dan sang Pemiliki rumah pun hanya melihat kaca jendela rumahnya yang pecah dengan darah yang terdapat di serpihan kaca rumah nya.
"Bagai mana bisa dia mengejar ku secepat itu?" ujar Mitsuki yang berjalan sempoyongan.
"Aku anggap itu sebagai pujian jadi terimakasih"jawab paradoks yang berdiri di belakangnya.
Seketika Mitsuki berhenti melangkahkan kakinya, dengan wajah yang terkejut.
................
Beberapa luka harus Akira alami akibat di serang terus menerus oleh siluman itu.
Dan tiba-tiba saja dirinya muntah darah tanpa alsan yang jelas, dan ternyata kabut yang di keluarkan iblis itu sebenarnya adalah racun.
Tapi racun ini tidak akan membunuh secara cepat melainkan sedikit-demi sedikit, dan Akira telah merasakan efek pertamanya yaitu muntah darah.
Merasa situasi suah cukup sulit akhirnya yujin pun turun tangan untuk membantu Akira.
"Teknik aura siluman!! cahaya anugrah dewi Inari" ujar yujin yang mengunakan tekniknya
Dan sebuah cahaya kecil pun muncul di hadapan nya kemudian yujin pun meniupkan cahaya tersebut ke arah Akira.
boom cahaya kecil itu pun meledak, membuta semua kabut merahnya menghilang dengan sangat cepat.
menyadari ada yang ikut campur dengan pertarungan mereka, membuat siluman itu ingin mengakhiri pertarungannya.
"Baiklah akan ku habisi saja mereka sekaligus, teknik aura siluman!! api kremasi" ujarnya kemudian menghembuskan sesuatu dari mulutnya.
Dan sesuatu itu pun menyebar dengan cepat ke segala arah.
Yujin pun terkejut saat mencium aroma dari teknik kedua miliki siluman rubah padang rumput itu.
"Astaga!! Bau gas! Gawat" ujar yujin yang mencoba menjauh.
Sebelum menjauh dirinya melemparkan sebuah kertas kuning, ke arah Akira untuk melindunginya dari serangan ini.
Baru saja beranjak dari tempatnya siluman itu terlebih duku menjentikkan jarinya.
Dan kobaran api yang merambat cukup cepat terus mengejar yujin, Sampai akhirnya ia pun berhasil keluar dari jangkauan api tersebut.
Se-saat kemudian yujin mencium bau sesuatu yang terbakar ketika melihat ke belakang ternyata bau tersebut berasal dari ekornya yang terbakar.
Dengan panik ia mencoba untuk memadamkan api yang membakar ekor nya tersebut.
Dan akhirnya api itu pun padam, tapi sayangnya yujin harus kehilangan sebagian kecil bulunya.
"Ya ampun, susah payah aku merawatnya selama ini" ujar yujin dengan wajah kecewa.
Lalu ia pun kembali untuk melihat Akira. Se-sampainya di tempat yang tadi ia melihat siluman itu sudah mulai kelelahan karena energinya yang hampir terkuras habis.
Melihat situasi yang tidak menguntungkan siluman itu, mencoba untuk melarikan diri tapi baru saja iya akan pergi.
Kepalanya pun berhasil terpenggal karena siluman itu memilih lebih fokus untuk melarikan diri ketimbang memperhatikan pergerakan Akira.
Setelah berhasil mengalah kan siluman itu Akira pun bertanya tentang keberadaan empat siluman rubah padang rumput yang lain.
"di mana empat siluman yang liannya?" tanya Akira dengan pandangan dingin.
"Ekspresi yang bagus, kau sudah tenggelam dalam rasa dendammu pada kami" jawab siluman itu dengan angkuhnya.
Tampa menjawabnya lagi, Akira kemudian pergi meninggalkan kepala dan tubuh siluman itu yang hampir menghilang.
Ketika Akira sudah sangat jauh yujin pun keluar dan berjalan menghampiri siluman sejenis tapi beda kelompok itu.
"Ternyata rubah Inari yah, pantas saja, apa kau terikat janji dengannya?" ujar siluman itu lalu bertanya.
Tapi yujin tidak menjawabnya ia malah mengambil kepala siluman itu dan berbicara dengan penuh emosi.
