Setelah mengajukan beberapa pertanga akhirnya mendapatkan sebuah petunjuk untuk malam nanti.
Kurang lebih se-jam setengah, akhirnya mereka sampai di halte dekat kediaman keluarga narukami, yaitu di tengah pedesaan.
Lalu mereka pun turun dan kembali berjalan tidak jauh dati halte bus tadi tersebut.
Pemandangan hamparan sawah dan gunung yang tertutup salju membuat sepajang mata memandang hanya ada warna putih.
Dan sampailah mereka di depan gerbang kediaman keluarga narukami.
"Astaga!! Tempat ini membuat ku tidak nyaman" ucap yujin yang bersembunyi di belakang Mitsuki.
Tapi Mitsuki tidak menggubris perkataan yujin, lalu ia pun mengetuk pintu kayu yang terlihat sangat kokoh tersebut.
Se-saat kemudian pintu pun di buka oleh salah satu pelayan yang berkerja di sana.
Lalu mereka pun di ajak untuk menemui kepala keluarga narukami, Ketika berjalan menuju tempat kepala keluarga, tidak henti-hentinya
Memegang tangan Mitsuki, sampai akhirnya mereka sampai di depan ruangan kepala keluarga narukami.
Karena yang memiliki urusan adalah yujun, Mitsuki dan Marika akan menunggu di luar agar tidak mengganggu mereka berdua.
Sepertinya kali ini yujin memiliki keberanian untuk masuk, setelah menarik nafas panjang ia pun masuk ke dalam.
Di dalam ia melihat kepala keluarga narukami sedang berdiri melihat salju yang turun dari jendela dengan posisi membelakangi yujin.
Di dalam ruangan banyak, gulungan dan sebuah katakan yang tersimpan rapih di dalam lemari.
"Duduklah" ucap kepala keluarga kemudian berbalik.
Seketika yujin menjadi merinding melihat kepala keluarga yang menatapnya.
Karena tidak berani menatap kembali yujin, memilih untuk mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela.
Selama percakapan tersebut yujin hanya menjawab"iya" dan ternyata niat kepala keluarga narukami untuk mengundang yujin ke kediaman nya adalah untuk.
"Di dunia ini tak semua, siluman atau hantu dapat di katakan jahat, aku narukami fusigawa, atas nama klan narukami meminta mu rubah Inari untuk membantu cucu ku Akira, menyelesaikan sedikit tugasnya"
Lalu kepala keluarga pun bersujud di depan yujin, menyaksikan hal itu sontak yujin pun kaget dan memintanya untuk tidak melakukan hal tersebut.
"astaga!! Kenapa jadi seperti ini!?" batin yujin.
"se-sebenarnya, aku juga punya masalah sendiri tapi....., eng...., kalau begitu baiklah aku akan mencoba membantu Akira" lanjut yujin.
Mendengar itu kepala keluarga narukami langsung berdiri dan terus mengucapkan terimakasih.
Lalu memberitahu kalau beberapa hari lalu tiga orang dari keluarga narukmi tewas di serang rubah yako.
Dan tadi sebelum yujin dan Mitsuki datang satu orang yang ada di desa setempat tewas di bunuh rubah yako.
Mendengar itu yujin mengerti mengapa dirinya di minta tolong untuk membantu Akira.
lalu kepala keluarga pun meminta Mitsuki untuk masuk kedalam setelah menjelaskan semuanya pada yujin, saat berada di dalam beberapa pelayan datang dengan membawa secangkir teh hijau.
Ketika kepala keluarga sedang sibuk mencari sesuatu di dalam lemarinya, Mitsuki dan yujin menyempatkan untuk saling berbisik.
"Jadi bagai mana?" tanya Mitsuki dengan berbisik.
"aku tak punya pilihan, dia memaksaku untuk" jawab yujin.
Meski percakapan di antara mereka sangat canggung di tambah beberapa lelucon yang garing menambah kesan canggung.
sampai akhirnya, mereka pun pamit pulang, Baru saja keluar dari ruangan kepala keluarga, mereka di kejutkan oleh Akira yang sudah berada menunggu.
"Ternyata kamu datang yah" ucap Akira.
"Aku akan menunggu mu di luar" bisik Mitsuki lalu berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
Dan Akira pun bertanya tentang apa saja yang di katakan oleh kakeknya kepada yujin, tapi ia hanya menjawab bahwa yang mereka katakan adalah hal kecil.
Dengan tersenyum sambil melambaikan tangannya, yujin pun berjalan pergi dari kediaman keluarga narukami.
Selama di dalam bus Mitsuki tidak berani bertanya kembali yujin, karena ia tahu kalau saat ini suasana hati yujin sedang tidak baik.
Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di halte bus dekat rumah, Baru saja sampai sebuah mobil hitam berhenti di dekat mereka.
Dan dari dalam, katsugi pun keluar untuk memberitahu Mitsuki bahwa ia akan pergi okayama untuk menjenguk nenek nya yang sedang sakit.
Setelah memberitahu Mitsuki, katsugi pun sedikit melihat ke arah yujin tapi, yujin tidak menyadarinya kemudian iya kembali ke dalam mobil.
Dan mereka berdua pun kembali melangkahkan kaki menuju rumah.
Sesampainya di dalan rumah.
Karena penasaran, Mitsuki pun bertanya, dan yujin menjelaskan bahwa ada lima siluman yang masih menjadi target keluarga narukami yaitu.
"Ada lima siluman kelompok rubah yako yang masih tersisa, aku di beritahu kalau beberapa orang tewas di bunuh rubah yako"
jelas yujin tapi di potong Mitsuki.
"Sekarang tak ada lagi di keluarga narukami yang dapat melawan pada rubah yako itu termasuk kepala keluarga, dirinya sedang mengidap sakit yang parah, kecuali Akira" lanjut yujin.
"Pantas saja wajah orang tua itu sangat pucat"jawab Mitsuki kemudian pergi ke kamar bersama Marika.
Di ruang tamu terlihat yujin yang masih memikirkan tentang Akira yang akan menghadapi siluman rubah yang kekuatannya hampir sempurna.
Tidak lama kemudian Mitsuki kembali bersama Marika setelag dari kamarnya.
Melihat yujin dengan ekspresi penuh percaya diri, Mitsuki pun bertanya mengapa ia terlihat begitu percaya diri dan yujin hanya menjawab
"tidak apa-apa".
karena udara dingin, Mitsuki pun pergi ke dapur untuk membuat sup, agar mereka tetepa merasa hangat.
Beberapa menit kemudian akhirnya sup nya Setelah selesai, Mitsuki pun pergi untuk memanggil yujin dan Marika.
Tidak lama kemudian yujin bertanya kepada Mitsuki, apa dia tau atau punya nomer rumah Akira.
"Ada perasaan nomernya ada di buku nomer dekat telpon di sana, kau cari saja" jawab Mitsuki kemudian beranjak dari tempat duduk nya setelag menghabiskan supnya.
Tampa berpikir lagi yujin pun berjalan menghampiri telpon rumah dan membuka buku nomer, Bermenit-menit mencari dari semua banyaknya nomer.
Akhirnya nomer yang ia cari pun ketemu tapi sayangnya ia binggung bagai mana cara menggunakan telpon dan akhirnya yujin pun kembali bertanya.
"Tuan!! Aku tidak bisa menggunakan benda ini! Bagai mana cara menggunakan nya?"tanya yujin dengan sedikit berteriak.
Tidak lama kemudian Mitsuki pun datang dan menjelaskan bagai mana cara mengunakan telpon.
"Lihat dan pelajari baik-baik caranya" jawab Mitsuki kemudian menunjukkan cara mengunakan telpon.
Beberapa saat kemudian telpon pun di angkat lalu Mitsuki pun memberikannya kepada yujin sementara ia pergi untuk menemani Marika makan.
Yujin pun memberitahu kalau dirinya ingin bertemu, untuk membicarakan sesuatu kepada Akira.
Dan Akira pun menyetujuinya, iya pun meminta yujin untuk menunggu di tempat pertama kali mereka berdua bertemu.
Setelah percakapan itu yujin pun datang menghampiri Mitsuki.
Meliha yujin yang sudah berada di dekatnya membuat Mitsuki penasaran dengan apa yang mereka berdua bicarakan.
Tapi saat bertanya yujin malah mengalihkan pembicaraan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments