi Hari
41
Mengambil Hadiah
42
Mansion Tuan Beneno
43
Bertemu Bobi
44
Mengganti Ban
45
Ke Selatan
46
Ke Rumah Sakit
47
Bayi Prematur
48
Perusahaan Otomotif
49
Melahirkan Bayi Untukku
50
Bertemu Helmi
51
Keadaan Gippong
52
Mengubur
53
Pohon Rimbun
54
Mencari Guci Emas
55
Kekuatan Asli
56
Ruang Rahasia
57
Tes Darah
58
Pergi ke Desa Petarung
59
Bertemu Jingga Mutiara
60
Buangtai!
61
Adik laki-lakiku
62
Mengantarkan Lenggo
63
Ulat Bulan
64
Marissa Hamil
65
Disiksa
66
Bisnis Roki Albusro
67
Aini Hamil
68
Musnah
69
Agresif
70
Mari Menikah.
71
Ingatan
72
Marissa menghilang
73
Tidak Terpilih
74
Mantan Kekasih Aini
75
Fashion
76
Permohonan Bertemu Marissa
77
Cerita Tuan Beneno
78
Pangeran Dardail
79
Pilihan yang Tepat
80
ASI
81
Aini Kabur
82
Menikah dengan Hafisa
83
Tak Ada Baju
84
Makan dengan Cucu
85
Asyifa Melati
86
Ke Penjara
87
Naik Pesawat
88
Berkunjung Ke Penjara
89
Kepergian Marissa Untuk Selamanya
90
Perubahan Bayi Pangeran
91
Memutar Waktu?
92
Masa Depan Kita
93
Grindelwald
94
Melati dan Rangga
95
Guci Emas Berubah Warna
96
Menjaga Guci
97
Professor Azrul Meninggal
98
Membawa Melati
99
membawa melati
100
Aini Kesakitan
101
Orion dan Vega
102
7 Tahun kemudian
103
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!