Episode15

Karena ia masih memakai penyumbat telinga, jadi Mitsuki tidak menghiraukan perkataan yujin.

Menyadari bahwa kemampuan khususnya tidak ada gunanya lagi iblis itu tidak segan-segan untuk menyerang mereka berdua.

Dan setiap kali ia melayangkan serangan pasti selalu ke bagian jantung atau di Bagain kepala sebelah kiri.

Satu jam lebih telah berlalu tapi masih belum ada pemenangnya malah mereka bertiga sudah hampir kehabisan energi.

"Teknik!! Penakluk iblis!! amarah dewa neraka!!"

Ucap Mitsuki yang mengunakan semua auranya untuk serangan terakhir.

Tidak mau kalah iblis itu juga mengunakan jurus terakhirnya.

"Teknik! Darah iblis! Jeritan kematian"

Ucap iblis itu kemudian gelombang suara yang sangat nyaring menggema disepanjang lorong sekolah.

"Teknik aura siluman! kabut bulan purnama"

Sahut yujin lalu meniupkan kabut yang sangat pekat ke arah iblis tersebut dan kabut itu hanya mengitari iblis itu

Karena tidak bisa melihat iblis itu hanya bisa menggunakan instinnya saja. Setelah cukup lama melihat ke sana kemari ia pun melepaskan serangannya.

Ketika Mitsuki akan menyerang tiba-tiba gelombang suara itu muncul dari arah depan untungnya Mitsuki bergerak cepat dan berhasil menghindar.

Tapi telinga sebelah kirinya, terkena serangan dari iblis tersebut.

Masih dalam posisi waspada iblis itu terus memperhatikan ke sekelilingnya tidak lama kemudian dari arah belakang Mitsuki pun muncul lalu mengayunkan pedangnya.

Dengan mata yang bergetar iblis itu meliha ke arah pedang yang akan menebasnya.

Dan akhirnya kepala iblis itu pun berhasil di penggal setelah di tebas kepala berserta tubuhnya pun menghilang.

"Akhirnya selesai juga"

Ujar Mitsuki berbaring di lantai dengan suara nafas yang terdengar jelas.

Saat ia membuka penyumbat telinganya darah yang cukup banyak pun keluar.

"Tapi keadaan di sini cukup parah juga"

Lanjut Mitsuki yang melihat banyak darah dan beberapa fasilitas sekolah yang rusak, juga beberapa mayat.

"Sudahlah mari kita pergi sebelum ada yang datang"

Sahut yujin lalu mereka pun berjalan pulang.

Di tengah perjalanan pulang sesuatu yang putih berukuran sangat kecil turun dari langit, dan ketika Mitsuki melihat beda putih itu ia pun menyadari bahwa itu adalah.

"Salju? Sudah turun rupanya"

Ujar Mitsuki setelah melihat butiran salju yang lain.

Sementara mereka berdua berjalan pulang dengan di hujani salju, di tempat lain.

Sebuah tempat yang seharusnya tidak pernah sepi tapi kali ini tempat itu sangat sepi dan tempat itu adalah tempat kasino.

Tidak lama kemudian seseorang berjubah datang dan itu adalah Ghoul. Lalu ia pun masuk ke dalam.

Dan terlihat banyak mayat orang kaya berserakan dimana-mana. Ketika berada di ruangan utama ia melihat agraris yang sedang duduk sambil memainkan dadu, seperti orang gabut.

Melihat kedatangan Ghoul ia pun menyambutnya dengan hangat, meski ia tau kalau yang di lakukan agraris hanyalah kebohongan semata.

"Ou!! Kupikir siapa? Selamat datang ayo duduk"

Sambut agraris yang membuat Ghoul merasa aneh dengan kelakuannya.

"Tak bisanya kau seperti ini, katakan saja ada apa?"

Tanya Ghoul setelah duduk.

Tapi agraris tidak menjawab ia hanya melemparkan foto sebuah istana yaitu istana Matsuyama yang ada di prefektur okeyama.

"untuk apa foto ini?" ucap Ghoul yang kembali bertanya.

"Aku ingin kau menyelidiki tempat itu, beberapa iblis suruhan ku menemukan sesuatu yang menarik di sana" jawab agraris lalu meminum segelas vodka.

"Sudah ku duga, baik akan ku kerjakan" jawab Ghoul lalu pergi.

Sesaat setelah Ghoul pergi polaris dan ayaris datang, berjalan dari luar masuk ke dalam.

mereka bertiga yang sudah berkumpul pun, mencoba untuk bermain kartu.

Selama berlian mereka terus saja membicarakan hal yang sangat tidak penting, tapi mereka membicarakannya dengan serius.

"Hey! Apa kalian pernah makan es krim?"

Tanya ayaris.

"Menurut ku semua es krim rasanya sama, apa lagi rasa melon dan stoberi

rasanya tidak ada bedanya" jawab polatis.

Sayangnya perbincangan gabut mereka berhenti karena akuma memanggil mereka bertiga untuk kembali.

Ketika Mitsuki dan yujin sampai di rumah, Mereka pun langsung berbaring di kasur dan dengan cepat tertidur.

Keesokan harinya Mitsuki pun bangun, membuka pintu dan melihat sedang terjadi hujan salju, lalu ia pun kembali menutup pintu.

Tidak lama kemudian yujin pun datang dalam bentuk manusia nya bersama Marika.

"Di luar sedang ada hujan dan sepertinya akan berlangsung cukup lama"

Ujar Mitsuki kemudian duduk di sofa.

Karena tidak tau harus melakukan apa ia pun kembali ke kamar untuk mengambil buku tua yang pernah yujin berikan kepadanya.

Setelah kembali, Mitsuki pun muli membuka setiap halaman dari buku tersebut. Meski ia telah mempelajari semua halaman di buku itu akan tetapi.

Tiga halaman yang masih menjadi teka-teki karena tiga halaman tersebut di tulis dalam huruf kuno, membuat Mitsuki tidak dapat memahami apa yang tertulis di halaman itu.

Kemudian ia pun bertanya kepada yujin, tapi sayangnya yujin pun tidak mengerti apa yang di tulis di tiga halaman tersebut.

"Aku tidak tau, kakek tua itu juga tidak memberitahu ku tentang ini"jawab yujin.

Mereka berdua semkaij penasaran karena di tiga halaman itu juga terdapat sebuah gambar yang berbeda.

Pada halaman pertama, terdapat sebuah gambar istana dan di atasnya terdapat gambar bulan purnama.

Di halaman kedua, sebuah gambar kotak hitam dan di sekitarnya banyak terlihat lukisa sosok-sosok hitam, seperti ingin mengambil kota itu.

Di halaman ke tiga, gambar lima buah kunci dengan bentuk dan warna yang berbeda, Selian itu ada gambar gulungan bermotif kepala rubah di samping.

"tapi tunggu coba lihat baik-baik di sudut bawah gambar ke tiga seperti ada anak kecil" ucap Mitsuki setelah melihat-minta gambar yang ke dua.

"Benar! itu seperti gambar anak kecil tapi apa maksudnya?" jawab yujin yang bertanya.

"Dari pada memikirkan ini lebih baik kita pergi" lalu mituski pun berdiri dan berjalan menuju kamarnya.

"Kemana?" jawab yujin yang berbalik bertanya.

"Bukankah hari ini kita harus pergi ke rumah Akira?"

"astaga kenapa kau kembali meningkatkan ku tentang hal itu lagi" wajah yujin pun mulai terlihat panik.

Lalu mereka pun pergi untuk bersiap pergi ke kediaman keluarga narukami, meski tidak mau tapi yujin harus tetap pergi.

Setelah mereka memakai baju hangat, mereka pun pergi ke halte bus, beberapa saat menunggu akhirnya bus pun sampai.

Saat bus sedang melaju tidak sengaja Mitsuki mendengar pembicaraan penumpang wanita yang ada di depannya.

mereka berdua terus membicarakan, tentang teman mereka yang menghilang secara misterius di Tengah malam.

Karena penasaran Mitsuki pun bertanya kepada mereka berdua tentang apa yang sedang mereka bicarakan.

Setelah mengajukan beberapa pertanga akhirnya, mitsuki mendapatkan sebuah petunjuk untuk malam nanti.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83 : The Mugen dimensi
84 pengumuman Hiatus
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83 : The Mugen dimensi
84
pengumuman Hiatus

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!