"Ku pikir dia akan marah"
Ujar Mitsuki setelah mengambil takoyaki barunya.
"Kelihatannya dia sedang sibuk"
Sahut Ayumi.
Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan pulang.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah masing-masing.
Setelah Mitsuki membuka pintu ia melihat yujin dalam bentuk manusianya sedang bermain bersama Marika.
"Bagai mana apa semuanya baik-baik saja?"
Tanya Mitsuki yang berjalan melewati yujin menuju kamarnya.
"Ternyata menjaga anak kecil lebih merepotkan"
Jawab Yujin yang mengikuti di belakang dengan mengendong Marika.
"U-untuk apa kalian mengikuti ku? Aku mau mandi sebentar dan di meja ada takoyaki kalian makanlah"
Ujar Mitsuki lalu menutup pintu kamarnya.
mereka berdua pun kembali ke bawah sambil menunggu Mitsuki, yujin sibuk dengan yataro yang terus mengajaknya bermain.
Beberapa kemudian Mitsuki pun selesai mandi dan ia pun turun menghampiri yujin yang terlihat sudah kecapean bermain dengan Marika.
"Baiklah Marika saat kamu untuk tidur siang"
Ujar Mitsuki lalu membawa Marika ke kamarnya.
Dan yujin pun kembali ke wujud aslinya lalu ia pun pergi ke luar menuju taman di mana ia pernah bertemu dengan Akira.
Tidak lama kemudian ia pun sampai di taman tersebut dan melihat Akira yang sedang duduk di bawah pohon tempat pertama kali mereka bertemu.
Lalu yujin pun masuk ke dalam semak-semak dan keluar dengan wujud manusia.
Tampa menyapa atau apapun, ia langsung duduk di dekat Akira dan itu membuatnya terkejut.
"Ku kira siapa ternyata kau"
Ujar Akira setelag melihat yujin lalu kembali memandangi aliran sungai.
"Jadi bagai mana?
Tanya yujin
"bagai mana apanya?"
Jawab Akira dengan kebingungan.
"Soal keinginan keluarga mu"
"Oh soal itu aku akan mengikuti kemauan mereka semua karena keinginan mereka ada sangkut pautnya dengan kakak ku yang meninggal"
"Apa kau sudah memikirkannya baik-biak? karena kau perempuan aku jadi khawatir tentang beban yang akan kau tanggung sendiri"
"Apa maksudmu?"
"Tidak ini hanya menurut ku saja"
"Oh yah kakek ku meminta ku untung mengundang mu datang ke rumah"
Mendengar itu yujin menjadi terkejut karena ia takut akan di habisi oleh kakek Akira.
"Apa kau memberitahunya tentang ku?"
"Iya memangnya kenapa apa kau dan kakek ku punya masalah? jadi apa kau akan pergi?"
"I-tu..... A-aku akan menjawabnya besok"
Jawab yujin lalu pergi meninggalkan Akira.
Sepanjang jalan yujin terus memikirkan untuk pergi atau tidak pergi tapi masalahnya adalah jika ia tidak pergi maka kakek narukami akan mendatanginya.
Dan identitas nya sebagai siluman akan terbongkar di sisi lain jika ia datang ia takut akan di habisi, meski dirinya bukan kelompok siluman padang rumput.
Sesampainya di rumah ia sudah di sambut oleh Mitsuki dengan wajah marah.
"A-apa, apaan ini?"
Tanya yujin yang berjalan melewati Mitsuki lalu duduk di atas sofa
"Dari mana saja kau? Apa kau tau hari ini ada patroli petugas hewan, jika kau tertangkap maka aku yang akan repot"
Jawab Mitsuki dengan nada tinggi.
"Yah-yah aku minta maaf tapi tuan apa kau mengenal anak perempuan yang bernama akira narukani?"
"Maksud mu anak perempuan yang akhir-akhir ini selalu terlihat penuh beban? apa jangan-jangan kau menjalin hubungan dengannya?" jawab Mitsuki yang berbalik bertanya.
"Bukan begitu kakeknya mengundang ku ke rumahnya" jawab yujin.
"Lalu kenapa kau terlihat ketakutan" tanya Mitsuki
"Apa taun tau!? keturunan narukani adalah pemburu siluman, di zaman edo mereka sangat terkenal, saking bar-bar nya memburu siluman, sekarang jumla siluman rubah yako tinggal 5 orang lain!! Tapi keluarga mereka pernah kehilangan satu cucu laki-laki, dia mati di kroyok para yako dan kini mereka ingin membunuh ku"
Jawab yujin dengan suara panik.
"Tenaga saja aku akan menemanimu besok"
Ujar Mitsuki yang mencoba menenangkan yujin.
"Apa salah ku? Aku hanya rubah Inari yang tampan, pintar dan juga baik hati" ucap yujin yang murung di sudut kursi
Tidak lama kemudian suara Marika pun terdengar dan Mitsuki bergegas pergi ke kamarnya, Lalu ia pun kembali bersama Marika.
Matahari hari yang sebentar lagi akan mulai terbema ia pun menitipkan masuk bersama yujin lagi.
Sedangkan Mitsuki pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Beberapa menit kemudian makan malam pun sudah selesai dan mereka semua pun mulai makan malam.
Selama makan yujin terlihat masih memikirkan tentang undangan dari keluarga narukami, dan itu membuatnya menjadi tidak berselera makan.
"Ada apa? Apa kau masih memikirkan tentang undangan itu? Sudah jangan terlalu di pikirkan semakin di pikir maka kau akan semakin tertekan"
Ujar Mitsuki setelah menelan makanannya.
"Astaga!! Kalau mencari ku aku ada di balkon"
Jawab yujin lalu pergi ke atas.
"Hey habiskan dulu makananmu!!"
Terik Mitsuki tapi yujin tidak menggubris teriakan nya.
Dengan wajah penuh pikiran yujin terus menatap jalanan yang sepi.
Tidak lama kemudian Mitsuki datang bersama Marika
"Ternyata kau ini mudah tertenak"
Ujar Mitsuki setelah menurunkan Marika.
"Sekarang aku bukan memikirkan tentang besok"
Jawab yujin yang menyandar di pagar pembatas.
"Lalu?"
Tanya Mitsuki
"Entah kenapa aku merasa khawatir dengan Akira,dia tidak tau siluman macam apa yang akan iya hadapi"
Jawab yujin
"Sudah ku duga kau pasti sedang menjalin hubungan dengannya"
"Hmmmmm, hanya karena dendam di masa lalu seorang gadis harus mengetahui semua ini"
Jawab yujin setelah melihat Mitsuki dengan wajah datar.
"Mereka hanya terbawa perasaan, jadi Marika mari kita main"
Ujar Mitsuki lalu membawa Marika ke lantai bawa.
Berjam-jam terlah berlalu dan kini jam menunjukan pukul 10:11, merasa sudah larut mlam, Mitsuki pun membawa Marika untuk tidur dan kembali setelah menidurkan Marika.
Lalu Mitsuki dan yujin pun berjalan keluar rumah, untuk mencari iblis malam ini.
Setelah semua persiapan selesai mereka pun mulai menyusuri setiap jalan,tempat yang jarang di lewati orang.
Ketika mereka sampai di dekat sekolah bau yang sangat tajam lebih dari pada biasanya pun tercium.
Bergegas mereka menaiki pagar untuk masuk ke dalan sekolah. Setelag berada di dalan lingkungan sekolah.
Suara daging yang di kunyah terdengar di lorong sekolah.
Perlahan namun pasti mereka berdua berjalan mendekati asal suara tersebut.
Dan mereka pun melihat sesosok iblis yang sedang memakan organ dalam korbannya, terlihat sudah ada lima orang yang menjadi makan malamnya.
"Untung kita sudah makan"
Ujar Mitsuki yang mengintip bersama yujin.
"Mungkin kali ini akan lebih sulit"
Sahut yujin.
"Ha? Apa maksudmu?"tanya Mitsuki.
"Iblis itu berada di tingkat kuartal pertama" jawab yujin
"Pantas saja baunya lebih menyengat"
Karena tidak ingin membuang banyak waktu yujin pun mendorong Mitsuki keluar,
"Apa-apaan kau ini!!?"
Teriak Mitsuki yang marah
Ketika iblis itu membalikkan badannya, sontak mereka berdua pun terkejut melihat wajah dari iblis tersebut sangat mengerikan dan buruk rupa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments