Karena ia masih memakai penyumbat telinga, jadi Mitsuki tidak menghiraukan perkataan yujin.
Menyadari bahwa kemampuan khususnya tidak ada gunanya lagi iblis itu tidak segan-segan untuk menyerang mereka berdua.
Dan setiap kali ia melayangkan serangan pasti selalu ke bagian jantung atau di Bagain kepala sebelah kiri.
Satu jam lebih telah berlalu tapi masih belum ada pemenangnya malah mereka bertiga sudah hampir kehabisan energi.
"Teknik!! Penakluk iblis!! amarah dewa neraka!!"
Ucap Mitsuki yang mengunakan semua auranya untuk serangan terakhir.
Tidak mau kalah iblis itu juga mengunakan jurus terakhirnya.
"Teknik! Darah iblis! Jeritan kematian"
Ucap iblis itu kemudian gelombang suara yang sangat nyaring menggema disepanjang lorong sekolah.
"Teknik aura siluman! kabut bulan purnama"
Sahut yujin lalu meniupkan kabut yang sangat pekat ke arah iblis tersebut dan kabut itu hanya mengitari iblis itu
Karena tidak bisa melihat iblis itu hanya bisa menggunakan instinnya saja. Setelah cukup lama melihat ke sana kemari ia pun melepaskan serangannya.
Ketika Mitsuki akan menyerang tiba-tiba gelombang suara itu muncul dari arah depan untungnya Mitsuki bergerak cepat dan berhasil menghindar.
Tapi telinga sebelah kirinya, terkena serangan dari iblis tersebut.
Masih dalam posisi waspada iblis itu terus memperhatikan ke sekelilingnya tidak lama kemudian dari arah belakang Mitsuki pun muncul lalu mengayunkan pedangnya.
Dengan mata yang bergetar iblis itu meliha ke arah pedang yang akan menebasnya.
Dan akhirnya kepala iblis itu pun berhasil di penggal setelah di tebas kepala berserta tubuhnya pun menghilang.
"Akhirnya selesai juga"
Ujar Mitsuki berbaring di lantai dengan suara nafas yang terdengar jelas.
Saat ia membuka penyumbat telinganya darah yang cukup banyak pun keluar.
"Tapi keadaan di sini cukup parah juga"
Lanjut Mitsuki yang melihat banyak darah dan beberapa fasilitas sekolah yang rusak, juga beberapa mayat.
"Sudahlah mari kita pergi sebelum ada yang datang"
Sahut yujin lalu mereka pun berjalan pulang.
Di tengah perjalanan pulang sesuatu yang putih berukuran sangat kecil turun dari langit, dan ketika Mitsuki melihat beda putih itu ia pun menyadari bahwa itu adalah.
"Salju? Sudah turun rupanya"
Ujar Mitsuki setelah melihat butiran salju yang lain.
Sementara mereka berdua berjalan pulang dengan di hujani salju, di tempat lain.
Sebuah tempat yang seharusnya tidak pernah sepi tapi kali ini tempat itu sangat sepi dan tempat itu adalah tempat kasino.
Tidak lama kemudian seseorang berjubah datang dan itu adalah Ghoul. Lalu ia pun masuk ke dalam.
Dan terlihat banyak mayat orang kaya berserakan dimana-mana. Ketika berada di ruangan utama ia melihat agraris yang sedang duduk sambil memainkan dadu, seperti orang gabut.
Melihat kedatangan Ghoul ia pun menyambutnya dengan hangat, meski ia tau kalau yang di lakukan agraris hanyalah kebohongan semata.
"Ou!! Kupikir siapa? Selamat datang ayo duduk"
Sambut agraris yang membuat Ghoul merasa aneh dengan kelakuannya.
"Tak bisanya kau seperti ini, katakan saja ada apa?"
Tanya Ghoul setelah duduk.
Tapi agraris tidak menjawab ia hanya melemparkan foto sebuah istana yaitu istana Matsuyama yang ada di prefektur okeyama.
"untuk apa foto ini?" ucap Ghoul yang kembali bertanya.
"Aku ingin kau menyelidiki tempat itu, beberapa iblis suruhan ku menemukan sesuatu yang menarik di sana" jawab agraris lalu meminum segelas vodka.
