Episode 9

Setelah kanamk pergi, Mitsuki pun mulai menyebrang jalan menuju toko yang menjual es krim.

Dengan wajah yang kegiranga, Marika  terus menunjuk semua es krim yang ada di dalam kotak pendingin.

Tidak butuh waktu lama. Beberapa es krim yang di pilih oleh Marika, di ambil dan di bawa ke kasir untuk di bayar,  Kemudian kembali berjalan pulang.

Untuknya saat ia melewati jalan yang tadi para perempuan tadi telah pergi dan Mitsuki aman.

Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di rumah dan saat pintu di buka.

Yujin telah menunggu dengan wajah yang terlihat marah tapi Mitsuki tidak menghiraukannya dan bejalan masuk.

"Kenapa?"

Tanya Mitsuki setelah menurunkan Marika lalu pergi ke dapur untuk menyimpan es krim di pfizer.

Karena ada Marika yujin hanya bisa menjawab dengan wajah marah.

"Yah, maaf  nanti akan ku buat ke sushi inari"

Lanjut Mitsuki yang sedang membukakan plastik es kirm untuk Marika.

Beberapa menit kemudian sang ibu datang dan telpon itu masih ada di dekat telinganya.

Dengan wajah yang serius sang ibu melewati Mitsuki tampa mengucapkan sepatah kata pun iya hanya berbicara tentang bisnis.

"Oh iya, Mitsuki ibu ada beberapa urusan mungkin ibu akan pulang larut malam, jadi tolong mandikan Marika yah sayang"

Ujar ibu lalu menutup pintu kemudian pergi.

"Dia tidak pernah berpikir tentang perasaan anaknya sendiri"

Bisik Mitsuki lalu membawa yataro ke atas untuk mandi.

Dengan di ikuti yujin mereka menaiki ke lantai dua dan ketika akan masuk ke dalam kamar mandi, Mitsuki menghentikan yujin.

"Jangan ikut masuk, tunggu saja di luar "

ucap Mitsuki lalu menutup pintu kamar mandi.

"Ya sudah aku pergi jalan-jalan"

Jawab yujin lalu melompat keluar dari jendela.

Dengan santai ia berjalan tampa tujuan. Sampai akhirnya, yujin sampai di sebuah taman yang di penuhi pohon sakura.

Ketika berjalan di sekitar taman tidak di sengaja ia melihat seorang anak perempuan yang sedang duduk di bawah pohon rindang.

Memandangi aliran sungai, ketika ia melihat perempuan itu lebih dekat ternyata ia isedang bersedih.

Karena penasaran yujin pun keluar dari semak-semak dengan wujud manusianya, berjalan mendekat gadis tersebut dan duduk di dekatnya.

Kedatangan yujin membuat iya  terkejut kamudia iya mengudap air matanya.

Dan di sana pembicaraan mereka di mulai

"Jangan panik begitu aku tidak akan memakanmu, maksud ku mengejekmu"

Ucap yujin lalu berbalik menatap gadis itu.

Tapi gadis itu hanya melihat yujin kembali dengan wajah binggung, meski begitu sorot matanya tak bisa menyembunyikan kesedihannya

"Oh maaf aku langsung bertanya, salam kenal nama ku yujin, senang bertemu denganmu"

"Tentu Nama ku narukami Akira "

Mendengar marga dari perempuan itu adalah narukami membuat yujin terkejut, tapi yujin merasakan ada hal yang aneh dari gadis itu.

"Astaga!! Keluarga narukami tapi kenapa dia tidak bisa merasakan aura ku padahal dia itu keluarga narukami?"

Batin yujin.

-------------------------------

"Di mana dia? Yujin di mana kau? Terserahlah"

Ujar Mitsuki setelag memandikan yataro

------------------------------

"Mereka ingin aku menjadi penerus, karena kakak laki-laki ku sudah tiada, kakek ku bilang dia tiada karena kecelakaan"

Ujar Akira memandangi bunga-bunga yang jatuh.

"Apa jangan-jangan kakaknya itu adalah orang yang di bunuh oleh gerombolan rubah padang rumput"

Batin yujin

"menurut mu bagai mana apa aku harus menuruti keinginan keluarga ku, atau tetap pada pendirian ku?"

Tanya Akira kepada yujin.

"Soal itu terserah pada mu tapi jika kau ingin melakukannya kau harus berpikir dua kali, Kau terlalu polos untuk memegang tanggung jawab ini"

Jawab yujin.

Selama Akira berbicara dengan yujin. Wajah yang tadinya hanya bersedih kini senyumannya telah kembali oleh lelucon yang di buat yujin.

Meski ia tahu bahwa yang ia ajak bicara adalah orang yang akan meneruskan pekerjaan keluarga narumi yaitu mengusirnya roh jahat atau siluman.

Lebih tepatnya keluarga narukami adalah keturunan dukun terkenal tapi kini jarang yang mengetahui tentang keluarga narukami.

Meski membuatnya ketakutan akan tetapi, yujin malah mengkhawatirkan Akira jika ia akan melakukan apa yang di inginkan keluarganya.

Di tengah perbincangan tiba-tiba aura besar muncul dan membuat yujin merinding.

Merasa kalo pusat auraa itu semakin mendekat membuatnya panik.

"Akira, aku akan segera pulang jaga diri mu baik-bak"

Ujar yujin lalu bergegas pergi.

Tidak lama kemudian seorang kakek tua datang menghampiri Akira. Terlihat kakek tua itu berbicara kepada Akira dengan wajah yang sangat tegas, Dan Akira hanya bisa tertunduk diam.

"Apa kakek tua itu adalah kepala keluarga narukami?"

Ujar yujin yang melihat mereka berdua dari atas pohon.

Setelah berbicara dengan Akira lalu kakek tua itu mengambil batu kerikil kemudian melemparkannya kearah yujin yang sedang melihat mereka dari semak-semak.

"Argh!!"

Karena tidak ingin tertangkap ia pun melarikan diri dalam wujud rubahnya.

"Dasar rubah kecil"

Bisik kakek tua itu lalu pergi membawa Akira pulang.

Di rasa sudah cukup jauh, yujin pun berhenti berlari dan memilih untuk berjalan.

Selama berjalan ia terus memikirkan tentang kakak laki-laki Akira yang tewas di keroyok para rubah padang rumput (yako).

Karena rubah padang rumput sering menyesatkan manusia atau mengambil jiwa.

Ketika memikirkan semua itu tiba-tiba bau yang sangat menyengat tercium. Merasa baunya tidak asing ia pun bergegas menuju tempat bau itu berasal.

Semakin dekat bau busuk itu semakin menyengat dan saat sampai di sebuah persimpangan kecil yang di himpit oleh dua gedung.

Tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan yang ada hanyalah seorang pria dewasa dengan kemeja yang sedang berjalan.

Tapi langkah kaki berhenti dan orang itu pun berbalik ke belakang, Dengan e3nyum ramah, orang itu berjalan menghampiri yujin lalu mengelus-ngelus nya beberapa kali.

Terlihat di tangan kirinya terdapat sebuah cincin dengan permata berwarna merah menyala.

Setelah puas mengelus yujin iya pun kembali berjalan dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

"Jika dia iblis tapi wajahnya sangat tampan dan juga tidak ada aura apapun yang terpancar dari tubuhnya, terlebih lagi iblis akan mati kalau terkena sinar matahari"

Batin yujin.

Dan saat melihat ke sebelah kiri, ada tutup sepitank yang terbuka dan mengeluarkan bau kotoran yang sangat menyengat.

Merasa tidak ada yang aneh, yujin pun kembali berjalan.

Tidak lama kemudian awan hujan datang dengan cepat menutupi langit yang awalnya cerah menjadi gelap.

Beberapa menit kemudian hujan deras pun turun. Kemudian yujin pun berhenti di halte bus menunggu hujannya berhenti.

Ketika sedang duduk menunggu hujan berhenti, tidak lama kemudian bus yang berpenumpang sekitar lima orang datang.

Dan berhenti di halte tempat yujin berteduh. Karena hujan masih turun deras para penumpang itu pun duduk di dekatnya.

Beberapa dari mereka ada yang terus memperhatikan yujin seperti pertama kali melihat seekor rubah dan sisanya cuman menghiraukannya saja.

Beberapa puluh menit kemudian kemudian dua di antara lima orang itu memilih untuk hujan-hujanan, lalu seseorang berpayung hitam datang.

dengan barang belanjaan di kiri dan kanan  dan ternyata dia adalah.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83 : The Mugen dimensi
84 pengumuman Hiatus
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83 : The Mugen dimensi
84
pengumuman Hiatus

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!