Bergegas Mitsuki bangun lalu pergi bersama yujin untuk mengejar iblis itu, saat sedang dalam pengejaran tak sengaja yujin merasakan aura Akira.
Mengingat dirinya hari menenpati janjinya kepada kepala keluarga narukami, mau tidak mau dirinya harus pergi.
Saat yujin akan meminta izin dari Mitsuki untuk pergi, iya langsung di berikan izin untuk pergi, mendengarnya membuat yujin langsung bergegas pergi.
Beberapa saat kemudian aroma iblis pun tercium tidak jauh dari tempatnya saat ini, seorang diri Mitsuki pergi menuju tempat aoram itu berasal.
Setelah beberapa menit mengikuti aroma tersebut akhirnya Mitsuki sampai di dekat rumah yang pagar depannya terbuka.
Ketika di intip dari balik pagar terlihat aliran darah dari dalam rumah keluar.
"Apa yang terjadi!?" bisik Mitsuki saat melihat hal tersebut.
Dengan perlahan Mitsuki masuk ke dalam rumah untuk melihat lebih dekat apa yang sedang terjadia.
Di dalam terdapat dua iblis tapi salah satu dari mereka bukan iblis yang sedang di kejar oleh Mitsuki.
Hampir saja ia mual melihat kedua iblis itu dengan rakusnya memakan korban nya tapi untungnya dapat di tahan.
"Astaga!! Untungnya aku sudah makan" bisik Mitsuki.
..................
Akhirnya Akira berhenti di sebuah lapangan kosong belakang gedung tua.
"Sebenarnya apa yang mereka bicarakan?" lanjut yujin kemuuan berpindah ke semak-semak yang lebih dekat dengan mereka berdua.
Dari pembicaraan Akira dengan siluman rubah itu sepertinya mereka sedang membicarakan masa lalu.
Karena tidak mengerti terhadap topik yang mereka berdua bicarakan, yujin hanya bisa mendengarkan dengan wajah kebingungan.
Sampai akhirnya siluman rubah itu mengambil ancang-ancang kemudian mulai menyerang Akira terlebih dahulu.
Melihat pertempuran mereka berdua membuat yujin bosan karena mereka berdua hanya bertarung secara jarak jauh.
"Sebenarnya seberapa banyak kertas peledak yang dia bawa?"tanya yujin yang penasaran karena melihat Akira yang terus melemparkan kertas peledak tampa henti.
"Sepertinya klan narukami sudah putus asa, sampai mengirimmu untuk memenggal ku.... Ha!!"Ujar siluman itu dan perkataan nya berhenti saat sebuah kertas di lemparkan Akira ke arahnya.
"He!! Mainan kecil ini tidak bisa membunuh ku" Meski terkena ledakan tapi siluman itu masih sehat walafiat.
Tapi Akira tidak menggubrisnya, lalu iya pun melemparkan beberapa bola kecil ke arah siluman itu.
Dan boom!! Semua bola itu meledak mengeluarkan asap tebal, yang membuat jarak pandang siluman itu sangat terbatas.
Tidak bisa melihat apa-apa karena jarak pandang nya yang kurang membuat siluman itu hanya bisa waspada.
"Apa!!" dirinya yang terkejut karena meliha Akira yang muncul tiba-tiba dengan mengayunkan pedang nya.
Tapi sayang nya siluman itu berhasil menghindar dan keluar dari dalam kepulan asap.
"Astaga!! Kepala ku hampir saja terpenggal, dia lebih pintar dari kakaknya yang ceroboh itu" batinnya.
"Sekarang dari arah mana kau akan menyerang!?" lanjut siluman itu yang tak dapat melihat Akira.
Dengan penuh kewaspadaan iya terus memperhatikan sekelilingnya.
Sampai akhirnya Akira kembali muncul untuk mencoba memenggal kepalanya.
Untuk ke dua kalinya siluman ini berhasil menghindarinya tapi iya harus kehilangan beberapa helai rambut yang tertebas pedang Akira.
dengan cepat dan tampa di duga-duga, Akira langsung membelokkan serangannya, tak sempat untuk menghindar membuat siluman itu harus mengorbankan tangan kanannya untuk menangis serangan Akira.