"Sudah ku duga, baik akan ku kerjakan" jawab Ghoul lalu pergi.
Sesaat setelah Ghoul pergi polaris dan ayaris datang, berjalan dari luar masuk ke dalam.
mereka bertiga yang sudah berkumpul pun, mencoba untuk bermain kartu.
Selama berlian mereka terus saja membicarakan hal yang sangat tidak penting, tapi mereka membicarakannya dengan serius.
"Hey! Apa kalian pernah makan es krim?"
Tanya ayaris.
"Menurut ku semua es krim rasanya sama, apa lagi rasa melon dan stoberi
rasanya tidak ada bedanya" jawab polatis.
Sayangnya perbincangan gabut mereka berhenti karena akuma memanggil mereka bertiga untuk kembali.
Ketika Mitsuki dan yujin sampai di rumah, Mereka pun langsung berbaring di kasur dan dengan cepat tertidur.
Keesokan harinya Mitsuki pun bangun, membuka pintu dan melihat sedang terjadi hujan salju, lalu ia pun kembali menutup pintu.
Tidak lama kemudian yujin pun datang dalam bentuk manusia nya bersama Marika.
"Di luar sedang ada hujan dan sepertinya akan berlangsung cukup lama"
Ujar Mitsuki kemudian duduk di sofa.
Karena tidak tau harus melakukan apa ia pun kembali ke kamar untuk mengambil buku tua yang pernah yujin berikan kepadanya.
Setelah kembali, Mitsuki pun muli membuka setiap halaman dari buku tersebut. Meski ia telah mempelajari semua halaman di buku itu akan tetapi.
Tiga halaman yang masih menjadi teka-teki karena tiga halaman tersebut di tulis dalam huruf kuno, membuat Mitsuki tidak dapat memahami apa yang tertulis di halaman itu.
Kemudian ia pun bertanya kepada yujin, tapi sayangnya yujin pun tidak mengerti apa yang di tulis di tiga halaman tersebut.
"Aku tidak tau, kakek tua itu juga tidak memberitahu ku tentang ini"jawab yujin.
Mereka berdua semkaij penasaran karena di tiga halaman itu juga terdapat sebuah gambar yang berbeda.
Pada halaman pertama, terdapat sebuah gambar istana dan di atasnya terdapat gambar bulan purnama.
Di halaman kedua, sebuah gambar kotak hitam dan di sekitarnya banyak terlihat lukisa sosok-sosok hitam, seperti ingin mengambil kota itu.
Di halaman ke tiga, gambar lima buah kunci dengan bentuk dan warna yang berbeda, Selian itu ada gambar gulungan bermotif kepala rubah di samping.
"tapi tunggu coba lihat baik-baik di sudut bawah gambar ke tiga seperti ada anak kecil" ucap Mitsuki setelah melihat-minta gambar yang ke dua.
"Benar! itu seperti gambar anak kecil tapi apa maksudnya?" jawab yujin yang bertanya.
"Dari pada memikirkan ini lebih baik kita pergi" lalu mituski pun berdiri dan berjalan menuju kamarnya.
"Kemana?" jawab yujin yang berbalik bertanya.
"Bukankah hari ini kita harus pergi ke rumah Akira?"
"astaga kenapa kau kembali meningkatkan ku tentang hal itu lagi" wajah yujin pun mulai terlihat panik.
Lalu mereka pun pergi untuk bersiap pergi ke kediaman keluarga narukami, meski tidak mau tapi yujin harus tetap pergi.
Setelah mereka memakai baju hangat, mereka pun pergi ke halte bus, beberapa saat menunggu akhirnya bus pun sampai.
Saat bus sedang melaju tidak sengaja Mitsuki mendengar pembicaraan penumpang wanita yang ada di depannya.
mereka berdua terus membicarakan, tentang teman mereka yang menghilang secara misterius di Tengah malam.
Karena penasaran Mitsuki pun bertanya kepada mereka berdua tentang apa yang sedang mereka bicarakan.
Setelah mengajukan beberapa pertanga akhirnya, mitsuki mendapatkan sebuah petunjuk untuk malam nanti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments