Ketika iblis itu membalikkan badannya sontak mereka berdua pun terkejut melihat wajah dari iblis tersebut sangat mengerikan dan buruk rupa.
"Kalian!!" ucap iblis itu.
"Sebenarnya aku tidak suka terlalu bertele-tele langsung saja, tuan maju"
Sahur yujin kemudian berubah menjadi cincin lagi.
Mendengar itu, Mitsuki hanya memasang wajah datar lalu bergerak menyerang, Tapi iblis itu dengan mudah menghindar dari serangan Mitsuki.
"Kecepatan nya melebihi perkiraan ku"
Ujar Mitsuki di dalam hatinya.
"Teknik!! Penakluk iblis!! Api penyucian!"
Lanjutnya kemudian kembali mencoba menyerang iblis itu.
Dan sekali lagi iblis itu berhasil menghindar dengan sangat mudah.
"Astaga!! Dia terlalu cepat"
Ujar Mitsuki yang sudah bingung harus melakukan apa
"Dia yang terlalu cepat atau tuan yang terlalu lambat lihat ini"
Sahut yujin.
"Diam kau!! kalau memang serang sana sendiri" jawab Mitsuki yang berteriak pada yujin.
Dan yujin pun kembali menjadi siluman lalu mencoba menyerang iblis itu.
Dengan cepatnya yujin bergerak dengan cepat dan cakarnya berhasil melukai iblis itu walau pun hanya tergores sedikit.
Dan saat yujin akan kembali menyerang sebuah kertas kuning dengan simbol aneh menempel di punggungnya.
Seketika saja seluruh tubuhnya tidak bisa di gerakkan alhasil sebuah pukulan mendarat di wajahnya dan ia pun terpental sampai menghantam tembok
Syukurnya kertas itu terlepas dengan sendirinya.
"Ya ampun!! Apa dia tidak bisa membedakan siluman yako dan Inari? tuan aku serahkan ini kepada mu"
Ujar yujin lalu pergi dengan memakai sebuah topeng.
"Eh! Hey! Astaga!!" .
Sementara itu yujin berjalan ke tengah lapangan belakang sekolah dan terlihat seseorang gadis berdiri dengan sebilah pedang.
Dan ketika gadis itu berbalik ia ternyata Akira.
"Sudah ku duga!" Batin yujin.
"Apa yang kau inginkan?"
Lanjut yujin dengan bertanya kepada Akira.
"Apa lagi kalo bukan untuk menghabisimu dan membalaskan dendam kakak ku"
Jawab Akira yang tidak mengetahui bahwa yang di depannya itu adalah yujin.
Tampa berpikir panjang Akira langsung menyerang yujin meski ayunan pedangnya terlihat sangat kaku dan yujin hanya bisa menghindar.
Bisa di bilang ini adalah pertarungan paling membosankan yang pernah di alami oleh yujin.
Setiap ayunan pedang dari Akira sangat kaku dan juga tidak seirama dengan gerakan tubuhnya.
"Kenapa-kenapa tidak ada yang kena sama sekali?"
Ujar Akira dengan wajah marah.
Melihat seseorang yang mencoba untuk menghabisi siluman dengan kemampuan seperti itu, membuat yujin ingin tertawa tapi tidak enak denga Akira.
Dengan wajah marah Akira kembali menyerang yujin dan saat pedang itu akan mengenai kepalanya.
Yujin pun mencapit pedang itu dengan ke dua jarinya lalu berkata.
"Hal yang paling identik dengan pertarungan adalah darah, ngomong-ngomong apa gadis cantik seperti ku tidak takut darah?"
Tanya yujin lalu menggenggam tangan Akita
Kemudian menusuk kan pedang itu ke dadanya sampai tembus ke belakang.
Karena terkejut dan bercampur dengan ketakutannya dengan darah membuat Akira langsung melepaskan pegangan pedangnya.
"Hi" Yujin pun tersenyum saat melihat Akira.
Lalu ia pun sengaja menusuk-nusuk kan pedang itu dan akibatnya genagan darah pun terbentuk.
"A-apa yang kau lakukan?"
Tanya Akira lalu menarik pedangnya dari tubuh yujin.
Dan muncratan darah pun mengenai wajahnya, sontak iya berteriak histeris.
"Asgata!! Aku akan kembali"
Ujarnya lalu melemparkan bom asap.
Di pikiran yujin Akira sudah pergi tapi saat asap itu menghilang Akira masih ada di tempat karena gagal untuk pergi
"Apa kau tidak jadi pergi?"
Tanya yujin.
Dengan mata sinis Akira kembali melemparkan bom asapnya dan kali ini ia berhasil.
Dengan tersenyum yujin melepaskan topengnya dan topeng itu pun terbakar api lalu menghilang.
