Hafisa Inaya

Qiram masih mengikuti Hafisa dari belakang.

Masih ia ingat dikehidupan masa lalunya. Saat itu, ia sangat frustasi dan putus asa, tangannya yang cacat, badan gemuk, miskin, pengangguran, diselingkuhi dan dibohongi kekasih. Sendirian, sepi, karena teman baiknya Lil O telah ia usir.

Ia berjalan ke jembatan, hendak bunuh diri di sana. Tiba-tiba sebuah mobil yang sangat keren berhenti dan keluarlah seorang gadis cantik memakai topi, langsung menarik dirinya dengan sangat kuat.

“Hentikan! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau sangat bodoh, bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalahmu.”

“Apa yang kau tahu tentang hidupku?” bentak Qiram.

“Aku memang tidak tau tentang hidupmu, memang bukan urusanku, tetapi jika kau bunuh diri, aku berhak mengingatkanmu sebagai manusia ciptaan Tuhan. Kita semua sama-sama ciptaan Tuhan. Kita semua sama! Tuhan menciptakan makhluknya dengan sangat sempurna. Memiliki akal pikiran!”

“Apa yang membuatmu ingin melakukan ini?”

“Karena aku tidak sempurna! Aku ciptaan Tuhan yang buruk! Kau tidak lihat, aku cacat, aku buruk, aku miskin!” teriak Qiram.

“Apa kau pernah melihat orang lain? Mereka cacat tapi masih bertahan, mereka buruk tapi mereka bersyukur, mereka miskin tapi mereka berjuang!”

“Semua orang memiliki masalah di dunia ini, tidak ada yang tidak memiliki masalah. Terkadang orang pandai menyembunyikan kepahitan hidupnya. Semua orang hidup di atas dunia ini menuju satu tujuan yang sama, ingin hidup enak dan bahagia lahir dan batin!”

Gadis cantik itu memeluk Qiram.

“Apakah tak kau ingat, betapa sedihnya orangtuamu, terkhusus ibumu, saat ia melihat kau putus asa. Dia pasti berharap kau berjuang dan berusaha. Dengan susah payah ia mengandung, melahirkan dan merawatmu.” Ia memeluk tubuh Qiram yang gemuk sambil menangis terisak-isak disela ucapannya.

“Aku memang bukan orang penting bagimu, begitupula kau juga bukan orang penting untukku, tapi jangan berputus asa, jangan lakukan hal bodoh, aku hanya bisa mengingatkanmu sebagai manusia ciptaan Tuhan.” Ia kemudian melepaskan pelukannya.

Ia lepas topinya, rambutnya terurai lepas, membuat Qiram terpana dan terpesona. Ia memasangkan topinya di kepala Qiram, kemudian merogoh uang dari tas selempangnya.

“Aku hanya punya segini, belilah makan malam ini, jangan lakukan bunuh diri lagi, ya.” ucapnya lembut.

Qiram mengangguk patuh seperti orang yang baru saja dihipnotis. “Aku antar pulang ya!” Qiram patuh masuk ke dalam mobil mewah itu dan mengantarkan Qiram sampai gang jalan, karena mobil tidak bisa masuk ke dalam.

“Namaku Hafisa Inaya, namamu siapa?” Wanita itu mengulurkan tangannya pada Qiram saat pria itu hendak keluar mobil.

“Aku Qiram Candra.”

Setelah itu, Qiram tak pernah lagi bunuh diri, ia hanya berharap akan bertemu kembali dengan wanita cantik itu, dia tersadar, benar kata wanita cantik itu, bunuh diri tak menyelesaikan masalah.

Suatu hari, ia tak sengaja melihat tayangan di televisi. Hafisa Inaya, nama gadis cantik yang membuatnya kembali bersemangat hidup. Gadis itu rupanya seorang artis populer. Qiram selama ini tidak tahu, karena ia tak pernah menonton televisi ataupun hp, karena ia miskin, tak punya itu semua setelah barang-barangnya dirampas gang Soleman

Bahkan ia menonton sekarang ditengah jalan, menatap televisi warung yang sedang menyala menyiarkan berita tentang Hafisa Inaya.

Gadis itu memiliki anak haram, punya kehidupan kelam dimasa lalu, gadis itu dijuluki dengan wanita kasar dan pembuat sensasi. Kali ini, ia juga menebarkan sensasi bahwa dia memiliki anak dengan sutradara terkenal yang telah memiliki istri.

Ia dibully, dihina dan dicaci maki, ia dituduh sebagai pelakor.

Setelah itu, Hafisa Inaya tak pernah muncul lagi di televisi, tak ada yang bisa menemukan informasinya lagi.

~~

Qiram menghela nafasnya sepanjang jalan, airmatanya tergenang di pelupuk mata, saat mengingat kehidupan sebelumnya. Akhirnya, ia bisa bertemu dengan gadis itu kembali.

Tepatnya, hari ini, gadis itu belum menjadi artis populer, ia sepertinya sedang mengalami masalah.

“Kenapa kau mengikutiku sejak tadi?!” tanya Hafisa menatap Qiram tajam sambil menyedekapkan tangannya di dada.

“Aku khawatir jika kamu di ganggu, Nona.” jawab Qiram.

“Yang mengangguku itu kau!” tunjuknya.

“Maaf, Nona. Bukan maksud menganggu, saya akan mengawal Nona sampai ditempat tujuan, jangan hiraukan saya.”

“Cih!” Terdengar Hafisa mendecih.

Disepanjang perjalanan tampak Hafisa meninju-ninju perutnya, berjalan merentak-rentak dan bergumam.

‘Apa jangan-jangan, berita buruk waktu itu beneran? Dia hamil?’ gumam Qiram memperhatikan pergerakan Hafisa sejak tadi.

Bergegas Qiram maju ke depan, lalu menahan tangan yang memukul perut itu. “Apa yang kau lakukan Nona? Apa kau hamil?” tanyanya menatap gadis cantik itu.

“Lepaskan aku! Ini bukan urusanmu!”

Qiram masih memegang tangan itu kuat, ia berbicara sambil menundukkan kepalanya, mengingat dimana posisi putus asa itu dulu ada dipihaknya, bukankah kini ia ingin membalas kebaikan Hafisa dikehidupan yang lalu.

“Nona, izinkan aku membantumu. Jika kau hamil dan tak menginginkan anak itu, tolong jangan sakiti anak yang tak berdosa itu. Kau cukup membiarkannya hidup diperutmu dan melahirkannya, setelah lahir berikanlah padaku. Aku akan membiayai semuanya.”

“Nona bisa kembali ke sekolah ataupun meneruskan karirmu.” lanjut Qiram.

Tangan Hafisa yang memberontak mulai melemah dan tak melawan lagi, ia terdiam lama, kemudian menatap Qiram yang merunduk.

“Kenapa?” tanyanya.

“Kenapa kau ingin seperti itu?” tanyanya lagi, menatap Qiram tajam.

“Nona, aku pria buruk dan gemuk, juga tidaklah kaya, mungkin tak akan ada wanita yang ingin menikah denganku, setidaknya aku memiliki teman hidupku nanti, seorang anak yang aku besarkan sejak kecil, masa tuaku tak akan kesepian.” jawab Qiram.

Hafisa sejenak diam, lalu berkata, “Jika kau miskin, kenapa kau berkata akan membiayai semuanya tadi?”

“Nona, jika biaya selama kamu membiarkan bayi itu hidup di dalam perutmu dan biaya melahirkan, aku punya tabungan untuk itu. Jadi, Nona jangan khawatir.” jelas Qiram.

Hafisa lama terdiam.

“Nona, bagaimana kalau kita makan sate dulu, aku membelinya 4 bungkus, takutnya kuahnya sudah mencair dan dingin. Mari kita makan dulu, di sana.” Qiram mengajak Hafisa makan sate.

Sedikit canggung, namun akhirnya Hafisa makan juga sate itu karena dia memang sangat lapar.

“Apa kau serius?” tanya Hafisa saat ia telah menghabiskan satu bungkus sate.

“Iya, Nona. Saya serius.” jawab Qiram.

Hafisa tersenyum senang, bahkan senyuman itu terbit di wajahnya berkali-kali.

“Kalau boleh tahu, Nona menuju ke mana?” tanya Qiram.

“Aku tak punya tujuan, aku di usir dari rumah!” jawabnya sendu.

“Oh, kalau begitu, bagaimana kalau menginap di motel itu saja dulu, besok siang baru mencari tempat tinggal. Ini sudah sangat larut malam.” tawar Qiram. Hafisa mengangguk dan tersenyum.

“Selamat Anda menyelesaikan 1000 senyuman berbalas, Anda akan mendapatkan tambahan 500.000 rupiah, selamat menikmatinya. Anda harus menyelesaikan 90.000 senyuman berbalas lagi!”

Drrt! Hp Qiram bergetar. ‘Saldo Anda Rp. 38.076.000,00.’

Qiram mengantar Hafisa ke motel dan membayar sewanya selama seminggu, seharga 800.000 rupiah dengan menggesek atmnya.

‘Saldo Anda Rp. 37.276.000,00.’

“Nona, sampai bertemu kembali ya, aku sudah membayarnya sampai seminggu, Nona jangan khawatir, besok aku akan menemanimu mencari kontrakan yang cocok denganmu.”

“Terimakasih.”

“Sama-sama, Nona.”

Qiram pun berjalan pulang, jalanan sudah sangat sepi, tak ada sate lagi di sepanjang jalan.

‘Maaf, Lil O. Lain kali akan aku belikan kamu sate.’ gumam Qiram.

Tak lama, ia pun sampai di tempat tinggal, saat ia membuka pintu, Lil O menyambutnya dengan pertanyaan dan siap hendak pergi.

“Kau kemana saja Qiram? Aku baru saja mau mencarimu!”

“Maaf, tadi aku membeli sate, enak sekali, jadi aku hendak membelikanmu sate juga, jadi aku muter-muter. Tapi ... satenya tetap saja gak dapat.”

Lil O menghela nafas. “Ya sudah kalau begitu, lain kali kalau tidak menemukan, langsung pulang saja.” ujar Lil O.

Terpopuler

Comments

Leader

Leader

masih 90rb lagi😂

2022-10-03

1

ZasNov

ZasNov

Hafisa ternyata perempuan yang baik, dia mencegah Qiram untuk bunuh diri..
Sekarang disaat perempuan itu kesulitan, giliran Qiram yang membantunya..🤗
Tapi kenapa Hafisa tidak ingin melahirkan bayi yang dikandungnya, apa ayah bayi itu pergi meninggalkannya atau bagaimana..
Qiram baik sekali mau merawat dan membesarkan bayinya Hafisa 🤗🥰

