Setelah kanamk pergi, Mitsuki pun mulai menyebrang jalan menuju toko yang menjual es krim.
Dengan wajah yang kegiranga, Marika terus menunjuk semua es krim yang ada di dalam kotak pendingin.
Tidak butuh waktu lama. Beberapa es krim yang di pilih oleh Marika, di ambil dan di bawa ke kasir untuk di bayar, Kemudian kembali berjalan pulang.
Untuknya saat ia melewati jalan yang tadi para perempuan tadi telah pergi dan Mitsuki aman.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di rumah dan saat pintu di buka.
Yujin telah menunggu dengan wajah yang terlihat marah tapi Mitsuki tidak menghiraukannya dan bejalan masuk.
"Kenapa?"
Tanya Mitsuki setelah menurunkan Marika lalu pergi ke dapur untuk menyimpan es krim di pfizer.
Karena ada Marika yujin hanya bisa menjawab dengan wajah marah.
"Yah, maaf nanti akan ku buat ke sushi inari"
Lanjut Mitsuki yang sedang membukakan plastik es kirm untuk Marika.
Beberapa menit kemudian sang ibu datang dan telpon itu masih ada di dekat telinganya.
Dengan wajah yang serius sang ibu melewati Mitsuki tampa mengucapkan sepatah kata pun iya hanya berbicara tentang bisnis.
"Oh iya, Mitsuki ibu ada beberapa urusan mungkin ibu akan pulang larut malam, jadi tolong mandikan Marika yah sayang"
Ujar ibu lalu menutup pintu kemudian pergi.
"Dia tidak pernah berpikir tentang perasaan anaknya sendiri"
Bisik Mitsuki lalu membawa yataro ke atas untuk mandi.
Dengan di ikuti yujin mereka menaiki ke lantai dua dan ketika akan masuk ke dalam kamar mandi, Mitsuki menghentikan yujin.
"Jangan ikut masuk, tunggu saja di luar "
ucap Mitsuki lalu menutup pintu kamar mandi.
"Ya sudah aku pergi jalan-jalan"
Jawab yujin lalu melompat keluar dari jendela.
Dengan santai ia berjalan tampa tujuan. Sampai akhirnya, yujin sampai di sebuah taman yang di penuhi pohon sakura.
Ketika berjalan di sekitar taman tidak di sengaja ia melihat seorang anak perempuan yang sedang duduk di bawah pohon rindang.
Memandangi aliran sungai, ketika ia melihat perempuan itu lebih dekat ternyata ia isedang bersedih.
Karena penasaran yujin pun keluar dari semak-semak dengan wujud manusianya, berjalan mendekat gadis tersebut dan duduk di dekatnya.
Kedatangan yujin membuat iya terkejut kamudia iya mengudap air matanya.
Dan di sana pembicaraan mereka di mulai
"Jangan panik begitu aku tidak akan memakanmu, maksud ku mengejekmu"
Ucap yujin lalu berbalik menatap gadis itu.
Tapi gadis itu hanya melihat yujin kembali dengan wajah binggung, meski begitu sorot matanya tak bisa menyembunyikan kesedihannya
"Oh maaf aku langsung bertanya, salam kenal nama ku yujin, senang bertemu denganmu"
"Tentu Nama ku narukami Akira "
Mendengar marga dari perempuan itu adalah narukami membuat yujin terkejut, tapi yujin merasakan ada hal yang aneh dari gadis itu.
"Astaga!! Keluarga narukami tapi kenapa dia tidak bisa merasakan aura ku padahal dia itu keluarga narukami?"
Batin yujin.
-------------------------------
"Di mana dia? Yujin di mana kau? Terserahlah"
Ujar Mitsuki setelag memandikan yataro
------------------------------
"Mereka ingin aku menjadi penerus, karena kakak laki-laki ku sudah tiada, kakek ku bilang dia tiada karena kecelakaan"
Ujar Akira memandangi bunga-bunga yang jatuh.
"Apa jangan-jangan kakaknya itu adalah orang yang di bunuh oleh gerombolan rubah padang rumput"
Batin yujin
"menurut mu bagai mana apa aku harus menuruti keinginan keluarga ku, atau tetap pada pendirian ku?"
Tanya Akira kepada yujin.
"Soal itu terserah pada mu tapi jika kau ingin melakukannya kau harus berpikir dua kali, Kau terlalu polos untuk memegang tanggung jawab ini"
Jawab yujin.
Selama Akira berbicara dengan yujin. Wajah yang tadinya hanya bersedih kini senyumannya telah kembali oleh lelucon yang di buat yujin.
Meski ia tahu bahwa yang ia ajak bicara adalah orang yang akan meneruskan pekerjaan keluarga narumi yaitu mengusirnya roh jahat atau siluman.
Lebih tepatnya keluarga narukami adalah keturunan dukun terkenal tapi kini jarang yang mengetahui tentang keluarga narukami.
Meski membuatnya ketakutan akan tetapi, yujin malah mengkhawatirkan Akira jika ia akan melakukan apa yang di inginkan keluarganya.
Di tengah perbincangan tiba-tiba aura besar muncul dan membuat yujin merinding.
Merasa kalo pusat auraa itu semakin mendekat membuatnya panik.
"Akira, aku akan segera pulang jaga diri mu baik-bak"
Ujar yujin lalu bergegas pergi.
Tidak lama kemudian seorang kakek tua datang menghampiri Akira. Terlihat kakek tua itu berbicara kepada Akira dengan wajah yang sangat tegas, Dan Akira hanya bisa tertunduk diam.
"Apa kakek tua itu adalah kepala keluarga narukami?"
Ujar yujin yang melihat mereka berdua dari atas pohon.
Setelah berbicara dengan Akira lalu kakek tua itu mengambil batu kerikil kemudian melemparkannya kearah yujin yang sedang melihat mereka dari semak-semak.
"Argh!!"
Karena tidak ingin tertangkap ia pun melarikan diri dalam wujud rubahnya.
"Dasar rubah kecil"
Bisik kakek tua itu lalu pergi membawa Akira pulang.
Di rasa sudah cukup jauh, yujin pun berhenti berlari dan memilih untuk berjalan.
Selama berjalan ia terus memikirkan tentang kakak laki-laki Akira yang tewas di keroyok para rubah padang rumput (yako).
Karena rubah padang rumput sering menyesatkan manusia atau mengambil jiwa.
Ketika memikirkan semua itu tiba-tiba bau yang sangat menyengat tercium. Merasa baunya tidak asing ia pun bergegas menuju tempat bau itu berasal.
Semakin dekat bau busuk itu semakin menyengat dan saat sampai di sebuah persimpangan kecil yang di himpit oleh dua gedung.
Tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan yang ada hanyalah seorang pria dewasa dengan kemeja yang sedang berjalan.
Tapi langkah kaki berhenti dan orang itu pun berbalik ke belakang, Dengan e3nyum ramah, orang itu berjalan menghampiri yujin lalu mengelus-ngelus nya beberapa kali.
Terlihat di tangan kirinya terdapat sebuah cincin dengan permata berwarna merah menyala.
Setelah puas mengelus yujin iya pun kembali berjalan dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
"Jika dia iblis tapi wajahnya sangat tampan dan juga tidak ada aura apapun yang terpancar dari tubuhnya, terlebih lagi iblis akan mati kalau terkena sinar matahari"
Batin yujin.
Dan saat melihat ke sebelah kiri, ada tutup sepitank yang terbuka dan mengeluarkan bau kotoran yang sangat menyengat.
Merasa tidak ada yang aneh, yujin pun kembali berjalan.
Tidak lama kemudian awan hujan datang dengan cepat menutupi langit yang awalnya cerah menjadi gelap.
Beberapa menit kemudian hujan deras pun turun. Kemudian yujin pun berhenti di halte bus menunggu hujannya berhenti.
Ketika sedang duduk menunggu hujan berhenti, tidak lama kemudian bus yang berpenumpang sekitar lima orang datang.
Dan berhenti di halte tempat yujin berteduh. Karena hujan masih turun deras para penumpang itu pun duduk di dekatnya.
Beberapa dari mereka ada yang terus memperhatikan yujin seperti pertama kali melihat seekor rubah dan sisanya cuman menghiraukannya saja.
Beberapa puluh menit kemudian kemudian dua di antara lima orang itu memilih untuk hujan-hujanan, lalu seseorang berpayung hitam datang.
dengan barang belanjaan di kiri dan kanan dan ternyata dia adalah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments