Qiram melihat sekeping emas yang terjatuh dilantai.
“Emas batang?!” ucapnya, kemudian ia langsung mengambil emas batangan itu.
“Program telah diaktifkan, Anda telah menyetujuinya, Selamat Tuan! Anda berhak memiliki emas ini selamanya, kerjakan tugas Anda, mulai dari sekarang!”
“Anda harus menyelesaikan pekerjaan Anda, berjalan sebanyak 70 ribu langkah selama seminggu. Setiap langkah Anda akan digaji 3000 rupiah. Jika Anda menyelesaikan tugas tepat waktu, akan mendapatkan hadiah, sedangkan jika Anda gagal, Anda akan mendapatkan hukuman. Tugas dimulai dari sekarang berakhir 6 hari mendatang tepat jam 00.00!”
Qiram lama terdiam, mendengarkan suara itu, kemudian menengok ke kiri dan ke kanan.
Ia meletakkan guci emas dengan hati-hati, lalu mengusap kepingan emas yang ia pegang, ia gigit emas itu untuk menguji keasliannya.
“Ini beneran emas?!”
“Emas siapa? Kenapa tiba-tiba ada emas? Ah, sudahlah, tidak perlu punya siapa, karena aku yang mendapatkannya, berarti punyaku!” gumam Qiram.
“Kamu gak apa-apa, Qiram?” Lil O bertanya saat ia baru masuk melihat Qiram tersenyum sendiri.
“Iya, ada emas dihadiah terakhir ibuku.” jawab Qiram sambil menyodorkan kepingan emas pada Lil O.
“Wah, kita bisa menjualnya untuk keperluan kita sampai dapat kerja!” seru Lil O antusias melihat emas itu.
“Iya. Apa kau jadi memesan mie?” tanya Qiram, perutnya sudah mulai keroncongan.
“Iya. Mba warungnya sedang masak, nanti juga diantar kemari!”
~~
Keesokan harinya, Lil O dan Qiram pergi ke pasar dengan berjalan kaki, demi penghematan dan Qiram juga ingin kurus, ia tak ingin lemah, tak bisa lari karena berbadan gembrot seperti kehidupannya yang lalu.
Mereka mencari toko emas dan menjual emas batangan itu.
“Wah, Qiram, kita punya banyak uang! Kita sudah bisa membeli peralatan seperti kompor, penanak nasi dan lainnya, bahkan masih bisa kita tabungkan!” seru Lil O senang.
“Iya, ayo, kita beli barang-barang yang dibutuhkan lainnya!” jawab Qiram bersemangat.
Mereka membeli beberapa peralatan seperti tikar dan bantal, kipas angin, penanak nasi, beras dan kompor. Kamar itu semakin sempit karena telah di isi banyak barang.
Keesokan harinya, Qiram memilih tiduran di kamar kost, Ia hanya berjalan sedikit untuk olahraga ringan, sedangkan Lil O mencari kerja disekitar, mungkin saja ada lowongan kerja sebagai angkat semen juga tak apa, yang penting pekerjaan.
“Pemberitahuan, Anda sudah menghabiskan waktu tiga hari, Anda baru melakukan pekerjaan Anda 500 langkah, belum mencapai target!”
Qiram kembali menengok ke kiri dan ke kanan mencari sumber suara, tetapi tak ada, hanya dirinya seorang yang ada di sini.
“Suara barusan, suara apa, ya? Mirip sekali dengan suara saat aku menemukan emas batangan!”
Selama 5 hari, Qiram memilih tiduran di kosan dan berjalan beberapa langkah untuk olahraga ringan, karena tidak ada pekerjaan yang sanggup ia kerjakan disekitar, sedangkan Lil O menjadi buruh tukang angkat di pasar pagi.
Qiram berjalan mengambil air minum. Ya, ia hanya melakukan pergerakan ringan seperti mengambil minum itupun hanya beberapa langkah.
“Selamat, Anda telah menyelesaikan seribu langkah, Anda akan mendapatkan 3.000.000 rupiah, selamat menikmatinya. Anda harus menyelesaikan 69.000 langkah lagi!” Terdengar kembali suara itu, membuat bulu kuduk Qiram berdiri.
“Jangan-jangan, ada hantu!” gumamnya, ia mengelus tengkuknya, bulu kuduknya berdiri.
Drrt! Drrt! Terdengar suara hp Qiram bergetar.
“Notifikasi!” Ia menatap layar hpnya.
“Selamat, transaksi sukses, Anda mendapatkan transferan uang tiga juta rupiah dari rekening guci emas.’
‘Saldo Anda Rp 6.076.000,00.’
“Hah?! Tunggu?! Maksudnya, suara itu?!” Qiram langsung terlonjak kaget.
Ya, uang ditabungannya hanya tersisa 500.000 rupiah, ditambah dengan sisa menjual emas batangan yang dibelikan untuk peralatan, tersisa 2.400.000 rupiah. Ia ingat, uang ditabungannya hanya 3.076.000 rupiah sebelumnya.
“Apakah jika aku akan berjalan sebanyak seribu langkah akan mendapatkan tiga juta rupiah? Siaal! Aku bahkan menghabiskan hariku sia-sia selama 5 hari!”
Qiram memakai bajunya dengan celana panjang, ia membawa sebotol air minum, kemudian berjalan sebanyak-banyaknya kaki melangkah.
“Selamat Anda menyelesaikan seribu langkah, Anda akan mendapatkan uang tiga juta rupiah, selamat menikmatinya! Anda harus menyelesaikan 68.000 langkah lagi!”
Setelah mendengar suara, Qiram mendapati SMS banking di hp nya, saldo ditabungannya bertambah kembali 3 juta.
“Wah, aku bisa kaya raya, hanya dengan melangkah aku menghasilkan banyak uang, tiga juta ini biasanya upah kami bekerja satu bulan, kini aku bisa mendapatkannya hanya dengan beberapa jam!” Qiram bergumam senang.
Ia terus melangkah kesembarangan arah, ia ingin menyelesaikan tugasnya, melangkah sebanyak-banyaknya!
“Ah, ini olahraga yang bisa membuat badanku kurus, aku memang berniat kurus!” Qiram mengepalkan tangannya membentuk tinju, untuk menyemangati dirinya sendiri. Apalagi setelah tahu jika ia terus melangkah akan mendapatkan uang yang banyak.
“Selamat Anda menyelesaikan seribu langkah, Anda akan mendapatkan uang tiga juta rupiah, selamat menikmatinya! Anda harus menyelesaikan 67.000 langkah lagi!”
Qiram sangat bahagia saat mendapati saldo di rekeningnya bertambah hingga 9 juta.
Ia terus berjalan hingga sore menjelang. “Selamat Anda menyelesaikan seribu langkah, Anda akan mendapatkan uang tiga juta rupiah, selamat menikmatinya! Anda harus menyelesaikan 66.000 langkah lagi!”
Qiram mendapatkan kembali tambahan uang 3 juta.
‘Saldo Anda 15.076.000 rupiah.’ Qiram duduk terperangah, lelah dan terlalu bahagia.
“Sial, jika saja aku tahu suara itu memang ditujukan padaku, pasti aku sudah berjalan sejak kemarin-kemarinnya!” gerutu Qiram menyesali.
“Apakah aku bisa menyelesaikan 66.000 langkah lagi? Ini saja aku baru menyelesaikan 3.000 langkah sejak siang.”
Qiram duduk beristirahat, menghabiskan sisa air di dalam botol yang ia bawa. Belum juga lelahnya habis, ia bertemu dengan cecunguk gang Soleman.
“Woy, Qiram! Lu disini!” teriaknya.
“Siaal!” Qiram langsung berdiri, ia berusaha berlari sekuat tenaga.
“Aku tidak boleh tertangkap!” Ia menatap tangan kirinya yang masih utuh, ia terbayang tangan itu dipatahkan Soleman dikehidupan yang lalu.
“Tidak, aku tidak ingin cacat! Aku harus lari, aku tidak boleh tertangkap! Aku akan berusaha menjadi lebih kuat, kaya raya dan pintar, sehingga tidak ditipu lagi!” Qiram terus berlari sekencang yang ia mampu.
Seluruh badan gembrotnya berayun-ayun saat berlari, peluhnya bercucuran, bibirnya sudah memucat karena kelelahan. Ia tak berhenti, tak ingin melihat kebelakang juga, hanya terus berlari.
Ya, Qiram memiliki IQ lemah, ia sedikit bodoh, lambat dalam berpikir, bertubuh besar dan gampang ditipu. Itulah kehidupannya yang dulu.
“Selamat Anda menyelesaikan seribu langkah, Anda akan mendapatkan uang tiga juta rupiah, selamat menikmatinya! Anda harus menyelesaikan 65.000 langkah lagi!”
“Selamat Anda menyelesaikan seribu langkah, Anda akan mendapatkan uang tiga juta rupiah, selamat menikmatinya! Anda harus menyelesaikan 64.000 langkah lagi!”
“Selamat Anda menyelesaikan seribu langkah, Anda akan mendapatkan uang tiga juta rupiah, selamat menikmatinya! Anda harus menyelesaikan 63.000 langkah lagi!”
Beberapa kali suara terdengar memberitahukan tambahan uang yang dimiliki Qiram. Pemuda itu tak peduli, ia hanya berlari menyelamatkan diri, ia tak ingin tertangkap dan cacat lagi.
“Selamat Anda menyelesaikan seribu langkah, Anda akan mendapatkan uang tiga juta rupiah, selamat menikmatinya! Anda harus menyelesaikan 62.000 langkah lagi!”
“Selamat Anda menyelesaikan seribu langkah, Anda akan mendapatkan uang tiga juta rupiah, selamat menikmatinya! Anda harus menyelesaikan 61.000 langkah lagi!”
Ia terus berlari ke sembarangan arah hingga malam datang. Saking takutnya, ia telah berlari jauh dan keluar dari kota tempat ia menyewa bersama Lil O.
Ia berhenti sebentar dengan nafas memburu, barulah ia menoleh kebelakang, tak ada bawahan Soleman yang mengejarnya.
Qiram mulai berjalan pelan, mengatur deru nafasnya, menoleh ke arah sekitar.
“Selamat Anda menyelesaikan seribu langkah, Anda akan mendapatkan uang tiga juta rupiah, selamat menikmatinya! Anda harus menyelesaikan 60.000 langkah lagi!”
‘Saldo Anda Rp. 33.076.000,00.’ Mata Qiram terbelalak melihat jumlah uang direkeningnya.
Tiba-tiba saja, ia mendengar suara pemberitahuan. “Jam 00.00, Anda akan mendapatkan hukuman karena tidak menyelesaikan tugas. Terimalah hukuman Anda, Tuan!”
“Awwch!” Qiram terpekik. Tiba-tiba kakinya masuk ke dalam parit jalan, langsung terkilir.
“Aaah!” Ia mengerang kesakitan, lalu jatuh pingsan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Nino Ndut
wkwkwkwkkw..keren nih diawal udh komplit feelnya..wajar mc kayak gitu soalnya dijelasin jg klo mc rada bodoh
.wkwkwkwk
2022-12-21
0
Nova Marya ningrum
wow...halu mu aq suka kak.....andaikan didunia nyata ada pasti g ada orang gemuk....
2022-11-09
2
Leader
sebandinglah dengan uang -+30 jt😂
2022-10-03
0