2022-04-25

5

Cika🎀

Cika🎀

semoga jd teman sejati selamanya

2022-01-27

1

lihat semua
Episodes
1 Hidup Kembali
2 Kabur untuk Menghindari
3 Tugas
4 Dokter Aini Farha
5 Bertemu Perempuan Cantik Menarik Koper
6 Hafisa Inaya
7 Hewan Peliharaan
8 Gippong
9 Bertemu Soleman
10 Hutang Tak Jelas
11 Jadi Badut
12 Rangga Albusro
13 Menelfon Bu Dokter
14 Rencana Raina Ozra
15 Keahlianku?
16 Memesan Makanan
17 Lomba Makan
18 Menjemput Gippong
19 Daerah Kumuh
20 Hadiah Guru
21 Menyewa Kios
22 Memar
23 Pria tua
24 Professor
25 Putus
26 Makan Bersama Dokter Aini
27 Dipukul
28 Diet
29 Berenang
30 Mematahkan Tangan Soleman
31 100 Milyar
32 Marissa
33 Investasi
34 Bertemu Kembali
35 Di Hotel
36 Malam Panjang
37 7 Bulan
38 Gippong Berdarah
39 Tabung Darah
40 Makan Besar di Pagi Hari
41 Mengambil Hadiah
42 Mansion Tuan Beneno
43 Bertemu Bobi
44 Mengganti Ban
45 Ke Selatan
46 Ke Rumah Sakit
47 Bayi Prematur
48 Perusahaan Otomotif
49 Melahirkan Bayi Untukku
50 Bertemu Helmi
51 Keadaan Gippong
52 Mengubur
53 Pohon Rimbun
54 Mencari Guci Emas
55 Kekuatan Asli
56 Ruang Rahasia
57 Tes Darah
58 Pergi ke Desa Petarung
59 Bertemu Jingga Mutiara
60 Buangtai!
61 Adik laki-lakiku
62 Mengantarkan Lenggo
63 Ulat Bulan
64 Marissa Hamil
65 Disiksa
66 Bisnis Roki Albusro
67 Aini Hamil
68 Musnah
69 Agresif
70 Mari Menikah.
71 Ingatan
72 Marissa menghilang
73 Tidak Terpilih
74 Mantan Kekasih Aini
75 Fashion
76 Permohonan Bertemu Marissa
77 Cerita Tuan Beneno
78 Pangeran Dardail
79 Pilihan yang Tepat
80 ASI
81 Aini Kabur
82 Menikah dengan Hafisa
83 Tak Ada Baju
84 Makan dengan Cucu
85 Asyifa Melati
86 Ke Penjara
87 Naik Pesawat
88 Berkunjung Ke Penjara
89 Kepergian Marissa Untuk Selamanya
90 Perubahan Bayi Pangeran
91 Memutar Waktu?
92 Masa Depan Kita
93 Grindelwald
94 Melati dan Rangga
95 Guci Emas Berubah Warna
96 Menjaga Guci
97 Professor Azrul Meninggal
98 Membawa Melati
99 membawa melati
100 Aini Kesakitan
101 Orion dan Vega
102 7 Tahun kemudian
103 TAMAT
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Hidup Kembali
2
Kabur untuk Menghindari
3
Tugas
4
Dokter Aini Farha
5
Bertemu Perempuan Cantik Menarik Koper
6
Hafisa Inaya
7
Hewan Peliharaan
8
Gippong
9
Bertemu Soleman
10
Hutang Tak Jelas
11
Jadi Badut
12
Rangga Albusro
13
Menelfon Bu Dokter
14
Rencana Raina Ozra
15
Keahlianku?
16
Memesan Makanan
17
Lomba Makan
18
Menjemput Gippong
19
Daerah Kumuh
20
Hadiah Guru
21
Menyewa Kios
22
Memar
23
Pria tua
24
Professor
25
Putus
26
Makan Bersama Dokter Aini
27
Dipukul
28
Diet
29
Berenang
30
Mematahkan Tangan Soleman
31
100 Milyar
32
Marissa
33
Investasi
34
Bertemu Kembali
35
Di Hotel
36
Malam Panjang
37
7 Bulan
38
Gippong Berdarah
39
Tabung Darah
40
Makan Besar di Pagi Hari
41
Mengambil Hadiah
42
Mansion Tuan Beneno
43
Bertemu Bobi
44
Mengganti Ban
45
Ke Selatan
46
Ke Rumah Sakit
47
Bayi Prematur
48
Perusahaan Otomotif
49
Melahirkan Bayi Untukku
50
Bertemu Helmi
51
Keadaan Gippong
52
Mengubur
53
Pohon Rimbun
54
Mencari Guci Emas
55
Kekuatan Asli
56
Ruang Rahasia
57
Tes Darah
58
Pergi ke Desa Petarung
59
Bertemu Jingga Mutiara
60
Buangtai!
61
Adik laki-lakiku
62
Mengantarkan Lenggo
63
Ulat Bulan
64
Marissa Hamil
65
Disiksa
66
Bisnis Roki Albusro
67
Aini Hamil
68
Musnah
69
Agresif
70
Mari Menikah.
71
Ingatan
72
Marissa menghilang
73
Tidak Terpilih
74
Mantan Kekasih Aini
75
Fashion
76
Permohonan Bertemu Marissa
77
Cerita Tuan Beneno
78
Pangeran Dardail
79
Pilihan yang Tepat
80
ASI
81
Aini Kabur
82
Menikah dengan Hafisa
83
Tak Ada Baju
84
Makan dengan Cucu
85
Asyifa Melati
86
Ke Penjara
87
Naik Pesawat
88
Berkunjung Ke Penjara
89
Kepergian Marissa Untuk Selamanya
90
Perubahan Bayi Pangeran
91
Memutar Waktu?
92
Masa Depan Kita
93
Grindelwald
94
Melati dan Rangga
95
Guci Emas Berubah Warna
96
Menjaga Guci
97
Professor Azrul Meninggal
98
Membawa Melati
99
membawa melati
100
Aini Kesakitan
101
Orion dan Vega
102
7 Tahun kemudian
103
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!