"Ayah ku sedang ada di luar"
Jawab katsugi lalu pergi mengambil cemilan
"Ku pikir keluarga mu sudah menjual rumah ini"
Ujar Mitsuki setelah duduk.
"Mana mungkin rumah ini penuh kenangan kita, saat kecil dan juga tentang ibu ku"
Jawab katsugi setelah mengambil cemilan lalu memberikan potongan ikan itu kepada yujin.
"Sejak kapan kau punya rubah?"
Lanjut katsugi yang bertanya kepada Mitsuki.
"Aku mengadopsinya" jawab Mitsuki
Tidak lama kemudian ayah katsugi datang dengan membawa belanjaan di kiri dan kanan tangannya.
"Halo paman"
Ujar Mitsuki dan kanami yang berdiri dari sofa.
"Ayah pulang eh rupanya ada, Mitsuki dan...~~"
Jawab paman arikawa tapi terhenti karena iya lupa nama kanami.
"Ayumi"
Ujar kataugi.
"Yah Ayumi, Untuk apa kalian berdiri cepat duduk"
Ujar sang paman yang menyuruh mereka berdua duduk.
Ketika itu banyak hal yang mereka bertiga bicarakan sampai ayah katsugi mengajak Mitsuki dan kanami makan bersama.
Selama makan beberapa candaan di katakan ayah katsugi dan gelak tawa terdengar dari mereka bertiga.
Beberapa aib katsugi di katakan oleh sanga ayah beberapa di antaranya adalah kalau katsugi sering membuka bajunya saat tidur denga alasan panas .
Dan juga katsugi punya banyak koleksi si buku komit hen... Tapi mulut sang ayah langsung di tutup oleh katsugi.
Ayumi terluhya terkejut dengan semua aib katsugi tapi Mitsuki terlihat biasa saja karena dia sudah mengetahui semua aib katsugi dari yang paling konyol sampai paling buruk.
Sesudah makan, Mitsuki dan kanami pamit untuk pulang karena hari sudah sore.
Ketika sampai di dalam rumah, Marika datang menghampiri Mitsuki, Lalu ia pun mengendong adiknya itu.
Terlihat sang ibu sedang sibuk membicarakan masalah pekerjaan di telepon.
Dengan tatapan seperti tak peduli ia kembali berjalan menaiki setiap anak tangga menuju kamar.
Setelah di dalam kamar terlihat Mitsuki seperti sedang memikirkan sesuatu dengan mata yang terus memperhatikan Marika
Yang sedang bermain bersama yujin.
"Jika Marika akan tinggal bersama ku, saat sekolah aku harus membawanya? Tidak-tidak apa lebih baik aku titipkan saja ke pada paman Izumi tapi aku takut merepotkannya"
Batin Mitsuki.
Dan lamunan nya pun berakhir karena Marika tiba-tiba menarik tangannya sambil berkata.
"Mitsuki aku lapar"
Ucap Marika sambil menarik tangan Mitsuki.
Mendengar adiknya yang lapar, Mitsuki pun pergi ke dapur untuk mengambil makanan.
Tapi tidak ada makanan di meja makan, yang ada hanyalah sebuah surat yang tergeletak di atas meja makan, lalu ia pun membaca isi surat itu
"Jika kamu lapar ibu sudah menyiapkan bahan-bahan nya di kulkas jadi kamu tinggal memasaknya, dan saat ini ibu sedang ada janji dengan rekan bisnis"
Setelah membaca surat itu, Mitsuki pun meremasnya lalu membuang surat tersebut ke tempat sampah.
Dengan wajah datar seperti tak peduli ia mengambil setiap bahan yang di butuhkan dan Mitsuki pun mulai memasak.
tampa di sadari Marika pergi entah kemana dan kembali dengan membawa gendongan bayi.
Dengan wajah polos ia sedikit menarik celana Mitsuki.
Lalu Mitsuki pun berbalik dan melihat wajah anak polos yang menyodorkan gendongan bayi.
"Gendong"
Ucap Marika sambil terus-menerus menyodorkan gendongan itu.
"yang benar saja kamu itu sudah besar untuk apa memaki ini lagi"
Jawab Mitsuki yang jongkok di depannya.
Mendengar penolakan dari kakaknya itu membuat Marika menjadi sedih dan akan menangis.
"Astaga!! Jangan menangis! Baik-baiklah kemarilah"
Jawab Mitsuki lalu menggendong Marika di depan.
