Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah, dengan perlahan yujin membaringkan Mitsuki di kasur lalu melepas topeng yang masih terpakai dan pedangnya untuk di simpan.
Setelah itu yujin pun memperhatikan luka yang masih dalam proses penyembuhan, ekspresi kebingungan pun terlihat jelas di wajahnya.
Beberapa saat kemudian Mitsuki pun tersadar dan melihat ia telah berada di kamarnya.
Melihat Mitsuki yang telah sadar membuat yujin sedikit tenang, lalu iya bertanya di mana Mitsuki menyimpan kotak obat dan Mitsuki pun menunjuk ke arah lemari bajunya.
Kemudian yujin bergegas untuk mengambil kotak obat tersebut, setelag mendapati kotak obatnya iya pun meminta Mitsuki untuk membuka baju.
Setelah Mitsuki membuka bajunya, dan yujin pun mulai mengobati dan membalut luka Mitsuki dengan perban.
"Apa iblis yang tuan temu berada di tingkat atas?" lanjut yujin yang berbalik bertanya.
"Awalnya iblis bulan baru yang aku temui lalu tingkat bulan sabit akhir datang, aku hampir mati di buatnya" jawab Mitsuki yang harus menahan perih dari obat merah yang di gunakan yujin.
Setelah selesai membalut tubuh Mitsuki, tidak lupa juga yujin memngibati dan membalut luka yang ada di kepala Mitsuki.
Setelah selesai yujin pun meminta Mitsuki untuk segera beristirahat agar lukanya segera sembuh.
Sedangkan yujin berjalan keluar dari kamar melalui jendela dan naik ke atas atap rumah.
duduk sembari menatap bulan yang sedikit demi sedikit tertutup oleh awan.
........................
Di sisi lain paradoks yang sedang berjalan-jalan di taman di buat terkejut oleh agraris yang tiba-tiba muncul di belakangnya.
"Kau hampir membunuhnya bukan?" tanya agraris yang duduk di bangku taman sambil membaca sebuah buku.
"Aku tidak suka menghabiskan hidangan utama terlalu cepat, kita nikmati saja dulu permainan ini" jawab paradoks yang berjalan menghampiri agraris lalu duduk di dekatnya.
"Aku dengar kau mengirim Ghoul untuk memeriksa tempatnya" lanjut paradoks.
"Yah!! Begitulah, iblis itu cukup berguna juga" jawab agraris dengan pandangan, memandang buku yang ia baca.
"Oh...!!" ujar paradoks kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan agraris.
Agraris hanya menjawab dengan senyum kecil di wajahnya, seperti sedang memikirkan sesuatu.
..........................
Pagi hari pun tiba, ketika Mitsuki melihat luka yang ada di kepala dan tangannya sudah sembuh kecuali di beberapa luka di bagian tubuhnya yang masih belum sembuh sempurna.
dan karena hari ini sekolah akan mengadakan kegiatan kemping jadi Mitsuki mengambil tas kempingnya dan memasukan barang yang di perlukan.
Setelah selesai ia pun turun ke bawah, terlihat sarapan telah siap di meja makan, dengan sang bibi yang sedang beres-beres dapur.
hal yang ganjil pun terasa ketika dirinya, bersama Marika sedang sarapan, yah benar yujin tidak ada di saja untuk sarapan.
Tidak terlalu memikirkannya, Mitsuki kembali melanjutkan sarapannya.
Se-saat setelah sarapan suara yang tidak asing pun terdengan memanggil-manggil Mitsuki.
Ketika pintu di buka ternyata itu adalah Ayumi yang berdiri bersama katsugi, dengan tersenyum ke arahnya.
Dan Mitsuki pun berpamitan pada sang bibi dan Marika dengan mata yang berkaca-kaca melepas kepergian Mitsuki.
Dalam hatinya masika sangat ingin ikut dengan Mitsuki, tapi ia tau itu tidak akan terjadi.
Di perjalanan menuju sekolah, Mitsuki pun bertanya pada katsugi, tentang kepulangannya ke rumah.
"Oh yah, katsugi kapan kau sampai di rumah" tanya Mitsuki yang sambil berajalan.
"Emm Tadi malam!! ngomong-ngomon kenapa kita harus berkemah? Melihat belakangannya sering terjadi badai " jawab katsugi yang kembali bertanya.
"Kau benar seharunya kita masih libur tapi ada baiknya" jawab ayumi.
"Maksud mu?" tanya katsugi dan Mitsuki secara serentak.
"Yah!! Kita sudah sampai" jawab kanami setelah sampai di depan sekolah.
Entah masih pagi atau memang belum pada datang, terlihat hanya beberapa orang yang ada di dalam sekolah.
Koridor yang asalnya selalu rampai di jam seperti ini menjadi sangat sepi hanya dua atau tiga orang yang berjalan di sana
Termasuk di dalam kelas.
Mungkin karena suhu yang cukup dingin, membuat murid-murid malas beranjak dari kasurnya apa lagi mandi.
Sambil menunggu yang lain datang, mereka bertiga mengisi waktu kosongnya dengan mengobrol.
Tidak banyak yang mereka bertiga bicarakan hanya soal cuaca dan kejadian yang belakangan ini sering yaitu penemuan mayat tampa organ dalam.
Selama mengobrol satu persatu siswa yang lain berdatangan. Sampai akhirnya semua sudah hadir.
Lalu beberapa bus datang dan parkir di depan gerbang sekolah, se-saat setelah datangnya bus-bus itu, bel pun berbunyi beberapa kali dan itu tandanya mereka semua harus berkumpul di halaman sekolah.
Dan kepala sekolah bersama guru-guru yang lain pun datang
Ketika semua sudah berkumpul, mereka semua di beri sedikit pemaham tentang tempat yang akan mereka datangi.
"Baiklah!! Penjelasan yang lebih rinci akan di sampaikan di dalam bus oleh wali kelas masing-masing, kalau begitu mari kita berangkat" Ujar kepala sekolah.
Kemudian semua orang pub naik ke dalam bus sesuai kelas masing-masing dan perjalanan menuju tempat kemping pun di mulai.
"Matahari bersinar!!, Burung berkicau, angin musim panas bertiup~~"nyanyian mereka pun berhenti karena kagumi memotong nyanyian semua orang.
"Tapi tunggu bukan nya sekarang musim dingin yah? bukan musim panas"ujar kagumi dengan mengangkat tangan.
"Dia benar-benar mempermasalahkannya"bisik katsugi kepada Mitsuki.
Setelam kagumi selesai mempermasalahkan hal yang sangat sepel, semua orang pun kembali menyanyi di dalam bus yang sedang melaju.
Karena suara sudah mulai serak semua orang pun memilih untuk memainkan satu permainan yaitu tebak-tebakan.
Semenatar yang lain bersenang-dengan, Mitsuki yang terus melamun melihat ke luar jendela bus.
Merasa ada yang aneh dengan sahabatnya itu katsugi pun menepuk pundak Mitsuki dan bertanya.
"Apa ada yang sedang kau pikirkan?" tanya katsugi.
"Ah tidak aku hanya kepikiran ayah ku saja" jawab Mitsuki.
"Kau tau sendiri kan pada saat umur ku baru empat tahun aku harus di lari kan ke rumah sakit karena sebuah kecelakaan"lanjut Mitsuki.
"Yah!! Aku ingat kalau tidak salah kau dirawat selama satu bulan dan setelah kau sembuh paman tiba-tiba menghilang" sahut katsugi.
"Dan kecelakaan itu juga membuat mata kiri ku berubah warna menjadi seperti sekarang" jawab Mitsuki.
"Sudahlah kita di sini bukan untuk menceritakan masa lalu, tapi untuk bersenang-senang" ujar katsugi lalu merangkul pundak Mitsuki denga senyum di wajahnya.
Setelah satu jam lebih akhirnya mereka sampai di tempat tujuan yaitu desa hanatsu di dekat gunung hanatsu.
Lalu semua orang pun turun dari bus, sebelum kembali melanjutkan perjalanan pak minamoto memberitahu tentang apa saja yang tidak boleh di lakukan ketika berada di desa ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments