"Teknik!! Penakluk iblis!! Bintang penghakiman"
Tidak lama kemudian sebuah simbol bintang yang sangat besar muncul di bawah kaki iblis itu, membuatnya tidak dapat bergerak
seketika saja Dalam pengelihatan iblis tersebut, sosok patung dewa susanoo yang sangat besar muncul.
Beberapa kali ia di injak-injak sampai seluruh tubuhnya hancur tak berbentuk.
Tidak lama kemudian patung raksasa itu pun menghilang dan di ganti dengan ribuan pedang tiba-tiba muncul menghujani nya.
Tapi dalam kenyataannya tidak ada hujan pedang atau pun patung dewa susanoo
bahkan Mitsuki Tidak melakukan apa-apa ia hanya berdiri di depan iblis itu yang sedang tersiksa akan pengelihatannya.
Di dalam pengelihatan iblis tersebut iya terus saja di hujani pedang sampai tubuhnya kembali hancur sampai.
Ketika tubuhnya kembali seperti semulai dan iya kembali di hujani pedang di tambah terus di injak-injak.
Jika Mitsuki tidak menghentikan tekniknya maka hal yang sama akan terus menerus terulang.
Tampa Mitsuki dan yujin sadari, orang yang tadi mereka selamat ke telah sadarkan diri dan iya terlihat sedang merekam kejadian di depan matanya itu.
Saat Mitsuki akan memenggal kepala iblis itu, tiba-tiba saja dari arah atas gedung sebuah tombak melesat ke arahnya, tapi untungnya ia berhasil menghindar.
Tombak itu menancap tepat di dalam simbol bintang tersebut dan membuat teknik yang di gunakan Mitsuki menghilang
Dan iblis itu pun perlahan sadar dari dalam ilusinya,walau iya terlihat masih terguncang dengan apa yang di lihatnga tadi.
Dan ternyata yang melemparkan tombak itu adalah Ghoul yang tadi menemui akuma dan para iblis bulan sabit akhir, berdiri di atas dahan pohon lalu melompat ke bawah.
"Tadi aku merasakan lonjakan aura yang sangat besar, ternyata dari sini"
Ujar Ghoul setelah bertepuk tangan.
Dan tombak yang menancap itu berubah menjadi butiran kelopak bunga mawar, Seketika ia menghilang lalu muncul di dekat iblis itu.
"Pantasa saja kau mudah membuatnya terjebak dalam ilusi mu, iblis ini adalah tingkat bulan baru, yang paling rendah"
Lanjut sosok itu lalu membantu iblis itu untuk bangun.
"Siapa kau?"
Tanya Mitsuki dengan menunjuk nya dengan pedang.
"Aku adalah jelmaan bintang di langit panggil saja Ghoul"
"Aku masih penasaran dengan penakluk iblis baru kita ini"
Lanjut Ghoul lalu menjentikkan jarinya dan tiga topeng dengan ekspresi wajah sedih, marah, dan senang.
Setelah memilih, iya pun mengambil topeng dengan wajah sedih dan memakaikannya di wajah iblis tersebut.
Seketika tubuh iblis itu terlihat menjadi tidak terkendali akibat dirasuki kekuatan besar dari topeng yang di pakaikan secara paksa itu.
"Nah nikmati permainannya, aku beritahu kalian, cara melepaskan topeng ini selain oleh diriku kalian cuman tinggal mencabut jiwa Iblis ini agar topeng ku tidak mempunyai dudukan untuk terikat dengannya, selamat bermain"
Ujar Ghoul Lalu ia menghilang.
Karena tubuh iblis itu tidak dapat menampung kekuatan yang sangat besar, hal tersebut membuat tubuhnya bermutasi menjadi
Sangat tidak jelas di mana tangan dan di mana kaki.
"A-apa yang terjadi?"
tanya Mitsuki yang terkejut melihat kejadian tersebut.
"Sepertinya topeng itu dapat memberikan kekuatan yang besar tapi karena tubuhnya tidak bisa menampungnya iya menjadi seperti itu"
Sahut yujin
"Kalau begitu kita haru bersiap"
Lanjut yujin lalu merubah wujudnya menjadi siluman rubah.
"Aku akan memancing perhatiannya, jika ada kesempatan segera penggal kepalanya"
Lanjutnya
Lalu iya pun berlari mengelilingi iblis itu sambil menempelkan kertas dengan sebuah simbol di tubuh iblis tersebut.
Setelah semuanya di letakkan pada tempatnya yujin pun berhenti berlari. Lalu iya pun mengucapkan satu kalian yang membuat kertas-kertas itu menjadi aktif.
"Meledak!!"
Tiba-tiba saja kertas-kertas itu meledak membaut tubuh iblis itu sebagian hancur tapi kemampuan regenerasinya menjadi sangat cepat.
Hanya memebutuhian waktu kurang dari lima belas detik tuhubnya telah kembali seperti semula.
iblis itu menyemburkan cairan berwarna hitam dari kedua mata nya tapi untung nya mereka berdua berhasil menghindarinya.
Tidak di sangaka tembok yang terkena cairan aneh itu menjadi meleleh seperti lilin yang terbakar.
Bukan hanya itu beberapa hewan kecil seperti tikus ikut melepuh.
"Kita harus cepat melepaskan topeng itu"
Ujar yujin yang terlihat tegang.
"Kalau begitu aku akan mencabut jiwanya, sebelum itu kita harus melumpuhkannya dulu" jawab yujin.
Kemudian Mereka pun berpencar, sama seperti sebelumnya yujin kembali menempelkan kertas peledaknya
Ketika semua kertasnya sudah siap, iya pun meledakkan semua kertas tersebut
"sekagang!!"
Teriak yukin
"Teknik penakluk iblis!! Tebasan permukaan air!!" teriak Mitsuki yang berhasil memotong setengah tubuh iblis itu
Mekis begitu mereka harus segera mencabut jiwa iblis itu dalam waktu lima belas detik setelah itu tubuhnya akan kembali pulih.
Bergegas yujin berlari dan berdiri di depan iblis itu, terlihat di telapak tangannya sebuah simbol aneh.
"Teknik aura siluman!! Telapak dewa kematian" lalu melemparkan telapak tangannya di kepala iblis itu.
Perlahan yujin menarik tangannya meski terlihat kesusahan, terlihat jiwa iblis itu yang perlahan tertarik keluar.
Sementara itu Mitsuki membantu untuk memperlambat penyembuhan iblis itu dengan cara memotong-motong tubuhnya.
"Ayolah keluar!!!" teriak yujin yang sekuat tenaga menarik jiwa iblis itu.
Karena yujin tidak kuat menariknya sendiri, Mitsuki pun membantu yujin untuk menarik jiwa iblis itu.
Sampai di detik-detik terakhir, jiwanua berhasil di tarik keluar dan bergegas Mitsuki pun menebas jiwa itu.
Benar saja topengnya terlepas dengan sendiri lalu menghilang kembali kepada pemiliknya.
.......................
"Sayang sekali"
Ujar sosok misterius itu setelah mendapatkan topengnya kembali.
......................
"Akhirnya, mari pulang" ucap Mitsuki yang berjalan mendahului yujin.
Saat itu juga video yang orang itu rekam langsung iya unggah ke media sosial.
Dalam hitungan jam video itu langsung vilar dan banyak akun-akun seperti YouTube, instagram, dan Facebook yang mengunggahnya kembali, Bahkan beberapa siaran TV juga ada yang membahasnya...
Sesampainya di rumah, Mitsuki Lalu melepaskan topeng yang ia pakai dan baju itu menghilang dengan cara terbakar oleh api.
Juga pedangnya kembali menjadi sebuah kalung lalu ia pun memakainya.
Dengan wajah yang masih mengantuk Mitsuki berjalan menaiki tangga dengan di ikuti yujin dalam sebntuk ruabahnya.
Bergegas ia langsung berbaring dan pergi tidur, sementara yujin keluar melalui jendela kamar dan duduk atap rumah sambil memandangi bulan. .......
pagi pun tiba dan saat itu yujin telah bangun, mencium aroma yang sang enak iya langsung bangun dan berjala keluar kama.
dengan mata yang setengah terbuka iya berjalan menuruni tangga ke lantai bawah.
"Baiklah, saatnya sarapan!"
Ujar yujin yang duduk di meja makan dengan wajah yang masih kusut dan rambut yang berantakan.
Ketika ia akan mulai sarapan, tiba-tiba Mitsuki mengambil sarapan yujin dan bertaka.
"Cuci muka mu dulu dan sika gigimu baru boleh sarapan" ucap Mitsuki yang mengambil sarapan yujin
"Astaga"
Jawab yujin lalu pergi ke kamar mandi.
Dan Kembali wajahnya kembali terluhta lebih baik dari sebelumnya, meski rambutnya masih berantakan.
Mitsuki yang duduk di depannya melihat yujin yang sedang sarapan pun menanyakan sesuatu.
"yujin! Aku ingin menanyakan sesuatu"
Ujar Mitsuki dengan wajah yang serius.
"Yah, apa katakanlah"
Jawab yujin dengan mulut yang penuh makanan.
"Apa yang aku lakukan ini benar atau salah?" tanya Mitsuki kepada yujin.
Mendengar itu, yujin pun berhenti makan dan mulai terlihat serius menanggapi pertanyaan dari Mitsuki
"Benar atau salah tergantung pada sudut pandang tuan, aku tidak memaksamu untuk melakukan semua ini, awalnya aku juga tidak ingin melakukannya" jawab yujin.
"Tapi pada suatu hari"
Flashback....
semua keluarga ku terbunuh oleh para iblis, saat itu aku tidak dapat melakukan apapun karena umurku masih lima puluh tahun atau dalam dunia manusia aku masih berumur tiga tahun.
selain menangis dan melihat keluarga ku di bunuh satu-persatu begitu saja.
Teriakan dari keluarga ku yang terbunuh sampai sekarang masih terdengar begitu jelas di telinga ku.
Kukira waktu itu aku akan mati tapi kakek tua itu datang dan menyelanatkan ku, dia membawa ku dan merapat ku, sampai akhirnya kami membuat perjanjian.
Dan kini karena dia sudah tiada perjanjian kami pun udah selesai, dia sudah ku anggap seperti ayah, ibu, dan kakak ku sendiri .
And Flashback........
"Mungkin tuan masih mengira kalau apa yang tuan lakukan adalah hal yang konyol dan juga tak masuk akal, tapi suatu saat nanti, taun akan memetik hasil dari semua ini" lanjut yujin lalu melanjutkan sarapannya.
Sesaat kemudian telpon rumah berdering, Mitsuki pun berjalan dan menjawab orang yang menelpon ke rumah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Devina Febriyana
Episode 6.
👍14.
Komentar 1 s/d 14😀
2022-07-04
0
Devina Febriyana
sengakan(menyangka)🤔
2022-07-04
0
Devina Febriyana
buta(buat)
2022-07-04
0