Episode 2

Dengan sabaran Mitsuki berjalan pulang hanya dengan kaus kaki dan membuang sepatu yang rusak itu ke tong sampah.

Ketika berjalan pulang Mitsuki mulai berbicara kepada diri sendiri.

"aku harap ada sesuatu yang merubah hidup ku" ucap Mitsuki.

"itu bisa saja terjadi"

jawab seorang kakek dengan membawa sebuah kotak kecil dan sebuah benda panjang yang di bungkus kain hitam.

"a-pa maksud kakek?" tanya Mitsuki yang terkejut sekaligus bingung.

"nanti malam kamu juga akan mengetahui nya dan ambillah ini"

jawab kakek itu lalu memberikan barang yang ia bawa kepada Mitsuki.

"ta-tapi kan......"

perkataan Mitsuki terpotong karena hembusan angin berserta debu tiba-tiba datang.

Setelah angin itu berhenti kakek tua itu menghilang entah ke mana.

"kek?, kakek?. astaga kenapa jadi merinding yah"

ujarnya lalu berjalan pulang membawa barang yang kakek itu berikan.

beberapa menit kemudian.

Akhirnya Mitsuki sampai didepan rumahnya,

ketika masuk ke dalam tidak ada siapa-siapa kecuali Mitsuki yang baru sampai.

Dengan tangan yang masih memegang barang yang di berikan oleh kakak aneh tadi, Mitsuki berjalan menaiki tangan sampai ke kamarnya.

Di dalam kamar ia meletakkan barang itu di dekat lemari baju. lalu berjalan ke bawah dan kembali membawa handuk untuk mandi.

Ketika mandi sebuah keanehan terjadi yaitu kotak yang di berikan kakek tua itu tiba-tiba saja terbuka dan mengeluarkan cahaya putih tapi

Hal itu hanya terjadi sebentar dan kotak itu kembali tertutup dengan rapat seperti telah di kunci.

Sudah mandi dan memakai baju. Mitsukipun turun lalu berjalan dan berhenti di dapur.

untuk memasak, seperti sudah biasa memasak.

Saat Mitsuki memainkan pisaunya. tanpa sedikitpun kesalahan saat memisahkan tulang dari daging ikan membuatnya terlihat mudah.

Dan pada saat memotong-motong sayuran terlihat cepat dan terpotong dengan sempurna.

Setelah selesai memotong-motong. ia pun mulai memanaskan air. ketika sudah mendidih daging ikan yang sudah di pisahkan dari tulangnya satu-persatu di masukkan.

Beberapa menit kemudian sayurannya ikut di masukkan. begitu juga dengan beberapa bum-bum penyedap rasa juga di masukkan.

Ketika sudah matang. ia pun mengambil mangkuk dan menuangkannya.

lalu membawa sup itu ke meja makan.

"selamat makan"

ujar Mitsuki lalu mulai memakan masakannya sendiri.

Saat makan telpon rumah berbunyi. dam itu membuat Mitsuki harus mengangkat telpon itu.

"yah, halo"

ujat Mitsuki dan ternyata yang menelponnya itu adalah ibu.

"Mitsuki! apa kau sudah makan?" tanya seorang perempuan.

"sudah" jawab Mitsuki

"baguslah besokkan hari minggu ibu akan mentransfer uang yah"

"tapi yang bulan lalu juga belum abis"

"gak papa"

"ibu!"

"iya ada apa?"

"kapan ibu pulang?, ini sudah hampir lima bulan ibu berada di Osaka. apa ibu tidak akan pulang?"

"jika bisa ibu akan pulang tapi hari libur masih lama jadi bersabarlah"

Mendengar jawab ibu yang mengatakan "hari libur masih lama" membuat Mitsuki kecewa dan menutup telpon tampa berkata apapun lagi.

Dan Mitsuki kembali melanjutkan makannya. setelah selesai ia pun duduk di sofa lalu menyalakan TV.

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat dan jam menunjukkan pukul 22:56 malam. melihat sudah larut malam Mitsuki pun menyudahi nonton TVnya dan pergi ke kamar untuk tidur.

Sebelum tidur, Mitsuki selalu melakukan sebuah rutinitas yang sangat wajib yaitu menggosok gigi dan mencuci kaki.

Setelah melakukan itu semua, Mitsuki pun naik ke kasur dan mematikan lampu kemudian pergi tertidur.

Ketika pukul 3:26. kotak itu kembali bergetar sangat kuat sampai lemari yang di sampingnya ikut bergetar.

Getaran itu menimbulkan suara yang sangat keras dan membuat Mitsuki terbangun.

"Aaaaaa!!!, apa sudah pagi?"

ujar Mitsuki yang membuka matanya.

"a-apa yang terjadi?"

lanjut Mitsuki dengn terkejut saat melihat kotak itu bergetar kencang.

Merasa ada yang aneh ia pun berjalan menghampiri kotak itu, perlahan namun pasti Mitsuki mencoba untuk membukanya

Tapi saat tangannya sedikit lagi akan menyentuh kotak tersebut tiba-tiba saja kotaknya terbuka dan sesuatu keluar dengan cepat.

"astga!!, apa itu tadi?"

