di rumah, Mitsuki masih harus menghadapi ayah dan ibu Ayumi yang terus mengajaknya berbincang tanpa jeda sedikitpun.
Melihat waktu yang sudah hampir tengah malam membuta Mitsuki dan yujin terpaksa membuat keluarga Ayum harus pulang.
"Bukannya kami mengusir tapi ini sudah larut malam dan besok kami harus pergi"
Ujar Mitsuki dengan sedikit tidak enek dengan keluarga Marika.
"Tidak apa-apa dan ini tanda perkenalan dari kami"
Jawab ayah kanami lalu memberikan kue bolu yang mereka bawa.
"Tidak usah repot-repot"
Cakap yujin tapi kue bolu itu di ambilnya.
"Kalo begitu kami pergi dulu, selamat malam!"
Sahut ibu kanami lalu mereka pergi.
"Sekarang keluarga mana lagi yang akan mereka interogasi?"
Ujar Mitsuki setelah mengunci pintu.
"Ini sudah larut malam, kita harus segera pergi"
Sahut yujin yang sudah membawakan topeng berserta pedangnya.
Mendengar itu Mitsuki pun berbalik kemudian memakai topeng yang hanya menutupi setengah dari wajahnya dan menyisakan mulut saja.
Tiba-tiba saja. Setelah topeng itu di pekai seluruh tubuh Mitsuki terselimuti api yang berwarna biru.
api itu menghilang, baju kaos yang ia pakai tadi dengan ajaib nya berubah menjadi baju yang sama seperti yang ada di cover novel ini
"Semuanya sudah siap dan ini"
Ujar yujin yang meberika pedang nya.
Dengan tangan yang sedikit gemetar Mitsuki mengambil pedang itu.
"Apa kita akan baik-baik saja aku bahkan belum hapal semua gerakan dan jurusnya"
Tanya Mitsuki setelah mengambil pedang nya.
"Tenang saja, jika nanti kepala tuan sedikit sakit jangan di tahan rasakan saja" jawab yuji kemudian kembali kewujud rubahnya
"Baiklah aku mengerti" jawab Mitsuki.
"Nah ayo pergi"
Jawab yujin kemudian iya merubah ukuran tubuhnya menjadi besar dengan lima buah bola api biru terbang di sekitarnya.
Yujin pun meminta Mitsuki untuk naik dan berpegangan yang erat, kemhdian pun maulai berlari sangat cepat dengan memilih jalan-jalan yang sepi.
tampa di sengaja mereka berdua mencium bau busuk yang sangat menyengat, merasa tidak asing yujin pun bergegas mengikuti asal dari bau tersebut.
mereka pun sampai di depan sebuah gedung yang belum selesai di bangun. Lalu Mitsuki pun turun dan melihat kesana-kemari
"Astaga, baunya semakin menyengat di sini "
Ujar Mitsuki kepada yujin.
"Itu tandanya ada iblis di sini tapi dari barunya bukan iblis atas"
Jawab yujin kemudian merubah wujudnya menjadi sebuah cincin putih berhiaskan kepala rubah yang melingkar di jari manis Mitsuki.
Melihat yujin yang berubah menjadi sebuah cincin, Mitsuki pun menanyakan alasannya dan yujin memberitahu kalau dirinya akan membantu ketika di saat-saat genting.
ketika berjalan semakin masuk kedalam, Mitsuki mulai mencium bau darah segar yang bercampur dengan bau busuk.
"Darah!!
Ucap Mitsuki dengan menutup hidungnya.
"benar, bau darah segar sepertinya ada yang menjadi korban" jawab yujin.
Setelah sampai di belakang gedung, mereka melihat seorang iblis dan terlihat pula beberapa potongan tubuh manusia seperti tangan, kaki, mata, dan kepala tergeletak begitu saja di depan iblis tersebut.
Di sebelah kiri nya ada seorang remaja laki-laki yang pingsan, sepertinya dia belum di sakiti atau pun di makan.
"Ada yang masih hidup, aku akan membawanya ke tempat aman"
Ujar yujin lalu kembali menjadi manusia dan dalam satu kedipan mata iya telah berada di dekat orang itu lalu membawanya ke tempat aman.
"untuk apa kalian bersembunyi lagi, kalian aku tidak tau "
Ujar iblis itu saat menyadari keberadaan Mitsuki dan yujin.
"Hahaha, rupa-rupanya seorang anak ingusan yang menjadi penakluk yanga baru" lanjut iblis itu setelah tertawa kecil lalu bersiap untuk menyerang.
"Segala Sesuatu tidak bisa di ukur oleh pengalaman tapi oleh kemampuan"
Sahur yujin yang telah menjadi cincin di jari manis Mitsuki.
Perlahan, Mitsuki mulai menghunuskan pedangnya dari dalam sarungnya.
Dan lonjakan aura yang sangat kuat pun di pancarkan oleh pedang tersebut bahkan agraris dan yang lainnya dapat merasakannya, dengan cepat semua aura itu masuk ke dalam tubuh Mitsuki.
Membuatnya kembali merasakan sakit kepala tapi tidak separah tadi pagi, seketika dalan pikirannya telah muncul semua teknik dan gerakan yang ada di dalam buku tua yang di berikan yujin.
Yang tadinya iblis itu akan menyerang seketika terhempas luman jauh oleh ledakan aura dari pedang itu.
"tuan jika tubuhmu bergerak sendiri jangan di lawan ikuti saja"
Ucap yujin yang ada di jari manis Mitsuki.
"Baiklah, kita mulai"
Ucap Mitsuki dan mengambil ancang-ancang.
Dengan tarikan nafas panjang Mitsuki pun Mencoba untuk menenangkan diri dan mulai sedikit mengerakkan pedangnya.
Dengan cepat ia bergerak mendekati iblis itu, lalu mengayunkan pedangnya tapi iblis itu dapat menghindar dan membalasnya
Jual beli serangan antara Mitsuki dan iblis tingkat bulan baru cukup seimbang, semakin lama gerakan dari pedang tsurugi semakin cepat
"Ada apa? Apa kau tidak dapat mengimbangi gerakan pedangmu sendiri? Menyedihkan" ujar iblis itu ketika saling menyerang.
Mitsuki hanya terdiam dan fokus dengan pertarungannya, tapi apa yang di katakan iblis itu ada benarnya juga.
Semakin lama gerakan Mitsuki sedikit agak kacau karena itu juga beberapa kali ia terluka meski tidak terlalu parah.
Terlihat Mitsuki yang telah kelelahan bahkan setiap tarikan nafas nya dapat terdengar.
Ketika sedang mencari cara untuk menyerang, tiba-tiba saja iblis itu melemparkan sebuah sabit tajam ke arah Mitsuki.
Terkejut dengan serangan yang begitu mendadak ketika akan menghindari kedua kaki Mitsuki tidak bisa di gerakan dan sabit tersebut berhasil menembus dada Mitsuki.
"Uhuk!! Uhuk!! Uhuk!! Kaki ku tidak bisa bergerak" ujar Mitsuki setelah batuk darah.
"Tuan! Jangan takut aku dan yang lain ada bersamamu" ucap yujin
"Hahahahah, menarik sangat menarik baru kali ini aku melihat penakluk iblis yang ketakutan seperti mu, harapan umat manusia tidak lama lagi akan musnah" sahut iblis itu
"teknik darah iblis! Gelombang malam tak berujung" lanjutnya lalu mengunakan tekniknya.
Tidak lama kemudian di sekitar Mitsuki muncul beberapa bola hitam yang perlahan mulai berganti warna menjadi merah.
Menyadari akan bahaya dan melihat Mitsuki sedang melawan rasa takutnya membuta yujin harus mengambil langkah seribu.
"Teknik aura siluman!! Cermin ilusi....~~"
Dan Bomm... Semua boleh hitam itu pun meledak menciptakan kepulan api yang cukup besar.
Entah sempat atau tidak yujin mengunakan tekniknya karena bola hitamnya terlebih dulu meledak.
Perlahan asapnya mulia menghilang dan terlihat hanya ada tumpukan cermin yang sudah pecah itu artinya.
"Ternyata siluman itu berhasil menggunakan tekniknya lebih dulu sebelum ledakannya terjadi" ujar iblis tersebut saat menyadarinya.
Tumpukan cermin yang pecah itu berubah menjadi kabut yang tebal, lalu sabit yang sama dengan yang melukai Mitsuki.
Keluar dari dalam kabut,melesat cepat ke arah pemiliknya tapi iblis itu berhasil menangkapnya.
Dengan senyuman iya menjilat darah yang ada di mata sabitnya kemudian bertanya.
"Rasa darah yang unik, aku suka itu, biar ku tebak apa kau tidak pernah merokok? Dan juga minum alkohol atau semacamnya?" ujar iblis itu yang bertanya.
"Manusia dengan darah murni sepertimu sangat susah untuk di cari! Akan ku minum darah mu sampai kering!!!" lanjutnya yang berteriak kegirangan.
Lalu iya mulia menggila dengan mengunakan dua sabit, iblis tersebut bergerak untuk menyerang.
Dan dari dalam kabut, Mitsuki juga bergerak untuk melakukan serangan balasan. Luka yang di sebabkan oleh sabit tadi telah kembali sembuh seperti semula.
"Berikan darahmu, hahahah!! Manis, dan gurih bercampur sempurna dalam satu golongan darah" teriak iblis itu sambil menyerang.
"Takkan ku biarkan, harta karun seperti mu lolos" lanjut iblis itu yang terus mencoba membunuh Mitsuki.
Tidak lama kemudisn setelah cukup lama bertarung akhirnya ada kesempatan bagi Mitsuki mengunakan teknik untuk pertama kalinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Devina Febriyana
Episode 5.
👍6.
Komentar ke 1 s/d 12😀
2022-06-21
0
Devina Febriyana
terpaksa mengurusi🤔/mengusir 🤭
2022-06-21
0
Devina Febriyana
menghadapi keluar(ga)
2022-06-21
0