Saat tahu wanita yang berpapasan dengannya adalah Jenni, wanita yang belum lama ini menjadi temannya, Zou Chen langsung saja menariknya ikut masuk keruangan Hanna, karena ada yang ingin dia tanyakan padanya.
Jennie yang lengannya dipegang erat Zou Chen, dia sama sekali tidak bisa memberontak, dan dengan menundukkan kepalanya dia ikut masuk keruangan Hanna.
“Kamu kenal dengannya? Atau kamu pernah menikmati kehangatan darinya?” Hanna menggoda Zou Chen sambil menyerahkan tisu pada Jennie.
Jennie langsung saja membersihkan wajahnya dengan tisu pemberian Hanna. Sedangkan Zou Chen, dia masih diam menunggu Jennie selesai membersihkan wajahnya, sambil sesekali melirik pakaian wanita itu yang sangat terbuka.
“Aku cuma teman satu universitas dengannya, dan juga belum lama ini aku mengenalnya,” ujar Zou Chen yang sedikitpun memberi tatapan jijik pada Jenni, sekalipun dia tahu apa yang baru terjadi dengan wanita itu.
“Dia wanita eksklusif di tempatku. Walau kedua matanya sudah ratusan kali melihat milik para pria, tapi dia masih virgin, dan kamu bisa membuktikannya sendiri kalau mau!” Hanna berdiri di dekat Jenni, membantu membersihkan sisa cairan yang menempel di rambut wanita itu.
“Aku tidak peduli soal itu. Di sini aku cuma mau tahu, apa yang membuatnya sampai melakukan pekerjaan di tempat ini? Wajah cantik dengan lekuk tubuh sempurna, banyak model profesional yang bakalan iri saat melihat kesempurnaan penampilanmu!” ungkap Zou Chen yang harus mengakui kalau dirinya cukup tertarik dengan lekuk tubuh Jenni.
Jenni bingung harus membalas seperti apa, begitu mendengar semua kata-kata yang keluar dari mulut Zou Chen. Dia tidak tahu ada hubungan apa diantara temannya itu dengan Hanna, tapi dia melihat kalau wanita yang merupakan bosnya terlihat agak canggung dengan keberadaan Zou Chen.
“Dia membutuhkan banyak uang untuk membiayai sekolah ketiga adiknya, setelah orangtuanya meninggal.” Hanna menjelaskan alasan Jenni bekerja di tempatnya.
“Bukannya banyak pekerjaan lain yang bisa dia lakukan? Kenapa dia harus bekerja sebagai pemuas tamu pria?”
Zou Chen menatap Jenni yang masih tertunduk. Wajahnya terlihat jauh berbeda dibandingkan saat berada di universitas.
Jenni semakin menundukkan kepalanya, saat Zou Chen terus menatap kearahnya, seolah pria itu dapat mengetahui apa yang ada di pikirannya.
“Apa kamu masih ingin terus bekerja di tempat ini? Kalau kamu mau, aku punya pekerjaan yang lebih layak untukmu, dan pekerjaan itu tidak akan membuatmu malu! Masalah gaji, aku bisa membayarmu dua kali lebih banyak dari yang kamu hasilkan di tempat ini,” ujar Zou Chen.
Jenni sedikit mengangkat wajahnya, kemudian menatap Hanna, seolah meminta pendapat wanita itu.
Hanna tersenyum saat Jenni menatapnya, dan dengan anggukan kecil dia menginginkan Jenni menerima tawaran Zou Chen.
“Aku, aku akan bekerja denganmu, tapi bagaimana dengan tempat tinggal ketiga adikku? Selama ini mereka tinggal di rumah yang disediakan Mommy Hanna, kalau aku berhenti bekerja di tempat ini, tentunya aku harus mencari rumah baru untuk tempat tinggal mereka!” Itulah yang membuat Jenni masih ragu ikut bekerja dengan Zou Chen.
“Masih ada banyak kamar di mansion milikku. Kamu dan ketiga adikmu bisa tinggal di tempat ku, sampai kapanpun!” ujar Zou Chen menawarkan tempat tinggal untuk Jenni dan ketiga adiknya.
Jenni terbengong saat Zou Chen mengatakan dirinya memiliki sebuah mansion, yang biasanya hanya dimiliki keluarga tingkat atas.
“Kamu tidak perlu bingung dengan siapa dia yang sebenarnya. Zou Chen, pemilik Zou Company, nama yang tidak asing, dan tentu kamu sudah bisa membayangkan seberapa banyak kekayaannya.” Hanna tanpa ragu membuka identitas asli Zou Chen pada Jenni.
“Pe... Pemilik Zou Company?” kata Jenni yang sulit mempercayai identitas asli Zou Chen.
Zou Chen menganggukkan kepalanya, setelah mendengar itu. Dia tidak masalah Jenni tahu identitasnya, karena sebentar lagi wanita itu akan bekerja dengannya.
Dengan gerakan cepat, Zou Chen menggeser duduknya, mendekati Jenni, kemudian dia memeluk wanita yang terlihat tegar di luar, namun begitu rapuh di dalam. Sementara Hanna, dia pergi kemeja kerjanya, dan mengeluarkan beberapa dokumen dari laci meja kerjanya.
“Katakan padaku, apa kamu putri Tuan Kris dan Nyonya Sarah? Dua orang yang berteman baik dengan istri Ling Feng,” tanya Zou Chen tetap mendekap Jenni dalam pelukannya.
“Ka... Ka... Kamu! Bagaimana kamu mengetahui semua itu?”
Perkataan Jenni terbata-bata, dia tidak tahu bagaimana Zou Chen mengetahui hubungan keluarganya dengan keluarga Ling, dan dia berpikir kalau pria itu tahu tentang keluarga Ling yang menyebabkan kematian kedua orangtuanya.
Mendengar apa yang ditanyakan Jenni, Zou Chen semakin mempererat pelukannya. Diam-diam dia telah menyuruh Bella menyelidiki identitas teman-teman barunya termasuk Jenni, dan sebuah fakta membuktikan kalau Jenni adalah teman masa kecilnya selain Ling Meilin.
“Apa kamu masih mengingat Ling Chen, pria buta yang selalu kamu goda?” Sebuah nama yang membuat Jenni bernostalgia dengan masa lalunya, dan sampai kapanpun dia tidak akan melupakan nama itu.
Ling Chen dan Zou Chen. Memikirkan kedua nama itu, tubuh Jenni tiba-tiba bergetar. Air matanya tidak bisa terbendung saat dia mengingat wajah Ling Chen, dan membandingkannya dengan wajah Zou Chen.
“Kamu Ling Chen?” ujar Jenni begitu Zou Chen melepaskan pelukannya.
Zou Chen menganggukkan kepalanya, dan seketika Jenni menggunakan kedua tangannya untuk menutupi mulutnya yang ternganga, karena terkejut dengan identitas lain Zou Chen, selain seorang pemilik Zou Company.
“Apa kau sudah mengingatnya? Kalau kamu sudah ingat, aku ingin menagih janjimu waktu itu?” Zou Chen menagih janji Jenni di masa lalu.
Kedua Jenni melotot lebar, dia tahu dan masih sangat ingat dengan janjinya. Namun, dia merasa kalau dirinya tidak lagi layak menepati janji itu.
“A... Aku wanita kotor yang tak sebanding denganmu, lebih baik lupakan janji itu! Di luar sana banyak wanita yang jauh lebih baik dari ku,” ungkap Jenni dengan berderai air mata.
“Tante, apa kamu bisa membiarkan kami berdua di ruangan ini? Aku ingin membuktikan secara langsung, kalau dia masih virgin seperti yang tadi kamu katakan.”
Hanna dengan santai berjalan keluar dari ruangannya, “Jangan mengotori meja kerjaku!” katanya sebelum menghilang dari pandangan Zou Chen dan Jenni.
Jenni hanya diam saat berada di dalam sebuah ruangan, berduaan dengan Zou Chen. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan saat pria itu terus menatap wajahnya. “Sebagai pelayan eksklusif, seharusnya kamu tahu apa yang harusnya dilakukan?”
Jenni tahu apa yang harus dia lakukan, tapi dia ragu melakukan semua itu pada pria yang sudah mencuri hatinya sejak kecil. Walau waktu itu pria yang dia sukai memiliki kekurangan dalam hal penglihatan.
“Apa perlu aku membantu mu? Oh iya, aku akan membayarmu sepuluh kali lebih banyak dari orang-orang yang pernah menggunakan jasamu.” Zou Chen mengeluarkan handphonenya, dan bermaksud meminta nomor rekening Jenni.
“Kamu tidak perlu melakukan itu!” Jenni menahan gerakan tangan Zou Chen.
Zou Chen menyimpan kembali handphonenya, sambil menatap wajah Jenni yang hanya berjarak satu jengkal didepannya. “Bagaimana aku bisa menganggap kotor wanita yang dengan tulus menyayangiku, disaat dulu aku dalam keadaan buta?” ujar Zou Chen mendekatkan wajahnya mendekati wajah Jenni.
“Apa kamu yakin dengan itu?” tanya Jenni yang dapat merasakan hembusan nafas Zou Chen yang menyapu wajahnya.
Zou Chen menganggukkan kepalanya, kemudian mencium kening Jenni. “Tepati janjimu, dan aku akan membalas apa yang telah mereka lakukan pada orangtuamu.” Zou Chen sudah tahu apa yang menimpa keluarga Jenni, dan lagi-lagi merupakan ulah Ling Jun.
°°°
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
fitriani
ahadey.... zou chen dan jenni😍😍😍😍😍
2025-02-09
0
On fire
😀😀😀
2024-09-01
2
On fire
💪🏼💪🏼
2024-09-01
0