Dengan kewaspadaan yang tinggi. ia melihat ke segala arah. dan tiba-tiba saja seekor rubah putih duduk di karsunya lalu berkata.

"tuan. berbaliklah"

ujar rubah itu yang sedang duduk menatap Mitsuki.

Seketika Mitsuki berbalik dengan cepat ke arah suara yang berasal dari rubah itu.

"rubah?, dari mana datangnya dan siapa yang tadi berbicara?"

ujar Mitsuki dengan penuh tanda tanya.

"yang tadi itu aku"

jawab rubah putih itu dan membuat Mitsuki sangat terkejut.

"di-dia bi-bisa berbicara, astaga!!!"

ujar Mitsuki yang kemudian terjatuh pingsan.

" pingsan, mungkin dia belum pernah liat rubah se-keren diriku?"

ujar rubah itu lalu turun dan berjalan menghampiri Mitsuki yang pingsan.

"di lihat dari dekat kau lumayan menarik juga"

lanjutnya kemudian menjilati wajah Mitsuki beberapa kali.

Tapi iya tidak bangun-bangun juga. karena kesal rubah itu pun menampar wajah Mitsuki beberapa kali dan iyapun sadar dari pingsan nya.

"Apa yang terjadi?"

Tanya Mitsuki dengan tangan yang memegang kepala.

"Kau tadi pingsan"

Jawab rubah itu yang duduk di depannya.

"Ha?, apa?, astaga rubah jadi-jadian"

Ujar Mitsuki menjauh dari rubah itu.

"Begini saja agar pembicaraan kita enak aku akan merubah wujud ku"

Jawab rubah itu kemudian menutup matanya.

Dan ruabh itu pun berubah menjadi manusia dengan ekor dan telinga rubah.

"astaga!! kenapa kau telanjang!? ini tutup pakai selimut"

Ujar Mitsuki dengan menutup matanya lalu melemparkan selimut ke arah siluman rubah tersebut.

"Oh, terimakasih" jawabnya

"Jadi apa mau mu?, aku dengar siluman rubah selalu mengambil jiwa manusia. Apa kau akan mengambil jiwa ku juga"

Tanya Mitsuki yang terlihat ketakutan.

Tapi siluman itu tidak menjawab iya hanya berjalan untuk mengambil kotak dan beda yang terbungkus main hitam itu

Dan meletakkan nya di lantai.

"Ku dengar siluman rubah selalu mengambil jiwa manusia, apa itu benar?"

Tanya Mitsuki yang terlihat memikirkan sesuatu

"Jika benar, apa kamu mau mengambil jiwaku?" lanjut Mitsuki yang bertanya.

Mendengar perkataan dari Mitsuki membuat siluman rubah itu terdiam dengan wajah datar dan  iya pun menjawab pertanyaan Mitsuki.

"memangnya kenapa kau ingin aku mengambil jiwa mu?" jawab siluaman itu yang berbalik bertanya.

"Setelah ayah ku menghilang Dunia ini seketika berubah bagaikan neraka bagiku, aku sudah lelah selalu di tindas, meski melawan itu tak ada gunanya juga, kali ini aku sangat ingin tiada, jika kau bisa mewujudkan keinginan ku, aku akan sangat berterimakasih" jawab Mitsuki dengan wajah yang putus asa.

Tapi siluman itu tidak menjawab pertanyaan dari Mitsuki, iya hanya mendekat kemudian menatap kedua mata Mitsuki.

Tiba-tiba saja dalam pengelihatan Mitsuki, ia melihat tokyo yang sudah hancur banyak gedung yang sudah rubuh.

Mayat di mana-mana, kemudian terlihat banyak sekali makhluk menyeramkan yang berkeliaran.

Di telinganya terdengar suara teriakan wanita, pria, dan anak kecil seperti sedang kesakitan.

Teriakn itu terus menggema di seluruh kota, dan tiba-tiba saja wajahnya terciprat darah dari seorang perempuan yang di cabik-cabik oleh mahkluk menyermakan.

Dari kejauhan, terlihat sang ibu dan Yamato yang sedang di kepung dan di pojokan oleh beberapa mahkluk yang sama seperti barusan.

Kedua matanya mulai bergetar ketika melihat kedua orang yang ia sayangi tewas di makan oleh semua mhkluk itu.

"I..ibu!, Marika!" ucap Mitsuki yang melihat maya sang ibu dan adik perempuannya yang sudah gak bernyawa.

Seketika pengelihatan Mitsuki kembali seperti awal dan ia langsung bertanya tenyanga apa yang baru saja di minta olehnya.

"Itu adalah masa depan yang akan terjadi, meski begitu ada cara untuk menghentikannya" jawab siluman rubah itu.

Terpopuler

Comments

Devina Febriyana

Devina Febriyana

Episode 2.

👍9.

Komentar ke 2 s/d 7🤭

2022-06-20

0

Devina Febriyana

Devina Febriyana

kotak dan benda yang terbungkus kain hitam

2022-06-20

0

Devina Febriyana

Devina Febriyana

beberapa bum-bum😀(bumbu-bumbu)

2022-06-20

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83 : The Mugen dimensi
84 pengumuman Hiatus
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83 : The Mugen dimensi
84
pengumuman Hiatus

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!