Episode 19

dan sang Pemiliki rumah pun hanya melihat kaca jendela rumahnya yang pecah dengan darah yang terdapat di serpihan kaca rumah nya.

"Bagai mana bisa dia mengejar ku secepat itu?" ujar Mitsuki yang berjalan sempoyongan.

"Aku anggap itu sebagai pujian jadi terimakasih"jawab paradoks yang berdiri di belakangnya.

Seketika Mitsuki berhenti melangkahkan kakinya, dengan wajah yang terkejut.

................

Beberapa luka harus Akira alami akibat di serang terus menerus oleh siluman itu.

Dan tiba-tiba saja dirinya muntah darah tanpa alsan yang jelas, dan ternyata kabut yang di keluarkan iblis itu sebenarnya adalah racun.

Tapi racun ini tidak akan membunuh secara cepat melainkan sedikit-demi sedikit, dan Akira telah merasakan efek pertamanya yaitu muntah darah.

Merasa situasi suah cukup sulit akhirnya yujin pun turun tangan untuk membantu Akira.

"Teknik aura siluman!! cahaya anugrah dewi Inari" ujar yujin yang mengunakan tekniknya

Dan sebuah cahaya kecil pun muncul di hadapan nya kemudian yujin pun meniupkan cahaya tersebut ke arah Akira.

boom cahaya kecil itu pun meledak, membuta semua kabut merahnya menghilang dengan sangat cepat.

menyadari ada yang ikut campur dengan pertarungan mereka, membuat siluman itu ingin mengakhiri pertarungannya.

"Baiklah akan ku habisi saja mereka sekaligus, teknik aura siluman!! api kremasi" ujarnya kemudian menghembuskan sesuatu dari mulutnya.

Dan sesuatu itu pun menyebar dengan cepat ke segala arah.

Yujin pun terkejut saat mencium aroma dari teknik kedua miliki siluman rubah padang rumput itu.

"Astaga!! Bau gas! Gawat" ujar yujin yang mencoba menjauh.

Sebelum menjauh dirinya melemparkan sebuah kertas kuning, ke arah Akira untuk melindunginya dari serangan ini.

Baru saja beranjak dari tempatnya siluman itu terlebih duku menjentikkan jarinya.

Dan kobaran api yang merambat cukup cepat terus mengejar yujin,  Sampai akhirnya ia pun berhasil keluar dari jangkauan api tersebut.

Se-saat kemudian yujin mencium bau sesuatu yang terbakar ketika melihat ke belakang ternyata bau tersebut berasal dari ekornya yang terbakar.

Dengan panik ia mencoba untuk memadamkan api yang membakar ekor nya tersebut.

Dan akhirnya api itu pun padam, tapi sayangnya yujin harus kehilangan sebagian kecil bulunya.

"Ya ampun, susah payah aku merawatnya selama ini" ujar yujin dengan wajah kecewa.

Lalu ia pun kembali untuk melihat Akira. Se-sampainya di tempat yang tadi ia  melihat  siluman itu sudah mulai kelelahan karena energinya yang hampir terkuras habis.

Melihat situasi yang tidak menguntungkan siluman itu, mencoba untuk melarikan diri tapi baru saja iya akan pergi.

Kepalanya pun berhasil terpenggal karena siluman itu memilih lebih fokus untuk melarikan diri ketimbang memperhatikan pergerakan Akira.

Setelah berhasil mengalah kan siluman itu Akira pun bertanya tentang keberadaan empat siluman rubah padang rumput yang lain.

"di mana empat siluman yang liannya?" tanya Akira dengan pandangan dingin.

"Ekspresi yang bagus, kau sudah tenggelam dalam rasa dendammu pada kami" jawab siluman itu dengan angkuhnya.

Tampa menjawabnya lagi, Akira kemudian pergi meninggalkan kepala dan tubuh siluman itu yang hampir menghilang.

Ketika Akira sudah sangat jauh yujin pun keluar dan berjalan menghampiri siluman sejenis tapi beda kelompok itu.

"Ternyata rubah Inari yah, pantas saja, apa kau terikat janji dengannya?" ujar siluman itu lalu bertanya.

Tapi yujin tidak menjawabnya ia malah mengambil kepala siluman itu dan berbicara dengan penuh emosi.

"Gara-gara kau bulu yang ku rawat selama 599 tahun terbakar" bentak yujin kemudian melemparkan kepala siluman itu ke udara.

Setelah meluapkan kekesalan nya yujin pun bergegas menyusul Mitsuki, di tengah perjalanan ia merasakan aura yang sangat kau tidak jauh dari tempatnya sekarang.

Dan firasat buruk pun menghantui pikiran yujin kemudian ia pun pergi untuk mengecek tempat dari lonjakan aura tersebut.

......................

Kembali ke Mitsuki. Ternyata lonjakan aura yang di rasakan yujin, berasal dari paradoks yang sedang bertarung dengan Mitsuki.

"Oi!! Oi!! Apa hanya ini kemampuan mu?" ujar paradoks yang kembali menyerang.

Beberapa serangan bisa di tangkis Mitsuki tapi ada juga yang berhasil melukainya.

Sampai akhirnya pukulan yang sangat keras pun mengenai Bagain perut sebelah kirinya, membuat Mitsuki terpental dan menghantam sebuah pohon.

"Argh!! Uhuk...!! Uhuk...!! Uhuk...!! Gawat, dia tidak membiarkan ku untuk pergi"bisik Mitsuki lalu kembali berdiri.

Baru saja berdiri, tiba-tiba saja sebuah pukulan yang sangat keras kembali menghantam dirinya, hal tersebut membuat Mitsuki pingsan tak sadarkan diri.

Pingsannya Mitsuki membuat paradoks terus menggoyang-goyangkan kepala Mitsuki dengan jarinya sambil berkata.

"Ayolah!! Cuman pukulan kecil saja kau sudah pingsan apa lagi kalau aku benar-benar memukul mu~~" dan perkataannya pun terhenti karena sebuah belati melesat ke arahnya.

Tapi paradoks berhasil menangkap belati tersebu,  melihat belati yang di lumuri darah pada ujungnya membuat iya sadar siapa Pemiliki dari belati itu.

Tidak lama kemudian beberapa belati kembali melesat tapi kali ini belati-belati itu muncul dari segala arah.

"Aku sudah bosan dengan trik seperti ini?" ujar paradoks sambil menghindari setiap belati yang mengarah kepadanya.

Dan kesombongan paradoks, hancur ketika ia terkena sebuah belati yang datang dari arah belakangnya.

"Kau pikir darah mu bisa meracuni ku?" tanya paradoks yang mencabut belati di punggungnya.

Tidak lama kemudian seseorang pun keluar dari gelapnya malam sambil menjawab pertanyaan dari paradoks

"Jangan terlalu yakin" ujar sorang itu dan ternyata di adalah pria yang pernah bertemu dengan yujin dan  bajunya yang pernah terkena saus takoyaki miliki Mitsuki.

Seketika wajah paradoks pun membiru dan iya mulai memuntahkan banyak darah.

"Uhuk....!! Uhuk.....!! Uhuk....!! Apa-apaan ini? Uhuk...!! Uhuk...!!"

Dan keadaan paradoks pun semakin memburuk, bola mata sebelah kirinya  mulai melepuh sedikit demi sedikit sampai akhirnya menghilang.

Beberapa bagian kepala, paradoks juga mulia ikut melepuh membuat otaknya sedikit terlihat.

"Hahahah...!!! Maaf saja sepertinya darah ku dapat menetralkan racun mu"jawab paradoks yang mulai membaik.

Meski keadaannya membaik tapi mata kiri paradoks masih dalam penyembuhan yang terbilang cukup lama bagi iblis bulan sabit akhir.

"Jika saja aku tidak memandang posisi saudara mu agraris mungkin sudah lama aku menghabisi mu" lanjut paradoks yang telah membaik.

Dan percakapan mereka pun berhenti ketika aura siluman yang berasal dari yujin terasa, membuat mereka berdua langsung membubarkan diri.

Mereka pergi, yujin  datang dengan panik melihat Mitsuki yang berbaring tak berdaya.

Dan anehnya luka yang di buat paradoks seharunya sudah sembuh dari tadi tapi luka-luka belum sembuh.

Karena panik Tampa berpikir lagi, yujin pun membawa Mitsuki untuk pulang dengan cara mengendong nya.

Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah, dengan perlahan yujin membaringkan Mitsuki di kasur lalu melepas topeng yang masih terpakai dan pedangnya kemudian di simpan.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83 : The Mugen dimensi
84 pengumuman Hiatus
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83 : The Mugen dimensi
84
pengumuman Hiatus

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!