Selesai mata kuliah jam pertama, Zou Chen tetap di kelas, menghabiskan jam istirahat bersama Ling Meilin. Kelima temannya tidak ada di kelas, mereka pergi ke kantin untuk mengisi perut.
Sementara itu di tempat lainnya, lima pria sedang menyusun rencana membalas perbuatan Zou Chen, dan mereka sepakat melakukannya diluar jam kuliah.
“Aku ingin salah satu tangannya patah, setidaknya itu cukup untuk mengobati kekesalanku. Namun, semakin senang kalau dapat melihat dia cacat,” ujar pria yang pernah mengganggu acara makan Zou Chen di kantin universitas.
“Kamu yakin mau membuatnya cacat? Bukannya itu sedikit kelewatan? Kita bisa tersandung hukum gara-gara melakukan hal bodoh itu.” Daren Long, tuan muda keluarga Long, langsung menolak keinginan salah satu temannya.
Dari kelimanya, Daren Long adalah yang terkuat. Mau tidak mau, empat orang lainnya harus mengikuti kemauannya.
“Aku hanya menyuruh mereka mematahkan satu tangan, dan satu kakinya. Kalau ingin lebih, kalian bisa melakukannya sendiri!” ujar Daren Long dengan ketegasan nya.
Keempatnya hanya bisa mengangguk setuju, kemudian mereka berlima pergi membubarkan diri.
°°°
Tiga jam berlalu dengan cepat.
Zou Chen yang baru sampai di mansion nya setelah menyelesaikan perkuliahan, kedatangannya disambut Zou Gao yang menyampaikan kabar baik padanya.
“Tuan Muda, renovasi gedung telah selesai, dan siap digunakan,” kabar baik yang disampaikan Zou Gao, pada Tuan Muda nya.
“Mereka ternyata masih mencintai kehidupannya, tapi tetap saja mereka sudah membuatku kesal, karena seharusnya itu sudah selesai saat kita sampai di kota ini,” ujar Zou Chen yang masih saja kesal, pada lambatnya proses renovasi.
“Karena keterlambatannya, mereka memberikan potongan biaya renovasi sebanyak sepuluh persen.”
“Cih ... apa mereka kira kita kekurangan uang? Bayar penuh seluruh biaya renovasi, tapi blacklist mereka dari daftar perusahaan yang dapat bekerjasama dengan kita,” seru Zou Chen dengan raut wajah kesal.
Zou Gao menganggukkan kepalanya, kemudian dia melakukan keinginan tuan muda nya. Dia tidak punya keinginan membantah keinginan tuan muda, yang sudah dia anggap seperti putranya sendiri.
“Paman, siapkan mobil! Malam ini aku ingin menikmati makan malam di luar,” kata Zou Chen, yang terdengar aneh di telinga Zou Gao.
Selama ini Zou Chen jarang makan di luar, sekalipun makan di luar, itu selalu berhubungan dengan pekerjaan. Jadi, wajar Zou Gao merasa aneh dengan yang baru dia dengar.
“Baik tuan muda, mobil segera siap,” balas Zou Gao.
Zou Chen pergi ke kamarnya berganti pakaian, sementara Zou Gao menyiapkan mobil untuknya.
“Apa sebenarnya yang terjadi dengan Tuan Muda? Biasanya dia tidak menyukai makanan di luar, tapi tiba-tiba saja ingin makan di luar.” Zou Gao dibuat bingung dengan kelakuan tuan muda nya.
Zou Gao mengabaikan kebingungan nya, kemudian dia segera menyiapkan mobil untuk Zou Chen.
“Apa tuan muda tidak ingin ditemani Xavi dan Xavier?” tanya Zou Gao saat Zou Chen sudah berada di belakang kemudi mobil, karena malam ini dia ingin pergi sendirian.
“Malam ini aku hanya ingin pergi sendirian.”
Zou Chen pun segera tancap gas meninggalkan mansion, setelah menjawab pertanyaan Zou Gao.
Setelah sampai di salah satu mall terbesar di Kota Beijing, Zou Chen memarkirkan mobilnya di basement, kemudian di pergi ke tempat yang menjadi tujuannya.
Dari jauh Zou Chen melihat Ling Meilin berteriak, sambil melambaikan tangan kearahnya. Beruntung keadaan mall tidak terlalu ramai, jadi tidak banyak yang memperhatikan kekonyolan Ling Meilin.
“Masih saja berisik seperti dulu!” ujar Zou Chen di depan Ling Meilin.
Ling Meilin terkekeh pelan mendengarnya, itu sudah menjadi kebiasaannya sejak dulu, dan dia merasa tidak perlu merubahnya. Lagian, selama ini juga tidak ada yang memprotes kebiasaannya, kecuali satu orang yang saat ini ada di depannya.
Melihat Zou Chen yang hanya diam di tempat setelah kedatangannya, Ling Meilin menarik lengannya, kemudian membawanya pergi ke salah satu restoran mewah di dalam malam.
“Apa kita makan malam di restoran ini?” tanya Zou Chen melihat restoran sushi yang dipenuhi cukup banyak pengunjung.
“Jangan bilang Kakak masih tidak menyukai olahan sushi?” ujar Ling Meilin yang pernah melihat kakaknya memuntahkan sushi.
“Aku tidak menyukainya, dan tidak akan pernah menyukainya!” balas Zou Chen, kemudian meminta Ling Meilin mencari restoran lainnya.
Bukannya mencari restoran lain, Ling Meilin tetap saja membawa Zou Chen kedalam restoran sushi, dan memenangkan beberapa jenis sushi untuknya.
“Tidak semua sushi menggunakan daging mentah, dan kakak harus mencicipi nya!” ujar Ling Meilin sambil tersenyum.
Makanan pesanan Ling Meilin sudah tersaji di atas meja. “Lihat! Ini jenis sushi yang menggunakan daging olahan, dan kakak pasti suka!”
“Aku tidak yakin!”
“Coba dulu baru kakak akan tau nikmatnya sepotong sushi!” Ling Meilin mengambil sepotong sushi dengan sumpit, kemudian menyuapkan ke mulut Zou Chen.
Zou Chen yang pasrah, mau tidak mau akhirnya dia memakan sushi di mulutnya, dan rasanya tidak seburuk memakan daging mentah. Setidaknya dia masih bisa memakan olahan sushi dengan daging setengah matang.
Selanjutnya Zou Chen memakan sendiri makanannya, begitu juga dengan Ling Meilin yang mulai menghabiskan semua pesanan makanannya.
Selesai menghabiskan makanannya, keduanya dikejutkan dengan kedatangan Daren Long dan Zhang Yu Xi.
“Adik Mei, lama tidak bertemu!” Zhang Yu Xi menyapa Ling Meilin.
“Tepatnya sudah tujuh tahun,” balas Ling Meilin acuh dengan keberadaan wanita cantik di depannya.
“Apa dia kekasihmu? Entah kenapa wajahnya mengingatkanku pada si buta!” Zhang Yu Xi memandang Zou Chen.
“Siapapun dia, itu bukan urusanmu!” ujar Ling Meilin yang suasana hatinya memburuk, setelah kedatangan dua orang di depannya.
“Sepertinya Adik Mei masih marah dengan pemutusan hubungan pertunangan, antara aku dan pria buta itu,” ujar Zhang Yu Xi, yang pandangannya terus tertuju pada Zou Chen.
Ling Meilin tersenyum mendengar itu, kemudian dia berkata. “Untuk apa juga aku marah, sedangkan tak lama lagi ada yang menyesali keputusannya?”
“Apa kamu kira pria buta itu dapat membuat Zhang Yu Xi menyesal, sedangkan ada aku yang telah menjadi tunangannya?” ujar Daren Long dengan senyum penuh kesombongan.
Daren Long dan Zhang Yu Xi bertunangan, tak lama setelah wanita itu memutuskan hubungan pertunangannya dengan Ling Chen. Tanpa mempedulikan nasib mantan tunangannya, dia justru menggelar pesta pertunangan dengan Daren Long.
“Kalau dia tunanganmu, tolong suruh dia menjaga pandangannya!”
“Bukannya tidak baik membiarkan tunanganmu, memandangi pria lain!” cibir Ling Meilin yang sadar kalau Zhang Yu Xi masih memandangi wajah kakaknya.
“Sayang, apa yang kamu lakukan?” tanya Daren Long memandang wajah tunangannya.
“A... Aku tidak melakukan apa-apa, justru pria itu yang terus menggodaku!” Zhang Yu Xi mencoba mengelak dari tudingan Ling Meilin.
“Bagaimana orang yang mengabaikan keberadaan mu, tiba-tiba kamu tuduh sedang menggoda dirimu? Dasar wanita aneh!”
Ling Meilin bangkit dari tempat duduknya, kemudian dia pergi ke tempat lain bersama Zou Chen yang berjalan di sebelahnya, meninggalkan dua orang pengganggu.
°°°
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
fitriani
pede bgt tuh org blg zou chen yg menggoda dy.... minat jg gak tuh zou chen sama org kyk lu😏😏😏😏😏
2025-02-08
0
On fire
💪🏼💪🏼
2024-09-01
0
On fire
👍👍
2024-09-01
0