Zou Chen langsung saja melepaskan pelukan Ling Meilin, kemudian dengan cepat dia membalikkan badannya. Dengan pandangan mata lurus menatap kedua mata Ling Meilin yang mulai terlihat sembab, dia tahu kalau rahasianya memang tidak bisa disembunyikan dari adik kecilnya.
“Maaf, aku tidak langsung mengakuinya dari awal pertemuan kita,” ujar Zou Chen yang kemudian mendekap erat tubuh Ling Meilin ke dalam pelukannya.
“Aku tahu kenapa Kakak melakukan itu, jadi Kakak tidak perlu meminta maaf!”
Dihapusnya nama Ling Chen dari daftar anggota keluarga Ling telah diketahui oleh Ling Meilin. Dia menolak keputusan penghapusan nama kakaknya dari daftar anggota keluarga Ling, tapi dia yang hanya mendapatkan dukungan dari ibunya, tentu itu tidak akan cukup untuk melawan keputusan mutlak keluarga besar Ling.
“Sekarang aku bukan lagi bagian dari keluarga Ling, aku sekarang hanya orang biasa tanpa keluarga,” kata Zou Chen sembari melepaskan Ling Meilin dari pelukannya.
“Sekalipun Kakak Chen bukan lagi bagian dari keluarga Ling, Kakak Chen selamanya akan tetap menjadi seorang kakak bagiku.” Ling Meilin menegaskan status Zou Chen bagi dirinya.
Zou Chen tersenyum seraya mengusap kepala Ling Meilin. “Ternyata Mei kecil sudah tumbuh menjadi gadis remaja, tapi masih cengeng seperti dulu.”
“Siapa yang cengeng? Aku tidak cengeng!” ujar Ling Meilin dengan nada bicara terdengar selayaknya orang yang sedang merajuk.
Zou Chen justru tersenyum semakin lebar saat melihat wajah menggemaskan Ling Meilin yang sedang merajuk.
“Kakak masih saja nyebelin seperti dulu.” Ling Meilin membuang muka seolah dia benar-benar sedang marah pada Zou Chen.
“Baiklah, kakak minta maaf, dan kakak janji akan mengabulkan seluruh permintaan Mei kecil kalau mau memaafkan kakak,” ujar Zou Chen dengan senyum tulus di wajahnya yang seketik membuat Ling Meilin tersipu saat melihat wajahnya.
“Seorang pria harus menepati janjinya!”
Sebuah anggukan kepala Zou Chen membalas apa yang baru dikatakan Ling Meilin, sehingga gadis remaja itu tersenyum bahagia.
Dengan sebuah gerakan cepat Ling Meilin kembali memeluk Zou Chen yang berdiri tepat di depannya.
Zou Chen dibuat terkejut dengan apa yang dilakukan Ling Meilin, karena dia dapat melihat ada banyak pasang mata yang sedang melihat kearahnya.
“Aku cuma punya satu permintaan. Jangan lagi pergi jauh meninggalkan aku!” ujar Ling Meilin yang sudah tidak bisa lagi menahan tangisannya.
“Kalah hanya itu, tentu dengan mudah kakak bisa mengabulkannya. Jadi, jangan lagi menangis!” ujar Zou Chen dengan kedua tangan mendekap tubuh mungil Ling Meilin membalas pelukannya.
Setelah lima menit berlalu dan Ling Meilin sudah tak lagi menangis, Zou Chen melepaskan pelukannya begitu juga dengan Ling Meilin.
“Sekarang lebih baik kita pulang!” kata Zou Chen membantu Ling Meilin menghapus sisa air mata di pipinya.
“Ini sudah hampir malam, apa Kakak Chen tidak ingin mengantarkan aku pulang?” tanya Ling Meilin yang melihat keadaan sekitarnya semakin gelap.
“Kediaman keluarga Ling searah dengan rumah yang aku tinggali. Jadi, aku bisa mengantarmu sampai di depan gerbang kediaman keluarga Ling,” ujar Zou Chen dengan senyum tulus di wajahnya.
Ling Meilin tersenyum bahagia setelah mendengar perkataan Zou Chen, kemudian mereka berdua pergi ke halte bus di dekat taman sambil menikmati es krim yang mulai meleleh.
Zou Chen membantu Ling Meilin masuk ke dalam bus selayaknya seorang pengawal yang sedang melakukan pengawalan pada tuannya.
Ling Meilin senang dengan apa yang dilakukan kakaknya. Baru kali ini dia di perlakukan dengan sangat baik oleh kakaknya, dan hanya Zou Chen sosok kakak yang sangat mengerti keinginannya.
Melihat hanya ada satu tempat duduk yang kosong, Zou Chen membiarkan Ling Meilin menempati tempat itu, sedangkan dirinya mengambil tempat berdiri di samping Ling Meilin.
Di dalam bus Zou Chen terus mengawasi dua orang yang menaiki bus tak lama setelah dirinya dan Ling Meilin mendapatkan tempat yang nyaman. Pengawal keluarga Yun kah? Sepertinya Ibu memberikan perlindungan secara diam-diam pada Mei kecil, kata Zou Chen membatin.
Bus sampai di halte yang hanya berjarak puluhan meter dari kediaman keluarga Ling.
Ling Meilin keluar dari bus, dan tak berselang lama dua orang yang merupakan pengawal keluarga Yun juga turun dari bus mengikuti Ling Meilin.
Zou Chen menjadi orang terakhir yang keluar dari bus sebelum pintu bus kembali tertutup. “Kalian bisa keluar! Aku tahu ada banyak hal yang ingin kalian tanyakan padaku.”
“Anak muda, kami tidak tahu siapa kamu, tapi kami harap kamu menjaga jarak dari Nona Muda kami sebelum kejadian buruk menimpamu!” ujar dua pria yang muncul dari belakang bangunan halte bus.
Senyuman terlihat di wajah Zou Chen setelah mendengar perkataan salah satu pria di depannya. “Kalian tenang saja, Nona Muda kalian justru aman saat berada di dekatku.”
“Aman saat berada di dekat mu? Apa kamu pikir kami tidak tau apa yang kamu lakukan dengan Nona Muda saat di taman?” ujar pria itu dengan sorot mata tajam menatap Zou Chen.
“Apa kalian tidak melihat keberadaan empat orang dari kejauhan yang mengincar nyawa Nona Muda kalian? Jika saja tadi aku tidak memeluknya, mungkin sebuah peluru sudah bersarang tepat di jantung Nona Muda kalian,” ungkap Zou Chen yang tadi sengaja berlama-lama memeluk Ling Meilin untuk melindunginya dari orang-orang yang mengincar nyawanya.
“Sebagai pengawal yang sudah terlatih, pergerakan kalian sangat lambat. Lain kali lakukan perkerjaan kalian dengan benar!”
Zou Chen kemudian pergi meninggalkan dua orang yang teringat dengan keberadaan empat orang mencurigakan, tak lama setelah mereka sampai di taman.
“Pemuda itu bukan sosok sembarangan.”
“Lekuk wajahnya mengingatkanku pada wajah kakak Nona Meilin, tapi karena dia dapat melihat dengan normal, aku rasa mereka adalah orang yang berbeda.”
“Sosok yang dapat membuat Nona Meilin bahagia saat berada di dekatnya, tapi sayang hanya karena sebuah kekurangan dia harus terasingkan.”
“Bukan lagi terasingkan, tapi namanya sudah dicoret dari keluarga Ling.”
“Benarkah? Sungguh malang nasibnya.”
Keduanya kembali melanjutkan pekerjaan setelah terlibat dalam obrolan singkat.
Setelah meninggalkan dua pengawal keluarga Yun, Zou Chen pun pergi melanjutkan perjalanan menuju mansion miliknya, yang berjarak tiga kilometer dari kediaman keluarga Ling.
Tiga puluh menit berlalu, akhirnya Zou Chen sampai di mansion miliknya.
“Bagaimana kuliah hari pertama Tuan Muda? Apa ada yang menarik?” tanya Zou Gao penasaran dengan perkuliahan Tuan Muda nya di hari pertama.
“Tidak ada yang terlalu menarik.”
Zou Chen tidak menceritakan pada Zou Gao tentang pertemuannya dengan Ling Meilin.
“Apa ada masalah di perusahaan selama aku berada di Universitas?” tanya Zou Chen yang secara tiba-tiba menunjukkan ekspresi seriusnya.
“Tidak ada masalah serius yang terjadi. Pembangunan perusahaan hampir selesai, kalau tidak ada halangan, dua minggu lagi Tuan Muda bisa meresmikan perusahaan baru di kota ini,” jawab Zou Gao
“Katakan pada mereka kalau sepuluh hari lagi aku akan meresmikan perusahaan! Kalau dalam sepuluh hari gedung itu belum siap, mereka sendiri akan menanggung akibatnya!” seru Zou Chen dengan geram.
“Baik Tuan Muda, aku akan mengatakan itu pada mereka.”
“Cih ... perjanjian awal gedung itu seharusnya sudah selesai dibangun satu bulan yang lalu, tapi sepertinya mereka ingin bermain-main denganku.” Zou Chen sudah memikirkan hadiah besar kalau dalam sepuluh hari bangunan perusahaannya belum juga selesai dibangun.
Sementara itu di kantor utama perusahaan keluarga Ling, Ling Feng sedang mengadakan pertemuan empat mata dengan putra pertamanya, Ling Jun.
“Bagaimana, apa dia menyetujui proposal kerjasama yang kita sodorkan?” tanya Ling Feng.
“Dia menyetujuinya, dan ingin mengadakan pertemuan setelah bangunan perusahaannya selesai di bangun.” Ling Jun menjawab pertanyaan Ling Feng.
“Itu kabar bagus. Dengan kerjasama antara kita bersama orang itu, aku yakin kita bisa membuat seluruh Negara di Eropa semakin ketergantungan pada barang-barang yang kita jual,” kata Ling Feng membayangkan keuntungan besar yang bisa didapatkan oleh perusahaannya.
Ayah dan anak itu tersenyum senang tanpa mengetahui kalau saat ini mereka telah terseret dalam permainan yang sedang dilakukan oleh Zou Chen.
°°°
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Iyon
gitu donk
2024-09-06
2
On fire
🫢🫢
2024-08-31
1
On fire
😛😛
2024-08-31
0