Episode 20

Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah, dengan perlahan yujin membaringkan Mitsuki di kasur lalu melepas topeng yang masih terpakai dan pedangnya untuk di simpan.

Setelah itu yujin pun memperhatikan luka yang masih dalam proses penyembuhan, ekspresi kebingungan pun terlihat jelas di wajahnya.

Beberapa saat kemudian Mitsuki pun tersadar dan melihat ia telah berada di kamarnya.

Melihat Mitsuki yang telah sadar membuat yujin sedikit tenang, lalu iya bertanya di mana Mitsuki menyimpan kotak obat dan Mitsuki pun menunjuk ke arah lemari bajunya.

Kemudian yujin bergegas untuk mengambil kotak obat tersebut, setelag mendapati kotak obatnya iya pun meminta Mitsuki untuk membuka baju.

Setelah Mitsuki membuka bajunya, dan yujin pun mulai mengobati dan membalut luka Mitsuki dengan perban.

"Apa iblis yang tuan temu berada di tingkat atas?" lanjut yujin yang berbalik bertanya.

"Awalnya iblis bulan baru yang aku temui lalu tingkat bulan sabit akhir datang, aku hampir mati di buatnya" jawab Mitsuki yang harus menahan perih dari obat merah yang di gunakan yujin.

Setelah selesai membalut tubuh Mitsuki, tidak lupa juga yujin memngibati dan membalut luka yang ada di kepala Mitsuki.

Setelah selesai yujin pun meminta Mitsuki untuk segera beristirahat agar lukanya segera sembuh.

Sedangkan yujin berjalan keluar dari kamar melalui jendela dan naik ke atas atap rumah.

duduk sembari menatap bulan yang sedikit demi sedikit tertutup oleh awan.

........................

Di sisi lain paradoks yang sedang berjalan-jalan di taman di buat terkejut oleh agraris yang tiba-tiba muncul di belakangnya.

"Kau hampir membunuhnya bukan?" tanya agraris yang duduk di bangku taman sambil membaca sebuah buku.

"Aku tidak suka menghabiskan hidangan utama terlalu cepat, kita nikmati saja dulu permainan ini" jawab paradoks yang berjalan menghampiri agraris lalu duduk di dekatnya.

"Aku dengar kau mengirim Ghoul untuk memeriksa tempatnya" lanjut paradoks.

"Yah!! Begitulah, iblis itu cukup berguna juga" jawab agraris dengan pandangan, memandang buku yang ia baca.

"Oh...!!" ujar paradoks kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan agraris.

Agraris hanya menjawab dengan senyum kecil di wajahnya, seperti sedang memikirkan sesuatu.

..........................

Pagi hari pun tiba, ketika Mitsuki melihat luka yang ada di kepala dan tangannya sudah sembuh kecuali di beberapa luka di bagian tubuhnya yang masih belum sembuh sempurna.

dan karena hari ini sekolah akan mengadakan kegiatan kemping jadi Mitsuki mengambil tas kempingnya dan memasukan barang yang di perlukan.

Setelah selesai ia pun turun ke bawah, terlihat sarapan telah siap di meja makan, dengan sang bibi yang sedang beres-beres dapur.

hal yang ganjil pun terasa ketika dirinya, bersama Marika sedang sarapan, yah benar yujin tidak ada di saja untuk sarapan.

Tidak terlalu memikirkannya, Mitsuki kembali melanjutkan sarapannya.

Se-saat setelah sarapan suara yang tidak asing pun terdengan memanggil-manggil Mitsuki.

Ketika pintu di buka ternyata itu adalah Ayumi yang berdiri bersama katsugi, dengan tersenyum ke arahnya.

Dan Mitsuki pun berpamitan pada sang bibi dan Marika dengan mata yang berkaca-kaca melepas  kepergian Mitsuki.

Dalam hatinya masika sangat ingin ikut dengan Mitsuki, tapi ia tau itu tidak akan terjadi.

Di perjalanan menuju sekolah, Mitsuki pun bertanya pada katsugi, tentang kepulangannya ke rumah.

"Oh yah, katsugi kapan kau sampai di rumah" tanya Mitsuki yang sambil berajalan.

"Emm Tadi malam!! ngomong-ngomon kenapa kita harus berkemah? Melihat belakangannya sering terjadi badai " jawab katsugi yang kembali bertanya.

"Kau benar seharunya kita masih libur tapi ada baiknya" jawab ayumi.

"Maksud mu?" tanya katsugi dan Mitsuki secara serentak.

"Yah!! Kita sudah sampai" jawab kanami setelah sampai di depan sekolah.

Entah masih pagi atau memang belum pada datang, terlihat hanya beberapa orang yang ada di dalam sekolah.

Koridor yang asalnya selalu rampai di  jam seperti ini menjadi sangat sepi hanya dua atau tiga orang yang berjalan di sana

Termasuk di dalam kelas.

Mungkin karena suhu yang cukup dingin, membuat murid-murid malas beranjak dari kasurnya apa lagi mandi.

Sambil menunggu yang lain datang, mereka bertiga mengisi waktu kosongnya dengan mengobrol.

Tidak banyak yang mereka bertiga bicarakan hanya soal cuaca dan kejadian yang belakangan ini sering yaitu penemuan mayat tampa organ dalam.

Selama mengobrol satu persatu siswa yang lain berdatangan. Sampai akhirnya semua sudah hadir.

Lalu beberapa bus datang dan parkir di depan gerbang sekolah, se-saat setelah datangnya bus-bus itu, bel pun berbunyi beberapa kali dan itu tandanya mereka semua harus berkumpul di halaman sekolah.

Dan kepala sekolah bersama guru-guru yang lain pun datang

Ketika semua sudah berkumpul,  mereka semua di beri sedikit pemaham tentang tempat yang akan mereka datangi.

"Baiklah!! Penjelasan yang lebih rinci akan di sampaikan di dalam bus oleh wali kelas masing-masing, kalau begitu mari kita berangkat" Ujar kepala sekolah.

Kemudian semua orang pub naik ke dalam bus sesuai kelas masing-masing dan perjalanan menuju tempat kemping pun di mulai.

"Matahari bersinar!!, Burung berkicau, angin musim panas bertiup~~"nyanyian mereka pun berhenti karena kagumi memotong nyanyian semua orang.

"Tapi tunggu bukan nya sekarang musim dingin yah? bukan musim panas"ujar kagumi dengan mengangkat tangan.

"Dia benar-benar mempermasalahkannya"bisik katsugi kepada Mitsuki.

Setelam kagumi selesai mempermasalahkan hal yang sangat sepel, semua orang pun kembali menyanyi di dalam bus yang sedang melaju.

Karena suara sudah mulai serak semua orang pun memilih untuk memainkan satu permainan yaitu tebak-tebakan.

Semenatar yang lain bersenang-dengan, Mitsuki yang terus melamun melihat ke luar jendela bus.

Merasa ada yang aneh dengan sahabatnya itu katsugi pun menepuk pundak Mitsuki dan bertanya.

"Apa ada yang sedang kau pikirkan?" tanya katsugi.

"Ah tidak aku hanya kepikiran ayah ku saja" jawab Mitsuki.

"Kau tau sendiri kan pada saat umur ku baru empat tahun aku harus di lari kan ke rumah sakit karena sebuah kecelakaan"lanjut Mitsuki.

"Yah!! Aku ingat kalau tidak salah kau dirawat selama satu bulan dan setelah kau sembuh paman tiba-tiba menghilang" sahut katsugi.

"Dan kecelakaan itu juga membuat mata kiri ku berubah warna menjadi seperti sekarang" jawab Mitsuki. 

"Sudahlah kita di sini bukan untuk menceritakan masa lalu, tapi untuk bersenang-senang" ujar katsugi lalu merangkul pundak Mitsuki denga senyum di wajahnya.

Setelah satu jam lebih akhirnya mereka sampai di tempat tujuan yaitu desa hanatsu di dekat gunung hanatsu.

Lalu semua orang pun turun dari bus, sebelum kembali melanjutkan perjalanan pak minamoto memberitahu tentang apa saja yang tidak boleh di lakukan ketika berada di desa ini.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83 : The Mugen dimensi
84 pengumuman Hiatus
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83 : The Mugen dimensi
84
pengumuman Hiatus

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!