Selama memasak, marika terlihat senang tapi saat beberapa bumbum di goreng, Mitsuki harus menghalangi Marika dengan tangannya agar minyak panas itu tidak mengenainya.
Setelah itu Mitsuki pun mulai memotong beberapa bawang menjadi ukuran kecil.
Ketika memotong beberapa bawang, Marika beberapa kali mengusap matanya karena merasa pedih
"Pedih yah? Apa mau turun saja?"
Tanya Mitsuki yang melihat Marika kepedihan.
Tapi Marika tidak menjawabnya ia hanya memeluk Mitsuki dengan erat.
Beberapa menit kemudian akhirnya Mitsuki selesai memasak. Lalu ia pun mendudukkan yataro di kursi.
"Tunggu aku akan mengambil air"
Ujar Mitsuki setelah memberikan Marika makanannya.
"Mitsuki"
Sahut Marika yang menyodorkan sendok.
"Seharian ini kau sangat merepotkan"
Jawab Mitsuki lalu menyuapi Marika makan.
Setelah selesai makan. Marika kembali meminta sesuatu yaitu.
"Mitsuki!! Aku ingin es krim"
"Ini sudah sore" jawab Mitsuki
"aaa~~ aku mau eskrim" Ucap Marika
"Baik-baik kita akan pergi membeli es krim. nah ayo jalan"
"Gendong" ucap Marika.
"Hadeh"
Dengan pasrah Mitsuki pun menggendong yataro berjalan akan keluar, Saat ia di ruang tamu terlihat yujin yang sedang tertidur di sofa.
"Dasar tukang tidur"
Ujar Mitsuki lalu pergi ke luar untuk membeli es krim.
Sepanjang jalan banyak orang yang memperhatikan mereka. Tapi bukan yataro yang mereka perhatian.
Akan tetapi.
"Astaga di lucu sekali, berapa umurnya?"
Tanya seorang kakak perempuan dengan mencubit wajah Mitsuki.
"eng.... Anu.. Apa kalian, bisa berhenti mencubit ku"
Jawab Mitsuki yang terlihat begitu gugup.
"Wajahnya makin lucu saat gugup" sahut seorang perempuan.
Tidak lama kemudian beberapa perempuan lain datang dan melakukan hal yang sama.
Melihat kakaknya yang di goda banyak perempuan, marika hanya bisa tertawa melihat itu.
"Apa yang harus ku lakukan"
Batin Mitsuki.
Di saat yang sangat tepat Ayumi kebetulan lewat dan ia pun langsung menyalip para perempuan itu lalu mengatakan hal yang sangat mengejutkan.
"Stop!! Apa Yang kalian lakukan dengan suami ku"
Ujar Ayumi dengan menggenggam tangan Mitsuki dengan erat.
Sontak semua orang terdiam dengan memasang wajah kaget. Mendengar itu seketika pipi Mitsuki menjadi merah.
Lalu Ayumi melihat ke arah Mitsuki dan mengedipkan sebelah mata.
Dan kata yang sangat sulit di ucapkan keluar dari mulut Mitsuki.
"Ya-yah... Dia adalah is-is-tri ki"
Jawab Mitsuki dengan terbata-bata.
"Astaga!! Anak zaman sekarang memang tidak sabaran, dan bagai mana dengan bulan madu kalian apa semua lancar?"
Ujar salah satu dari perempuan itu lalu bertanya.
"Itu masalah privasi, minggir kami ada urusan"
Jawab Ayumi lalu menerobos para perempuan itu
"Semoga malam nanti kalian bersenang-senang!!"
Teriak para perempuan itu.
Dengan pipi merah mereka berdua terus berjalan sampai akhirnya mereka sudah menjauhi para wanita stres itu.
"Aku tidak menyangka para tante itu bisa terpikat oleh mu padahal di sekolah para anak perempuan tidak sebegitu hebohnya saat bertemu dengan mu"
Ujar Ayumi dengan kaki yang berjalan normal.
"Tapi terimakasih sudah membantuku"
Jawab Mitsuki.
"Mitsuki, es krim"
Sahut Marika yang terus menunjukkan ke arah toko es krim.
"Halo!! Salam kenal nama kakak Ayumi namamu siapa?"
Ujar Ayumi yang memperkenalkan diri.
Tapi Marika menjawab dengan hal yang tidak terduga.
"Marika!"
Jawab Marika dengan meletakkan telapak kaki di wajah Marika.
"nama bagus, baiklah aku pergi dulu " Ucap Ayumi lalu pergi dengan cepat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments