Qiram sampai di klinik tempat Dokter Aini Farha bekerja. Ia langsung menemui Dokter cantik bermata bulat indah itu.
Dokter Aini melihat luka itu, sedikit menekan lebam itu perlahan. “Apakah sakit?” tanyanya.
“Sedikit, tadi sudah aku beri obat!” jawab Qiram.
“Oh, baguslah. Ini sudah tidak apa-apa.” jawab Aini Farha.
“Apakah wajahku tidak akan cacat nantinya Dok?”
Dokter Aini Farha tersenyum. “Tidak, ini akan segera sembuh.”
“Terimakasih kalau begitu Dok.”
“Iya, sama-sama.” jawabnya tersenyum.
“Berapa Dok?”
“Tidak usah bayar, semoga cepat sembuh, ya.”
“Ah, aku merasa tidak enak, Dok. Bagaimana jika Dokter memiliki waktu bebas suatu hari nanti, makan malam lah bersama saya.” ucap Qiram sambil tertawa renyah. Dadanya berdebar, takut ditolak mentah-mentah dengan kasar.
“Terimakasih ajakannya, jika suatu hari itu datang, akan saya kabari.” jawab dokter Aini Farha tersenyum.
“Baiklah, kalau begitu saya permisi Dok, terimakasih banyak.”
~~
Qiram melanjutkan perjalanannya ke klinik hewan milik Raina Ozra. Ia ingin menjemput Gippong.
“Selamat datang Tuan Qiram.” sapa Satpam. Qiram membalasnya dengan tersenyum.
Raina segera keluar dari ruangannya dan menemui Qiram, mereka berbincang tentang kesehatan Gippong, Qiram belum bisa membawanya untuk sementara waktu dulu, sebelum kucing itu sembuh total. Lalu, membahas tentang bisnis mereka.
“Aku sudah membelikan uang itu untuk kandang dan alat main hewan. Tetapi, kita membutuhkan tempat yang harus lebih luas agar tidak sempit.” jelas Raina bercerita sambil membawa Qiram berkeliling.
Beberapa kardus besar bertumpukan di sudut, belum dibongkar. “Itu barang baru yang saya pesan dari luar kota.” Raina kembali menjelaskan.
“Saya telah membuat pembukuan lengkapnya, nanti Tuan bisa melihatnya.”
Qiram mengangguk mendengar penjelasan demi penjelasan Raina, memahaminya.
“Mari saya tunjukkan lokasi kosong Tuan.” ajak Raina.
Qiram melihat setiap sudut, bangunan ini terletak dipaling depan, ia memiliki sudut hook. Jadi, masih ada tanah kosong yang tidak dibangun.
Raina Ozra menjelaskan semua sisi bangunan, bahan bangunan klinik ini dan lainnya. “Setidaknya kalau kita merenovasi bisa menghabiskan uang 100 juta, lebih baik mencari tempat luas.” usul Qiram.
Raina terdiam, Qiram pun juga diam setelahnya.
“Tetapi kalau hanya penambahan bangunan tak memakan banyak biaya. Kenapa saya bilang 100 juta tadi, itu karena upah tukangnya lebih besar dari biaya bangunan, Nona Raina.” jelas Qiram dengan rencana Raina Ozra itu.
“Untuk sekarang saya tidak memiliki uang 100 juta, jika saya memiliki dana, saya akan mengabarinya. Namun, usul saya tadi tolong Nona pikirkan ya, coba cari tahu, tempat yang bagus, luas dan tentu saja strategis seperti ini.”
“Baiklah, Tuan!”
Raina dan Qiram pun saling sepakat. Lalu, Qiram pun memilih pergi karena ia tak ingin meninggalkan sahabat baiknya sendirian bekerja menjadi badut di lapangan.
~~
Tak lama Qiram pun sampai dengan menaiki ojek kembali ke lapangan tempat mereka menjadi badut.
“Maaf, ya, aku lama.” ucap Qiram.
“Tidak apa-apa, gimana?” Lil O langsung menaik turunkan alisnya.
“Apanya yang gimana?” tanya Qiram heran.
“Kamu 'kan nemui Bu Dokter cantik, gimana reaksinya dong!”
“Ahahaha! Aku ke sana cuma mau berobat, bukan mau menggodanya. Ayo, kita kerja lagi!” Qiram memakai pakaian badutnya, memoles bedak tebal dan gincu diwajahnya terlihat lucu.
Mereka pun mulai melawak, mengumpulkan receh dan senyuman berbalas.
“Selamat Anda menyelesaikan 1000 senyuman berbalas, Anda mendapatkan 500.000 rupiah, selamat menikmatinya! Anda harus menyelesaikan 28.000 senyuman berbalas lagi!” Terdengar suara notifikasi memberitahukan.
‘Saldo Anda Rp. 27.026.000,00.’
Qiram tersenyum, ia mendapatkan tambahan uang kembali.
Mereka melakukan pekerjaan itu hingga malam pun datang seperti kemarin malam.
“Selamat Anda menyelesaikan 1000 senyuman berbalas, Anda mendapatkan 500.000 rupiah, selamat menikmatinya! Anda harus menyelesaikan 23.000 senyuman berbalas lagi!” Terdengar suara notifikasi memberitahukan.
‘Saldo Anda Rp. 29.526.000,00.’
“Kamu lelah gak Lil? Kalau lelah kita naik ojek aja!” ajak Qiram.
“Gak usah! Kita harus berhemat!” jawab Lil O.
Mereka pun berjalan pulang, sebelum pulang, Qiram dan Lil O menyempatkan membeli makanan untuk mereka.
Saat mereka hampir sampai di motel, mereka bertemu dengan Soleman.
“Woy! Kalian di sini rupanya, bangsa*t!” teriak Soleman.
Lil O dan Qiram langsung berlari kencang menghindari kelompok Soleman yang berjumlah lebih dari 15 orang.
“Siaalaan! Kejar mereka!” perintah Soleman memarahi anak buahnya.
“Kita harus berteriak Qiram!” seru Lil O.
Mereka berdua berbelok menjauhi motel, sambil berteriak meminta tolong, hingga warga sekitar menolong mereka dengan menyiram dan melempar para preman itu dengan sampah.
“Siaalan! Mereka berdua memprovokasi warga sekitar! Ayo, kita cabut dulu, lokasi ini belum menjadi wilayah kekuasaan kita!” umpat Soleman menarik paksa bawahannya kembali.
“Ah, syukurlah! Kita harus naik taksi untuk ke motel, agar mereka tidak tahu!” usul Lil O.
“Iya, dan setelah ini, aku akan membeli rumah yang aman dari mereka!” gerutu Qiram.
“Aamiin!” jawab Lil O.
~~
Keesokan harinya, Lil O dan Qiram setiap hari berangkat kerja dan pulang kerja selalu memakai taksi.
Hari-hari pun berlalu dilalui Qiram dan Lil O seperti itu, hingga Qiram menyelesaikan tugasnya tepat waktu.
“Selamat Anda menyelesaikan 1000 senyuman berbalas, Anda mendapatkan 500.000 rupiah, selamat menikmatinya! Anda harus menyelesaikan 1.000 senyuman berbalas lagi!” Terdengar suara notifikasi memberitahukan.
‘Saldo Anda Rp. 40.526.000,00.’
Qiram benar-benar bahagia.
“Selamat Anda menyelesaikan 1000 senyuman berbalas, Anda mendapatkan 500.000 rupiah, selamat menikmatinya! Selamat Anda menyelesaikan tugas pertama Anda!” Terdengar suara notifikasi memberitahukan.
‘Saldo Anda Rp. 41.026.000,00.’
“Anda mendapatkan hadiah besar karena telah menyelesaikan tugas, silahkan Anda mengunjungi sorum mobil Bluediamon besok jam 1 siang, bawalah kartu keberuntungan yang berada di dalam guci Anda.”
‘Di dalam guci?’ Qiram bergumam.
Tak lama mereka kembali ke motel, selama menjadi badut, mereka bisa mengumpulkan uang tambahan sebanyak 10 juta. Semuanya disimpan oleh Lil O.
Qiram langsung memeriksa dan memasukkan tangannya ke dalam guci, dia menemukan sebuah kartu dengan logo emas. Ia langsung tersenyum.
Keesokannya jam 1 siang, Qiram mendatangi sorum itu dan memberikan kartu berlogo emas kepada pemilik sorum itu.
“Silahkan ikuti saya Tuan Muda. Kakek Beneno telah berpesan pada saya untuk menjaga mobil ini sampai cucunya menjemput, saya tak mengira sekian lama menunggu, akhirnya Anda datang juga.” ucap pemilik sorum itu berbinar. Ia langsung membuat surat-surat mobil dan memberikan kuncinya.
Qiram kama terdiam dan meneguk salivanya, Lamborghini Veneno adalah hadiah itu, sebuah mobil keren yang sangat mahal.
‘Jika saat itu aku menyelesaikan tugas berjalan, pasti aku mendapatkan hadiah menarik juga.’ gumam Qiram.
“Apakah Tuan Muda tidak suka? Mau aku ganti yang lain?” tanya pemilik sorum itu.
“Tidak, terimakasih.” Qiram langsung meraih kunci mobil, dengan dada berdebar.
“Ini kartu yang ditinggalkan Tuan Beneno untuk Anda,” katanya lagi memberikan kartu.
“Selamat, Anda mendapatkan bonus tambahan uang 500 juta. Selamat menikmatinya, Tuan!” Notifikasi berbunyi.
Qiram tersenyum. Ia mengambil kartu itu dengan bahagia, lalu melajukan mobilnya.
Ini adalah pertama kali baginya, membawa mobil sendiri. Dikehidupannya yang lalu, dia hanya pernah menjalankan mobil saat menjadi tukang parkir, memarkirkan mobil orang. Lalu, juga pernah menjadi sopir oplet beberapa bulan.
Kehidupannya yang dulu sungguhlah miris!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Razali Azli
hairan. asal cerita sistem jadi kaya aja pasti dapat mobil lamborghini vaneno. rasanya berlebihan. padahal lebih pas dapat mobil mercy atau bmw ganteng tapi mewah
2025-01-21
0
Ejan Din
klu aku ngak mau lamborghi.. aku mau spt alphat atau vemfire or family car...
2025-01-25
0
Leader
orang miskin naik lamborghini😭
2022-10-05
0