Kemudian setelah seluruh lukanya sembuh ia pun bergegas kembali dan saat kembali ia melihat Mitsuki dengan wajah yang sudah kelelahan.
"Ternyata ini lebih sulit dari yang ku pikirkan"
Ujar Mitsuki setelah kedatangan yujin di sampingnya.
"Apa kau tidak punya rencana?"
Lanjut Mitsuki yang bertanya.
Saat mereka bedua sedang mencair rencana tiba-tiba iblis itu menyerang, tapi untungnya mereka berdua berhasil menghindar.
"Baiklah tidak ada cara lain! Teknik penakluk iblis!! api pembakaran jiwa"
Lalu di atas dan di bawah kaki iblis itu muncul api yang membentuk sebuah simbol. Saat ia akan lari kakinya tidak bisa di gerakkan seolah-olah.
Kakinya menempel dengan lentai. Lalu dari simbol itu beberapa rantai berduri muncul lalu mengikat iblis tersebut denga kencang.
Saking kencangnya tulang-tulangnya sampai remuk, dan darah pun mengalir.
Dan ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengakhiri iblis itu. Dengan pedang yang di selimuti api ia pun mengayunkan pedangnya.
Lalu iblis itu pun mengucapkan satu kata yaitu.
"Berhenti!!"
Seketika Mitsuki pun berhenti saat sedikit lagi pedangnya akan menebas leher iblis itu.
"A-apa!? ini aku tidak bisa bergerak"
Ujar Mitsuki yang binggung dengan apa yang terjadi.
"Terpentallah"
Ucap iblis itu
Dan Mitsuki pun terpental sampai menghantam tembok dan teknik yang ia keluarga pun menghilang.
"Kau tau kenapa aku tidak banyak berbicara karena? kemampuan ku adalah mengendalikan lawan dengan kata-kata"
Ujar iblis itu setelah terlepas dari rantai berduri.
"Pantas saja dari tadi dia tidak banyak bicara"
Sahut Mitsuki setelah berdiri.
"Karena kemungkinan ini tidak akan mudah kalau begitu aku akan membantu"
Ujar yujin setelah menghampiri Mitsuki.
"Ya aku punya ide~~"
Jawab Mitsuki lalu membisikkan rencana dengan yujin.
"Apa yang sedang mereka bisikan?"
Batin sang iblis.
Karena lama menunggu iblis itu pun menyerang duluan. Mengetahui hal itu Mitsuki dan yujin pun menghindar ke arah yang berbeda.
"Begini saja agar lebih seru kau rubah kecil kemari"
Ujar iblis itu lalu tampa ia inginkan yujin pun mendekat.
"Sekarang gunakan kacarmu lalu bunuh dia dan kau jangan bergerak"
Lanjut iblis itu
Dan apa yang dia kata pun terjadi. Ketika cakar yujin akan merobek tubuh Mitsuki, tiba-tiba yujin berbalik lalu melemparkan batu kerikil.
"Bagai mana bisa kua tidak terpengaruh?" tanya iblis itu
"Ha? Coba katakan sekali lagi aku tidak bisa mendengarnya"
Jawab yujin lalu mengambil sesuatu yang ada di telinganya dan Mitsuki juga melakukan hal yang sama.
Ternyata yang mereka berdua ambil adalah penyumbat telinga.
"Kalian pikir dengan benda itu aku dapat di kalahkan?"
Lalu menyerang lebih dulu.
"Dia datang! Bersiaplah" ucap yujin lalu kembali menjadi cincin.
Kemudian mereka memakai kembali penyumbat telinga itu lalu mereka berdua pun mulai beradu mekanik.
"Teknik! Penakluk iblis! api penyucian"
ucap Mitsuki ketika ada kesempatan untuk memotok leher iblis itu.
Tapi sayangnya iblis itu berhasil menundukkan kebawah lalu melayangkan pukulan ke bagian wajahnya.
Dengan cepat ia membalikkan arah ayunan pedangnya dan berhasil memotong tangan sang iblis.
Tidak butuh waktu yang lama, tangan iblis itu kembali tumbuh lalu berbalik menyerang, untungnya Mitsuki berhasil menghindar.
Karena iblis itu gegabah l pukulan yang di layangkan Mitsuki berhasil mengenai perut sebelah kanannya.
Tapi itu tidak cukup untuk menghentikannya ketika akan membalas tiba-tiba yujin kembali menjadi siluman untuk membantu.
"Akan ku tunjukan kemampuan siluman rubah Inari"
Ucap yujin lalu mengayunkan kakinya ke arah iblis itu
Tidak sempat menghindar tendangan itu berhasil menghantam kepalanya sampai iya terlempar cukup jauh.
"Bagai mana rasanya kaki ku ini?""
Ujar yujin
Karena ia masih memakai penyumbat telinga, jadi Mitsuki tidak menghiraukan perkataan yujin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments