Episode 18

Bergegas Mitsuki bangun lalu pergi bersama yujin untuk mengejar iblis itu, saat sedang dalam pengejaran tak sengaja yujin merasakan aura Akira.

Mengingat dirinya hari menenpati janjinya kepada kepala keluarga narukami, mau tidak mau dirinya harus pergi.

Saat yujin akan meminta izin dari Mitsuki untuk pergi, iya langsung di berikan izin untuk pergi, mendengarnya membuat yujin langsung bergegas pergi.

Beberapa saat kemudian aroma iblis pun tercium tidak jauh dari tempatnya saat ini, seorang diri Mitsuki pergi menuju tempat aoram itu berasal.

Setelah beberapa menit mengikuti aroma tersebut akhirnya Mitsuki sampai di dekat rumah yang pagar depannya terbuka.

Ketika di intip dari balik pagar terlihat aliran darah dari dalam rumah keluar.

"Apa yang terjadi!?" bisik Mitsuki saat melihat hal tersebut.

Dengan perlahan Mitsuki masuk ke dalam rumah untuk melihat lebih dekat apa yang sedang terjadia.

Di dalam terdapat dua iblis tapi salah satu dari mereka bukan iblis yang sedang di kejar oleh Mitsuki.

Hampir saja ia mual melihat kedua iblis itu dengan rakusnya memakan korban nya tapi untungnya dapat di tahan.

"Astaga!! Untungnya aku sudah makan" bisik Mitsuki.

..................

Akhirnya Akira berhenti di sebuah lapangan kosong belakang gedung tua.

"Sebenarnya apa yang mereka bicarakan?" lanjut yujin kemuuan berpindah ke semak-semak yang lebih dekat dengan mereka berdua.

Dari pembicaraan Akira dengan siluman rubah itu sepertinya mereka sedang membicarakan masa lalu.

Karena tidak mengerti terhadap topik yang mereka berdua bicarakan, yujin hanya bisa mendengarkan dengan wajah kebingungan.

Sampai akhirnya siluman rubah itu mengambil ancang-ancang kemudian mulai menyerang Akira terlebih dahulu.

Melihat pertempuran mereka berdua membuat yujin bosan karena mereka berdua hanya bertarung secara jarak jauh.

"Sebenarnya seberapa banyak kertas peledak yang dia bawa?"tanya yujin yang penasaran karena melihat Akira yang terus melemparkan kertas peledak tampa henti.

"Sepertinya klan narukami sudah putus asa, sampai mengirimmu untuk memenggal ku.... Ha!!"Ujar siluman itu dan perkataan nya berhenti saat sebuah kertas di lemparkan Akira ke arahnya.

"He!! Mainan kecil ini tidak bisa membunuh ku" Meski terkena ledakan tapi siluman itu masih sehat walafiat.

Tapi Akira tidak menggubrisnya, lalu iya pun melemparkan beberapa bola kecil ke arah siluman itu.

Dan boom!! Semua bola itu meledak mengeluarkan asap tebal, yang membuat jarak pandang siluman itu sangat terbatas.

Tidak bisa melihat apa-apa karena jarak pandang nya yang kurang membuat siluman itu hanya bisa waspada.

"Apa!!" dirinya yang terkejut karena meliha Akira yang muncul tiba-tiba dengan mengayunkan pedang nya.

Tapi sayang nya siluman itu berhasil menghindar dan keluar dari dalam kepulan asap.

"Astaga!! Kepala ku hampir saja terpenggal, dia lebih pintar dari kakaknya yang ceroboh itu" batinnya.

"Sekarang dari arah mana kau akan menyerang!?" lanjut siluman itu yang tak dapat melihat Akira.

Dengan penuh kewaspadaan iya terus memperhatikan sekelilingnya.

Sampai akhirnya Akira kembali muncul untuk mencoba memenggal kepalanya.

Untuk ke dua kalinya siluman ini berhasil menghindarinya tapi iya harus kehilangan beberapa helai rambut yang tertebas pedang Akira.

dengan cepat dan tampa di duga-duga, Akira langsung membelokkan serangannya, tak sempat untuk menghindar membuat siluman itu harus mengorbankan tangan kanannya untuk menangis serangan Akira.

"Kalau begitu akan ku tunjukkan sesuatu yang pernah membuat kakak mu tiada" ucap siluman itu dengan lengan yang masih melakukan regenerasi.

"Teknik aura siluman!! kabut darah rembulan malam" lanjut siluman itu lalu meneteskan sedikit daranya ke tanah.

Seketika keadaan menjadi berkabut dengan kabut berwarna merah darah, meski begitu Akira masih dapat melihat cukup jelas.

"Akan ku bantu sebentar lagi, aku ingin melihat sampai mana Akira bisa bertahan" ujar yujin yang masih berada di semak-semak.

............

Mitsuki, sepertinya ia sudah memulai pertarungannya di tempat konstruksi yang tidak jauh dari lokasinya tadi, sendiri melawan dua iblis tingkat bulan baru.

kali ini Mitsuki tidak banyak membalas serangan dari kedua iblis itu, ia hanya menghindar dan bertahan karena mereka selalu menyerang secara bergantian.

"Astaga!! Mereka tidak memberi ku kesempatan, kalau begitu " ujar Mitsuki lalu mengambil jarah.

"Teknik penakluk iblis!! badai api mencapai langit" lanjut Mitsuki yang sedikit memutarkan pedangnya dari bawah ke atas.

Dan gelombang tornado api pun tercimpat membuat kedua iblis itu terlempar menghantam alat-alat berat di sana.

Ketika tornado api itu memudar dengan cepat Mitsuki keluar dari dalamnya dan mencoba untuk mendekati kedua iblis yang baru saja berdiri.

Di serangan pertama Mitsuki hanya menggores leher dari salah satu iblis itu dan di serangan ke dua ia berhasil memenggal kepala satu dari dua iblis tersebut.

Dan tersisa satu iblis lagi. ketika ia bersiap untuk kembali menyerangnya, tiba-tiba seseorang lebih dulu memenggal kepala iblis itu dari arah belakang.

Dan terlihat seorang pria dewasa berpakaian rapih dan dengan rambut berwarna putih

"Tu-tuan!! Apa yang anda lakukan?" tanya iblis itu kemudian kepalanya du remukkan oleh pria itu.

"Perkenalkan aku salah satu dari 4 iblis tingkat sabit akhir, namaku paradoks, kebetulan aku sedang berkeliling dan tidak sengaja merasakan sesuatu yang menarik~~" ujar iblis yang bernama paradoks itu.

"Gawat!! Bagai mana ini sepertinya aku harus mundur"batin Mitsuki.

Dengan cepat Mitsuki mendekati iblis yang bernama paradoks itu dan mengayunkan pedangnya tapi paradoks berhasil menghindarinya.

Dan dengan cepat ia menangkap pergelangan tangan Mitsuki, lalu menggenggamnya.

Sakit kuatnya cengkraman tangan paradoks sampai membua pergelangan tangan Mitsuki hancur.

Bergegas ia menjauh, sambil menahan rasa sakit dan menunggu tangannya kembali sembuh, Mitsuki memikirkan caranya untuk lolos dari Paradoks.

Pada saat luka sudah sembuh, Mitsuki kembali melesat menyerang meski begitu Paradoks berhasil menghindar dengan sangat mudah.

"Anak pintar" ucap paradoks lalu menoleh ke belakang.

Tidak di sangka serangan tadi hanya untuk melewati paradoks agar ia bisa menjauhi ancaman yang tidak dapat ia hadapi sendirian.

Di rasa sudah cukup jauh paradoks itu Mitsuki pun menjadi lebih tenang karena bisa lolos.

Ketika berjalan melewati sebuah persimpangan tiba-tiba saja sebuah pukul yang sangat kuat menghantam tepat mengenai wajah Mitsuki.

Alhasil membuat ia terlempar sampai menghantam jendela kaca rumah orang dan masuk ke dalam rumah.

Tidak lama kemudian Pemiliki rumah  keluar dari kamarnya saat kendegat jendela rumahnya pecah, tapi untungnya Mitsuki berhasil keluar sebelum terlihat.

dan sang Pemiliki rumah pun hanya melihat kaca jendela rumahnya yang pecah dengan bercak darah yang terdapat di serpihan kaca tersebut.

"Bagai mana bisa dia mengejar ku secepat itu?" ujar Mitsuki yang berjalan sempoyongan.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83 : The Mugen dimensi
84 pengumuman Hiatus
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83 : The Mugen dimensi
84
pengumuman Hiatus

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!