“Apa aku akan tinggal di tempat ini?” tanya Jennie begitu dia sampai di mansion milik Zou Chen, yang jauh lebih besar dari kediaman keluarga Ling.
“Bukan hanya tinggal, tapi kamu akan menjadi Nyonya di tempat ini, tentunya setelah kita meresmikan hubungan,” jawab Zou Chen dengan menunjukkan senyuman di wajahnya.
“Apa kamu yakin dengan itu? Kamu sudah tahu kehidupan yang aku jalani setelah kematian orangtuaku. Aku bukan wanita bersih,” ujar Jennie kembali menundukkan kepalanya.
“Apa yang sudah terjadi hanyalah sebuah kenangan, dan jangan mengungkitnya lagi!” balas Zou Chen dengan tangan kanan memeluk pinggang Jenni.
“Impianku sejak bertemu denganmu, adalah menjadi pendamping hidupmu. Namun, sejak aku memasuki dunia mereka, impian itu terasa tidak layak untuk di kejar, apalagi setelah melihatmu yang sekarang. Aku merasa semakin tidak layak untuk menjadi pendamping hidupmu.”
Jenni masih menundukkan kepalanya, tapi dengan lembut Zou Chen memegang dagu wanita itu, dan perlahan mengangkat wajahnya. Dengan wajah merahnya, Jenni terlihat malu-malu saat wajahnya begitu dekat dengan pria di hadapannya.
“Apa aku perlu membuktikannya saat ini juga kalau kamu sangat pantas menjadi pendamping hidupku? Kalau itu kemauan mu, sekarang juga kita menikah,” ungkap Zou Chen yang tanpa ragu mengatakan sebuah pernikahan.
Jenni yang mendengar itu, tiba-tiba saja di memeluk erat tubuh Zou Chen, kemudian dia berkata. “Kalau itu yang menjadi keputusanmu, aku akan bekerja keras supaya menjadi wanita terbaik, yang pantas berada di sisimu.”
“Kamu tidak perlu bekerja keras! Bagiku, kamu adalah wanita terbaik yang ditakdirkan menjadi milikku,” ujar Zou Chen.
Senyuman terlihat di wajah Jenni, walau air mata kembali mengalir ke luar, dari tiap sudut kedua matanya. Namun, air mata itu adalah air mata kebahagiaan.
Zou Chen dengan lembut melepaskan pelukan Jenni, karena dari kejauhan ada banyak anak kecil yang sedang melihat kearahnya.
“Bagaimana kalau malam ini kita menghabiskan waktu bersama? Walau aku masih muda, aku punya sesuatu yang mungkin dapat membuatmu ketagihan setelah merasakannya,” bisik Zou Chen di dekat telinga Jenni.
Nafas hangat Zou Chen saat berbisik, membuat tubuh Jenni bergetar, dan dia merasa ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekedar pelukan.
“Apa kamu ingin melakukan itu malam ini?” Jenni merasa belum siap kalau harus melakukan itu malam ini juga.
“Kalau kamu juga menginginkannya, dengan senang hati aku akan melakukannya. Namun, sebaiknya lebih dulu kita meresmikan hubungan. Setidaknya aku ingin memilikimu saat kita menjadi pasangan resmi di mata hukum negara ini,” ujar Zou Chen dengan senyuman manis di wajahnya.
Zou Chen kembali memeluk Jenni, kemudian mereka melangkah menuju pintu masuk mansion, dimana sudah banyak orang yang menanti kedatangan mereka.
Jenni masih tersipu malu saat jalan bersebelahan dengan Zou Chen, apalagi tangan pria itu melingkar di perut ramping nya.
Sekilas Jenni memandang Zou Chen, dan di waktu yang sama pria itu juga sedang memandang ke arahnya. Senyuman manis terlihat di wajah Jenni, saat dia tahu Zou Chen sedang memandangnya.
Tanpa keduanya sadari, mereka telah sampai di pintu masuk mansion, dan ada delapan anak kecil yang memberikan tatapan menyelidik kearah keduanya.
“Kakak Chen, siapa wanita cantik ini? Apa dia kakak ipar kami? Lalu mereka saudara ipar kami,” tanya Ye Anna yang berdiri tepat di hadapan Zou Chen dengan menunjukkan wajah imut, yang membuat semua orang gemas hanya dengan melihatnya.
“Ahhh iya, adik kakak yang imut, panggil dia Kakak Jenni, calon kakak ipar untuk kamu dan yang lainnya,” jawab Zou Chen sambil mendekap tubuh Ye Anna kedalam gendongannya.
“Yeee, setelah punya Kakak Chen, sekarang aku punya Kakak cantik,” seru Ye Anna yang senang dengan kehadiran Jenni.
Jenni tersenyum lembut melihat kebahagiaan gadis kecil di gendongan Zou Chen. Dia tidak menyangka, dapat sambutan baik dari semua orang di mansion mewah milik pria yang sangat dia cintai.
Sementara Zou Chen, dia senang melihat Jenni yang sudah mulai sering tersenyum di bandingkan hari-hari biasa saat di universitas.
Zou Gao membawa ketiga adik Jenni menuju kamar mereka, yang bersebelahan dengan kamar lima adik Zou Chen. Kedelapan anak itu baru bertemu, tapi mereka sudah sangat akrab, dan bisa langsung bermain bersama.
“Kamu akan berada di satu kamar yang sama denganku! Tidak ada penolakan, dan tugasmu setiap pagi adalah melayani semua keperluanku!” ujar Zou Chen yang membawa barang-barang wanita itu langsung menuju kamarnya.
“Sekarang ini adalah kamar kita, dan mulai malam ini kita akan tidur di atas ranjang yang sama.” Zou Chen berjalan menghampiri Jenni yang mematung di depan pintu kamar, setelah dia meletakkan tas yang berisi barang-barang milik wanita itu.
Jenni masih terkagum-kagum dengan kemewahan kamar Zou Chen yang merupakan kamar utama mansion. Dalam mimpi sekalipun, dia tidak pernah memimpikan bisa tidur di kamar mewah bersama pria yang dia cintai.
“Kenapa kamu masih diam di sini? Apa kamu tidak senang dengan dekorasi sederhana di kamar kita? Kalau itu masalahnya, aku akan menyuruh pelayanan menggantinya dengan yang lebih mewah,” ujar Zou Chen yang sudah berdiri di hadapan Jenni.
“Itu tidak perlu! Kamar ini sangat mewah, bahkan aku merasa kamar ini terlalu mewah untukku,” ungkap Jenni yang sudah cukup lama tidak mengenal apa yang namanya kemewahan.
“Begini saja, bagaimana kalau besok kamu menyuruh pelayan menata kamar ini sesuai keinginan kamu? Dengan begitu, aku yakin kamu akan merasa nyaman menghabiskan waktu malam bersamaku di kamar ini.” Zou Chen ingin membuat Jenni nyaman dengan lingkungan sekitarnya, supaya wanitanya melupakan apa yang sudah terjadi saat dia harus berjuang seorang diri untuk memberi kehidupan layak pada ketiga adiknya.
Jenni merasa tidak perlu melakukan itu, tapi memang ada beberapa bagian di kamar Zou Chen yang dia rasa perlu di ganti, terutama warna gorden cerah yang dapat mengganggu kenyamanan waktu tidur.
“Aku cuma ingin melakukan sedikit perubahan,” ujar Jenni sambil memandang wajah Zou Chen.
“Lakukan apa yang membuatmu senang,” balas Zou Chen.
“Tuan Muda, ada kabar baik dari Xavi dan Xavier,” ungkap Zou Gao yang yang baru mendapatkan kabar dari si kembar.
Terlihat senyum lebar di wajah Zou Chen, setelah mendengar itu. Dia tahu kabar baik apa yang dimaksud Zou Gao, dan itu masih berhubungan dengan tuan muda keluarga Bai.
Namun Zou Chen tidak ingin mendengar kabar baik seperti apa yang dimaksud Zou Chen, karena masih ada Jenni di dekatnya.
Zou Chen tidak ingin membuat Jenni kembali memikirkan pemuda yang tadi sempat mengganggunya, karena itu sebisa mungkin dia tidak ingin Jenni mengetahui kabar itu.
Prioritasnya saat ini adalah kebahagiaan Jenni, dan untuk yang lainnya akan dia selesaikan setelah keadaan wanitanya lebih baik dari saat ini.
°°°
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
fitriani
jenni ingat 1 hal penderitaan kamu telah berakhir y krn pangeran berkuda putih udah datang😅😅😅😅😅
2025-02-09
0
On fire
💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼
2024-09-01
2
On fire
👍👍👍
2024-09-01
0