Episode 8

"Ayah ku sedang ada di luar"

Jawab katsugi lalu pergi mengambil cemilan

"Ku pikir keluarga mu sudah menjual rumah ini"

Ujar Mitsuki setelah duduk.

"Mana mungkin rumah ini penuh kenangan kita, saat kecil dan juga tentang ibu ku"

Jawab katsugi setelah mengambil cemilan lalu memberikan potongan ikan itu kepada yujin.

"Sejak kapan kau punya rubah?"

Lanjut katsugi yang bertanya kepada Mitsuki.

"Aku mengadopsinya" jawab Mitsuki 

Tidak lama kemudian ayah katsugi datang dengan membawa belanjaan di kiri dan kanan tangannya.

"Halo paman"

Ujar Mitsuki dan kanami yang berdiri dari sofa.

"Ayah pulang eh rupanya ada, Mitsuki dan...~~"

Jawab paman arikawa tapi terhenti karena iya lupa nama kanami.

"Ayumi"

Ujar kataugi.

"Yah Ayumi, Untuk apa kalian berdiri cepat duduk"

Ujar sang paman yang menyuruh mereka berdua duduk.

Ketika itu banyak hal yang mereka bertiga bicarakan sampai ayah katsugi mengajak Mitsuki dan kanami makan bersama.

Selama makan beberapa candaan di katakan ayah katsugi dan gelak tawa terdengar dari mereka bertiga.

Beberapa aib katsugi di katakan oleh sanga ayah beberapa di antaranya adalah kalau katsugi sering membuka bajunya saat tidur denga alasan panas .

Dan juga katsugi punya banyak koleksi si buku komit hen... Tapi mulut sang ayah langsung di tutup oleh katsugi.

Ayumi terluhya terkejut dengan semua aib katsugi tapi Mitsuki terlihat biasa saja karena dia sudah mengetahui semua aib katsugi dari yang paling konyol sampai paling buruk.

Sesudah makan, Mitsuki dan kanami pamit untuk pulang karena hari sudah sore.

Ketika sampai di dalam rumah, Marika  datang menghampiri Mitsuki, Lalu ia pun mengendong adiknya itu.

Terlihat sang ibu sedang sibuk membicarakan masalah pekerjaan di telepon.

Dengan tatapan seperti tak peduli ia kembali berjalan menaiki setiap anak tangga menuju kamar.

Setelah di dalam kamar terlihat Mitsuki seperti sedang memikirkan sesuatu dengan mata yang terus memperhatikan Marika

Yang sedang bermain bersama yujin.

"Jika Marika akan tinggal bersama ku,  saat sekolah aku harus membawanya? Tidak-tidak apa lebih baik aku titipkan saja ke pada paman Izumi tapi aku takut merepotkannya"

Batin Mitsuki.

Dan lamunan nya pun berakhir karena Marika tiba-tiba menarik tangannya sambil berkata.

"Mitsuki aku lapar"

Ucap Marika  sambil menarik tangan Mitsuki.

Mendengar adiknya yang lapar, Mitsuki pun pergi ke dapur untuk mengambil makanan.

Tapi tidak ada makanan di meja makan,  yang ada hanyalah sebuah surat yang tergeletak di atas meja makan,  lalu ia pun membaca isi surat itu

"Jika kamu lapar ibu sudah menyiapkan bahan-bahan nya di kulkas jadi kamu tinggal memasaknya, dan saat ini ibu sedang ada janji dengan rekan bisnis"

Setelah membaca surat itu, Mitsuki pun meremasnya lalu membuang surat tersebut ke tempat sampah.

Dengan wajah datar seperti tak peduli ia mengambil setiap bahan yang di butuhkan dan Mitsuki pun mulai memasak.

tampa di sadari Marika pergi entah kemana dan kembali dengan membawa gendongan bayi.

Dengan wajah polos ia sedikit menarik celana Mitsuki.

Lalu Mitsuki pun berbalik dan melihat wajah anak polos yang menyodorkan gendongan bayi.

"Gendong"

Ucap Marika sambil terus-menerus menyodorkan gendongan itu.

"yang benar saja kamu itu sudah besar untuk apa memaki ini lagi"

Jawab Mitsuki yang jongkok di depannya.

Mendengar penolakan dari kakaknya itu membuat Marika menjadi sedih dan akan menangis.

"Astaga!! Jangan menangis! Baik-baiklah kemarilah"

Jawab Mitsuki lalu menggendong Marika di depan.

Selama memasak, marika terlihat senang tapi saat beberapa bumbum di goreng, Mitsuki harus menghalangi Marika dengan tangannya agar minyak panas itu tidak mengenainya.

Setelah itu Mitsuki pun mulai memotong beberapa bawang menjadi ukuran kecil.

Ketika memotong beberapa bawang, Marika beberapa kali mengusap matanya karena merasa pedih

"Pedih yah? Apa mau turun saja?"

Tanya Mitsuki yang melihat Marika  kepedihan.

Tapi Marika  tidak menjawabnya ia hanya memeluk Mitsuki dengan erat.

Beberapa menit kemudian akhirnya Mitsuki selesai memasak. Lalu ia pun mendudukkan yataro di kursi.

"Tunggu aku akan mengambil air"

Ujar Mitsuki setelah memberikan Marika makanannya.

"Mitsuki"

Sahut Marika yang menyodorkan sendok.

"Seharian ini kau sangat merepotkan"

Jawab Mitsuki lalu menyuapi Marika makan.

Setelah selesai makan. Marika kembali meminta sesuatu yaitu.

"Mitsuki!! Aku ingin es krim"

"Ini sudah sore" jawab Mitsuki

"aaa~~ aku mau eskrim" Ucap Marika

"Baik-baik kita akan pergi membeli es krim. nah ayo jalan"

"Gendong" ucap Marika.

"Hadeh"

Dengan pasrah Mitsuki pun menggendong yataro berjalan akan keluar, Saat ia di ruang tamu terlihat yujin yang sedang tertidur di sofa.

"Dasar tukang tidur"

Ujar Mitsuki lalu pergi ke luar untuk membeli es krim.

Sepanjang jalan banyak orang yang memperhatikan mereka. Tapi bukan yataro yang mereka perhatian.

Akan tetapi.

"Astaga di lucu sekali, berapa umurnya?"

Tanya seorang kakak perempuan  dengan mencubit wajah Mitsuki.

"eng.... Anu.. Apa kalian, bisa berhenti mencubit ku"

Jawab Mitsuki yang terlihat begitu gugup.

"Wajahnya makin lucu saat gugup" sahut seorang perempuan.

Tidak lama kemudian beberapa perempuan lain datang dan melakukan hal yang sama.

Melihat kakaknya yang di goda banyak perempuan, marika hanya bisa tertawa melihat itu.

"Apa yang harus ku lakukan"

Batin Mitsuki.

Di saat yang sangat tepat Ayumi kebetulan lewat dan ia pun langsung menyalip para perempuan itu lalu mengatakan hal yang sangat mengejutkan.

"Stop!! Apa Yang kalian lakukan dengan suami ku"

Ujar Ayumi dengan menggenggam tangan Mitsuki dengan erat.

Sontak semua orang terdiam dengan memasang wajah kaget. Mendengar itu seketika pipi Mitsuki menjadi merah.

Lalu Ayumi melihat ke arah Mitsuki dan mengedipkan sebelah mata.

Dan kata yang sangat sulit di ucapkan keluar dari mulut Mitsuki.

"Ya-yah... Dia adalah is-is-tri ki"

Jawab Mitsuki dengan terbata-bata.

"Astaga!! Anak zaman sekarang memang tidak sabaran, dan bagai mana dengan bulan madu kalian apa semua lancar?"

Ujar salah satu dari perempuan itu lalu bertanya.

"Itu masalah privasi, minggir kami ada urusan"

Jawab Ayumi lalu menerobos para perempuan itu

"Semoga malam nanti kalian bersenang-senang!!"

Teriak para perempuan itu.

Dengan pipi merah mereka berdua terus berjalan sampai akhirnya mereka sudah menjauhi para wanita stres itu.

"Aku tidak menyangka para tante itu bisa terpikat oleh mu padahal di sekolah para anak perempuan tidak sebegitu hebohnya saat bertemu dengan mu"

Ujar Ayumi dengan kaki yang berjalan normal.

"Tapi terimakasih sudah membantuku"

Jawab Mitsuki.

"Mitsuki, es krim"

Sahut Marika yang terus menunjukkan ke arah toko es krim.

"Halo!! Salam kenal nama kakak Ayumi namamu siapa?"

Ujar Ayumi yang memperkenalkan diri.

Tapi Marika menjawab dengan hal yang tidak terduga.

"Marika!"

Jawab Marika dengan meletakkan telapak kaki di wajah Marika. 

"nama bagus, baiklah aku pergi dulu "  Ucap Ayumi lalu pergi dengan cepat.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83 : The Mugen dimensi
84 pengumuman Hiatus
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83 : The Mugen dimensi
84
pengumuman Hiatus

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!