"Kalau begitu akan ku tunjukkan sesuatu yang pernah membuat kakak mu tiada" ucap siluman itu dengan lengan yang masih melakukan regenerasi.
"Teknik aura siluman!! kabut darah rembulan malam" lanjut siluman itu lalu meneteskan sedikit daranya ke tanah.
Seketika keadaan menjadi berkabut dengan kabut berwarna merah darah, meski begitu Akira masih dapat melihat cukup jelas.
"Akan ku bantu sebentar lagi, aku ingin melihat sampai mana Akira bisa bertahan" ujar yujin yang masih berada di semak-semak.
............
Mitsuki, sepertinya ia sudah memulai pertarungannya di tempat konstruksi yang tidak jauh dari lokasinya tadi, sendiri melawan dua iblis tingkat bulan baru.
kali ini Mitsuki tidak banyak membalas serangan dari kedua iblis itu, ia hanya menghindar dan bertahan karena mereka selalu menyerang secara bergantian.
"Astaga!! Mereka tidak memberi ku kesempatan, kalau begitu " ujar Mitsuki lalu mengambil jarah.
"Teknik penakluk iblis!! badai api mencapai langit" lanjut Mitsuki yang sedikit memutarkan pedangnya dari bawah ke atas.
Dan gelombang tornado api pun tercimpat membuat kedua iblis itu terlempar menghantam alat-alat berat di sana.
Ketika tornado api itu memudar dengan cepat Mitsuki keluar dari dalamnya dan mencoba untuk mendekati kedua iblis yang baru saja berdiri.
Di serangan pertama Mitsuki hanya menggores leher dari salah satu iblis itu dan di serangan ke dua ia berhasil memenggal kepala satu dari dua iblis tersebut.
Dan tersisa satu iblis lagi. ketika ia bersiap untuk kembali menyerangnya, tiba-tiba seseorang lebih dulu memenggal kepala iblis itu dari arah belakang.
Dan terlihat seorang pria dewasa berpakaian rapih dan dengan rambut berwarna putih
"Tu-tuan!! Apa yang anda lakukan?" tanya iblis itu kemudian kepalanya du remukkan oleh pria itu.
"Perkenalkan aku salah satu dari 4 iblis tingkat sabit akhir, namaku paradoks, kebetulan aku sedang berkeliling dan tidak sengaja merasakan sesuatu yang menarik~~" ujar iblis yang bernama paradoks itu.
"Gawat!! Bagai mana ini sepertinya aku harus mundur"batin Mitsuki.
Dengan cepat Mitsuki mendekati iblis yang bernama paradoks itu dan mengayunkan pedangnya tapi paradoks berhasil menghindarinya.
Dan dengan cepat ia menangkap pergelangan tangan Mitsuki, lalu menggenggamnya.
Sakit kuatnya cengkraman tangan paradoks sampai membua pergelangan tangan Mitsuki hancur.
Bergegas ia menjauh, sambil menahan rasa sakit dan menunggu tangannya kembali sembuh, Mitsuki memikirkan caranya untuk lolos dari Paradoks.
Pada saat luka sudah sembuh, Mitsuki kembali melesat menyerang meski begitu Paradoks berhasil menghindar dengan sangat mudah.
"Anak pintar" ucap paradoks lalu menoleh ke belakang.
Tidak di sangka serangan tadi hanya untuk melewati paradoks agar ia bisa menjauhi ancaman yang tidak dapat ia hadapi sendirian.
Di rasa sudah cukup jauh paradoks itu Mitsuki pun menjadi lebih tenang karena bisa lolos.
Ketika berjalan melewati sebuah persimpangan tiba-tiba saja sebuah pukul yang sangat kuat menghantam tepat mengenai wajah Mitsuki.
Alhasil membuat ia terlempar sampai menghantam jendela kaca rumah orang dan masuk ke dalam rumah.
Tidak lama kemudian Pemiliki rumah keluar dari kamarnya saat kendegat jendela rumahnya pecah, tapi untungnya Mitsuki berhasil keluar sebelum terlihat.
dan sang Pemiliki rumah pun hanya melihat kaca jendela rumahnya yang pecah dengan bercak darah yang terdapat di serpihan kaca tersebut.
"Bagai mana bisa dia mengejar ku secepat itu?" ujar Mitsuki yang berjalan sempoyongan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments