Dengan sabaran Mitsuki berjalan pulang hanya dengan kaus kaki dan membuang sepatu yang rusak itu ke tong sampah.
Ketika berjalan pulang Mitsuki mulai berbicara kepada diri sendiri.
"aku harap ada sesuatu yang merubah hidup ku" ucap Mitsuki.
"itu bisa saja terjadi"
jawab seorang kakek dengan membawa sebuah kotak kecil dan sebuah benda panjang yang di bungkus kain hitam.
"a-pa maksud kakek?" tanya Mitsuki yang terkejut sekaligus bingung.
"nanti malam kamu juga akan mengetahui nya dan ambillah ini"
jawab kakek itu lalu memberikan barang yang ia bawa kepada Mitsuki.
"ta-tapi kan......"
perkataan Mitsuki terpotong karena hembusan angin berserta debu tiba-tiba datang.
Setelah angin itu berhenti kakek tua itu menghilang entah ke mana.
"kek?, kakek?. astaga kenapa jadi merinding yah"
ujarnya lalu berjalan pulang membawa barang yang kakek itu berikan.
beberapa menit kemudian.
Akhirnya Mitsuki sampai didepan rumahnya,
ketika masuk ke dalam tidak ada siapa-siapa kecuali Mitsuki yang baru sampai.
Dengan tangan yang masih memegang barang yang di berikan oleh kakak aneh tadi, Mitsuki berjalan menaiki tangan sampai ke kamarnya.
Di dalam kamar ia meletakkan barang itu di dekat lemari baju. lalu berjalan ke bawah dan kembali membawa handuk untuk mandi.
Ketika mandi sebuah keanehan terjadi yaitu kotak yang di berikan kakek tua itu tiba-tiba saja terbuka dan mengeluarkan cahaya putih tapi
Hal itu hanya terjadi sebentar dan kotak itu kembali tertutup dengan rapat seperti telah di kunci.
Sudah mandi dan memakai baju. Mitsukipun turun lalu berjalan dan berhenti di dapur.
untuk memasak, seperti sudah biasa memasak.
Saat Mitsuki memainkan pisaunya. tanpa sedikitpun kesalahan saat memisahkan tulang dari daging ikan membuatnya terlihat mudah.
Dan pada saat memotong-motong sayuran terlihat cepat dan terpotong dengan sempurna.
Setelah selesai memotong-motong. ia pun mulai memanaskan air. ketika sudah mendidih daging ikan yang sudah di pisahkan dari tulangnya satu-persatu di masukkan.
Beberapa menit kemudian sayurannya ikut di masukkan. begitu juga dengan beberapa bum-bum penyedap rasa juga di masukkan.
Ketika sudah matang. ia pun mengambil mangkuk dan menuangkannya.
lalu membawa sup itu ke meja makan.
"selamat makan"
ujar Mitsuki lalu mulai memakan masakannya sendiri.
Saat makan telpon rumah berbunyi. dam itu membuat Mitsuki harus mengangkat telpon itu.
"yah, halo"
ujat Mitsuki dan ternyata yang menelponnya itu adalah ibu.
"Mitsuki! apa kau sudah makan?" tanya seorang perempuan.
"sudah" jawab Mitsuki
"baguslah besokkan hari minggu ibu akan mentransfer uang yah"
"tapi yang bulan lalu juga belum abis"
"gak papa"
"ibu!"
"iya ada apa?"
"kapan ibu pulang?, ini sudah hampir lima bulan ibu berada di Osaka. apa ibu tidak akan pulang?"
"jika bisa ibu akan pulang tapi hari libur masih lama jadi bersabarlah"
Mendengar jawab ibu yang mengatakan "hari libur masih lama" membuat Mitsuki kecewa dan menutup telpon tampa berkata apapun lagi.
Dan Mitsuki kembali melanjutkan makannya. setelah selesai ia pun duduk di sofa lalu menyalakan TV.
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat dan jam menunjukkan pukul 22:56 malam. melihat sudah larut malam Mitsuki pun menyudahi nonton TVnya dan pergi ke kamar untuk tidur.
Sebelum tidur, Mitsuki selalu melakukan sebuah rutinitas yang sangat wajib yaitu menggosok gigi dan mencuci kaki.
Setelah melakukan itu semua, Mitsuki pun naik ke kasur dan mematikan lampu kemudian pergi tertidur.
Ketika pukul 3:26. kotak itu kembali bergetar sangat kuat sampai lemari yang di sampingnya ikut bergetar.
Getaran itu menimbulkan suara yang sangat keras dan membuat Mitsuki terbangun.
"Aaaaaa!!!, apa sudah pagi?"
ujar Mitsuki yang membuka matanya.
"a-apa yang terjadi?"
lanjut Mitsuki dengn terkejut saat melihat kotak itu bergetar kencang.
Merasa ada yang aneh ia pun berjalan menghampiri kotak itu, perlahan namun pasti Mitsuki mencoba untuk membukanya
Tapi saat tangannya sedikit lagi akan menyentuh kotak tersebut tiba-tiba saja kotaknya terbuka dan sesuatu keluar dengan cepat.
"astga!!, apa itu tadi?"
Dengan kewaspadaan yang tinggi. ia melihat ke segala arah. dan tiba-tiba saja seekor rubah putih duduk di karsunya lalu berkata.
"tuan. berbaliklah"
ujar rubah itu yang sedang duduk menatap Mitsuki.
Seketika Mitsuki berbalik dengan cepat ke arah suara yang berasal dari rubah itu.
"rubah?, dari mana datangnya dan siapa yang tadi berbicara?"
ujar Mitsuki dengan penuh tanda tanya.
"yang tadi itu aku"
jawab rubah putih itu dan membuat Mitsuki sangat terkejut.
"di-dia bi-bisa berbicara, astaga!!!"
ujar Mitsuki yang kemudian terjatuh pingsan.
" pingsan, mungkin dia belum pernah liat rubah se-keren diriku?"
ujar rubah itu lalu turun dan berjalan menghampiri Mitsuki yang pingsan.
"di lihat dari dekat kau lumayan menarik juga"
lanjutnya kemudian menjilati wajah Mitsuki beberapa kali.
Tapi iya tidak bangun-bangun juga. karena kesal rubah itu pun menampar wajah Mitsuki beberapa kali dan iyapun sadar dari pingsan nya.
"Apa yang terjadi?"
Tanya Mitsuki dengan tangan yang memegang kepala.
"Kau tadi pingsan"
Jawab rubah itu yang duduk di depannya.
"Ha?, apa?, astaga rubah jadi-jadian"
Ujar Mitsuki menjauh dari rubah itu.
"Begini saja agar pembicaraan kita enak aku akan merubah wujud ku"
Jawab rubah itu kemudian menutup matanya.
Dan ruabh itu pun berubah menjadi manusia dengan ekor dan telinga rubah.
"astaga!! kenapa kau telanjang!? ini tutup pakai selimut"
Ujar Mitsuki dengan menutup matanya lalu melemparkan selimut ke arah siluman rubah tersebut.
"Oh, terimakasih" jawabnya
"Jadi apa mau mu?, aku dengar siluman rubah selalu mengambil jiwa manusia. Apa kau akan mengambil jiwa ku juga"
Tanya Mitsuki yang terlihat ketakutan.
Tapi siluman itu tidak menjawab iya hanya berjalan untuk mengambil kotak dan beda yang terbungkus main hitam itu
Dan meletakkan nya di lantai.
"Ku dengar siluman rubah selalu mengambil jiwa manusia, apa itu benar?"
Tanya Mitsuki yang terlihat memikirkan sesuatu
"Jika benar, apa kamu mau mengambil jiwaku?" lanjut Mitsuki yang bertanya.
Mendengar perkataan dari Mitsuki membuat siluman rubah itu terdiam dengan wajah datar dan iya pun menjawab pertanyaan Mitsuki.
"memangnya kenapa kau ingin aku mengambil jiwa mu?" jawab siluaman itu yang berbalik bertanya.
"Setelah ayah ku menghilang Dunia ini seketika berubah bagaikan neraka bagiku, aku sudah lelah selalu di tindas, meski melawan itu tak ada gunanya juga, kali ini aku sangat ingin tiada, jika kau bisa mewujudkan keinginan ku, aku akan sangat berterimakasih" jawab Mitsuki dengan wajah yang putus asa.
Tapi siluman itu tidak menjawab pertanyaan dari Mitsuki, iya hanya mendekat kemudian menatap kedua mata Mitsuki.
Tiba-tiba saja dalam pengelihatan Mitsuki, ia melihat tokyo yang sudah hancur banyak gedung yang sudah rubuh.
Mayat di mana-mana, kemudian terlihat banyak sekali makhluk menyeramkan yang berkeliaran.
Di telinganya terdengar suara teriakan wanita, pria, dan anak kecil seperti sedang kesakitan.
Teriakn itu terus menggema di seluruh kota, dan tiba-tiba saja wajahnya terciprat darah dari seorang perempuan yang di cabik-cabik oleh mahkluk menyermakan.
Dari kejauhan, terlihat sang ibu dan Yamato yang sedang di kepung dan di pojokan oleh beberapa mahkluk yang sama seperti barusan.
Kedua matanya mulai bergetar ketika melihat kedua orang yang ia sayangi tewas di makan oleh semua mhkluk itu.
"I..ibu!, Marika!" ucap Mitsuki yang melihat maya sang ibu dan adik perempuannya yang sudah gak bernyawa.
Seketika pengelihatan Mitsuki kembali seperti awal dan ia langsung bertanya tenyanga apa yang baru saja di minta olehnya.
"Itu adalah masa depan yang akan terjadi, meski begitu ada cara untuk menghentikannya" jawab siluman rubah itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Devina Febriyana
Episode 2.
👍9.
Komentar ke 2 s/d 7🤭
2022-06-20
0
Devina Febriyana
kotak dan benda yang terbungkus kain hitam
2022-06-20
0
Devina Febriyana
beberapa bum-bum😀(bumbu-bumbu)
2022-06-20
0