Keahlianku?

Brum! Brum! Qiram membawa mobilnya melaju dengan senang. Mobil yang sangat keren, yang tak akan pernah ia miliki sebelumnya.

Qiram langsung menjemput Lil O yang masih memilih setia menjadi badut di lapangan.

“Lil O! Kemarilah!” teriak Qiram melambaikan tangannya.

“Qiram?” tanya Lil O memastikan. Ia melihat Qiram di atas mobil yang sangat keren.

Melihat Lil O yang terbengong tak percaya begitu, akhirnya Qiram memilih keluar dan membawa alat-alat perlengkapan Lil O yang menjadi badut.

“Ayo, ikut aku!” Qiram menarik tangan Lil O.

Mereka masuk ke dalam mobil keren itu.

Lil O masih tercengang, matanya beberapa kali ia kedipkan dan ia menepuk-nepuk mukanya, lalu mencubiti tangannya.

“Hei, kau sedang tidak bermimpi, Sob!” ucap Qiram terkekeh.

“Mobil siapa kau bawa ini, Qiram? Apakah kau dipinjamkan mobil dari remaja tampan yang memberikan kita uang banyak kemarin?” tanya Lil O menatap Qiram yang sedang memutar stir mobil.

“Ini mobilku bukan mobil pinjaman, aku menang undian!” jawab Qiram.

“Hah?!!!” Lil O terkejut. “Kau mendapatkan hadiah dari undian? Dapat mobil? Apakah ini tidak penipuan? Jangan-jangan ini tipuan! Mobil ini sangat keren! Siapa yang kaya raya sampai mengundi mobil sebagus ini.” ucap Lil O tak percaya.

“Buktinya ada, ini hadiah untukku. Nih, kamu lihat aja surat-suratnya! Mobil ini sekarang menjadi milikku!” Qiram membuka laci mobil dan memberikan surat-surat mobil pada Lil O dengan sebelah tangannya, sebelah lagi sedang menyetir mobil.

Lil O pun membacanya dengan seksama.

“I-ini beneran punyamu?!” katanya terbata setelah membaca surat-surat mobil itu.

“Qiram, kau sangat beruntung sekali!”

“Tentu, sekarang ayo temani aku memilih rumah baru untuk kita tempati!”

“Rumah?” tanya Lil O. “Apa kau juga mendapatkan undian menang rumah lagi?” lanjut Lil O, dia menjadi curiga.

“Hahaha! Tidak! Kita akan mencicilnya.” jawab Qiram tertawa.

Tak lama, mereka pun berhenti di galeri marketing sebuah perumahan.

“Hallo, ada yang bisa kami bantu, Pak!” sapa tim marketing.

Mereka pun berjalan mengitari lokasi perumahan, Lil O beberapa kali berbisik pada Qiram, ia ngeri mendengar harga rumah yang berada kisaran ratusan juta. Akhirnya Qiram memutuskan membeli rumah yang berada di paling ujung, perkarangannya lebih luas, rumah dengan type 42/60. Lebih dekat dengan pusat perbelanjaan dan keramaian. Harga rumah ini adalah 500 juta rupiah. Tapi, karena Qiram membayarnya kontan, ia mendapatkan diskonan 5 juta.

Setelah menandatangani surat menyurat rumah, tim marketing pun menyerahkan kunci dengan tersenyum senang.

Setelahnya, Qiram melajukan mobilnya kembali ke motel untuk menjemput barang-barang mereka di motel.

“Lil, aku mau ngomong sesuatu penting sama kamu.” ucap Qiram saat mereka mengemas barang bawaan.

“Mau bicara apa? Sudah, jangan dipikiran lagi, Qiram. Lagian kamu sudah membayar kontan rumah itu. Kita berdua akan bekerja keras untuk membayar uang yang kamu pinjam itu.”

Lil O berpikir uang 500 juta yang dimiliki Qiram tadi adalah hasil pinjaman.

“Aku bukan mau bahas uang 500 juta Lil, kamu gak usah terlalu memikirkan uang itu. Aku mau cerita tentang wanita hamil. Aku akan membawa seorang gadis hamil tinggal bersama kita.” jelas Qiram.

“Apa? Jadi, kamu ... sebenarnya ... uang 500 juta itu untuk menutup aib wanita kaya yang hamil, lalu keluarganya memberikan kamu uang?! Sahabatku, kamu sudah sangat berkorban...” lirih Lil O yang tak berdaya, ia merasa lemah menjadi sahabat Qiram.

Qiram hanya tersenyum, ia tak bisa menjelaskan detailnya. Lagian bagaimanapun cara ia menjelaskan Lil O tak akan mudah mengerti. Jadi, Qiram tak menjelaskan tentang Hafisa Inaya lebih rinci lagi.

Setelah berdiskusi dengan Lil O, Qiram menemui Hafisa dan mengajaknya segera pindah dari motel ke rumah baru.

Mereka bertiga akhirnya sampai di rumah baru yang dibeli Qiram tadi.

Mereka mulai berkemas, kebetulan rumah ini ada dua kamar. Qiram membagi kamar itu untuk Hafisa dan satu lagi untuk dirinya bersama Lil O.

Setelah selesai berkemas, Qiram memilih langsung tiduran, sedangkan Lil O memilih keluar untuk melihat suasana, sekalian membelikan makanan untuk mereka bertiga.

Saat Qiram sendirian di dalam kamar, guci emas tiba-tiba saja bergetar hebat. Qiram pun terbangun saat mendengar getaran itu. Ia pun memeluk guci emas itu dengan erat.

“Hei, ada apa denganmu? Kenapa kau bergetar?!”

“Tuan, Silahkan memilih pekerjaan yang Anda sukai!” Terdengar suara dari dalam guci emas itu.

Qiram berpikir sejenak, ia tak ingin ceroboh lagi, menurut dua pengalamannya, tanpa sengaja ia meminta tugas itu. Kali ini ia memeluk guci emas dengan erat.

“Aku ingin menjadi kaya dengan kemampuan, berikan aku kemampuan yang mendatangkan uang banyak!”

Lama guci tidak bereaksi, “Eh? Tidak bisa ya? Baiklah, aku akan memikirkan lagi.” gumam Qiram.

Saat masih berpikir. Guci emas bercahaya, lalu jatuhlah satu kepingan batangan emas di hadapan Qiram dari guci emas tersebut. Qiram pun mengambil emas batangan itu dengan tersenyum.

“Program telah diaktifkan, Anda telah menyetujuinya, Selamat Tuan! Anda berhak memiliki emas ini selamanya, kerjakan tugas Anda, mulai dari sekarang!”

“Anda harus menyelesaikan pekerjaan Anda, mencicipi makanan berbeda sebanyak 1000 macam selama seminggu. Setiap Anda menyelesaikan mencicipi 100 macam makanan berbeda Anda akan digaji 10 juta rupiah. Jika Anda menyelesaikan tugas tepat waktu, akan mendapatkan hadiah, sedangkan jika Anda gagal, Anda akan mendapatkan hukuman. Tugas dimulai dari sekarang berakhir 6 hari mendatang tepat jam 00.00!” Suara itu terdengar menjelaskan tugas untuk Qiram.

“Eh? Apa-apaan ini tugasnya?” tanya Qiram merasa aneh. Ia ingin kurus, bukan tambah bengkak!

“Jangan bilang! Guci emas ini mendeteksi keahlian dan kemampuan ku adalah makan?!!!”

Qiram akhirnya hanya bisa menghela nafas.

“Baiklah, setelah makan aku akan olahraga!”

“Sekarang lebih baik aku memulai pekerjaanku ini agar mendapatkan hadiah kembali saat menyelesaikannya.”

Qiram pun mengetuk pintu kamar Hafisa dan menanyakan gadis itu mau makan apa. Hafisa menjawab jika dia terserah Qiram saja.

Akhirnya, Qiram memesan banyak makanan online dengan berbeda menu.

Lil O dan ojek pengantar makanan pun datang serempak. Lil O tercengang saat melihat banyak makanan yang datang berkantong-kantong.

“Terimakasih!” ucap Qiram saat memberikan ojek itu uang.

“Apa ini Qiram?” tanya Lil O. Dia juga membawa makanan, tiga bungkus sate Padang.

“Makanan! Ayo, kita makan!”

Qiram memanggil Hafisa juga, meja makan penuh dengan makanan.

Mata Hafisa terbelalak melihat banyaknya makanan, “Apa kita kedatangan tamu?” tanyanya menatap Qiram dan Lil O.

“Tidak, aku hanya sedang senang hati, mari kita syukuri dengan berpesta makanan!” ucap Qiram.

Perlahan ia sendok sedikit demi sedikit makanan itu ke dalam satu piring.

“Jangan lihat saja! Ayo, makan!”

“Kau mencampur semua makanan itu?” tanya Hafisa.

“Iya, agar aku bisa mencicipi semuanya.” jawab Qiram dengan tersenyum menunjukkan deretan giginya.

Terpopuler

Comments

Min sua

Min sua

kontan itu apa

2023-02-09

0

Leader

Leader

mencicipi 1 persatu adalah ciri khas orang indonesia🤣

2022-10-05

0

Leader

Leader

tidak diragukan lagi🤣

2022-10-05

0

lihat semua
Episodes
1 Hidup Kembali
2 Kabur untuk Menghindari
3 Tugas
4 Dokter Aini Farha
5 Bertemu Perempuan Cantik Menarik Koper
6 Hafisa Inaya
7 Hewan Peliharaan
8 Gippong
9 Bertemu Soleman
10 Hutang Tak Jelas
11 Jadi Badut
12 Rangga Albusro
13 Menelfon Bu Dokter
14 Rencana Raina Ozra
15 Keahlianku?
16 Memesan Makanan
17 Lomba Makan
18 Menjemput Gippong
19 Daerah Kumuh
20 Hadiah Guru
21 Menyewa Kios
22 Memar
23 Pria tua
24 Professor
25 Putus
26 Makan Bersama Dokter Aini
27 Dipukul
28 Diet
29 Berenang
30 Mematahkan Tangan Soleman
31 100 Milyar
32 Marissa
33 Investasi
34 Bertemu Kembali
35 Di Hotel
36 Malam Panjang
37 7 Bulan
38 Gippong Berdarah
39 Tabung Darah
40 Makan Besar di Pagi Hari
41 Mengambil Hadiah
42 Mansion Tuan Beneno
43 Bertemu Bobi
44 Mengganti Ban
45 Ke Selatan
46 Ke Rumah Sakit
47 Bayi Prematur
48 Perusahaan Otomotif
49 Melahirkan Bayi Untukku
50 Bertemu Helmi
51 Keadaan Gippong
52 Mengubur
53 Pohon Rimbun
54 Mencari Guci Emas
55 Kekuatan Asli
56 Ruang Rahasia
57 Tes Darah
58 Pergi ke Desa Petarung
59 Bertemu Jingga Mutiara
60 Buangtai!
61 Adik laki-lakiku
62 Mengantarkan Lenggo
63 Ulat Bulan
64 Marissa Hamil
65 Disiksa
66 Bisnis Roki Albusro
67 Aini Hamil
68 Musnah
69 Agresif
70 Mari Menikah.
71 Ingatan
72 Marissa menghilang
73 Tidak Terpilih
74 Mantan Kekasih Aini
75 Fashion
76 Permohonan Bertemu Marissa
77 Cerita Tuan Beneno
78 Pangeran Dardail
79 Pilihan yang Tepat
80 ASI
81 Aini Kabur
82 Menikah dengan Hafisa
83 Tak Ada Baju
84 Makan dengan Cucu
85 Asyifa Melati
86 Ke Penjara
87 Naik Pesawat
88 Berkunjung Ke Penjara
89 Kepergian Marissa Untuk Selamanya
90 Perubahan Bayi Pangeran
91 Memutar Waktu?
92 Masa Depan Kita
93 Grindelwald
94 Melati dan Rangga
95 Guci Emas Berubah Warna
96 Menjaga Guci
97 Professor Azrul Meninggal
98 Membawa Melati
99 membawa melati
100 Aini Kesakitan
101 Orion dan Vega
102 7 Tahun kemudian
103 TAMAT
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Hidup Kembali
2
Kabur untuk Menghindari
3
Tugas
4
Dokter Aini Farha
5
Bertemu Perempuan Cantik Menarik Koper
6
Hafisa Inaya
7
Hewan Peliharaan
8
Gippong
9
Bertemu Soleman
10
Hutang Tak Jelas
11
Jadi Badut
12
Rangga Albusro
13
Menelfon Bu Dokter
14
Rencana Raina Ozra
15
Keahlianku?
16
Memesan Makanan
17
Lomba Makan
18
Menjemput Gippong
19
Daerah Kumuh
20
Hadiah Guru
21
Menyewa Kios
22
Memar
23
Pria tua
24
Professor
25
Putus
26
Makan Bersama Dokter Aini
27
Dipukul
28
Diet
29
Berenang
30
Mematahkan Tangan Soleman
31
100 Milyar
32
Marissa
33
Investasi
34
Bertemu Kembali
35
Di Hotel
36
Malam Panjang
37
7 Bulan
38
Gippong Berdarah
39
Tabung Darah
40
Makan Besar di Pagi Hari
41
Mengambil Hadiah
42
Mansion Tuan Beneno
43
Bertemu Bobi
44
Mengganti Ban
45
Ke Selatan
46
Ke Rumah Sakit
47
Bayi Prematur
48
Perusahaan Otomotif
49
Melahirkan Bayi Untukku
50
Bertemu Helmi
51
Keadaan Gippong
52
Mengubur
53
Pohon Rimbun
54
Mencari Guci Emas
55
Kekuatan Asli
56
Ruang Rahasia
57
Tes Darah
58
Pergi ke Desa Petarung
59
Bertemu Jingga Mutiara
60
Buangtai!
61
Adik laki-lakiku
62
Mengantarkan Lenggo
63
Ulat Bulan
64
Marissa Hamil
65
Disiksa
66
Bisnis Roki Albusro
67
Aini Hamil
68
Musnah
69
Agresif
70
Mari Menikah.
71
Ingatan
72
Marissa menghilang
73
Tidak Terpilih
74
Mantan Kekasih Aini
75
Fashion
76
Permohonan Bertemu Marissa
77
Cerita Tuan Beneno
78
Pangeran Dardail
79
Pilihan yang Tepat
80
ASI
81
Aini Kabur
82
Menikah dengan Hafisa
83
Tak Ada Baju
84
Makan dengan Cucu
85
Asyifa Melati
86
Ke Penjara
87
Naik Pesawat
88
Berkunjung Ke Penjara
89
Kepergian Marissa Untuk Selamanya
90
Perubahan Bayi Pangeran
91
Memutar Waktu?
92
Masa Depan Kita
93
Grindelwald
94
Melati dan Rangga
95
Guci Emas Berubah Warna
96
Menjaga Guci
97
Professor Azrul Meninggal
98
Membawa Melati
99
membawa melati
100
Aini Kesakitan
101
Orion dan Vega
102
7 Tahun kemudian
103
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!