"Gara-gara kau bulu yang ku rawat selama 599 tahun terbakar" bentak yujin kemudian melemparkan kepala siluman itu ke udara.
Setelah meluapkan kekesalan nya yujin pun bergegas menyusul Mitsuki, di tengah perjalanan ia merasakan aura yang sangat kau tidak jauh dari tempatnya sekarang.
Dan firasat buruk pun menghantui pikiran yujin kemudian ia pun pergi untuk mengecek tempat dari lonjakan aura tersebut.
......................
Kembali ke Mitsuki. Ternyata lonjakan aura yang di rasakan yujin, berasal dari paradoks yang sedang bertarung dengan Mitsuki.
"Oi!! Oi!! Apa hanya ini kemampuan mu?" ujar paradoks yang kembali menyerang.
Beberapa serangan bisa di tangkis Mitsuki tapi ada juga yang berhasil melukainya.
Sampai akhirnya pukulan yang sangat keras pun mengenai Bagain perut sebelah kirinya, membuat Mitsuki terpental dan menghantam sebuah pohon.
"Argh!! Uhuk...!! Uhuk...!! Uhuk...!! Gawat, dia tidak membiarkan ku untuk pergi"bisik Mitsuki lalu kembali berdiri.
Baru saja berdiri, tiba-tiba saja sebuah pukulan yang sangat keras kembali menghantam dirinya, hal tersebut membuat Mitsuki pingsan tak sadarkan diri.
Pingsannya Mitsuki membuat paradoks terus menggoyang-goyangkan kepala Mitsuki dengan jarinya sambil berkata.
"Ayolah!! Cuman pukulan kecil saja kau sudah pingsan apa lagi kalau aku benar-benar memukul mu~~" dan perkataannya pun terhenti karena sebuah belati melesat ke arahnya.
Tapi paradoks berhasil menangkap belati tersebu, melihat belati yang di lumuri darah pada ujungnya membuat iya sadar siapa Pemiliki dari belati itu.
Tidak lama kemudian beberapa belati kembali melesat tapi kali ini belati-belati itu muncul dari segala arah.
"Aku sudah bosan dengan trik seperti ini?" ujar paradoks sambil menghindari setiap belati yang mengarah kepadanya.
Dan kesombongan paradoks, hancur ketika ia terkena sebuah belati yang datang dari arah belakangnya.
"Kau pikir darah mu bisa meracuni ku?" tanya paradoks yang mencabut belati di punggungnya.
Tidak lama kemudian seseorang pun keluar dari gelapnya malam sambil menjawab pertanyaan dari paradoks
"Jangan terlalu yakin" ujar sorang itu dan ternyata di adalah pria yang pernah bertemu dengan yujin dan bajunya yang pernah terkena saus takoyaki miliki Mitsuki.
Seketika wajah paradoks pun membiru dan iya mulai memuntahkan banyak darah.
"Uhuk....!! Uhuk.....!! Uhuk....!! Apa-apaan ini? Uhuk...!! Uhuk...!!"
Dan keadaan paradoks pun semakin memburuk, bola mata sebelah kirinya mulai melepuh sedikit demi sedikit sampai akhirnya menghilang.
Beberapa bagian kepala, paradoks juga mulia ikut melepuh membuat otaknya sedikit terlihat.
"Hahahah...!!! Maaf saja sepertinya darah ku dapat menetralkan racun mu"jawab paradoks yang mulai membaik.
Meski keadaannya membaik tapi mata kiri paradoks masih dalam penyembuhan yang terbilang cukup lama bagi iblis bulan sabit akhir.
"Jika saja aku tidak memandang posisi saudara mu agraris mungkin sudah lama aku menghabisi mu" lanjut paradoks yang telah membaik.
Dan percakapan mereka pun berhenti ketika aura siluman yang berasal dari yujin terasa, membuat mereka berdua langsung membubarkan diri.
Mereka pergi, yujin datang dengan panik melihat Mitsuki yang berbaring tak berdaya.
Dan anehnya luka yang di buat paradoks seharunya sudah sembuh dari tadi tapi luka-luka belum sembuh.
Karena panik Tampa berpikir lagi, yujin pun membawa Mitsuki untuk pulang dengan cara mengendong nya.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah, dengan perlahan yujin membaringkan Mitsuki di kasur lalu melepas topeng yang masih terpakai dan pedangnya kemudian di simpan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments