Tapi saat bertanya yujin malah mengalihkan pembicaraan.
Melihat hari yang akan segar malam, Mitsuki pun mulai menutup setiap jendela di rumahnya dan juga pintu depan,belakang.
Setelah itu ia pergi kekamar untuk mengerjakan beberapa tugas dari sekolah, semenyara yujin, dan Marika di ruang keluarga untuk menonton tv.
Ketika sedang mencari saluran tv yang bagus, sesaat kemudian terdengar suara seseorang yang mengetuk pintu depan.
Beberapa kali sambil memanggil-manggil Mitsuki, seketika yujin menjadi merinding, bergegas ia pergi ke kamar Mitsuki, untuk memberitahunya.
Ketika di buka ternyata tidak ada siapa-siapa, meski sudah memeriksanya ke sekeliling tapi tetap tak ada.
Sampai akhirnya sesuatu melesat cepat di dekat Mitsuki, membuat wajahnya tergores sesuatu yang tajam.
Yujin pun datang menghampiri, iya buat terkejut melihat wajah Mitsuki yang tergores.
"Tolong! Ambilkan topeng ku dan masukan, Marika kedalam kamarnya" ucap Mitsuki lalu menarik kalungnya.
Kalung itu pun kembali berubah menjadi katana, dengan posisi wasdapa ia melihat ke sekelilingnya.
Tidak berselang lama, hal yang sama terjadi tapi Mitsuki dapat menangkisnya.
hal yang sama terjadi beberapa kali sampai akhirnya Mitsuki berhasil memukul jatuh yang menyerangnya itu.
"Hihihihi, akan ku bunuh kau!!" ucap iblis itu dengan mengunakan cakar besi yang panjang iya kembali menyerang.
Setelah yujin kembali, iya langsung melemparkan topeng itu ke arah Mitsuki, syukurnya ia berhasil menangakapnya lalu memakai topeng itu, seperti biasa setiap kali ia memakai topeng itu hal yang sama terjadi.
Juga yujin pun kembali berubah menjadi cincin yang melingkar di jari manis, Mitsuki.
Iblis itu kembali melancarkan serangan yang sangat cepat, membuat beberapa serangannya berhasil menggores Mitsuki.
meski begitu ia berhasil menorehkan luka yang cukup para kepada iblis itu, walau lukanya kembali sembuh.
Tak di sangga iya langsung melarikan diri, tidak semudah itu untuk lolos, Mitsuki pun mengejarnya.
Tampa di sengaja, Mitsuki kehilangan jekaknya tapi untungnya bau dari iblis itu masih tercium.
Saat sampai di tempat ibli itu, terluhta dirinya sedang menyandra seorang gadis yang ternyata adalah.
"A-Ayumi!!" ucap Mitsuki yang terkejut melihat hal tersebut.
"Serahkan nyawa mu atau nyawa gadis ini yang akan ku ambil" ujar iblis itu dengan tersenyum licik.
Dari balik topengnya, Mitsuki melihat dengan jelas kedua mata Ayumi yang perlahan mulai m meneteskan air mata.
Tak perlu waktu lama, Mitsuki pun menyetujuinya dan berjalan mendekat, saat berada di depan iblis itu, Mitsuki memintanya untuk benar-benar melepaskan Ayumi.
Dengan cepat iblis itu mengarahkan cakar besinya ke arah Mitsuki, di saat hampir terkena, Mitsuki langsung menghindari dan menendang iblis itu sampai terlempar cukup jauh.
Dan apa yang di lakukan, Mitsuki berhasil membebaskan Ayumi dari sandaran iblis itu.
"Dia akan segera datang, aku kan mengalikannya dan kamu segera pergi" ucap Mitsuki dengan posisi siap akan menyambut serangan dari iblis itu.
Tak perlu waktu lama, iblis itu melesat dengan cepat tapi bukan menyerang Mitsuki melainkan Ayumi yang ada di belakangnya.
Secepat mungkin, Mitsuki menarik tangan Ayumi dan tanpa di sengaja ia memeluknya.
Serangan yang sama kembali di lancarkan ke ara Ayumi, refleks Mitsuki berbalik dan menghalangi cakar itu mengunakan tubuhnya sendiri dan menebus dadanya.
"Uhuk.. Uhuk.." beberapa kali Mitsuki memuntahkan darah di depan Ayumi, membuat darah yang ia muntahkan mengenai wajah dan baju Ayumi.
Kedua mata Ayumi bergetar saat melihat itu, dengan gemetar kedua tangannya memegang wajah Mitsuki.
Saat iblis itu menarik kembali cakarnya, hal tersebut membuat Mitsuki kembali memuntahkan darah cukup banyak.
"Ce...pat, l..lari" ucap Mitsuki yang terdengar sangat pelan.
Kemudian Mitsuki berbalik menghunuskan pedangnya dan membebat tangan kanan iblis itu.
"Cepat lari!! Uhuk.. Uhuk.." bentak Mitsuki lalu kembali minta darah.
Sekuat mungkin, Ayumi lari karena ia perempuan jadi kecepatan larinya tak seperti laki-laki, agak lambat.
Saat iblis itu akan mengejar Ayumi, bergegas Mitsuki menebas kakinya dan membua dirinya tersungkur, mencium aspal.
Lalu tanpa lama-lama lagi Mitsuki pun memenggal kepala iblis itu dan semuanya pun berakhir.
Melihat Ayumi yang sudah jauh, ia pun duduk bersandari di sebuah pagar tembok, menunggu lukanya kembali pulih.
Tampa sengaja Mitsuki memikirkan wajah Ayumi yang di penuhi ketakutan,
Beberapa saat setelah lukanya kembali sembuh, dan Mitsuki pun mulai beranjak pergi tapi.
Tiba-tiba saja, sebuah anak panah mrelesat cepat ke arahnya, dengan cepat Mitsuki berbalik dan memotong anak panah tersebut.
"Tuan Hati-hati!! dari aura panah itu, ada aura yang tak biasa" ucap yujin.
Lalu anak panah yang sama kembali melesat ke arahnya tapi panah itu membela dirinya beberapa.
Karena tanggung saat menangkis setiap anak panah itu, membuat Mitsuki menghindari beberapa anak panah yang tidak dapat ia tangkis.
"Kita tak dapat menghadapinya sekarang, lebih baik kita mundur dulu sebelum iblis itu datang!" ucap yujin dan mereka pun bergegas pergi.
Sesampainya di depan rumah, sebelum masuk Mitsuki melepas topengnya dan memakai pedangnya yang sudah kembali menjadi sebuah kalung.
Pada saat berada di dalam, dua buah tas berukuan lumayan besar terlihat di atas meja ruang tamu.
Beberapa saat, Mitsuki terdiam saat melihat tas itu. Sampai akhirnya ia menyadari siapa pemilik tas itu dan bergegas naik ke atas.
Di atas terlihat kamar Marika yang terbuka, pada saat ia masuk seorang perempuan dewasa sedang mengendong Marika yang tertidur.
"Bi-bibi!!" ucap Mitsuki saat melihat perempuan yang ia panggil bibi itu.
Sang bibi pun berbalik dan melemparkan senyumannya kepada Mitsuki, kemudian ia membaringkan Marika di kasur.
"Ka-kapan bibi datang!?" tanya Mitsuki yang masih merasa terkejut.
"Beberapa menit yang lalu, tapi dari mana saja kamu?" jawab sang bibi lalu berbalik bertanya.
"Meninggalkan Marika sendirian di rumah yang tidak terkunci, bagai mana kalau terjadi sesuatu
"Maaf aku sedang adaa beberapa urusan di luar, ngomong-ngomong untuk apa bibi datang?" jawab Mitsuk lalu bertanya.
"Oh, bibi ada beberapa urusan di sini jadi sekalian menginap beberapa hari, sudah cepat tidur sana" timbal balek sang bibi.
Kemudian Mitsuki pergi ke kamarnya bersama yujin untuk tidur, pada saat pukul 3:29 Jendela kamar Mitsuki terbuka dengan sendirinya.
Lalu sekelebat bayangan hitam masuk ke dalam kamar, dan terlihat sosok iblis dengan menodongkan anak panah tepat di atas kepala Mitsuki.
Iblis itu terus mengatakan tentang saudaranya yang telah di kalahkan Mitsuki beberapa hari lalu.
Saat dirinya akan melepaskan anak panah itu, tiba-tiba saja sebuah rantai berduri muncul lalu mengikatnya sangat kuat.
Ketika berbalik, ternyata yang mengikatnya adalah yujin, ia berjalan mendekati iblis itu lalu menodongkan sebuah pedang ke arahnya.
Bukannya takut ia malah tersenyum lalu berbucra kepada yujin.
"Apa yang akan kau lakukan dengan pedang itu? Apa kau lupa pedang biasa takkan bisa membunuh iblis?" ujar iblis itu.
Perkataannya membuat yujin kesal, lalu tampa berpikir panjang lagi dirinya menebaskan pedangnya ke leher iblis itu.
Benar saja, pedang tersebut patah saat berbenturan dengan leher iblis itu, saat ikatan rantainya melemah, iblis tersebut pun langsung melepas ikatannya.
Dan memukul jatuh yujin lalu iya kembali mengarahkan anak panahnya kepada Mitsuki.
Pada saat anak panahnya di lepaskan, dirinya di buat terkejut karena Mitsuki yang sedang tertidur berhasil mengangkap anak panah tersebut.
"Cih, rupannya kau sudah sadar dari tadi" ucap iblis itu lalu bergegas pergi.
Bergegas Mitsuki bangun lalu pergi bersama yujin untuk mengejar iblis itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments