“Tolong, ya!” ucap Qiram, ia memberikan Gippong pada Raina.
Raina bergegas menemui dokter di dalam ruangan dan meminta agar segera merawat kucing Qiram yang menjadi investor di kliniknya ini.
Raina meletakkan cemilan dan minuman di atas meja, dimana di depan meja itu Qiram duduk bersandar di kursi sofa.
“Maaf, apa kamu kurang enak badan?” tanya Raina ramah, ia melihat sejak tadi Qiram memijat pelipisnya.
“Tidak kok, aku hanya khawatir melihat Gippong, hanya terlalu cemas, tadi dia ditendang orang jahat.”
“Astaga! Apa orang itu manusia?” Raina juga ikut terbawa emosi, ia berkacak pinggang.
“Aku tidak menyangka ada juga orang kejam seperti itu. Gippong masih sangat kecil, tapi tega sekali dia menendang.” seru Rania masih dengan nada tinggi.
Qiram menoleh pada Rania, entah kenapa terbitlah sedikit senyuman di bibirnya melihat Rania yang bersikap seperti itu. Terlihat imut.
“Kamu sabar ya, Qiram. Aku yakin, Dokter akan memberikan obat terbaik, Gippong pasti akan sehat dan ceria lagi.” Rania tersenyum menghibur Qiram.
“Iya, terimakasih.” jawab Qiram tersenyum.
“Selamat Anda menyelesaikan 1000 senyuman berbalas, Anda akan mendapatkan 500.000 rupiah, selamat menikmatinya. Anda harus menyelesaikan 68.000 senyuman berbalas lagi!” Terdengar suara notifikasi pemberitahuan.
‘Saldo Anda Rp. 8.776.000,00.’
Qiram kembali tersenyum, dia harus semangat! Gippong sudah ditangani dokter hewan, tentu saja dia harus mengumpulkan kembali banyak uang dengan tersenyum.
Setelah Gippong diobati, Qiram mengeluarkan kembali uang dalam tabungannya untuk biaya pengobatan sebesar 250.000 rupiah.
‘Saldo Anda Rp. 8.526.000,00.’
“Terimakasih, aku harus pergi dulu!” pamit Qiram pada Raina.
“Iya, semoga Gippong cepat sembuh. Semangat ya!” balas Raina menyemangati Qiram.
~~
Di sebuah gedung kosong yang dijadikan markas oleh kelompok Soleman. Dia tengah duduk di kursi kayu mendengarkan 5 orang anak buahnya mengadu.
“Kami dipukuli oleh pria gendut yang memelihara kucing, Tuan! Kucing itu menyerang dengan mencakar dan menggigit kami.”
“Sialaaan! Siapa yang berani sok hebat begitu di wilayah kekuasaanku?!” seru Soleman marah.
“Itulah, Boss. Kami hanya meminta pajak pada orang-orang yang lewat di jalan, lalu pria gemuk itu dengan sok bijaksana, langsung menghajar kami.” adu salah satu diantara mereka berlebihan dan memutar balikkan fakta.
Jelas-jelas, mereka sedang memalak anak remaja di jalanan, lalu terlebih dahulu memukul Qiram, namun satu yang benar, kucing Gippong memang menggigit dan mencakarnya. Ya, walaupun nanti Soleman tau jika anak buahnya memalak dijalanan, baginya juga tak mengapa, asal dapat uang.
Soleman sebenarnya hanya meminta anak buahnya untuk meminta pajak ala dirinya ke para pemilik toko atau kedai di pasar. Lebih tepatnya, disebut memalak juga sih! Tetapi bagi Soleman itu namanya pajak untuk uang keamanan.
“Bawa aku bertemu dengan bajingaaan yang sudah mengacau ditempatku itu!” perintah Soleman.
“Baik, Boss!”
Tak lama, Soleman telah sampai di tempat lokasi, dimana Qiram menghajar anak buahnya yang tak pernah Qiram duga.
Dikehidupan yang lalu pun, Qiram juga tidak tahu seberapa luas jaringan Soleman, sehingga pria jahat itu bisa menemukannya di manapun. Apakah disetiap daerah ia memiliki bahawan?
Sepulang dari mengobati Gippong, perasaan Qiram mulai membaik, ia mulai menebarkan senyuman sejak tadi, bahkan mampir di rumah makan Padang, memesan kalio jengkol, terong panggang dan dendeng balado.
Setelah makan kenyang, ia berjalan kembali sembari menebar senyuman. Beberapa kali ia mendapatkan senyuman balasan, ada juga yang mendengus, mengatakan ia aneh dan lainnya, namun Qiram masih tersenyum menanggapinya.
“Selamat Anda menyelesaikan 1000 senyuman berbalas, Anda akan mendapatkan 500.000 rupiah, selamat menikmatinya. Anda harus menyelesaikan 67.000 senyuman berbalas lagi!” Terdengar suara notifikasi kembali memberitahu.
‘Saldo Anda Rp. 9.026.000,00.’
Qiram tersenyum mendapati uangnya sudah bertambah. Ia terus bersemangat menebar senyum di jalanan.
“Selamat Anda menyelesaikan 1000 senyuman berbalas, Anda akan mendapatkan 500.000 rupiah, selamat menikmatinya. Anda harus menyelesaikan 66.000 senyuman berbalas lagi!” Terdengar suara notifikasi kembali memberitahu.
‘Saldo Anda Rp. 9.526.000,00.’
“Wah, aku harus semangat lagi! Sebentar lagi aku akan mendapatkan 10 juta!”
Namun semangat Qiram tiba-tiba saja down, melihat Soleman the gank!
“Boss, itu pria gemuk yang aku ceritakan itu! Kucing yang dipangkunya itu yang telah mencakar dan menggigit kami!” teriak pria itu sembari menunjuk Qiram.
Qiram berdiri tegang, ia sangat takut dan khawatir, ia melirik tangannya yang masih utuh, terbayang bagaimana kejamnya pria didepannya yang bernama Soleman itu mematahkan tangannya. Ia teguk salivanya susah payah, jantungnya berdetak sangat cepat, tangannya pun mulai berkeringat.
“Kalian tidak salah?! Pria sampah seperti itu memukul kalian, hah?!” tanya Soleman dengan membentak.
“Sepertinya kalian memang cacing yang hanya bisa hidup di tanah untuk dipijak-pijak! Dia, yang hanya sampah penuh lemak, pengecut begitu, bisa mengalahkan kalian?! Tukar saja burung kalian dengan sarang burung!” hina Soleman.
“Woy, Qiram! Aku dengar, kau menghajar anak buahku, ya?” Soleman berjalan mendekat ke arah Qiram.
“Kau sudah ingin menjadi jagoan ya sekarang?!” dengusnya.
“Rupanya kau tinggal di daerah sini sekarang! Pantesan saat aku datang ke tempat tinggal lamamu, tempat itu kosong. Sepertinya Mpok Linda dan Suaminya akan menebas lehermu jika bertemu.” tutur Soleman.
“Tetapi, sebelum Mpok Linda dan Suaminya datang, bagaimana kalau aku patahkan dulu tanganmu yang menghajar anak buahku?!” ucap Soleman dengan mata nyalang, Qiram diam mematung, ia sangat ketakutan.
Saking takutnya, ia langsung berteriak. “Tidaaaaaaak! Aku tidak ingin patah tangan lagi! Dasar kau Soleman bajingaaaaaan!”
Krek! Qiram langsung menendang siotong milik Soleman.
“Aaaaaaaakh!” pekik Soleman memegang siotongnya yang ngilu.
Qiram langsung berlari kencang, ia tak ingin patah tangan lagi.
‘Tuhan, tolong aku! Aku tak ingin menderita dan cacat lagi!’ kata Qiram dalam hati sambil berlari sekuat-kuatnya, sekencang-kencangnya. Badannya yang gembrot itu berayun-ayun.
“Siaaaalan! Kejar dia, patahkan tangan dan kakinya!” teriak Soleman memerintah.
Qiram terus berlari, ia sengaja membuat tong sampah, pot bunga, bahkan jemuran kain orang berantakan ditengah jalan untuk menghambat anak buah Soleman yang mengejarnya karena pasti Qiram kalah dalam kecepatan berlari jika anak buah Soleman tak ada rintangan saat mengejarnya.
“Meong! Meong!” Gippong langsung mengeong saat Qiram berlari terengah-engah.
Gippong melompat turun dan membawa Qiram masuk ke dalam gang.
Setelah masuk ke dalam gang, Gippong mengajak Qiram bersembunyi dibawah jemuran tirai seseorang.
Saat anak buah Soleman hampir sampai, Qiram semakin khawatir, dadanya bergemuruh hebat.
“Sialan! Kemana sigembrot itu?!”
“Sial! Boss bisa marah jika kita kehilangan jejaknya!” gerutu mereka.
“Guk! Guk! Guk!” Terdengar suara anjing menggonggong.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
ZasNov
Aduh malah bertemu dengan Soleman.. Susah payah kabur dan bersembunyi, akhirnya ketauan juga..😣
Sepertinya gippong bukan kucing sembarangan, dia sangat pintar 😄
Aduh ada anjing, takut Gippong ketakutan dan jadi ketauan deh.. 😥
2022-04-25
2
Anonymous
jejak
2022-01-16
1
mothur
d
2022-01-15
2