Tidak lama kemudian ia pun bangun dan lubang di perutnha sudah tertutup melihat kemampuan.
regenerasi yang cepat membuat iblis itu semakin tertantang untuk membunuh Mitsuki.
"Di sini terlalu sempit"
Ucap yujin.
"Kalo begitu kita harus membawanya ke tempat terbuka"
Jawab Mitsuki setelag kembali berdiri.
"jika kau ingin membunuh ku makan kau harus mengejar ku"
Lanjut Mitsuki lalu berlari dengan cepat.
Meski sudah berlari kencang tapi iblis itu bisa mengejarnya. Dan hal itu membuat mereka berdua panik.
"Astaga!! Bagai mana ini? Dia hampir menyusul kita"
Ujat yujin
"Sekarang ubah ukuran tubuh mu menjadi besar"
Ujar Mitsuki yang berlari dengan wajah panik.
Kemudian yujin pun membuat ukuran tubuhnya menjadi besar dan Mitsuki pun melompat naik ke atas yujin.
Sedangkan sang iblis sudah berada tepat di belakang mereka berdua.
"Sekarang bawa dia ke hutan pinggir kota dan ambil jalan yang sepi"
Ujar Mitsuki.
Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di dalam hutan pinggir kota.
Ketika Mitsuki turun, ukuran tubuh yujin kembali normal tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa karena sudah sangat kelelahan.
Tapi anehnya iblis itu masih belum terlihat, Dengan penuh waspada Mitsuki terus melihat ke sekelilingnya.
Tidak lama kemudian duplikat dari iblis itu pun melompat dari atas pohon ke arah mereka dengan mengarahkan sebuah tombak.
Sontak Mitsuki pun menarik ekor yujin lalu menghindari serangan itu.
"Ini gawat jika terus seperti ini maka semuanya akan berakhir"
Ujar Mitsuki sambil memikirkan cara untuk mengalahkan iblis itu.
Tak banyak yang bisa Mitsuki lakukan ia hanya bisa terus-menerus menghindari setiap serangan dari iblis itu.
Beberapa dari serangan itu ada yang mengenainya sampai dari arah depan dan belakang duplikat iblis tersebut
Menyerang secara bersamaan untungnya ia bisa menghindari serangan yang datang dari arah depan .
Sedangkan serangan dari arah belakang berhasil memutuskan lengan sebelah kirinya.
Dan darah pun terus menetes sampai tangan kiri Mitsuki, tumbuh kembali seperti semula.
Tidak lama kemudian yujin pun bangun dan melihat situasi mereka sedang terdesak,
"Semangat!! Aku mau pingsan dulu" ucap yujin lalu menutup kedua matanya tidak tau pingsan atau cumns pura-pura aja.
"Ayolah!! Pasti ada kelemahan tapi apa?" batin Mitsuki yang bertanya pada dirinya sendiri.
Beberapa saat kemudian sebuah jawaban muncul di otaknya.
"Yujin cepat semburkan api mu"
Ucap Mitsuki tapi yujin tidak meresponnya.
"Tapi hutan ini akan terbakar"
Jawab yujin
"Tidak akan asalkan apinya tidak terlaku besar"
"Baiklah!!"
Jawab yujin kemudian menyemburkan api yang cukup besar
Dan memancarkan cahaya yang terak.
"Baiklah Sekarang!!"
Ujar Mitsuki lalu berlari ke arah iblis itu sambil menggores telapak tangannya dengan pedang.
Seketika pedang yang di lumuri dengan darah itu mengeluarkan auranya, dan membuat iblis itu hanya bisa terdiam melihat aura yang melebihi kemampuannya.
Dan akhirnya Mitsuki berhasil menemukan iblis yang asli.
"Akhirnya aku menemukanmu!!"
Ujar Mitsuki lalu tampa basa-basi mengayunkan pedangnya.
Tapi iblis itu dapat menghindarnya, kali ini Mitsuki yang mengejar, iblis itu meski dirinya terus di halangi oleh duplikat dari iblis tersebut.
Karena lengah leher iblis itu pun berhasil di penggal oleh Mitsuki, meski dirinya berlumuran darah karena harus melawan duplikat iblis itu lebih dulu.
"bagai mana kau tau yang asli?"
Tanya iblis itu dengan kepala yang perlahan menghilang.
"Karena teknik menggandakan diri memiliki satu kelemahan !yaitu setiap duplikat yang di buat pasti tidak memiliki bayangan diri, tapi hanya sang pengguna yang memiliki bayangan"
Jawab Mitsuki yang berdiri di dekat kepala iblis itu.
"Kau cukup cerdik untuk seukuran manusia seperti mu"
Ucap iblis itu lalu kepalanya berubah menjadi abu.
Setelah kekalahan iblis itu suara tepuk tangan terdengar begitu jelas.
Dan ternyata itu adalah Ghoul yang berdiri di atas dahan pohon sambil bertepuk tangan.
"Pertunjukan malam ini sangat luar biasa! aku sangat terhibur lain kali tunjukkan kepada ku, apa saja yang bisa kua lakukan"
Ujar Ghoul lalu menghilang.
Setelah semuanya selesai Mitsuki melepas topengnya dan kembali pulang.
Ketika mereka berdua berjalan di tempat pelacur tadi sudah banyak wartawan dan polis di tempat itu.
Tidak lama kemudian beberapa mobil ambulance datang dan para polisi pun keluar dengan membawa semua mayat dan di bawa ke rumah sakit untuk kepentingan otopsi.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka berdua tida di rumah,
bergegas Mitsuki langsung pergi ke kamar untuk melihat Marika.
Dan terlihat Marika yang sedang tertidur pulas dengan wajah imutnya.
Lalu Mitsuki pun kembali ke kamarnya kemudian ia pun tidur bersama yujin.
Ketika semuanya sudah tertidur. Di luar rumah terlihat seseorang yang berdiri di depan rumah.
Dan ternyata orang itu adalah orang yang pernah bertemu dengan yujin.
Tidak lama kemudian ibu Mitsuki pun pulang dari urusan bisnisnya. Ketika ia melihat ada seorang pria yang berdiri di depan rumahnya ia pun
Menjadi curiga.
"Permisi"
Ucap ibu yang di dekat pintu.
"Selamat malam nyonya"
Jawab pria itu setelag mendengar suara ibu.
"Maaf ada anda ini siapa?"
Tanya ibu dengan wajah penuh curiga.
"Oh!! Tidak saya hanya pejalan kaki biasa, maaf jika mengganggu malam anda, selamat malam!"
Jawab pria itu lalu pergi.
Dengan wajah kebingungan ibu masuk ke dalam rumah.
Keesokan paginya saat Mitsuki terbangun dari tidurnya dan akan bersiap untuk pergi sekolah sepucuk surat terlihat di atas meja.
Dan saat di baca suara itu berisikan
"Maaf ibu buru-buru jadi tidak sempat untuk memberitahu dan tolong jaga Marika dengan baik"
Dengan wajah datar Mitsuki berjalan menuju kamar mandi dengan membuang suratnga ke lantai.
Tidak lama kemudian ia pun selesai mandi dan terdengar suara Marika yang terus memanggil-manggil namanya.
Meski ia masih memakai handuk, Mitsuki tetap datang untuk adiknya dan membawa Marika ke kamarnya untuk memakai baju.
Setelah selesai mereka berdua pun turun ke bawah untuk sarapan. Ketika sampai di bawah terlihat yujin yang sudah duduk di sofa dengan wajah masih mengantuk.
"Tunggu sebentar yah"
Ujar Mitsuki lalu menurunkan Marika di dekat yujin.
Kemudian Mitsuki pun pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
Dengan mengunakan apron berwarna pink dan di hiasi gambar wajah anjing.
Beberapa menit kemudian sarapanpun akhirnya siap,
Mitsuki pun kembali lalu membawa Marika ke meja makan dengan di ikuti yujin.
Tapi terlihat Mitsuki tidak sedikit pun memasukkan makanan ke dalam mulutnya ia hanya sibuk menyuapi Marika.
Sampai akhirnya mereka dan yujin selesai makan. Karena waktu tersisa 20 menit sampai gerbang sekolah tertutup.
Mitsuki pun bergegas membersihkan meja makan, lalu pergi ke kamarnya dan kembali setelah mengambil tasnya.
"Marika! aku akan pergi dulu nanti kita main oke"
Ujar Mitsuki dengan senyum tipis.
"Jaga marika, jangan sampai dia kenapa-napa jika tidak, jatah sushi Inari malam ini akan ku tarik" ucap Mitsuki kepada yujin.
Kemudian ia pun bergegas berangkat ke sekolah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
angin putingbeliau
kasihan authornya udah cape² nulis yang baca cuman dikit sabar yah thor
2022-12-18
0